Ahli Pedang Berdarah Dingin

Ahli Pedang Berdarah Dingin
Jadilah bawahanku


__ADS_3

Iris, tentu. Di balik topeng dan tudung itu adalah Iris. Pelaku penyerangan walikota memang benar-benar Iris seperti yang Leo katakan.


Jelas, Iris langsung menoleh ke belakang, memperhatikan sumber suara yang begitu tajam yang membuat tubuhnya secara refleks langsung bergerak aktif untuk melompat.


Tapi siapa yang berpikir, Leo sudah mengayunkan pedangnya ke depan, membuat topeng Iris yang melompat mundur terbelah. Tidak hanya itu saja, wajah Iris juga tergores secara miring hingga mengeluarkan darah segar yang mengalir.


Jika dia tidak melompat tepat waktu, sudah dipastikan bahwa kepala Iris akan terbelah. Keadaan seperti itu jelas membuat jantung dia berdetak sangat cepat. 


Pikirnya, Leo bukanlah sosok yang bisa dia lawan. Meskipun levelnya jauh berada di bawahnya, Leo masih bisa mengantisipasi. Ternyata memang benar, bahwa level bukan penentu segalanya, melainkan sebuah pengalaman.


Sosok wajah Iris cukup terkejut. Tubuhnya merinding sambil membuka tudungnya. Memperlihatkan rambut biru miliknya dan membuktikan bahwa dia benar-benar Iris.


"Ba-bagaimana kamu bisa tahu aku Iris? Semenjak awal kamu juga memanggilku nona?" 


"Itu mudah, Quest tersebut hanya digunakan sebagai pengalihan untuk para petualang. Dan yang bisa membuat Quest tersebut hanyalah dirimu bukan? Saat dirimu pergi dengan alasan untuk mengejar para penjahat, kamu sebenarnya bersiap untuk menutupi identitas, kemudian kamu akan menyerang walikota dalam sekali serang. Setelah itu, kamu akan pergi. Tapi sayangnya itu tidak sesuai rencana." Kata Leo dengan tatapan yang begitu sinis.


Ayah Iris adalah Viscount, sedangkan target Iris sendiri adalah Count. Itu artinya, Iris melalaikan ini karena ada sebuah unsur politik yang dilakukan. Seperti, Viscount yang ingin merebut kursi Count mungkin?


Tapi Iris menunduk, dia tidak menyangka bahwa apa yang dia lakukan benar-benar gagal sepenuhnya.


"Maafkan aku, aku hanya diperintahkan oleh ayahku. Seolah aku digunakan sebagai boneka saja. Leo, tolong jauhi aku, aku benar-benar sangat jahat kepadamu. Terus terang, aku melakukan itu semua seperti mengajak makan malam, dan memberi perhatian kepadamu agar kamu tertarik padaku. Kemudian, aku bisa membuatmu menjadi bonekaku." Ucap Iris dengan penuh penyesalan.


Selain itu, dia juga melepaskan sebuah cincin yang dia pakai. Membuat levelnya turun secara mendadak dan membuatnya muntah darah sekali lagi. 


Artefak yang dia gunakan tampaknya membuat level seseorang naik secara instan. Tapi itu hanya sementara. Selain itu, itu hanya digunakan sekali pakai, karena setelah Iris mencabutnya, artefak itu hancur.

__ADS_1


Leo mengangkat alisnya sambil memasukkan pedangnya kembali ke selongsong yang ada di punggung. Kemudian, dia menghela napas sambil berkata, "Jangan berpikir aku tertarik kepada dirimu dengan cara murahan seperti itu. Selain itu, kamu berkata bahwa dirimu seakan boneka yang digunakan oleh orang tuamu untuk keperluan politik. Apa sebenarnya perasaanmu?"


Iris tampak linglung, kemudian dia menjawab. "Penuh kebencian, tapi tidak bisa menolak. Mereka kuat, penuh dengan pendukung setelah propaganda yang diberikan." 


"Aku akan memberikanmu kekuatan, sebuah evolusi. Kemampuan evolusi pada fisik, sebuah evolusi pada atribut sihir baru. Asalkan, kamu akan membantai keluargamu sendiri. Apakah bisa diterima? Dalam artian, jadilah budakku."


"Aku akan merahasiakan semuanya tentang siapa yang mencelakai Galen. Semuanya, setelah ini aku harus melapor pada guild master bukan? Jika kamu mengikutiku, kamu akan aman." Ucap Leo dengan tatapan yang tajam.


Iris terkejut, wajahnya dipenuhi pertanyaan yang melebar. "Evolusi setelah aku menjadi budakmu. Jangan bilang kau ….."


