Air Terjun Pembawa Petaka

Air Terjun Pembawa Petaka
Bab 71 ( Pentas Seni di Kemping )


__ADS_3

Sepulang mengantarkan Anak-anak dari Sekolah, Aditya masih saja terlihat cemberut. Sehingga Arini kini berinisiatif mencium Suaminya.


Cup..cup dua kecupan kini mendarat di pipi Aditya sehingga dia membulatkan matanya lalu kemudian tersenyum.


"Nah gitu donk senyum jangan cemberut terus, nanti cepet tua lho," goda Arini.


"Ayah tuh masih kesel sama kelakuan Aa yang nempel terus sama Bunda. Kenapa sih semakin hari kelakuannya semakin ngeselin," ujar Aditya.


"Ayah itu lucu deh, masa cemburu sama anak sendiri," ujar Arini dengan tersenyum.


"Bunda gak ngerasain sih gimana perasaan Ayah, apalagi semakin hari wajah Bunda semakin terlihat cantik dan terlihat muda," ujar Aditya.


Semua orang yang mengenal Arini pun merasa heran karena semakin umurnya bertambah wajah Arini pun kini semakin terlihat muda dan cantik, padahal usianya saat ini sudah hampir 40 tahun.


"Ayah seharusnya merasa bersyukur, Bunda kan hanya milik Ayah seorang," ujar Arini dengan bergelayut manja kepada Suaminya sehingga membangkitkan hasrat Aditya.


"Terimakasih ya sayang, Bunda selalu membuat Ayah bahagia," ujar Aditya dengan memeluk tubuh Arini setelah selesai melakukan aktifitas olahraganya.


"Iya sayang, justru Bunda yang selalu bersyukur karena memiliki Suami yang sangat perhatian dan juga pengertian, seperti Ayah," ujar Arini.


Arini kini hendak bangun untuk menyiapkan makan siang mereka, tapi Aditya sama sekali tidak mau melepaskan pelukannya.


"Kok pelukannya gak Ayah lepasin sih, Bunda kan mau nyiapin makan siang dulu," ujar Arini.


"Ayah maunya makan Bunda aja," ujar Aditya dengan tersenyum.


"Ceritanya kita bulan madu nih mungpung gak ada anak-anak?" ujar Arini yang dijawab oleh anggukan kepala serta senyuman Aditya.


......................


Di rumah Ida, kini Ida ngomel-ngomel terus terhadap Abdul, sehingga Abdul pun menutup kupingnya.


"Pah kok kupingnya di tutup sih? Mamah kan belum selesai ngomong," ujar Ida.


"Mamah sih daritadi ngomel terus, Papah kan jadi pusing dengernya," jawab Abdul.


"Sekarang Papah sudah berubah setelah tubuh Mamah kembali gendut," ujar Ida dengan menangis.


"Kenapa sih Mamah ngomongin itu terus? ketakutan Mamah itu terlalu berlebihan. Apa selama ini Mamah pernah memergoki Papah jalan sama perempuan lain?" tanya Abdul.


"Ya enggak sih Pah, tapi kan Mamah takut jika Papah akan tergoda oleh perempuan yang cantik dan seksi diluar sana, apalagi sekarang banyak Pelakor berkeliaran mencari mangsa," jawab Ida.


"Mah tolong berpikir positif, buang pikiran negatif Mamah jauh-jauh ! niat awal kita rumah tangga itu kan Ibadah, jadi sebanyak apa pun perempuan yang menggoda Papah hanya akan ada Mamah seorang yang ada dalam hati Papah," ujar Abdul yang kini memeluk tubuh Ida dengan erat, sehingga Ida pun kini menangis dalam pelukan Suaminya.

__ADS_1


......................


Di tempat Kemping kini semua peserta berpartisipasi melakukan Pentas Seni.


Arga membuka acara dengan bernyanyi sambil memetik gitar dan dia menyanyikan lagu berjudul "Kuingin Selamanya"


🎵Cinta adalah misteri dalam hidupku


🎵Yang tak pernah ku tau akhirnya.


🎵Namun, tak seperti cintaku pada dirimu


🎵Yang harus tergenapi dalam kisah hidupku.


🎵Kuingin Selamanya, mencintai dirimu sampai saat ku akan menutup mata dan hidupku.


