
Leo sedikit tertegun saat melihat Hime berdandan menjadi lebih baik. Maksudnya tidak seburuk kemarin yang mana terlihat compang-camping dan wajah yang begitu kotor. Tapi kali ini, mungkin dia langsung merawat diri karena keadaanya sudah bebas.
Tidak, Hime sebenarnya masih begitu was-was. Dia masih trauma tentang kejadian sebelumnya sehingga dia seratus persen tidak sepenuhnya percaya dengan Leo langsung. Dia belum tahu sifat leo kedepannya yang membuat Hime sebenarnya masih sedikit takut.
“Kamu memiliki kemampuan alkimia kan? apakah kamu ingin membantuku?” Tanya Leo kepada Hime yang berjalan di sebelah Melina dengan wajah yang begitu ragu-ragu.
“Be-benar tuan. Tetapi ....” Hime tidak tahu apa yang Leo minta kepadanya. Hanya saja, hati kecilnya ingin sekali untuk berkata iya secara langsung meskipun dirinya masih memasang waspada. Bukan karena alasan, Hime bukanlah orang yang tidak tahu rasa terimakasih. Sehingga mengabaikan orang yang menolongnya mungkin membuat ada sesuatu yang mengganjal di hatinya.
Sehingga, dia tidak memiliki alasan yang lain. Dia hanya mengangguk kecil dan berkata, “Baik tuan, aku siap melakukan apapun yang kamu minta.”
“Kita akan turun ke dalam abyssal misery untuk memetik bunga Lily Matahari. Kamu tahu kan bunga Lily matahari?”
“Lily matahari?”
“Abyssal Misery?”
“Tuan jangan bercanda!”
Hime dan Melina berkata dengan begitu terkejut sebelum mereka berdua berteriak bersama-sama. Hime yang tahu bahwa Lily matahari itu benar-benar sangat langka. Setidaknya itu bisa menjadi potion tingkat 4 apabila bisa mengekstraknya hingga 99%. Setidaknya Lily matahari tidak bisa tumbuh di dataran biasa. Sehingga jarang sekali orang yang menemukan bunga itu secara langsung.
Sedangkan Melina, dia terkejut karena Leo mengajak Hime untuk turun ke dasar jurang Abyssal Misery. Jelas, bahwa tempat itu merupakan tempat yang begitu terlarang karena apabila jatuh, tidak ada kesempatan untuk bisa naik dan keluar kembali. Sebuah jurang yang begitu gelap karena tidak terlihat dasarnya dari bibir jurang.
Hanya saja, Melina sama sekali tidak mengerti bahwa abyssal misery saat ini hanyalah sebuah julukan saja. Jurang tersebut sudah tidak sesuai lagi dengan nama dan rumor yang diberikan setelah Leo berhasil menundukkan Ray dan menjadikan penjaga jurang tersebut menjadi pengikutnya.
__ADS_1
“Tapi Abyssal Misery itu .....” Melina membantah. Jelas dia tidak bisa menuruti keinginan Leo bahwa dirinya dan Hime masuk ke dalam jurang tersebut.
Namun, belum selesai Melina berkata, Leo sudah terlebih dahulu menyahutnya. “Aku tidak bercanda. Aku turun ke dalam jurang tersebut dan mendapati ada lily matahari yang sangat langka. Setidaknya kelangkaannya berada dalam tingkat tinggi. Aku benar kan Hime?”
“Be-benar tuan. Lily matahari benar-benar sangat langka. Menemukan tumbuhan itu seperti menemukan berlian. Apalagi digunakan untuk bahan baku ramuan penyembuhan tingkat 4. Sehingga, harga potion tersebut benar-benar sangat mahal apabila dijual.” Hime menjelaskan. Meskipun begitu, dia sama sekali tidak mengetahui apa itu abyssal misery. Karena dia bukanlah anak yang berasal dari kota ini.
“Aku tidak memiliki waktu lama. Melina, kamu kondisikan para budak yang lainnya.”
“Tuan, setidaknya anda bisa makan terlebih dahulu. Beberapa budak telah menyiapkan makanan untuk Anda.”
“Aku tidak lapar.” Ketus Leo dengan begitu singkat.
“Ba-baik.”
.....