"Tidak! Aku bukan Pureblood, tapi sepertinya aku memiliki kemampuan Pureblood. Bagaimana? Aku memberimu waktu 3 menit. Jika menolak, aku juga tidak mengambil risiko." Leo menarik pedangnya secara perlahan-lahan.


"Aku mengerti, aku menyerahkan seluruh hidupku kepadamu tuan. Serta aku akan memenuhi permintaanmu dan mungkin permintaanku yaitu membunuh seisi keluarga Cavendish." Iris bertekuk lutut dan menundukkan kepalanya. Tampaknya belum ada tiga menit, Iris sendiri sudah menentukan pilihannya.


Namun, dia tergiur dengan apa yang Leo ucapkan. Dia tergiur dengan evolusi atribut yang dia miliki setelah menjadi budak Leo. Dalam artian, Leo merupakan pureblood, hanya saja, Leo sama sekali tidak mengetahuinya. Itu menurut pandangan Iris.


"Bagus, sekarang berdirilah. Kau terluka berat nona, maksudku Iris." 


Iris tersenyum, kemudian dia membuang jubahnya jauh-jauh agar menunjukkan bahwa dia bukanlah orang yang mencelakai Iris. Selain itu, dia bergerak ke arah Leo dengan merasa sangat bersalah dan menghilangkan senyumannya. 


"Maafkan aku sekali lagi."


Beberapa menit kemudian, Melina datang menyusul. Tubuhnya masih terlihat sehat meskipun dia dalam pertarungan dalam kelompok yang dibawa oleh Iris. Selain itu, dia cukup terkejut saat melihat Iris terluka berat. Yang artinya sosok yang ingin membunuh walikota tadi adalah Iris. 


Leo yang melihatnya, dia merasa sangat beruntung. "Melina, kebetulan sekali. Tolong bantu menyembuhkannya dia sekarang.”

__ADS_1


“Tapi tuan.” Potong Melina. “Dia baru saja ....”


“Lakukan saja, aku memiliki rencana lain.” Potong kembali Leo.


“Baik tuan.”


Dengan senang hati, Melina mengeluarkan sebotol potion yang mungkin ukurannya sepanjang pergelangan tangan sampai ujung jari. Dia kemudian memberikan potion penyembuhan itu kepada Iris yang penuh dengan luka.


Bukan hanya luka fisik yang tampak dari luar, Leo yakin bahwa Iris pasti memiliki luka dalam. Seperti organ dalamnya hancur atau mungkin yang lainnya. Apalagi terlihat dari mulut Iris yang terus mengalirkan darah segar.


Iris dengan senang hati langsung menerima potion tersebut. Meski dia cukup ragu, apakah potion ini memang berasal dari lily matahari seperti yang diucapkan oleh Leo tadi? Hanya saja, dia sudah mencoba menyerahkan semuanya kepada Leo, menyerahkan diri, dan jiwanya kepada Leo sepenuhnya.


Perlahan, Iris meneguk potion tersebut. Dan mengusap noda potion yang ada di ujung bibirnya. Rasanya memang sedikit pahit, tetapi entah kenapa, setelah dia meminum potion tersebut, sebuah keajaiban yang tidak menyangka benar-benar terjadi.


Luka diseluruh tubuh Iris mendadak menjadi hilang. Tidak ada bekas goresan atau sayatan lagi yang ada di tubuhnya. Seperti luka yang ada di wajah akibat dari pedang Leo, serta luka organ dalam yang Iris miliki, semuanya kembali seperti semula. Jelas, itu membuat Iris sendiri benar-benar berbinar dan tak percaya tentang apa yang terjadi baru saja.


Memang dia tahu beberapa ramuan penyembuhan, tetapi dalam hidupnya, dia belum pernah melihat ramuan penyembuhan yang menyembuhkan secara instan seperti ini. Pikirnya bahwa ramuan penyembuhan akan menyembuhkan luka secara perlahan-lahan.


“Ini, ini benar-benar ramuan dari bunga lily matahari?” Mata Iris berkaca. Kemudian, dia langsung bertekuk lutut di hadapan Leo sekali lagi. “Terimakasih tuan.”


“Sihir segel perbudakan.”


Sebuah lingkaran sihir tercipta di hadapan Leo. Seperti biasa, dia menyentuh sisi lingkaran sihir tersebut hingga berubah warna. Kemudian, Iris berdiri dan menyentuh sisinya yang lain.


“Eh, akh! Manaku terkuras habis.” Leo membatin dan berkata dengan sendirinya. Dia sedikit tidak menyangka bahwa membuat kontrak hidup atau perjanjian budak dengan Iris benar-benar menghabiskan mananya.

__ADS_1


__ADS_2