
Mata orang tersebut terbuka lebar dibalik topeng setelah mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Leo. Namun, bukan waktunya untuk berpikir seperti itu, apa yang dia lakukan adalah melompat ke belakang sambil melepaskan sebuah gelombang petir yang begitu cepat ke arah Leo.
Leo yang melihat hal itu, dia bergerak secepat bayangan. Akan tetapi dia juga tidak begitu menyangka bahwa sambaran petir milik wanita yang berada dibalik topeng dan tudung itu mengenai dirinya. Sehingga membuat Leo terlempar jauh ke belakang.
Keadaan juga menjadi sangat panas, para penjaga walikota juga benar-benar sangat terpojok. Beruntung bahwa kastil walikota dekat dengan alun-alun, sehingga membuat para prajurit lainnya bergegas untuk membantu walikota dan prajurit yang sedang bertarung.
“Defensive Fire Area!” seketika saat kelompok itu hendak menyerang prajurit walikota, dinding lava membentuk dan menyembur yang membuat mereka benar-benar sangat terkejut.
Ditambah lagi, sebuah akar pohon dengan ukuran yang sangat besar keluar dari tanah dan mencoba untuk menyerang mereka. Hanya saja, mereka tak begitu tinggal diam dan menggunakan atribut sihir masing-masing untuk melawan prajurit penjaga walikota, serta Melina dan juga Hime yang baru saja datang.
Beruntung prajurit lainnya juga datang untuk melawan. Sehingga jumlah kini tidak begitu sebanding yang membuat kelompok tersebut merasa sangat kewalahan. Kemudian, beberapa prajurit lainnya membawa walikota untuk mundur.
Hime mengerti, dia juga ikut mundur untuk memberikan potion tersebut kepada walikota. Sementara Melina, dia berpesta pora bersama prajurit lainnya untuk membunuh kelompok-kelompok tersebut.
Wanita yang menjadi lawan Leo, sebenarnya dia berdecak kesal. Karena ini sangat diluar dari apa yang direncanakan. Andai kata tidak ada Leo tadi, walikota Galen sudah terbunuh.
Mau bagaimana lagi, wanita tersebut memilih untuk melarikan diri dengan sangat cepat. Dalam hatinya sebenarnya juga tidak memiliki niatan untuk melawan Leo itu sendiri.
Tetapi bukan Leo namanya apabila dia tidak mengejar musuhnya. Meskipun bergerak secepat kilat pun, Leo tetap mengejarnya menggunakan sebuah kecepatan bayangan yang juga tak kalah jauh lebih cepat.
“Hyper Shadow sword dance!” Leo mengulurkan tangannya saat mengejar. Sehingga menciptakan puluhan pedang bayang melesat ke arah wanita tersebut.
Wanita itu berhenti, tanah menjadi retak karena dia berhenti mendadak. Tubuhnya dilapisi oleh bola petir yang perlahan meledak dan menghancurkan puluhan pedang bayang itu sendiri.
Leo menggunakan pedang-pedang bayang itu hanya sebagai pengalihan, dia masih bergerak dan kini berada di hadapan wanita yang menjadi lawannya sambil mengepalkan sebuah tangan.
Buug! Sebuah pukulan telak, dari tulang yang memiliki kemampuan Bone Strength, jelas seperti mendapatkan sebuah pukulan dari logam terkuat di dunia.
__ADS_1
Dia setelah mendapatkan pukulan telak, organ dalamnya seakan-akan hancur, tubuhnya terlempar jauh ke belakang yang mengartikan bahwa pukulan Leo benar-benar sangat keras.
Hanya saja, wanita tersebut masih mencoba untuk berdiri setelah terlempar ke belakang. Dari dagunya, menetes sebuah darah. Dia sebenarnya muntah darah, hanya karena terhalang oleh topeng, yang membuat wajahnya pasti dipenuhi oleh darah karena muntahannya sendiri.
Tetapi, dia merupakan sosok yang memiliki level yaitu 7. Bagi orang-orang seperti itu, luka dalam bukanlah sesuatu hal yang harus dipermasalahkan. Apalagi lukanya pasti hanyalah luka kecil yang akan sembuh dalam beberapa hari.
Dia tidak memiliki niat untuk melawan, tapi dia juga tidak bisa pergi tanpa melawan. Genggaman tangannya mengeluarkan sebuah elemen petir yang kemudian dilepaskan kepada Leo yang jauh di depan sana.
“Mage ya. Meski levelmu adalah 7, level palsu yang hanya meningkat dengan sementara, kamu bukan lawanku!” Ucap Leo dengan wajah datar.
Menyikapi serangan petir itu, Leo memposisikan pedangnya secara horizontal dan menahannya langsung menggunakan pedang yang dia pegang. Tanpa masalah, mungkin tubuh Leo hanya sekedar bergetar hebat karena berasal dari getaran pedang itu sendiri.
