Air Terjun Pembawa Petaka

Air Terjun Pembawa Petaka
Bab 67 ( Ida VS Kuntilanak Ganjen )


__ADS_3

Kejadian mistis yang terjadi di rumah Ida kini semakin mencekam, tiba-tiba saja lampu di rumah Ida kini berkedip-kedip lalu sesaat kemudian padam.


Hihihihihihihihihihi


Terdengar suara cekikikan yang keluar dari mulut Abdul.


"Astagfirulloh mas Abdul, nyebut mas," ujar Ida yang tubuhnya kini gemetar ketakutan.


"Bagaimana ini Mah, Putri takut, sepertinya Papah kesurupan," ujar Putri dengan merapatkan tubuhnya kepada Ida.


Dinda pun kini ikutan merapatkan tubuhnya kepada Putri dan Ida.


"Dinda ngapain sih pake ikut-ikutan takut segala, Dinda kan sama-sama hantu," ujar Ida.


"Maaf Mah Dinda lupa," ujar Dinda dengan cengengesan.


"Duh kita harus bagaimana nih, mana pake mati lampu segala," ujar Ida.


kini Abdul kembali mengeluarkan suara perempuan,


"Aku akan merebut Abdul darimu Ida, dia akan aku bawa ke alamku," teriak Kuntilanak yang berada di dalam tubuh Abdul dengan tawanya yang menyeringai.


"Jangan donk Mbak Kunti, nanti aku jadi Janda donk kalau mas Abdul dibawa sama kamu," ujar Ida.


"Enak saja kamu panggil aku Mbak, aku masih gadis tau," ujar Kuntilanak tersebut.


"Ya sudah kalau begitu aku panggil Nenek aja gimana?" tanya Ida.


"Memangnya sejak kapan aku Menikah dengan Kakekmu hemmm? Kamu rupanya mau main-main denganku Ida !" teriak Kuntilanak tersebut.


Tiba-tiba tubuh Abdul kini melayang hingga terpentok langit-langit kamar.


Aduh


Ujar kuntilanak tersebut yang terlihat kesakitan dengan memegang kepalanya, sehingga membuat Putri dan Dinda tertawa.


"Keluar kamu dari tubuh Suamiku Kuntilanak Ganjen, beraninya kamu membuat kepala Suamiku kepentok !" teriak Ida.


"Rupanya kamu masih mengingatku Ida, enak saja kamu menyuruhku untuk keluar, aku sekarang mau balas dendam karena dulu kamu sudah menjambak rambutku hingga rontok," ujar Kuntilanak Ganjen.


"Kalau kamu berani hadapi aku secara langsung, jangan menggunakan tubuh Suamiku, awas saja kalau tubuh Suamiku sampai lecet !" ujar Ida yang kini terlihat geram.

__ADS_1


"Ternyata Mamah kalau marah lebih menakutkan dari hantu ya Put," celetuk Dinda.


"Kamu baru tau ya Dinda, dulu aja aku sampai sawan karena mendengar teriakan Mamah," ujar Putri, sehingga Dinda dan Putri kini terdengar cekikikan.


"Bagaimana kamu bisa tau rumahku kuntilanak Ganjen?" tanya Ida.


"Hello, sekarang itu jaman sudah canggih keles, kalau mau cari alamat tinggal tanya aja sama Mbah Google, jadi gak bakalan ada tuh alamat palsu" ujar Kuntilanak Ganjen dengan cekikikan.


"Memangnya Tanteu punya handphone?" tanya Putri.


"Ya punya donk sayang, iiiiih ternyata calon anak sambung aku cantik banget deh, aku jadi gemes. Eh sayang, kamu jangan panggil Tanteu donk, biasakan mulai sekarang panggilnya Mommy," ujar Kuntilanak Ganjen sehingga membuat Ida yang mendengarnya semakin geram.


Kemudian Ida menarik kaki Abdul yang saat ini masih melayang, sehingga tubuh Abdul kini jatuh kembali ke atas tempat tidur.


Ida pun tidak menyia-nyiakan kesempatan dan langsung mencium bibir Abdul supaya Kuntilanak Ganjen itu keluar.


Untung lampunya padam, jadi anak-anak gak bisa melihat perbuatanku, ujar Ida dalam hati.


Dan benar saja dugaan Ida, Kuntilanak Ganjen langsung keluar dari tubuh Abdul dengan amarah yang membuncah, dan tubuh Abdul kini terkulai lemas di atas tempat tidur.


"Memangnya kamu pikir aku perempuan apaan Ida? beraninya kamu cium aku !" ujar kuntilanak Ganjen dengan mengelap bibirnya.


