Ahli Pedang Berdarah Dingin

Ahli Pedang Berdarah Dingin
Tugas para budak


__ADS_3

“Bagus, karena aku akan memasarkan potion itu ke festival esok.”


“Festival?” Melina dan Hime berkata dengan bersamaan. Hanya saja, kali ini yang murni atau sama sekali tidak mengetahuinya adalah Hime. Sedangkan Melina, dia hanya terkejut dan baru mengingat bahwa esok adalah festival kota Little Pear di alun-alun.


Selain itu, Melina juga sedikit terkejut saat mengetahui bahwa ternyata Leo atau tuannya akan memasarkan potion yang sedang dibuat oleh Hime. Meski itu adalah ide yang cukup bagus, hanya saja, Melina masih bertanya-tanya. “Tetapi, ini cukup mendadak bagi kita untuk membuat stand penjualan tuan.”


“Tidak.” Leo menyahut. “Aku tidak akan menjualnya dan berdiri di dalam stand. Cara itu akan membuat kita dianggap sebagai penipu karena yang kita jual adalah barang yang cukup langka. Mereka tidak akan percaya bahwa apa yang aku jual adalah ekstraksi bunga Lily matahari.”


“Jadi, apa yang akan Anda lakukan?” Hime mengerutkan dahinya.


“Kita terjun secara langsung dan menunjukkannya di depan semua orang. Begini, aku baru saja mengambil sebuah quest yaitu mengalahkan beberapa penjahat kecil yang ada dalam festival. Maksudku, jika aku berhasil memancing beberapa penjahat itu untuk membuat sebuah keributan, mungkin ada sedikit orang yang terluka karena dampak dari orang tersebut. Jadi, aku akan menyembuhkan korban di depan umum. Sangat beruntung apabila di depan walikota.”


Keputusan tersebut memang sebelumnya menjadi simpang siur setelah mendengar penjelasan dari Iris kemarin. Akan tetapi, tidak ada salahnya untuk mencoba. Ini adalah langkah awal untuk mengenal dan berteman kepada bangsawan yaitu duke. Meskipun harus melalui walikota terlebih dahulu.


“Meski itu sangat merugikan orang lain, tapi aku suka idemu tuan.” Melina tersenyum.


Leo menggelengkan kepala ringan. “Tidak, ini tidak ada unsur kotor. Lagipula bukan aku yang akan menyakiti orang di sekitar. Tapi penjahat kecil itu.” Ucapnya. “Kemudian, aku juga akan mengajak kalian berdua, karena aku butuh seseorang untuk terus membawa tas berisi 9 potion seperti yang diucapkan oleh Hime.”


Leo tampaknya kali ini benar-benar sangat optimis. Bahkan dia sama sekali tidak peduli jika apa yang dia lakukan adalah hanya akan berujung kegagalan. Lagipula tidak ada salahnya untuk mencoba, itu sangat wajar karena ini adalah kali pertamanya.

__ADS_1


Jikapun gagal, dia baru saja menciptakan rencana kedua. Berteman dengan seorang putri Viscount sudah cukup baginya, walaupun di rencana ini, Leo dikenal oleh sang Duke sendiri benar-benar butuh waktu yang lama dibandingkan dengan rencana utama yang Leo siapkan.


“Terimakasih tuan, aku akan berguna saat Anda mengajakku.”


Melina yang mendengarnya, jelas dia benar-benar sangat senang. Bahkan Hime juga terlihat menunjukkan senyumannya saat Leo mengajaknya. Meskipun mereka berdua tahu bahwa mereka diajak bukan untuk menikmati hiburan itu, melainkan membawakan potion yang Leo kembangkan.


“Tuan, aku lupa. Aku sudah mengumpulkan para budak untuk dipekerjakan, dan mereka sudah mulai akan bekerja. Hanya saja, aku meminta salah satu orang yang sangat ahli untuk berladang, dan salah satu orang yang ahli untuk beternak untuk menemui Anda untuk mendengarkan tugasnya secara terperinci. Kemudian, masih ada sisa 4 budak yang tidak ku pilih sama sekali untuk menemui Anda.”Ujar Melina.


Leo baru ingat bahwa dirinya menyuruh Melina untuk memberi tugas kepada para budak lainnya yang tengah menganggur. Akan tetapi, terus terang Leo sedikit malas untuk mengurus mereka, karena sebenarnya Leo memberi tugas asal-asalan. Juga hanya sekedar untuk memberi mereka pekerjaan agar tidak menghabiskan harta Voldegos, atau Leo saat ini.


