
Pov Aditya
Aku sedang berusaha melawan para pengikut Raja Genderewo ketika Pak Eko akan terjatuh ke bawah Air Terjun.
Aku sudah beberapa kali mencoba untuk pergi menolong Pak Eko, akan tetapi aku terus saja dihalangi oleh pengikut Raja Genderewo sehingga Aku kewalahan. Sampai akhirnya Aku memutuskan untuk terlebih dahulu mengalahkan pengikut Raja Genderewo saja.
Pada saat Aku sudah berhasil mengalahkan Para pengikut Raja Genderewo, dengan jalan tertatih-tatih Aku pun mencoba melangkahkan kaki menuju Arini yang kini masih menggenggam tangan Pak Eko. Namun, disaat Aku hampir saja sampai ke tempat Arini berada, tiba-tiba genggaman Pak Eko pun terlepas dari tangan Arini, Aku sangat menyesal karena tidak dapat menolongnya.
Terdengar suara teriakan Arini yang sangat memilukan hati sehingga dia sampai tidak sadarkan diri, dan Aku yang sudah berada di dekat Arini pun mencoba untuk menangkap tubuhnya yang hampir saja ikut terjatuh ke bawah Air Terjun.
Kini Rangga Wisesa yang sudah berhasil memenangkan pertarungannya dengan Raja Genderewo pun dengan secepat kilat nampak turun ke bawah Air terjun. Namun, hingga saat ini Aku belum melihat Rangga Wisesa kembali ke atas.
Akhirnya Aku memutuskan untuk membawa Arini terlebih dahulu kembali ke rumah Kek Soleh dengan cara menggendongnya.
Sesampainya di depan rumah Kek Soleh sudah nampak Bunda Ria, Ani, Ida, beserta Kek Soleh dan Nek Ipah terlihat khawatir menunggu kedatangan kami. Sehingga ketika mereka melihatku menggendong tubuh Arini mereka pun segera berlari menghampiriku serta membantuku untuk membawa tubuh Arini ke dalam kamar.
Aku belum bisa berkata apa-apa kepada mereka, semua ini rasanya terjadi dengan begitu cepat, Bunda Ria pasti akan sangat terpukul mendengar semua berita ini, Aku bingung harus berbuat apa. Dan pada akhirnya aku tersadar dari lamunanku karena Kek Soleh memanggilku.
"Nak Aditya, ada yang ingin Kakek bicarakan kepada Nak Aditya, sebaiknya kita membicarakannya di dalam Mushola saja supaya lebih leluasa," ajak Kek Soleh.
Aku pun menjawab ajakan Kek Soleh menganggukan kepala dengan berjalan mengikuti Kek Soleh menuju Mushola.
"Nak Aditya sebenarnya apa yang telah terjadi pada kalian saat berada di atas Air terjun tadi?" tanya Kek Soleh.
__ADS_1
"Sebenarnya ada hal buruk yang telah menimpa kami pada saat berada di sana Kek, karena pada saat Rangga Wisesa hampir saja menyelesaikan ritualnya, Raja Genderewo datang bersama para pengikutnya untuk menyerang kami."
"Bahkan Pak Eko tadi sempat terkena pukulan karena melindungi Arini sehingga beliau terpental dan menyebabkan tubuhnya terjatuh ke bawah Air Terjun. dan sampai sekarang saya pun tidak mengetahui keadaannya Kek karena saya belum bisa mencarinya dengan keadaan Arini yang pingsan, jadi saya memutuskan untuk terlebih dahulu menyelamatkan Arini yang juga hampir ikut terjatuh. saya bingung apa yang harus saya katakan kepada Bu Ria tentang semua kejadian ini Kek?" ceritaku kepada Kek Soleh.
"Tenang saja Nak Aditya, Kakek pasti akan membantumu untuk menyampaikan kabar duka ini kepada Nak Ria. Kakek tau ini semua pasti sangat berat untukmu, maafkan Kakek yang tadi tidak dapat membantu kalian," ucap Kek Soleh.
"Iya tidak apa-apa Kek, terimakasih karena Kakek sudah berkenan untuk membantu saya. Ini semua memang sudah takdir dari Alloh SWT dan kita tidak bisa melawan semua itu, mudah-mudahan saja Bu Ria dan Arini dapat menerima semua ini dengan sabar dan ikhlas."
"Iya Nak perkataanmu memang benar, karena masalah jodoh, maut, dan umur semuanya adalah rahasia Alloh SWT. Lalu sekarang dimana Rangga Wisesa?" tanya Kek Soleh.
