
Pov Arga
Akhirnya aku berniat untuk pergi meninggalkan kuntilanak galau tersebut, walau pun pada kenyataannya memang kita berdua lah yang sama-sama lagi galau, Namun, disaat aku hendak pergi meninggalkannya dia malah berteriak.
"Babang tampan Ade ikuuuut...." teriak kuntilanak tersebut sambil melayang dengan suara yang dimanja-manjain.
Bodo amat ah aku gak peduli, ketika melihat dia terus melayang untuk mengikutiku, sehingga tidak terasa kita sudah berada di bawah air terjun.
Ida dan Ani pun nampak masih asyik bermain air tanpa menghiraukan keberadaanku, dan akhirnya kuntilanak berbaju putih itu pun malah mengikutiku untuk duduk di sebuah batu yang berada tidak jauh dari tempat dudukku saat ini.
"Bang mereka nampak asyik main air yah? mirna juga mau ikutan ah," ucapnya.
"Oh jadi nama kamu Mirna, Enak saja mau ikut-ikutan segala, kamu mau yah kalau nanti Ida ngompol lagi, apalagi kalau sampai dia pingsan, aku ogah gotong dia lagi, semalam saja kami bertiga gotongnya masih gak kuat," cerocos ku pada si Mirna.
"Ya udah iya..iya..aku disini aja nemenin abang yang tampan, Oh iya Bang ngomong-ngomong pacar abang yang semalam kemana sih? kok dia gak kelihatan main air sama teman-temannya?" tanya Mirna padaku.
"Arini bukan pacarku Mirna, meski pun aku sudah mencintainya dari semenjak dia berada di dalam kandungan Ibunya, sehingga sekuat tenaga aku selalu berusaha melindunginya dari semua mara bahaya yang menimpanya. Akan tetapi, cintaku padanya hanya bertepuk sebelah tangan," ceritaku pada Mirna.
"Ternyata kisah cinta Abang lebih tragis dari aku yah? terus Arini nya kemana sekarang? kok abang belum jawab pertanyaanku yang itu sih," ucap Mirna.
"Sebenarnya waktu tadi aku masuk ke dalam gua, aku baru saja pulang nganterin Arini untuk pergi ke tempat kekasihnya, namanya Rangga Wisesa," ucapku pada Mirna lagi.
"Ooooooh...Rangga Wisesa Raja Ular yang ketampannya tiada duanya itu ya?" tanya Mirna.
"Kok kamu bisa tau dengan Rangga Wisesa?" selidikku pada mirna.
"Ya tau lah, siapa juga yang gak tau sama COGAN di wilayah ini, soalnya teman teman arisanku tempo hari selalu saja pada gosipin dia, katanya ada DUREN gitu di kerajaan siluman ular.
"Apa tuh Cogan sama Duren?" tanyaku padanya.
"Ah Abang mah ketinggalan jaman deh masa gak tau singkatan Cogan sama duren sih? kalau Cogan tuh Cowok Ganteng kalau Duren alias duda keren gitu lho, terus abang mau tau gak ada lagi sebutan satu lagi buat Raja Rangga yaitu DuKu MaTeng yang kepanjangannya Duda Kuat Mapan dan Ganteng." Mirna pun berkata sambil cekikikan.
Mendengar kekonyolan dia, aku sampai dibuat tepuk-tepuk jidat jadinya.
"Emang segitu gantengnya ya Rangga wisesa dibandingkan denganku? aku pun mencoba bertanya kepada Mirna. Bahkan Arini pun yang segenap hati aku cintai dengan seluruh jiwa dan ragaku malah lebih memilih Rangga yang baru saja dia kenal, meski pun aku tau kalau pada kenyataannya Arini adalah titisan dari Istrinya Rangga wisesa yaitu Roro Ajeng," ceritaku pada mirna.
"Oh jadi gitu ceritanya, ternyata Arini titisan Ratu Roro Ajeng, wah lumayan nih punya bahan gosip buat nanti sore di tempat arisan, jangan sedih Bang semua wanita kan beda selera kalau aku sih lebih suka sama abang yang mirip opa-opa korea favoritku gitu, soalnya aku gak terlalu suka sama yang lokal..hihihi..."
__ADS_1
"Pasti kamu suka sama Lee Min Hoo kan?"
"Iiih....Abang kok tau sih? aku kan jadi malu."
"Aku juga aneh emang segitu miripnya yah aku sama Lee Min Hoo? soalnya tuh temen-temen Arini yang kurus sama gemuk itu juga suka ngasih aku sebutan Lee Min Hoo," ucapku pada Mirna.
"Duh kayaknya banyak saingan nih," terdengar olehku Mirna nampak bergumam.
"Saingan apa maksudmu?" tanyaku pada mirna
"Eh enggak Bang, itu loh saingan buat dapetin hati Abang..hihihi.." Mirna pun nampak cengengesan.
"Udah gak usah ngehalu terus, lagian hanya akan ada nama Arini, Arini, dan Arini yang akan selalu ada di dalam hatiku untuk SELAMANYA..."