🎵Kuingin selamanya ada di sampingmu menyayangi dirimu sampai waktu kan memanggilku.


Sehingga semua perempuan yang berada di sana berteriak histeris menyebut namanya.


Kenapa saat bernyanyi, aku terbayang wajah gadis yang mirip sekali dengan Bunda ya, yang setiap malam selalu masuk ke dalam mimpiku, batin Aa.


"Aa suaranya merdu banget ya Dinda, aku semakin suka deh sama dia," ujar Putri.


"Dinda ngapain sih ikut-ikutan suka sama Aa juga? Aa kan sudah milik Putri," ujar Putri dengan cemberut, dan Arya yang mendengar perkataan Putri pun kini menjadi sakit hati.


"Aku hanya suka sama suaranya gitu Put," jawab Dinda yang kini mencari alasan.


"Kirain kamu mau saingan sama aku Dinda," ujar Putri yang kini tersenyum dan tidak mengedipkan matanya melihat ke arah Arga.


Aku juga sadar diri kok Put, aku bukan manusia seperti kamu, aku hanya bisa mengagumi Aa tanpa bisa memilikinya, ujar Dinda dalam hati. Dan Dinda pun kini memilih pergi ke arah hutan untuk menumpahkan airmatanya.


Setelah penampilan Arga, kini giliran Arya yang menyanyi dan memetik gitar. Dan dia memilih lagu C.I.N.T.A untuk mewakili perasaannya saat ini.


🎵Berapa kali ku harus katakan Cinta.


🎵Berapa lama, ku harus menunggumu.


🎵Diujung gelisah ini aku, tak sedetik pun tak ingat kamu, namun dirimu masih begitu, acuhkan ku tak mau tau.


🎵Luka_luka_luka yang kurasakan


🎵Bertubi_tubi_engkau berikan

__ADS_1


🎵Cintaku bertepuk sebelah tangan


🎵Tapi aku balas senyum keindahan


🎵Bertahan satu Cinta


🎵Bertahan satu C.i.n.t.a


🎵Bertahan satu Cinta


🎵Bertahan satu C.i.n.t.a


Dan lagi-lagi semua perempuan histeris meneriakkan nama Arya.


Tepukan tangan yang sangat meriah pun terdengar setelah penampilan Arga dan Arya.


"Sepertinya malam ini Aa dan Dede menjadi idola kaum hawa ya Dinda," ujar Putri tanpa menyadari kepergian Dinda.


"Lho Dinda pergi kemana ya? perasaan tadi dia masih ada di sini deh?" ujar Putri yang kini celingukan mencari keberadaan Dinda.


"Kamu lagi cari apa Put?" tanya Arya yang kini menghampiri Putri.


"Aku lagi cari Dinda De, kamu lihat gak? soalnya dia tiba-tiba menghilang tanpa pamitan sama aku," ujar Putri.


"Tadi kayaknya aku lihat Dinda pergi ke dalam hutan deh Put," jawab Arya.


"Duh gimana donk, kita harus segera mencari Dinda, aku takut kalau dia sampai kenapa-napa," ujar Putri.


"Kamu itu lucu banget sih Put, kamu lupa ya kalau yang kamu cemaskan itu hantu," ujar Arya.


"Lho kok aku sampai lupa ya," ujar Putri dengan cengengesan.


"Kamu tadi dengar aku nyanyi gak Put?" tanya Arya.


"Ya denger donk De, kelihatannya tadi kamu begitu menghayati lagunya ya," ujar Dinda.


"Iya, karena itu adalah ungkapan isi hatiku terhadap seseorang," ucap Dede.


"Apa aku boleh tau siapa perempuan yang telah membuat seorang Dede jatuh Cinta?" tanya Putri dengan tertawa.


"Perempuan itu adalah kamu Putri Aisyah," ujar Dede, sehingga putri kini berhenti tertawa.


"Kamu tidak usah menjawab apa-apa Put, karena aku tau kalau yang kamu suka itu adalah Aa bukan aku," ujar Arya yang kini berlalu dari hadapan Putri.

__ADS_1


Maafin aku De, aku tidak pernah peka tentang perasaan kamu selama ini, Kenapa hatiku terasa sakit mendengar ucapan Dede ya, apa mungkin sebenarnya selama ini aku juga menyukai Dede, ujar Putri dalam hati sehingga kini dia menjadi dilema.


__ADS_2