Ahli Pedang Berdarah Dingin

Ahli Pedang Berdarah Dingin
Atribut sihir "Gemini"


__ADS_3

Kembali ke mansion, saat ini Leo membawa seorang dua anak kembar yang terlihat sangat menggemaskan. Walaupun, saat Leo pulang, mereka tampak sedikit takut dan malu dan mencoba untuk bersembunyi dari balik tubuh Leo.


Bagaimana tidak, mereka berada di tempat baru. Sebuah rumah yang ukurannya cukup besar dengan beberapa pelayan yang datang menyambut Leo. Ditambah dengan Melina yang kegirangan saat Leo kembali, apalagi dalam kondisi membawa anak kecil yang usianya 6 tahun di bawah Leo.


“Dia adalah Yuuki dan juga Araka. Aku harap kalian bisa menerima anak-anak seperti mereka.” Ucap Leo dengan menggandeng tangan Yuuki dan juga Araka untuk masuk.


Melina dan Iris mengikuti mereka bertiga dengan bangga. Lagipula, wanita dewasa mana yang tidak terlihat merasa nyaman saat melihat anak kecil yang ditenteng seperti itu? Apalagi seorang anak kecil yang berada dalam kondisi akan remaja.


Walaupun berbeda 6 tahun, Melina dan Iris bisa melihat bahwa Leo tidak cocok untuk menjadi seorang kakak. Iris sudah menyinggungnya semenjak tadi bahwa Leo benar-benar cocok untuk menjadi seorang wali bagi mereka berdua.


“Kalian pasti lapar bukan? Kebetulan aku juga lapar. Kita akan makan dulu. Jangan khawatir, orang-orang di sini benar-benar sangat ramah, selain itu anggap saja bahwa ini adalah rumah kalian.” Leo menjelaskan mereka berdua.


Yuuki mengangguk, meski dia belum terbiasa berada di tempat seperti ini. Tapi dia benar-benar takjub dengan keberadaan sebuah mansion di tengah hutan.


“Pekerjakan kami kakak! Kami tidak akan menumpang secara gratis. Tolong, aku tidak ingin menjadi beban. Pekerjakan kami menjadi apa saja.” Araka berkata dengan serius. Matanya berkaca seolah dengan menatap Leo.


“Tidak, kalian tidak perlu seperti itu. Apa yang perlu kalian lakukan hanyalah bermain. Emm, jika kalian ingin, aku akan melatih kalian bagaimana?”


“Tentu!” Mereka berdua berkata dengan senang. Sebenarnya selama ini mereka bertekad untuk menjadi lebih kuat. Apalagi kondisi Yuuki setelah melihat kejadian yang menimpanya, menganggap bahwa dia benar-benar lemah menjadi seorang anak. Mereka ingin menjadi lebih kuat dan bisa melindungi apa yang mereka sayangi.


Itu menjadi pemikiran bagi Leo, apalagi kondisi atribut mereka benar-benar sangat langka yaitu Gemini. Hanya saja, Leo tidak tahu teknik apa yang akan mereka miliki selain teleportasi atau berpindah posisi satu sama lain. Selain itu, atribut itu seolah sangat menarik, karena jika salah satu dari mereka tidak ada, atribut Gemini juga tampaknya tidak ada.


Yang mengartikan bahwa Gemini yang merupakan istilah rasi bintang kembar menunjukkan bahwa Atribut itu sangat cocok bagi mereka berdua. Di sisi lain, walaupun atribut mereka berdua adalah Gemini, alias satu atribut untuk dua orang, mereka berdua juga memiliki masing-masing atribut yang sama, yaitu Telekinesis, atau menggerakkan benda sesuai dengan pikiran mereka.


Leo curiga, tampaknya Telekinesis juga sudah satu paket dengan atribut Gemini, hanya saja menjadi terpisah. Bagaimana tidak? Kemungkinan terbesar dengan adanya Atribut Gemini, membuat mereka pasti memiliki teknik telepati satu sama lain yang mana Telepati kurang lebih juga merupakan kemampuan milik Telekinesis, atau mungkin berbeda karena sebenarnya Telepati mereka hanya berlaku pada mereka berdua saja.


“Ya, kalian bisa makan. Kalian harus tumbuh besar ok?” Leo membawa mereka ke tempat ruang makan. “Iris, Melina, kalian ikutlah makan.”

__ADS_1


Mereka berdua mengangguk dan segera untuk duduk di tempat.


.....


“Setelah makan, kalian bisa mengantarkan Yuuki dan juga Araka menuju kamar barunya.” Ucap Leo. “Aku akan mengantarkan makanan kepada Hime sekaligus melihat perkembangan potion yang dia buat.” Sambungnya sambil menyelesaikan makanannya.


“Tapi tuan, kita tidak memiliki kamar lagi. Semua telah terisi oleh para budak Anda. Atau emm, aku akan tidur bersama dengan Anda? agar Yuuki dan juga Araka tidur di kamar ku?” Iris berkata secara terus terang.


“Jika memang begitu, kamu tidurlah bersama dengan Melina dan juga Hime. Kalian bisa berbagi ranjang.”