“Bagaimana mungkin!” Wanita itu berkata dengan takjub. Karena seharusnya meski Leo menahan serangan petirnya menggunakan sebuah pedang, pedang itu seharusnya hancur berkeping-keping.
Tapi yang dia lihat dari balik topeng adalah, sebuah pedang yang pinggirannya dilapisi oleh tulang-tulang bergerigi. Namun, dia masih tidak percaya. Tulang pun seharusnya remuk apabila mendapatkan sebuah sambaran petir.
Tak menyerah, wanita itu mengeluarkan sebuah sambaran petir secara membabi buta. Menggunakan tangan kanan, atau mungkin menggunakan tangan kirinya secara terus menerus.
Tidak hanya menghindar, beberapa saat Leo juga memainkan pedangnya untuk menahan semua serangan berpetir tersebut tanpa ada masalah seperti retakan apalagi hancur.
Leo menghela mengatur napas saat wanita itu juga menjeda serangannya. Siapa yang berpikir bahwa serangan itu membuat Leo benar-benar sangat berkeringat. Leo mengakui bahwa sebenarnya dia juga kewalahan ketika harus menghadapi wanita yang menjadi lawannya.
Napasnya terengah-engah, dia juga masih mengangkat pedangnya dan memasang sebuah kuda-kuda bertarung. Dia berpikir apabila dia bertarung dari jarak yang seperti ini, jelas dia akan sangat dirugikan. Karena Swordsman atau ahli pedang jelas sangat diunggulkan dari jarak yang begitu dekat.
Jarak seperti ini sangat diuntungkan bagi wanita sepertinya. Apalagi dia adalah mage, mengeluarkan sihir secara terus menerus membuat dia juga tidak merasa kesulitan. Apalagi mage sendiri pastinya memiliki puluhan teknik yang dia kembangkan, salah satunya untuk melindungi diri.
Jadi, meski Leo bergerak dari arah yang sangat dekat, belum tentu dia menang. karena faktor level juga yang sangat mempengaruhi.
__ADS_1
“Kau sama sekali tidak mengeluarkan suara di hadapanku.” Leo mengatur napasnya. Kemudian, dia langsung melompat ke depan dengan jarak yang begitu dekat. Kecepatan tersebut, membuat tanah yang sebelumnya Leo menjadi retak.
Saat dia seperti itu, wanita tersebut tampaknya lebih menyadarinya. Sehingga dia mengulurkan kedua tangannya hingga mengeluarkan sebuah bola petir yang ukurannya sebesar kepala manusia.
Seolah tidak ingin Leo mendekat, dia langsung menembakkan bola petir itu secara langsung hingga mengenai Leo. Jelas Leo terlempar ke belakang.
Untung saja, dia masih menggunakan pedangnya menjadi sebuah tameng. Meski akibat yang harus dia hadapi dia terlempar ke belakang dalam posisi tersungkur dan tangannya bergetar dengan sangat hebat.
Anehnya, saat Leo terlempar ke belakang, secara refles wanita yang menjadi
“Hyper Shadow sword dance!” Leo yang berusaha untuk berdiri, dia mengulurkan tangannya ke depan secara refleks. Seolah terkejut saat Leo terluka seperti itu.
Seperti biasa, puluhan bayangan pedang muncul di depan tangannya. Melesat ke arah wanita yang menjadi lawannya dengan sangat cepat. Terlebih semua pedang itu berputar searah jarum jam membentuk sebuah pusaran.
Lagi-lagi untuk menghindari serangan dari Leo, sebuah gelombang petir dikeluarkan dengan sangat dahsyat. Kemudian, ditambah dengan mengeluarkan bola petir ke depan untuk memberikan sebuah serangan susulan.
Pedang bayang yang berputar, membuat penglihatan musuh Leo terganggu. Sehingga dia sama sekali tidak menyadari bahwa yang dia serang adalah sebuah tempat kosong.
Kemudian, menyadari ada sebuah serangan dari arah samping, musuh Leo langsung menghadap ke depan dengan melapisi tangannya menggunakan elemental petir. Seolah akan menyerang Leo seperti menyerang walikota tadi.
Akan tetapi, siapa yang berpikir bahwa saat dia menoleh ke samping, yang ada hanyalah sebuah entitas singa bayang milik Leo yang melompat ke arahnya.
Hanya saja, daripada sia-sia, dia langsung menghancurkan singa tersebut.
“Aghh!”
Memang singa bayang itu hancur. Tetapi tangan wanita tersebut tepat mengenai tulang entitas singa bayang.
__ADS_1
Mengingat, bahwa entitas yang Leo ciptakan memiliki tulang yang benar-benar sangat keras karena atribut milik Leo.
“Level sementara itu sama sekali tidak berguna saat ini. Aku benar kan, nona Iris?”