Air Terjun Pembawa Petaka

Air Terjun Pembawa Petaka
Bab 82 ( Rencana Pernikahan Arya dan Putri )


__ADS_3

Tiga tahun pun telah berlalu, Arini selalu ikut kemana pun Arga pergi karena Arga selalu mencemaskan Bundanya.


Meskipun usia Arini sudah memasuki kepala empat, tapi Arini terlihat semakin cantik dan muda sehingga banyak yang mengira jika Arini dan Arga adalah sepasang kekasih.


Hari ini Arga akan melakukan meeting bersama rekan bisnisnya di salah satu Restoran, dan rekan bisnisnya tersebut adalah teman Arga sewaktu SMA.


"Ga cewek loe cakep banget sih," ujar Romi rekan bisnis sekaligus teman Arga tersebut ketika melihat Arini yang kini duduk di samping Arga.


"Kenalin Rom ini itu Nyokap gue, masa loe udah lupa sih !" ujar Arga sehingga Romi kini tersenyum malu, lalu kemudian mencium punggung tangan Arini.


"Maaf ya Bunda, Romi tidak mengenali Bunda, soalnya Bunda Arini semakin cantik," ucap Romi kepada Arini.


"Gak apa-apa Nak, udah biasa kok kalau kita berdua sering dikira pasangan kekasih," ujar Arini dengan tersenyum manis, sehingga Romi begitu terpesona di buatnya.


"Biasa aja loe kalau ngeliatin Bunda, air liur tuh ampe mau menetes gitu," sindir Arga sehingga reflek Romi pun mengelap mulutnya.


"Loe malu-maluin aja sih Ga," ujar Romi yang terlihat salah tingkah.


"Bunda mau pesan apa?" tanya Arga.


"Bunda kayaknya gak mau pesan apa-apa sayang, Aa lihat sendiri kan kalau di dekat dapur banyak mahluk tak kasat mata yang berseliweran, dan Bunda yakin Restoran ini memakai penglaris, makanya di sini ramai," bisik Arini.


"Ayo Bunda makan, makanan di sini enak lho," ujar Romi yang kini terlihat menikmati makanan yang ada di hadapannya, tapi Arga dan Arini malah terlihat jijik melihatnya.


"Rom maaf ya gue gak bisa lama-lama berada di sini, soalnya sekarang mau langsung ke Jawa," ujar Arga.


"Emang ada acara apa di Jawa?" tanya Romi.


"Adik gue Arya mau Nikah sama Putri, loe masih inget kan sama mereka?" tanya Arga.


"Iya gue masih inget, loe jangan mau kalah dong Ga, cepetan kawin juga, masa keduluan sama Adik sendiri," canda Romi.


"Kalau masalah jodoh kan gak ada yang tau Nak Romi," ujar Arini.


"Iya Bunda, siapa tau kita juga berjodoh ya," celetuk Romi, sehingga mendapatkan pelototan dari Arga.

__ADS_1


"Duh pengawal nya ngamuk, Sorry Ga gue cuma bercanda," ujar Romi dengan cengengesan.


"Ya udah gue balik duluan ya, nanti loe malah godain nyokap gue terus," ujar Arga dengan tersenyum.


Arga dan Arini pun kini melangkahkan kaki untuk pergi dari Restoran tersebut setelah mengucapkan salam kepada Romi.


Sepanjang perjalanan menuju Jawa, Arini dan Arga terus saja mengobrol supaya Arga juga tidak mengantuk saat menyetir.


"A bener lho kata Romi, Aa kapan mau ngenalin pacar Aa sama Bunda?" dari dulu kayaknya Aa belum pernah dekat sama satu perempuan pun," ujar Arini.


"Aa mau fokus buat bahagiain Bunda dulu, nanti Aa gak mau kalau sampai Aa sudah berumah tangga perhatian Aa jadi terbagi kepada Istri dan Anak Aa," ujar Arga.


"Aa itu sudah banyak berkorban buat Bunda, bahkan kemana-mana Bunda selalu ikut Aa, sampai-sampai Bunda masuk kuliah bareng sama Aa, kalau dipikir-pikir kita kayak kembar siam ya," ujar Arini sambil tertawa.