“Tunggu, apa?” Sahut Melina. Menurutnya, berbagi kamar dengan Hime saja sungguh merepotkan. Apalagi ditambah dengan Iris? Jelas Melina pasti tidak akan bisa tidur dengan begitu tenang. Namun, dia tidak bisa menolak apa yang Leo perintahkan. “Baik tuan.”


Di sisi lain, Iris juga hanya bisa tersenyum kecut mendengar apa yang Leo katakan. Sama seperti Melina, dia hanya bisa mengangguk dengan begitu terpaksa.


“Yuuki Araka, kalian bisa mengikuti Iris setelah ini.”


Yuuki dan juga Araka menggelengkan kepalanya secara bersamaan. Seolah mereka menolak mentah-mentah apa yang Leo katakan.


Leo menghela napas dengan terpaksa. Hanya saja, dia berpikiran untuk mengajak mereka untuk pergi ke ruangan Hime. Ya, siapa tahu salah satu dari mereka tertarik dengan Alkemis dan juga bisa membantu Hime untuk meramu potion?


“Yaa, ayo.”


Dengan sedikit malas, Leo mengajak mereka berdua untuk menuju ke ruangan Hime untuk membuat sebuah potion. Yuuki dan juga Araka justru benar-benar bersemangat akan hal itu.


Saat Leo mengetuk pintu dan Hime membukanya, Leo mencium sebuah bau yang menyengat yang berasal dari ruangan Hime. Bahkan, Leo sendiri harus menutup hidungnya karena bau ini tampak seperti sebuah alkohol yang begitu menyengat.


“Hime, bau apa ini?” Leo bertanya kepada Hime.

__ADS_1


“Ah, maafkan aku tuan. Tetapi ini disebut sebuah reaksi dari kedua bahan yang dicampurkan berskala besar. Mungkin sebelumnya tuan sama sekali tidak tahu karena tuan tidak pernah masuk ke ruanganku saat aku mencoba untuk membuat potion tersebut.” Hime menjelaskan.


Leo membuka hidungnya untuk mencoba menyamankan diri dengan bau-bau seperti ini. Selain itu, dia tampaknya melihat Yuuki yang penuh antusias dan sama sekali tidak mempermasalahkan bau. Berbeda dengan Araka yang bersembunyi di belakang Leo sambil menutup hidungnya.


“Alkimia?” Yuuki berkata dengan begitu senang. Selain itu, dia berjalan ke arah tumpukan serbuk sari bunga Lily yang berada dalam wadah. Serta dia juga melihat tungku yang digunakan untuk mengolah beberapa potion.


Melihat dua orang anak-anak, Hime sendiri merasa kebingungan. Apalagi kondisi seorang anak perempuan yang berada di belakang Leo seolah benar-benar sudah akrab dengan Leo sendiri. Tanpa bertanya sekalipun, tampaknya Leo sudah menjawab kebingungan Hime.


“Anak laki-laki itu adalah Yuuki, dan ini adalah saudara perempuannya, yaitu Araka. Mereka adalah yatim piatu.”


“Ah, Yuuki dan Araka, aku adalah Hime. Seorang Alkemis di sini. Emm, tampaknya Yuuki tertarik dengan Alkemis?” Hime melihat sosok Yuuki begitu ceria saat melihat beberapa tumbuhan  herbal.


“Iya! Iya! Aku pernah mendengar bahwa Alkemis adalah bakat yang hebat. Bisa membuat ramuan penyembuhan, racun, pil, dan berbagai barang alkemis lainnya. Waah, ada potion berwarna biru! apa ini?” Yuuki bertanya setelah dia melepaskan kesenangannya.


Leo sendiri juga merasa senang. Sebelumnya mereka berdua tidak merasa aman dan juga penuh ketakutan. Tetapi sekarang, kedua anak itu, terlebih lagu Yuuki menjadi anak yang begitu periang dan seolah melupakan masalahnya.


Menanggapi apa yang ditanyakan oleh Yuuki, Leo berjalan dengan diikuti oleh Araka ke tempat potion bunga Lily itu berada. Kemudian, Leo mengambil dua botol dan memberikan kepada Yuuki dan Araka, mengingat bahwa mereka berdua memiliki luka yang tidak terlalu berat.


“Kalian minumlah. Kalian akan merasakan manfaatnya.”


Yuuki dan juga Araka menurut dan langsung meminum potion tersebut.


Setelah mereka meminumnya, mereka benar-benar terkejut saat luka fisik mereka perlahan sembuh. Apalagi luka Araka saat diketahui bahwa dirinya sudah tidak merasakan luka yang ada pada dalam tubuhnya.


“Aku, aku ingin menjadi seorang alkemis!” Teriak Yuuki dengan begitu senang.


“Jika memang begitu Yuuki, aku akan menjadi mastermu. Dan aku akan mengajarimu untuk membuat potion. Jadi, kamu beradalah di sini untuk melihat bagaimana aku membuat sebuah potion.” Hime menawarkan.

__ADS_1


Yuuki menatap Leo terlebih dahulu. Namun, Leo hanya mengangguk dan memberikan isyarat bahwa Yuuki bisa berada di ruangan ini bersama dengan Hime.


“Tentu!” 


__ADS_2