
Sekarang Ida dan Ani sudah berada di depan Istana Raja Genderewo, mereka berempat sedang memantau keadaan di depan gerbang yang di jaga oleh beberapa Genderewo saja, sehingga orangtua Indah pun akan mencoba memancing mereka untuk keluar.
"Jantungku rasanya mau copot nih Da," Ujae Ani.
"Udah gampang copot mah tinggal di pasangin lagi aja Ni," jawab Ida ngasal.
"Kamu tuh kalau ngomong suka asal jebred aja sih, emangnya jantungku ini terbuat dari jantung pisang apa?" kesel Ani.
"Udah..udah..aku minta maaf, sekarang yu capcus kita siap-siap masuk, tuh orangtua Indah udah ngasih kode," ajak Ida..
Akhirnya mereka berjalan dengan cara mengendap-endap supaya tidak ketahuan. Setelah berhasil masuk, ternyata ada dua Genderewo yang datang dan bersiap untuk menyerang mereka," duh Ni gimana nih aku kelaperan?" ujar Ida.
"Ida ih daritadi bercanda terus bukan kelaperan tapi ketularan," jawab Ani.
"Tuh kan Ani juga ikutan ngaco...bukan ketularan ani tapi ketakutan."
"Itu Ida tahu," jawab Ani.
"Bukan tahu Ni tapi tempe," balas Ida.
"Udah-udah kapan kelarnya kalau pada ngelantur terus, Stop gak usah bicara lagi, TITIK !" ujar Ani.
Sesaat kemudian anak buah Raja Genderewo menghampiri mereka berdua.
"Maaf Abang genderewo udah nunggu lama ya? jangan deket-deket kami ya Bang, nanti kami bisa pingsan berjamaah lho," ujar ida.
"Masih mending kalau Ani yang pingsan Bang, enteng kalau diangkat, nah kalau Ida gimana hayoh..emang mau pada ngangkatin Ida yang badannya segede gentong?" tambah Ani.
"Ani iiiih...lagi genting-genting gini juga masih aja sempet ngeledek Ida !" ujar Ida dengan kesal.
"Iya sorry sayang itumah kan fakta bukan fitnah, he..he.." jawab Ida.
"Lho..lho..si abang Genderewo masih aja deket-deket, mana bau jigong lagi, Bang gosok gigi dulu ngapa," ucap Ida.
Dua Genderewo tersebut malah kebingungan dengan ucapan Ani dan Ida..
"Mereka bingung kali da gak punya duit buat beli sikat sama odol," ujar Ani.
"Ya udah entar Ida beliin deh, nanti bayarnya bisa nyicil kok," ucap Ida pada kedua anak buah Raja Genderewo.
Tiba-tiba salah satu genderewo tersebut berusaha untuk menghantam tubuh Ida.
"Ida awas..!" teriak Ani, secara replek Ani menangkis tubuh genderewo tersebut dengan mengeluarkan cahaya kuning keemasan.
Sreeet...Buggh...tubuh Genderewo tersebut terpental akibat pukulan Ani.
"Woah....Amazing, kamu hebat banget sih Ani, ajarin Ida dong," pinta Ida.
"Ani juga gak tau da tapi coba aja deh kamu fokus dan coba serang mereka dengan sesuatu yang ada di dalam pikiranmu," jawab Ani.
Disaat Genderewo yang satunya lagi berusaha menyerang mereka lagi,, maka Ida pun bersiap mengeluarkan jurus.
"Jurus Gorila Makan," ucap Ida, sehingga tiba-tiba dari tangan Ida keluar banyak pisang yang terlempar ke arah Genderewo.
"Lho kok keluarnya pisang Da?" tanya Ani.
__ADS_1
"Ya mana Ida tau orang di dalam pikiran Ida ingatnya pisang," jawab Ida.
"Aduh...Ida...Ida...udah yuk kita samperin tuh orangtua Indah, kasian daritadi sudah lama nunggu," ajak Ani dengan menarik tubuh Ida.