Beberapa menit setelah mereka berdua berjalan, mereka akhirnya telah sampai ke sebuah pinggiran jurang yang begitu gelap. Setidaknya itu membuat Hime bergidik ketakutan karena dia tidak bisa melihat bagaimana wujud dasar jurang. Yang ada, hanyalah sebuah kegelapan yang tak ada sedikitpun cahaya.
“Jangan khawatir, sekarang melompatlah.”
“A-apa? Anda menyuruhku bunuh diri tuan?” Hime yang mendengarnya, dia benar-benar tidak bisa mempercayai apa yang baru saja Leo katakan. Jelas, melompat menuju dasar jurang adalah ide yang begitu gila. Lagipula, orang waras mana yang mau melompat ke dalam jurang tanpa batas seperti ini?
“Siapa yang peduli?” Leo melompat ke arah belakang Hime, yang kemudian dia mendorong punggung Hime menggunakan kakinya. Jelas, itu membuat Hime benar-benar terkejut dan kehilangan keseimbangan, sehingga membuat dia terkejut dan jatuh ke dalam jurang dengan dinding yang tidak miring sama sekali.
__ADS_1
“Tidak, apa yang kamu lakukan, Aaaaa!”
Perlahan, suara Hime menghilang, dia benar-benar terjun bebas masuk ke dalam jurang tanpa peralatan apapun.
Meski begitu, Leo sama sekali hanya bercanda atau melakukan kejahilan kecil. Lagipula apabila tidak ada paksaan, Hime mungkin terlalu banyak memberikan drama sehingga mengulur waktu Leo yang jelas dia sama sekali tidak mau. Sehingga, dia langsung mendorong Hime masuk ke dalam jurang tersebut.
Tapi tentu saja, beberapa detik setelah Leo mendorong Hime, Leo juga langsung melompat dan terjun bebas masuk ke dalam jurang tersebut. Dia menyipitkan matanya, melihat Hime yang berteriak ketakutan karena dia terus menerus terjun tanpa melihat dasar sama sekali.
Selain itu, jantung Hime berdebar begitu kencang. Wajahnya benar-benar sangat pucat di dalam kegelapan yang membuat dia tidak bisa untuk tidak merinding dan bulu kuduknya naik.
Leo benar-benar sangat gila dalam memaksa seseorang untuk masuk ke dalam jurang ini. Tapi, mau bagaimana lagi?
Tentu saja, ketika dia merasa hampir mencapai dasar, seekor burung elang tulang yang berukuran besar, yang kemudian dilapisi oleh bayangan. Atau lebih tepatnya entitas yang Leo ciptakan terjun dan kemudian mencengkram pakaian Hime dengan sangat erat sebelum benar-benar menyentuh tanah.
Sedangkan dia, dia sama sekali tidak melakukan apapun karena tubuhnya memiliki kemampuan Storeng bone, atau merupakan kemampuan pasif yaitu tulangnya sama sekali tidak bisa hancur dengan begitu mudah. Bahkan, saat dia mendarat dengan kedua kakinya, dia sama sekali tidak merasakan rasa sakit.
Meski begitu, Leo baru merasakannya sekarang. Sebelumnya dia juga tidak memiliki pikiran untuk mendarat secara langsung. Akan tetapi, dia teringat bahwa dia memiliki pasif unik dari atribut Bone Strength yaitu Bone Strong. Yaitu kemampuan tulang yang mengingat berkali-kali lipat sehingga akan kebal banting.
Kemudian, Hime juga mendarat dengan dibantu oleh elang entitas ciptaan oleh Leo. Wajahnya masih sangat pucat dengan tubuh yang bergidik ketakutan karena dia hampir saja mati. Kemudian, dia menatap Leo dengan penuh kebencian, namun dia tidak menunjukkannya secara langsung dihadapan Hime.
“Kau, kau hampir membunuhku!”
“Tenanglah, sebaiknya kamu lihat di depan. Lihat cahaya itu, aku benar kan bahwa itu adalah bunga Lily matahari?” Leo mencoba mengalihkan perdebatan yang tidak dia inginkan.
__ADS_1
Bukan bunga Lily matahari yang Hime lihat. Pencahayaan dari bunga tersebut, membuat dia semakin mengerti dan melihat dengan jelas, bahwa apa yang dia injak kini adalah, ratusan tulang belulang.
“Ma-mayat? Tu-tuan, tempat macam apa ini?”