
Leo tidak bisa untuk kabur. Apalagi posisinya dia tidak memiliki sihir terbang, dia juga tidak bisa menerobos lautan goblin yang tak ada habisnya ini. Keadaan Leo benar-benar terdesak karena harus terus menerima serangan berpedang dari Guy itu sendiri.
Andai saja dia memiliki sihir terbang seperti yang dilakukan oleh orang-orang, seperti Guy, Iris dan sebagainya, maka Leo akan mudah untuk lari. Sayangnya dia bukanlah lulusan dari akademi yang membuat dia cukup merasa kesulitan untuk itu semua.
“Hyper Shadow Sword!” Sebuah tebasan pedang bayang muncul dari arah sisi kiri dan kanan Guy.
Sayangnya Guy langsung berbalik badan ke belakang untuk menghindari itu semua. Kemudian, dia bergerak dengan sangat cepat ke arah Leo yang kemudian menghindar secepat bayangan.
Leo berdiri di belakang Guy untuk mengayunkan pedangnya. Keadaan tersebut jelas membuat Guy bisa menebaknya dengan mudah. Lagipula arena mereka hanya terlihat sangat kecil, sehingga tidak ada tempat lain selain berpindah ke belakang menurut Guy.
Tebasan pedang muncul lagi, membuat sebuah percikan api keluar dan menyembur ke atas. Kemudian, Leo menarik pedangnya menggunakan tangan kirinya, yang kemudian dia mengayunkan tangan kanannya ke arah Guy.
Guy justru tertawa karena menganggap Leo adalah orang yang begitu bodoh. Sehingga dia memposisikan pedangnya seolah hendak membelah tangan Leo yang tiba-tiba muncul begitu saja untuk mendaratkan sebuah pukulan.
Taang!
Tangan Leo berdarah dan terluka sangat hebat. Tapi tidak sampai hancur karena tulang Leo benar-benar sangat kuat. Justru pedang Guy yang patah karena terkena sebuah pukulan Leo yang begitu mematikan.
Mendapatkan sebuah kesempatan emas, Leo langsung memukulkan pedangnya ke arah Guy. Apalagi kondisi Guy lengah karena dia sempat terkejut dengan sebuah keadaan pedangnya patah hanya karena sebuah pukulan begitu saja.
Tapi, barisan goblin tiba-tiba sudah habis, membuat mereka berada di tempat yang begitu luas. Guy tidak sempat menyadarinya, alhasil dia terkena sebuah sabetan pedang tepat pada wajahnya sebelum dia melompat ke belakang secara refleks.
Tempat kini begitu luas, Guy mendadak menggertakkan giginya dan mundur sejenak. Kemudian, dia mengulurkan salah satu tangannya yang tidak menggunakan pedang ke arah Leo.
“Entitas Mastery: Control Chain!”
Setelah itu, dia mengusap wajahnya yang mengeluarkan darah menggunakan tangannya.
Teknik itu, membuat beberapa barisan goblin paling belakang berbalik badan, berjalan ke arah Leo sambil mengangkat pedang dan tamengnya yang kemudian mereka berlari setelah diberi aba-aba oleh Guy itu sendiri.
__ADS_1
“Sialan, aku sebenarnya tidak percaya bahwa orang itu yang mengendalikan ribuan goblin.”
Guy menggertakkan giginya. “Selama aku bisa mengendalikan ketua sukunya, maka bawahannya juga terikat, aku juga bisa mengendalikannya. Sekarang, rasakan amarah karena telah melukai Guy Blackwell!” Guy berteriak dengan penuh amarah.
Beberapa goblin tampaknya langsung melompat dan memberikan serangan kepada Leo.
Jelas, Leo menggertakkan giginya, kemudian dia melompat ke belakang untuk menjaga jarak. Wajahnya terlihat tidak se santai sebelumnya.
Sebuah tulang dari tanah tercipta, tulang berbentuk tajam seolah menjadi mata pisau melesat ke arah goblin-goblin tersebut.
Goblin-goblin yang menyerang Leo tampaknya tidak ada habisnya. Tidak berguna juga bagi Leo untuk melepaskan kemampuan tulang untuk menghancurkan mereka semua. Apalagi mereka menggunakan sebuah perisai anti sihir yang sangat merepotkan.
Mana Leo juga sudah terkuras banyak saat dia mencoba terus menerus bertarung dengan Guy menggunakan kecepatan bayang dan juga pedang bayang untuk melawan pria enah itu.
Guy tampaknya juga langsung ikut campur untuk menghabisi Leo. Dia tidak peduli ucapan Raven untuk tidak membunuh Leo secara langsung. Itu terjadi karena dia tidak bisa menerima dia mendapatkan luka seperti itu sehingga wajahnya yang sebelumnya terlihat sangat bersahabat, kini berubah menjadi kejam di hadapan Leo.