"Bentar Ni aku mau nambah tenaga dulu nih, lumayan pisang gratis," celetuk Ida.
"Ida ih lagi keadaan genting gini juga masih sempet-sempet nya makan," ucap Ani dengan kesal.
mereka berdua pun akhirnya menghampiri kedua orangtua Indah.
"Dimana Bu letak penjara nya? masih jauh gak?" tanya Ani.
"Letak Penjaranya sudah lumayan dekat, kali ini kita harus lebih berhati-hati, karena anak buah Raja Genderewo pasti sekarang sudah melaporkan semuanya," ujar Ibunya Indah.
"Siap bu...lagian Ida juga barusan udah nambah tenaga, nih lumayan ada pisang gratis buat ganjal perut," cengir Ida.
Kini mereka berempat kembali mengendap-endap, orangtua Indah juga sudah bisa masuk ke dalam Istana Raja Genderewo, karena pagar ghaib nya otomatis akan rusak apabila ada jiwa seseorang yang masih suci serta di dunianya belum meninggal memasukinya.
"Lho..kok Arini pas masuk kesini pagar ghaib nya gak rusak sih Ni? atau jangan-jangan Arini dan Rangga sudah ngelakuin........ hingga Arini gak suci lagi?" pikir Ida.
"Huss...Ida...kamu tuh mikirnya ngeres banget sih, mana bisa Arini ngerusak pagar ghaib nya, lagian Arini juga kesini nya kan di culik, jadi di dunianya dia juga lagi pingsan dodol," ujar Ani yang merasa geram terhadap Ida.
"He..he...Iya juga ya Ni..maaf ya Arini cantikku Ida tadi cuma bercanda kok," cengir Ida.
"Entar minta maaf nya kalau udah ketemu sama orangnya langsung Da," ujar Ani.
"Iya Ni kalau gak lupa, he..he..." jawab Ida
"Itu letak penjaranya," tunjuk Ayahnya Indah.
"Ida..inget kamu harus fokus jangan mikirin makanan terus !" ujar Ani.
"Iya siap Ni..." jawab Ida dengan memberi hormat.
Akhirnya pertempuran pun tidak ter elakkan lagi, terdengar suara dentuman bersahutan dari pertarungan mereka.
Cressh.....bugh....jleb...terdengar begitu menggema di keheningan malam ini.
Meski pun tim Ida kalah jumlah, tapi dengan kemampuan yang dimiliki oleh kakek, Rangga, dan Arga mereka pun akhirnya berhasil mengalahkan para penjaga yang ada disini.
Ayo cepat kita harus bergegas masuk sebelum lebih banyak lagi anak buah Raja Genderewo yang datang kemari, ajak orangtua Indah.
kemudian kami berempat pun akhirnya masuk ke dalam ruangan penjara.
Mereka sangat terkejut melihat keadaan disini yang nampak dipenuhi oleh makhluk halus berbagai macam wujud.
"Duh Ni seriusan, sekarang mah aku mau pingsan beneran aja gak kuat ini, penampakannya banyak banget, nanti kamu gendong aku aja ya kalau aku pingsan."
"kamu pasti kuat da, mana bisa aku gendong kamu da, Arini aja dulu bertiga gotongnya pada gak kuat, apalagi aku, bisa-bisa badanku langsung remuk, ayo cepat Da Semangat, kita pasti bisa demi menyelamatkan Arini," ujar ani.
"Kalau kalian gak kuat sebaiknya pejamkan saja mata kalian, Kakek akan membimbing kalian untuk menemukan Arini melalui mata bathin kalian," ujar Kek Soleh.
"Kalau Ida merem gelap dong kek?" ujar Ida.
"Kalian akan melihat cahaya yang akan menunjukan jalan untuk kalian, bergegaslah pejamkan mata kalian, jangan pernah putus berdzikir serta panggil nama Arini dalam hati kalian." ucap kek Soleh.
