
Leo pada akhirnya menuju ke arah selatan, menuju ke desa Ciradar pada malam hari untuk menyelesaikan masalah para peternak yang selalu dicegat oleh para penjahat. Lebih tepatnya bukan tepat di desa Ciradar, melainkan berada di jalan yang menghubungkan desa Ciradar dan kota Little Pear.
Entah apa penyebabnya, menurut informasi para penjahat tersebut berkeliaran pada malam hari. Sehingga tidak hanya para peternak yang pulang pergi untuk dipalak, melainkan juga orang-orang yang berkunjung juga menjadi korban biadab para penjahat kecil -penjahat kecil tersebut.
Mengandalkan obor yang dia gunakan, beberapa jam kemudian Leo sudah sampai di jalan yang menghubungkan kota dengan desa Ciradar.
Memang bahwa keadaan terlihat begitu sepi karena tidak ada orang yang lewat. Hal itu karena sepertinya orang-orang sudah menyadari bahwa akan sangat rawan melewati tempat ini pada malam hari. Bahkan ketika siang saja, beberapa orang juga mengakui bertemu dengan penjahat atau penjahat kecil tersebut dan kehilangan harta mereka.
Terlihat sangat sintrum, Leo hanya bisa melihat jalan setapak dengan pepohonan yang ada di kanan kirinya. Hanya mengandalkan obor yang ada, Leo terus menerus mengikuti jalan setapak tersebut secara perlahan, berharap para penjahat kecil yang menurut Leo bersembunyi di balik pohon akan muncul dan menyerang Leo.
Dan yang benar saja, Leo merasakan ada yang janggal. Sehingga, dengan penuh kewaspadaan, dia diam di tempat sambil memegang gagang pedang yang ada di selongsong punggungnya.
Sembari melihat kanan dan kiri, Leo juga terus menyorot keadaan sekitar menggunakan obor yang dia pegang.
“Di belakang ya?” Kata Leo dengan lirih sambil berbalik badan dan mengayunkan pedangnya yang sudah dilapisi oleh sebuah bayangan. Sehingga, tercipta sebuah siluet berbentuk bulan sabit ketika Leo mengayunkannya.
“Dia menghindar, sialan.” Leo menggertakkan giginya. Kemudian, dia menghadap seperti keadaan semula.
Leo mengerutkan dahinya, siapa yang berpikir bahwa ada sekitar tiga orang dewasa dengan level ‘3’ Akhir dan satu orang yang berada di level ‘4’. Ketiga orang yang berada di level 3, dia menodongkan ujung pedang ke arah Leo. Sedangkan pemimpin mereka, dia berada dalam posisi bersedekap.
Tampaknya dalam sorot obor milik Leo, mereka berempat menggunakan penutup wajah sehingga tidak mampu untuk dikenali siapa mereka sebenarnya.
“Ini, ini berbeda dari quest, informasi menyebutkan bahwa mereka semua berada di level 3. Tapi mengapa ada pemimpinnya yang berada di level 4.” Gumam Leo berpikir sejenak. Dia juga mencoba untuk tetap tenang meskipun ada lawan yang tidak seimbang di sini.
Meski begitu, Leo tidak akan kalah begitu saja oleh orang yang berada di level 4. Leo akan mencoba dan menganggap bahwa itu hanyalah sebuah ajang latihan bagi dirinya sendiri. Lagipula, Leo sudah sering bertarung dengan pak tua Gin yang notabene berada di level 5. Tidak, Leo benar-benar tak percaya jika Gin berada di level 5.
‘Mungkin dia berada di level 7’
“Serahkan hartamu jika kau ingin selamat sampai ke tujuan.”
Leo melirik ke belakang, dia kini memiliki dua kantong, yang mana berisi 17 koin emas 7 perak, sedangkan yang satunya terdapat 80 koin perunggu. Jika dipikir-pikir, itu semua adalah harta satu-satunya yang dia miliki, jadi sangat bodoh apabila orang lain melihat bahwa Leo menyerahkan uang tersebut.
__ADS_1
Tapi apakah Leo berpikir untuk menyerahkan? Tentu saja tidak, dia berada di sini untuk menghabisi mereka dan menyelesaikan quest yang diberikan. Dan ingin beberapa faktor seperti uang quest, dan beberapa informasi yang dibutuhkan bagi Leo.
Tidak ada jawaban bagi Leo, hanya saja para penjahat tersebut saling memandang karena Loe yang tidak memiliki rasa takut sama sekali. Padahal, Leo akan menjadi lawan yang tidak seimbang karena perbedaan jumlah, dan perbandingan level dari pemimpin mereka.