Leo sudah terkepung, tubuhnya lemas saat melihat puluhan goblin melompat ke arahnya dari segala sisi. Begitu juga dengan Guy yang sudah berada di depannya sambil menghunuskan sebuah pedang.
Mulut Leo mengeluarkan darah segar, dia terdorong ke belakang saat pedang patah milik Guy menusuk perut Leo tanpa ampun. Bahkan Leo bisa melihatnya sendiri sebelum dia terjatuh dan para goblin menimpanya seolah hendak menyerangnya.
“Slash!”
“Zrrtt!”
Tanah yang sebelumnya tampak biasa, perlahan mengeluarkan sebuah elemental petir yang kemudian meledak, memberikan sebuah tegangan kepada para goblin di sekitar terkecuali Leo yang sudah dikerumuni oleh ribuan goblin yang siap menusuk-nusuk Leo itu sendiri.
Kemudian, sebuah jaring laba-laba juga muncul, mengikat Guy dengan begitu erat yang terlihat akan memotong Guy sehingga tak begitu tersisa.
Sayangnya, Guy langsung menggunakan goblin yang dia kendalikan untuk memotong jaring laba-laba tersebut. Tanpa berpikir panjang, Guy langsung bergerak ke arah Shin untuk memberikan sebuah serangan karena dia menyerangnya secara tiba-tiba.
__ADS_1
Sebuah akar pohon muncul, menghancurkan jangkaun luas para pasukan goblin dan menembus barisan yang begitu banyak. Kemudian akan mengikat Guy yang terlihat tidak bisa untuk menahan diri untuk membunuh.
Akar-akar tersebut dengan begitu mudah dipotong oleh Guy menggunakan pedang patahnya. Kemudian, dia memilih untuk melompat mundur sebelum memerintahkan seluruh entitasnya untuk menyerang seluruh bawahan Leo yang tiba-tiba datang begitu saja. Seperti Iris, Shin dan juga Hime. Sedangkan Melina, dia segera melompat ke arah Leo yang terluka begitu berat.
“Tuan!” Melina berteriak dengan begitu panik. Namun seluruh pasukan goblin berbalik badan dan memerintahkan untuk menyerang semua orang yang ada di sini.
“Aku tak apa-apa. Hanya sedikit, Ggghhh!”
Tiba-tiba, hujan panah muncul. Mengakibatkan beberapa goblin langsung mati begitu saja setelah terkena anak panah tersebut. Tidak hanya itu saja, tidak sedikit panah yang memiliki sihir.
“Bantuan dari para petualang tiba!”
“Bantuan dari Count, Viscount, Baron terdekat juga telah tiba.”
Iris berkata seperti itu sambil menyerang para goblin yang telah mengamuk begitu saja. Kemudian, Guy yang ingin membunuh Leo, seketika dia mengangkat pedangnya yang tiba-tiba memiliki aura berwarna pink.
Dia kemudian bergerak ke arah Melina. Dan Melina langsung menciptakan defensive fire area untuk menciptakan sebuah dinding pelindung. Tetapi Guy menebas pelindung itu dengan mudah sambil menebaskan ke arah Melina dan juga Leo yang sudah tak begitu berdaya.
“Tak akan semudah itu!” Shin menarik Guy menggunakan jaring laba-labanya dengan sangat cepat.
“Manusia rendahan!”
Leo yang masih sedikit membuka matanya, dia bisa melihat bahwa Guy tidak bisa dihancurkan dengan mudah menggunakan jaring laba-laba milik Shin. Justru jaring laba-laba tersebut yang hancur.
“Bone Trap!” Leo mengulurkan tangannya dan merapalkan teknik dengan suara yang rendah, sebelum dia memejamkan matanya karena dia memiliki luka yang cukup berat yang kemungkinan menghancurkan organ dalamnya.
Sebuah tulang belulang muncul dari permukaan tanah, muncul membentuk sebuah tulang rusuk yang dirangkai dan mencengkram Guy dengan sangat erat. Bawahan Leo yang setenga panik karena Leo menjadi tidak sadar, mereka langsung melompat ke arah Guy untuk menghabisinya.
Bersamaan dengan itu pula sebuah hembusan angin muncul begitu kencang. Bahkan pepohonan hampir roboh di buatnya. Sosok bayangan tiba-tiba muncul dan bergerak dengan sangat cepat, membawa pergi Guy yang masih tercengkram erat oleh tulang rusuk.
__ADS_1
“Raven, kau?”
“Kita pergi terlebih dahulu, tampaknya kita salah mengambil langkah.”