__ADS_1
Mereka berdua pun melakukan semua hal yang di suruh oleh Kek Soleh, dan dengan berpegangan tangan akhirnya mereka melihat cahaya kunang-kunang yang tadi menunjukan arah kepada mereka.
"Lho Ni bukannya itu kunang-kunang raksasa yang tadi ya?" tanya Ida.
"Iya Ida fokus aja kita cari Arini, ayo jangan putus dzikir, serta panggil namanya, jangan ngomong terus !" ujar Ani.
Beberapa saat kemudian...
"Ani..Ida..." mereka berdua kini mendengar suara seseorang yang mereka kenal memanggil nama mereka.
Secara perlahan mereka berdua membuka mata dan tanpa sadar kami berdua pun berteriak karena sudah berhasil menemukan Arini.
"ARINi.." teriak kami berbarengan saking senengnya.
"Kalian jangan kenceng-kenceng ngomongnya nanti banyak Genderewo yang datang kemari," ucap Arini.
"Kek bagaimana caranya kami mengeluarkan Arini dari sini?" tanya Ani.
"Mundurlah Arini biarkan kami mencoba untuk membukanya," jawab Kek soleh.
"Lho itu bukannya suara Kakek Soleh?" tanya Arini.
"Iya Rin ceritanya panjang, awas kamu mundur dulu kita mau beraksi," ucap Ida dan Ani berbarengan.
Disaat Arini sudah mundur, mereka pun fokus mengeluarkan tenaga dalam yang disalurkan oleh Rangga, Arga, dan juga Kakek Soleh melalui tubuh Ani dan Ida. dan secara tiba-tiba tangan mereka mengeluarkan cahaya kuning dan biru secara bersamaan, sehingga kurungan Arini pun kini terbuka.
Kami bertiga akhirnya berpelukan serta mengucap syukur, "Alhamdulillah...."
"Ayo Indah kita harus segera keluar dari tempat ini," ajak Arini pada seorang gadis kecil bernama Indah.
"Lho jadi nama kamu Indah?" tanya Ani.
"Iya dia Indah, memangnya kenapa?" tanya Arini pada Ani.
"Tadi kami kesini bersama kedua orangtua kandung Indah, dan merekalah yang sudah membantu kami," jawab Ani.
"Jadi kakak tadi bertemu dengan orangtuaku?" tanya Indah dengan mata yang berbinar.
"Iya tadi mereka bersama kami, tapi pas masuk kesini kami berpisah, mungkin mereka berusaha untuk mencari kamu Indah," jawab Ani.
"Indah....apa itu kamu Nak?" teriak Ibu dan Ayah Indah.
"Iya aku Indah, apa benar kalian orangtua kandungku?" tanya Indah dengan mata yang berkaca-kaca.
"Iya sayang kami orangtua kamu Nak," mereka bertiga pun nampak menangis bahagia serta berpelukan dengan erat.
"Sungguh mengharukan ya Rin pertemuan mereka setelah berpisah selama tujuh tahun," ucap Ani yang kini memeluk tubuh Arini.
"Tapi ngomong-ngomong sekarang kok wajah orangtuanya Indah udah gak serem kaya tadi ya Ni?" tanya Ida.
"Ah kamu mah ngerusak moment aja sih Da, orang kita lagi sedih juga jadi ambyar kan !" ujar Ani.
Kemudian Indah berkata kepada Arini dan teman-temannya,
"Kak Arini, kak Ani, kak Ida, terimakasih banyak ya karena kalian sudah membantu Indah bertemu kembali dengan orangtua kandung Indah, sekarang Indah bisa pergi dengan tenang."
__ADS_1
Akhirnya dengan melambaikan tangan sebagai tanda perpisahan, Indah beserta kedua orangtuanya pun menghilang bersama cahaya putih yang menyilaukan.