"Kalau begitu kita buktikan siapa di antara kita berdua yang lebih kuat, dan yang menang bisa memiliki mas Abdul" ujar Kuntilanak Ganjen dengan menyalakan kembali lampu di rumah Ida yang sempat padam.


"Loe jual Gue beli," ujar Ida yang kini memasang kuda-kuda.


Pertarungan pun tak terelakkan lagi, Putri dan Dinda kini malah menjadi suporter dengan meneriaki Ida.


"Ayo Mamah, Mamah pasti bisa," ujar Putri dan Dinda.


"Ida kini terlihat menjambak rambut Kuntilanak Ganjen, dan Kuntilanak Ganjen pun tidak mau kalah lalu berusaha menarik rambut Ida, namun karena rambut Ida licin, jadi berkali-kali jambakan Kuntilanak Ganjen pun terlepas.


"Kenapa sih rambut kamu bisa licin?" tanya Kuntilanak Ganjen dengan kesal.


"Makanya pake Shampo donk kalau keramas," jawab Ida dengan mengibas-ngibaskan rambutnya dan terus menjambak rambut Kuntilanak Ganjen sehingga rambut dan kulit kepala kuntilanak Ganjen pun copot.


"Tidaaaaaak, Mahkotaku !" teriak Kuntilanak ganjen yang rambutnya kini menjadi botak.


"Ups maaf aku sengaja," ujar Ida.


"Waaah kepala Tanteu sekarang kaya film kartun kesukaan Putri," ujar Putri pada Kuntilanak Ganjen.

__ADS_1


"Tolongin Mommy Putri, Mamah Putri tuh sudah bar-bar sama madunya," rengek Kuntilanak Ganjen.


"Bukannya Tanteu itu Kuntilanak ya? kenapa sekarang berubah nama jadi Madu?" tanya Putri terlihat heran.


"Heh Ganjen, makanya kamu jangan sembarangan kalau ngomong sama anak kecil, Sok pake pribahasa segala lagi, ogah banget punya Madu botak kayak kamu, bisa jatuh donk harga diriku," ujar Ida.


"Mah kenapa tadi Tanteu Kunti juga bilang Mamah bar-bar? bukannya bar-bar itu nama coklat ya?" tanya Putri dengan polos.


"Sayang kamu gak usah banyak pikiran ya, omongan si Ganjen mah dengernya jangan pake kuping, tapi pake pantat," ujar Ida.


"Emang sejak kapan pantat bisa denger? bukannya pantat itu cuma bisa kentut?" tanya Putri lagi.


"Aduh anak Mamah kok nanya terus sih, kalau keluar angin itu namanya pantat berdendang," ujar Ida, sehingga membuat semuanya tertawa, bahkan Kuntilanak Ganjen pun ikut tertawa.


"Eh Ganjen ngapain kamu ikut ketawa segala?" tanya Ida.


"Suka-suka aku dong, mulut-mulut aku, kenapa kamu yang sewot?" jawab Kuntilanak Ganjen.


"Kamu tuh harusnya tau diri, ingat donk ini rumah siapa?" tanya Ida.


"Ya ini rumah Calon Suamiku juga kan, emangnya kenapa? kamu malu kan sama oranglain kalau ketahuan punya Madu," ujar Kuntilanak Ganjen sehingga kembali memancing emosi Ida.


"Daritadi kamu gak tau malu ngaku-ngaku Maduku terus, kalau begitu rasakan tendanganku menuju Madu yang sebenarnya," ujar Ida dengan menendang tubuh si Ganjen sehingga terpental ke pohon mangga milik Pak Anas.


Kuntilanak Ganjen kini merasakan madu yang menetes dari sarang lebah yang berada di atas pohon tersebut, dan dia pun mencoba menjilatinya.


"Ternyata rasa madu enak juga ya, manis seperti aku, ujar Kuntilanak Ganjen yang kini terus menjilati madu dalam sarang lebah di atas pohon mangga Pak Anas.


Lebah yang merasa terganggu pun kini mulai keluar dari sarangnya, kemudian mengerubuti tubuh Kuntilanak Ganjen dan menyengatnya.


Aaaaaaaaaaaaaaa, Toloooooooooong


Teriak Kuntilanak Ganjen dengan terus berlarian di kejar lebah.


"Kalau di film-film cara menghindari lebah kan menceburkan diri ke dalam air, kalau begitu aku akan mencobanya," gumam Kuntilanak Ganjen lalu kemudian,


Byuuuuuur


dia pun menceburkan dirinya ke dalam empang Pak Anas.


"Ida awas kamu, urusan kita belum selesai !!" teriak Kuntilanak Ganjen dari dalam empang Pak Anas.

__ADS_1


__ADS_2