"Bunda itu nomor satu di hati Aa, jadi gak akan ada yang mampu menggesernya," ujar Arga dengan mengelus lembut kepala Arini yang sedang tertawa, sehingga mereka berdua kini saling bertatapan.


"Maaf Bunda Aa tidak sengaja," ujar Arga dengan langsung melepaskan tangannya dari kepala Arini.


Kenapa hatiku rasanya berdebar ya ketika bertatapan dengan Aa, batin Arini.


......................


Setelah menempuh tujuh jam perjalanan, akhirnya Arini dan Arga pun sampai di Jawa.


"Alhamdulillah akhirnya kita sampai juga di tanah kelahiran kita sayang," ujar Arini.


"Iya Alhamdulillah Bunda kita sudah sampai dengan selamat.


Arini kini disambut oleh Ida dan keluarganya.


"Assalamu'alaikum," ucap Arini dan Arga.


"Wa'alaikumsalam," jawab Ida dan keluarganya, termasuk Kek Soleh dan Nek Ipah yang sudah terlihat datang untuk menghadiri acara Pernikahan Cucu buyutnya. Arini dan Arga pun kini saling bergantian untuk bersalaman.


"Arini sayang, ini beneran kamu kan? kok aneh ya semakin bertambah umur kamu semakin muda dan cantik? aku jadi pangling lho melihatnya, aku kira tadi kamu pacarnya Aa," ujar Ida.

__ADS_1


"Kamu bisa aja sih Da, sebentar lagi juga aku pasti jadi Nenek, kan anak kita mau Nikah," ujar Arini dengan tersenyum.


Seperti rencana sebelumnya jika Putri dan Arya akan Menikah setelah lulus SMA, dan sekarang Arini dan Ida pun akan menikahkan anak mereka.


"Aku masih gak nyangka Rin kalau kita akan menjadi besan, seandainya Ani juga dulu tidak meninggal mungkin dia juga bakalan besanan sama kamu, kamu kan punya anak kembar," ujar Ida degan tertunduk sedih.


"Kita do'akan saja ya Da, semoga Ani dan anaknya sudah bahagia di alam sana," ujar Arini dengan memeluk tubuh Ida.


"Iya Rin, pasti aku akan selalu mendo'akan mendiang Ani serta semua orang yang telah lebih dulu kembali ke rahmatullah," ujar Ida.


"Alhamdulillah, sekarang Ida yang aku kenal sepertinya sudah semakin dewasa ya," ujar Arini.


"Bukan dewasa Rin, tapi sudah tua," celetuk Ida, sehingga membuat mereka semua tertawa.


"Ngomong-ngomong Putri dan Dede dimana Da?" tanya Arini.


"Putri lagi dipingit di kamar, kalau Dede sepertinya masih belum pulang dari peternakan," ujar Ida.


"Dede rajin banget sih, padahal Pernikahannya tinggal tiga hari lagi, tapi masih aja sibuk di Peternakan, aku jadi kasihan sama anak-anakku Da karena mereka harus berjuang keras semenjak kepergian mas Aditya," ujar Arini.


"Bunda kok ngomongnya gitu? Aa dan Dede ikhlas ngelakuin semuanya untuk Bunda, dan itu sudah kewajiban kami sebagai anak," ujar Arga.


"Makasih ya sayang, kalian memang anak-anak yang berbakti," ujar Arini dengan memeluk Arga.


"Aku jadi iri Rin lihat kalian pelukan, soalnya gak seperti Ibu dan anak, kalian lebih mirip pasangan kekasih," celetuk Ida sehingga membuat mereka yang berada di sana kembali tertawa.


"Ya sudah kalau begitu Aa mau ke Peternakan dulu buat ketemu Dede ya Bunda," ujar Arga.


"Iya sayang, Bunda juga mau nemuin calon menantu Bunda dulu di kamar," ujar Arini.


"Nak Arga apa boleh Kakek ikut?" tanya Kek Soleh.


"Iya mari Kek, saya malah senang karena ada Kakek yang nanti akan menemani," ujar Arga.


Akhirnya Kakek Soleh dan Arga pun kini melangkahkan kaki menuju Peternakan, begitu juga dengan Arini yang kini masuk ke dalam kamar Putri.

__ADS_1


__ADS_2