"Tadi setelah mencoba turun ke bawah Air terjun, Rangga tidak terlihat lagi Kek, saya juga belum mengetahui bagaimana nasibnya saat ini, karena kemungkinan dia juga mengalami luka dalam yang parah," jawabku.
"Sebaiknya sekarang kita temui dulu Nak Ria supaya dia tidak bertanya-tanya tentang apa yang telah terjadi dengan Suami beserta anaknya," ajak Kek Soleh kepadaku. Sehingga kami berdua akhirnya berjalan kembali menuju rumah untuk menemui Bunda Ria.
Kini nampak Bunda duduk di samping Arini dengan terus melapalkan do'a serta mengusap lembut kepalanya.
"Bunda gak tau Nak Aditya karena sampai sekarang Arini belum juga sadar," jawab Bunda Ria yang terlihat sedih.
"Nak Ria ada yang ingin Bapak sampaikan, sebaiknya kita mengobrol di luar saja, biarkan dulu Arini dijaga oleh Ani, Ida dan Nek Ipah," ujar Kek Soleh.
Akhirnya kini kami bertiga telah berada di beranda depan rumah Kek Soleh. Suasana yang hening kini terasa sangat menegangkan untuk kami bertiga.
Sesaat kemudian Kek Soleh mencoba untuk membuka pembicaraan.
__ADS_1
"Nak Ria mohon maaf karena kabar yang akan bapak sampaikan pasti akan membuat Nak Ria merasa terkejut dan sedih. Namun, bapak harap Nak Ria harus ikhlas dan sabar karena semua ini sudah takdir dari Gusti Alloh," ucap Kek Soleh kepada Bunda.
"Iya Pak, saya sudah siap mendengar cerita Bapak dan Nak Aditya, karena sejak tadi saya sudah punya firasat buruk tentang Suami saya, bahkan daritadi hati saya bertanya-tanya kenapa Nak Aditya tidak kembali dengan Ayahnya Arini dan juga Rangga wisesa?" ujar bunda Ria.
"Iya Bunda, sebelumnya saya meminta maaf karena tidak bisa melakukan apa pun untuk menolong Ayah. Tadi telah terjadi hal buruk pada saat Rangga wisesa hampir berhasil menyelesaikan ritualnya karena Raja Genderewo beserta pengikutnya telah menyerang kami. dan pada saat Ayah mencoba untuk melindungi Arini, malah Ayah sendiri yang terluka sehingga beliau terpental lalu terjatuh ke bawah Air terjun," ucapku dengan tertunduk sedih.
"Astagfirulloh...Innalillahi.....Mas eko...." teriak Bunda Ria dengan kencang dan tangisnya pun kini pecah, sehingga membuat Nek Ipah beserta Ani dan Ida berlari keluar.
"Maafkan aku mas karena selama ini belum bisa menjadi Istri dan Ibu yang baik untukmu dan juga Arini, pantas saja tadi pada saat kamu berpamitan kamu meminta maaf padaku, karena itu adalah terakhir kita bertemu," ucap Bunda Ria dengan menangis.
"Terus dimana sekarang Jasad mas Eko Nak Aditya?" tanya Bunda Ria.
"Saya belum bisa menemukannya karena keadaan Arini yang tidak sadarkan diri sehingga saya memutuskan untuk membawanya pulang terlebih dahulu," jawabku.
"Lalu Bagaimana dengan nasib Nak Rangga?" tanya Bunda kembali.
"Saya juga belum mengetahui bagaimana nasib Rangga Wisesa sekarang, karena tadi Rangga turun ke bawah berusaha untuk menyelamatkan Ayah. akan tetapi, hingga kini Rangga juga belum kembali, karena dia mendapatkan luka dalam yang parah juga."
"Bunda harus kuat ya demi Arini, kasihan Arini kalau nanti Bunda juga malah sakit," ucap Ani dan Ida dengan memeluk Bunda.
"Sebaiknya sekarang kita telpon Polisi agar dapat membantu mencari Ayah dan Rangga," ucapku pada mereka.
Fajar pun kini mulai menyingsing, waktu sudah menunjukan pukul Lima subuh. kini Aku dan Kek Soleh akan mengantar Polisi untuk menyisir ke wilayah Air terjun untuk mencari keberadaan Pak Eko dan Rangga Wisesa.
__ADS_1
Beberapa menit sudah kami lewati, dan sekarang kami sudah berada tepat di bawah Air terjun. Betapa terkejutnya kami karena melihat jasad Pak Eko yang kini sudah terbujur kaku.
"Innalillahi waina ilaihi roji'un" Ucap kami semua secara bersamaan.