“Tunggu apa lagi, serahkan hartamu!” Teriak pemimpin mereka dengan nada yang sedikit keras.
“Beast Shadow Attack!”
Tanpa berpikir panjang, Leo mengeluarkan hewan buas bayangan miliknya yang keluar melalui bayangan milik Leo. Bayangan yang dihasilkan oleh obor, membuat keadaan menjadi mencengkam, apalagi ada sosok serigala berwarna hitam secara remang-remang yang tampak sedikit ganas.
Bayangan tersebut keluar dan langsung melompat ke arah mereka, sedangkan Leo, apa yang dia lakukan adalah melompat mundur sambil mengayunkan pedangnya untuk mengeluarkan siluet berbentuk bulan sabit.
“Defensive Fire Wall!”
Pemimpin mereka yang mendapatkan serangan dari hewan buas, dia langsung mengeluarkan sebuah dinding yang berkobar bagaikan api. Kemudian, serigala dan tebasan bayangan milik Leo seolah berhasil dibakar.
“Defensive Fire Spear!”
“Earth Magic!”
Leo mengangkat alisnya saat tahu bahwa dia tercengkeram oleh gundukan tanah. Sehingga, apabila tidak bergerak secepatnya, tombak-tombak tersebut pasti akan membunuh dirinya dengan cukup mudah.
Tapi masalahnya, apabila dia menggunakan kemampuan menghilang dan berubah menjadi bayangan, obor yang ada di tangannya akan jatuh dan tidak ada penerangan lagi untuknya.
Memanfaatkan api pertahanan milik musuh. Yaa, itu yang dia lakukan, sehingga Leo jadi untuk menghilang dan berubah menjadi bayangan.
“Dia akan mati dengan sia-sia. Dia mati, hartanya kita dapat.”
Dan itu bersamaan dengan pemimpin musuh yang melepaskan Fire Spear miliknya. Sehingga, mereka tidak menyadari bahwa Leo menghilang menggunakan kemampuan bayangan miliknya.
“Cepat ambil hartanya!” Teriak pemimpin penjahat kecil sambil menghilangkan Defensive Fire miliknya.
__ADS_1
Salah satu orang bawahan sang penjahat kecil , dia berjalan ke arah depan. Lebih tepatnya di balik kegelapan yang tak terlihat. Sehingga, dia tidak menyadari bahwa Leo sudah tidak berada di tempat yang menurut mereka hancur.
Pemimpin penjahat kecil mengeluarkan api di tangannya sebagai sebuah penerangan. Namun, mereka cukup terkejut saat Leo sama sekali tidak ada.
Muncul di belakang, Leo menggunakan bayangan pedang untuk diayunkan ke arah salah satu dari mereka yang berjalan ke arah tempat Leo akan dihancurkan.
“Slashh!”
Sedangkan, Leo dan pedang aslinya, dia melompat ke arah pemimpin penjahat kecil tersebut.
Para bawahan yang menyadari bahwa salah satu dari mereka terbunuh, secara refleks ingin berteriak karena terkejut. Namun, mereka juga menyadari bahwa Leo bergerak ke arah pemimpin mereka.
Sayangnya, pemimpin penjahat kecil tersebut juga mengetahuinya. Sehingga, lagi-lagi dia menggunakan sebuah pertahanan api, atau Defensive Fire agar Leo tidak berhasil menyentuh dirinya.
Sehingga saat Leo hendak menyerang, dia lagi-lagi melompat ke belakang karena dinding api muncul di tanah yang dia pijak secara melebar.
Memanfaatkan hal tersebut, Leo mengeluarkan seekor harimau bayangan untuk menyerang kedua bawahan penjahat kecil yang akan menyerang Leo menggunakan pedang mereka.
“Earth magic!”
“Wind Magic!”
Sebuah bongkahan tanah muncul di tangan salah satu dari mereka dan melesat ke arah harimau bayangan tersebut. Ditambah dengan sihir angin yang berbentuk bola besar untuk menghancurkan harimau bayangan tersebut.
Leo yang menyadari akan hal tersebut, dia melompat, menebaskan pedangnya sehingga muncul sebuah siluet bayangan dan menghancurkan elemen mereka masing-masing.
Tidak berhenti begitu saja, Leo menciptakan harimau lagi, sehingga muncul dua ekor harimau bayangan yang bergerak ke arah mereka.
Mereka memilih untuk mundur dan melompat ke arah pemimpin mereka.
“Pemimpin, padamkan dinding apimu! Itu adalah sumber dari kekuatan orang tersebut!”
__ADS_1