"Iya...iya Bang aku juga ngerti kalau abang sudah bucin akut sama Arini, aku juga dulu gitu sama Tomi," ucap mirna.
"Istilah apa lagi tuh micin?" tanyaku pada Mirna.
"Bukan micin bang, tapi BUCIN alias BUDAK CINTA, kalau micin mah noh bumbu masakan.
Lumayan lah ngobrol sama Mirna sedikit menghibur hatiku yang sedang dilanda gundah gulana, karena terus saja memikirkan Arini yang kini sedang bersama dengan Rangga Wisesa.
Disaat aku dan Mirna masih duduk di atas batu sambil mengobrol, Namun, tiba-tiba kami dikagetkan dengan kedatangan sepasang kekasih yaitu sosok pocong dan Kuntilanak berbaju merah.
"Oh jadi gini ya kelakuan kamu di belakangku selama ini?" tanya si Tomi alias pocong mantannya Mirna.
"Terus apa bedanya dengan kamu yang tiap hari nempel-nempel terus tuh sama si ulet keket yang kegatelan," Mirna pun tidak mau kalah.
"Kamu tega ya Mirna dengan gampangnya melupakan kisah cinta kita yang telah kita lalui selama bertahun-tahun," Ujar Tomi lagi.
"Hello..enak aja sadar diri dong, kemarin siapa yang sudah selingkuh duluan dan mutusin aku, kalian sampai hina aku kan dengan mengatakan kalau aku bau dan banyak kutu?" balas Mirna.
"Iya aku hilap Mirna sayang, maafin aku ya, sekarang aku melihat kamu semakin cantik dan wangi, aku mau kita balikan saja yu," ajak Tomi dengan berusaha melompat-lompat ke arah Mirna.
Selangkah lagi Tomi berhasil menjangkau tubuh Mirna, Namun sepertinya kain pocongnya tersangkut hingga sialnya kini kepala Tomi malah nyungseb ke dalam lumpur.
"Aduh...tolongin Abang dong bebeb Mirna, bebeb Mira ( Nama si kuntilanak merah )," teriak Tomi.
__ADS_1
" hi..hi...hi...hi...hi...hi...syukurin", ucap Mirna dan Mira sambil tertawa cekikikan.
"Lho kok bebeb Mira pake ikut-ikutan segala ngetawain Abang sih?" Tanya Tomi terlihat kesal.
"Lagian salah sendiri, kamu malah sok soan mau balikan lagi sama Mirna, punya wajah gosong saja sudah belagu, kamu mau poligami kami ya?" geram Mira.
"Poligami itu kan sunah hukumnya sayang," jawab Tomi.
"Aku gak mau tau, mulai sekarang pokoknya kita putus, TITIK.!!" ucap Mira.
"Lho kenapa pake minta putus segala sih? masa aku malah gak dapet dua duanya dong?" tanya Tomi.
"Aku sekarang sudah punya gebetan baru yang lebih tampan, nih Abang tampan yang mirip Lee Min Hoo," ucap Mira dengan genit sampai berusaha menggerayangi tubuhku.
"Eh ulet keket sana kamu jauh jauh dari pacar aku," ucap Mirna dengan mengibas-ngibaskan tangannya kepada Mira.
Mirna nampak mengedipkan matanya padaku, mungkin dia memberi kode supaya aku mengakuinya saja. Namun, aku hanya terdiam bodo amat lah dengan drama yang kini berada di hadapanku.
Beberapa saat kemudian Ani dan Ida kini sudah nampak berada di hadapan kami berempat, bukannya merasa takut dengan ketiga hantu tersebut, mereka malah ikut ikutan ngerebutin aku.
"Hello...maaf yah Babang tampan yang satu ini sudah milik aku," ucap Ida kepada kuntilanak Mira dan Mirna.
"Enak saja, abang Lee Min Hoo hanya milik aku seorang," Ani pun tidak mau kalah.
Kuntilanak Mira dan Mirna pun nampak menjeda keributannya karena melihat ke arah Ani dan Ida yang juga mengakui aku sebagai pacarnya.
"Kalian gak tau ya kalau Abang tampan ini makhluk halus kaya kami juga," tanya Mirna.
"Ya tau lah, meski pun abang Lee Min Hoo ku sejenis dengan kalian, tetapi aku tetap setia mengagumimu Bang," ucap Ani sambil mengedip-ngedipkan matanya.
Sampai akhirnya Kini Mira dan Mirna kembali lagi memulai pertarungannya dengan saling jambak rambut, dan Tomi pun yang kewalahan menengahi pertarungan mereka malah ikatan pocongnya ikut ketarik tarik juga.
Setelah mengetahui jati diriku yang sebenarnya, kenapa Ani malah gak takut sama aku ya? gumamku dalam hati.
"Udah gak usah kebanyakan mikir Babang tampan nanti cekepnya berkurang lho," ucap Ida. sehingga akhirnya Ani dan Ida pun malah menggusurku untuk pulang ke rumah Ki Soleh.
.
__ADS_1