“Baik, temui aku kepada mereka.” Leo berkata dengan malas. “Hime, setelah satu jam nanti, beristirahatlah, kamu sudah berusaha dengan begitu baik.”


“Baik tuan.” Mereka berdua serentak berkata demikian sambil menundukkan kepalanya,


Leo kini berada di sebuah ruang pertemuan di dalam mansionnya. Sebuah ruangan yang mana tempat ini suah sering digunakan oleh Voldegod untuk membahas sesuatu kepada para bawahannya. Meski dalam pengakuan Melina, Voldegod yang berada di ruangan ini, 90% dipastikan dia hanya marah-marah tanpa sebab.


Sehingga ini mungkin akan menjadi sebuah kenangan buruk bagi Melina dan para budak lainnya. Tentu Leo akan membuat tempat ini menjadi lebih nyaman dan tidak ada sebuah tekanan lagi bagi mereka atau para budak.


Leo saat ini tengah duduk di sebuah kursi, di belakangnya berdiri seorang wanita yang tidak lain merupakan Melina. Kemudian, di depannya ada 3 laki-laki, dan 3 perempuan yang sedang berjongkok di hadapan Melina.

__ADS_1


Leo bisa mengenal, dua orang laki-laki di hadapannya adalah seorang penjaga yang menjaga mansion Voldegod sebelumnya, bahkan yang mengejar Leo hingga Leo terjatuh ke dalam Abyssal Misery.


Meski begitu, Leo sama sekali tidak memiliki dendam apapun.


“Tuan, dua laki-laki yang menjaga mansion sebelumnya cukup ahli dalam mengolah ladang dan juga beternak. Setidaknya masa lalu mereka berasal dari keluarga desa dan memiliki pekerjaan seperti itu. Gero, dia cukup ahli dalam berladang, sehingga aku menunjuknya bersama 5 budak lainnya, kemudian ada juga Crish yang ahli dalam beternak bersama 3 budak lainnya.” Melina menjelaskan.


“Aku paham.” Leo menatap dua pria yang dimaksud oleh Melina. Seperti pria pada umumnya, mereka berdua tidak memiliki fisik yang begitu mencolok. Wajah mereka juga standart dengan umur yang mungkin berada di kepala 3. “Gero .....”


“Siap tuan!”


“Aku ingin kamu membuat ladang di sekitar mansion ini, kemudian, kamu bebas untuk mencari benih apa saja. Kemudian, Crish, kamu aku tugaskan untuk membeli setidaknya 5-6 ternak terlebih dahulu dan tugasmu dan budak yang ada di tugas itu adalah menjaga ternak seperti memberinya makan. Jika kamu butuh bantuan tentang caranya, kamu bisa meminta bantuan kepadaku. Gitu-gitu aku memiliki pengalaman beternak selama beberapa tahun. Kalian paham?”


“Siap, kami paham tuan!” Kata Giro dan Crish dengan penuh semangat.


Leo kemudian menyuruh mereka untuk pergi. Sehingga, saat ini hanya menyisakan 4 budak yang masih bertekuk lutut di hadapan Leo. Satu laki-laki dan 3 lainnya adalah perempuan, Leo masih berpikir tentang bagaimana cara memperlakukan mereka.


“Satu laki-laki, Shin, dia tidak memiliki keterampilan. Hanya saja, sebenarnya dia adalah seorang mantan pembunuh yang memiliki keterampilan bak Assassin. Dan 3 perempuan, mereka cukup feminin dan tidak mungkin untuk mengolah ladang ataupun ternak.” Melina menjelaskan kembali..


Shin, dari penampilannya, Leo cukup tertarik, rambut yang awut-awutan berwarna biru tuan, dengan luka goresan di matanya membuat pria itu terlihat sangat keren. Apalagi wajahnya yang terlihat begitu datar seolah tidak menunjukkan ekspresi apapun.

__ADS_1


Dan untuk 3 wanita itu, Leo menyuruh mereka untuk menjadi servant, atau pelayan di mansion ini yang bertugas untuk memasak, membersihkan mansion, intinya untuk mengurus mansion ini agar terlihat lebih nyaman. Setelah itu, Leo meminta pelayan itu untuk pergi.


“Shin, apa penyebab dirimu menjadi seorang pembunuh, dan kini berhenti dari pekerjaan itu?” Leo kini mengurus Shin. Dia masih penasaran tentang seorang pria berkepala 2 dengan level 5 ‘Menengah’ itu.


__ADS_2