Air Terjun Pembawa Petaka

Air Terjun Pembawa Petaka
Bab 64 ( Hantu di Sekolah )


__ADS_3

Hari ini Aa mulai masuk ke SD karena usulan dari guru TK nya yang sudah melihat kemampuan Aa melebihi anak seusianya.


Arini dan Aditya pun kembali mengantarkan Aa dan Dede ke Sekolah.


"Aa sayang, belajarnya yang rajin ya, nanti Bunda tunggu Aa di luar, biar Ayah yang nanti tungguin Dede," ujar Arini kepada Aa.


"Tidak usah Bunda, Aa kan sudah besar, Ayah sama Bunda nunggunya di tempat Dede aja ya, Aa pasti bisa menjaga diri dengan baik," ujar Aa yang kini mencium punggung tangan kedua orangtuanya, lalu bergegas masuk ke dalam kelas setelah sebelumnya mengucap salam.


"Aa mandiri sekali ya Bunda," ujar Aditya.


"Iya Alhamdulillah Yah, kita sudah di Karuniai dengan anak-anak yang spesial," jawab Arini.


Ida dan Abdul pun kini terlihat mengantarkan Putri ke Sekolah, dan mereka langsung menghampiri Arini dan Aditya yang saat ini berada di depan kelas Dede.


"Assalamu'alaikum Arini, mas Aditya," ujar Ida dan Abdul.


"Wa'alaikumsalam, Ida dan Abdul," jawab Arini dan Aditya.


"Da bagaimana keadaan kamu sekarang?" tanya Arini kepada Ida.


"Alhamdulillah Rin aku sudah lebih baik, kita memang harus mengikhlaskan Mirna, kasihan dia selama ini sudah menjadi Arwah gentayangan, mungkin dengan dia musnah dari alam kita, dia sudah kembali ke tempat yang seharusnya," ujar Ida yang kini terdengar bijak dan memeluk tubuh Arini.


"Iya Da, mudah-mudahan saja dia tenang di alam sana," ujar Arini.


Di dalam kelas Aa, dia melihat banyak sekali penampakan yang meminta tolong kepadanya.


"Kenapa sih kalian ganggu Aa terus?" ujar Aa kepada makhluk astral tersebut.


"Tolong kami..tolong kami.." jawab mereka.


"Iya nanti Aa tolong, tapi kalian pergi dulu sana, Aa mau belajar dulu !" ujar Aa. Sehingga semua teman Aa yang melihat Aa berbicara sendiri pun kini menertawakannya.


"Muhammad Arga Wijaya Kusuma," panggil Bu guru.


"Hadir Bu," jawab Aa dengan mengacungkan tangannya.


"Apa Arga bisa ke depan untuk memperkenalkan diri kepada teman-teman?" tanya Bu guru, dan Arga menjawabnya dengan anggukan kepala serta melangkahkan kaki menuju depan kelas.


"Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh, ucap Aa, dan guru beserta teman-teman Aa pun menjawab ucapan salamnya.


"Perkenalkan Nama Saya Muhammad Arga Wijaya Kusuma, umur saya 5 tahun, senang bertemu dengan teman-teman semua," ujar Aa yang terlihat berani berbicara di depan kelas, sehingga semua orang yang mendengarnya pun bertepuk tangan.

__ADS_1


"Terimakasih Arga, sekarang Arga boleh duduk," ujar Bu guru. Dan Arga pun kini kembali duduk di bangkunya.


"Anak-anak sekarang keluarkan buku dan alat tulisnya ya ! ujar Bu guru. Dan kini Ibu Sinta ( nama Wali kelas Aa ) menulis di papan tulis.


"Coba sekarang kalian tulis huruf yang sudah Ibu tulis di Papan tulis ya !" ujar Bu guru.


"Bu Aa sudah selesai," ucap Arga.


"Lho kok cepat sekali sayang," ujar Bu Sinta yang kini menghampiri Aa.


"Subhanallah, tulisan Aa rapi sekali ya, tidak seperti anak yang baru masuk SD," puji Bu guru.


"Terimakasih Bu," jawab Aa dengan tersenyum.


"Aa boleh keluar sekarang kan Bu?" tanya Aa kepada Bu Sinta.


"Iya sayang, Arga boleh pulang duluan," jawab Bu Sinta, dan kini Aa pun melangkahkan kaki keluar dari kelas, setelah sebelumnya mencium punggung tangan Bu guru serta mengucap Salam.


"Lho kok Aa sudah keluar kelas," tanya Arini yang masih terlihat heran.


"Ibu guru juga sudah ngijinin Aa pulang kok Bunda, soalnya Aa sudah beres mengerjakan tugasnya," jawab Aa dengan tersenyum.


"Sebentar lagi kayaknya mas Aditya bakalan di panggil sama guru kelas 1 Aa," ujar Ida dengan tersenyum. Dan benar saja, sesaat kemudian Wali kelas Aa memanggil Aditya.


"Sebelumnya saya minta maaf Pak Aditya karena sudah mengganggu waktu anda, ujar Bu Sinta.


"Iya tidak apa-apa Bu, memangnya apa yang akan Ibu sampaikan?" tanya Aditya.


"Begini Pak, kalau melihat Arga yang kemampuannya sudah melebihi anak SD kelas 1, saya dan Kepala Sekolah memutuskan kalau Arga besok masuk ke kelas 2 saja Pak, dan mungkin seharusnya langsung ke kelas 6 kalau melihat kemampuan yang Arga miliki, tapi kami nanti akan berdiskusi lagi," ujar Bu Sinta.


"Terimakasih Bu atas informasinya, kalau begitu saya permisi dulu," ujar Aditya yang kini melangkahkan kaki keluar ruangan Bu Sinta setelah sebelumnya mengucap Salam. Dan Bu Sinta kini masih terlihat mematung karena melihat ketampanan yang Aditya miliki.


Aduh Hot Daddy banget, coba aja Pak Aditya belum Menikah pasti sudah aku gebet, pantas saja anaknya tampan, ayahnya juga ganteng maksimal. ujar Bu Sinta dalam hati.


Aditya kini menghampiri kembali Istrinya, lalu kemudian duduk di samping Arini.


"Apa yah yang Wali kelas Aa barusan katakan?" tanya Arini.


"Aa besok naik ke kelas 2," jawab Aditya dengan tersenyum.


"Beruntungnya punya anak pintar," celetuk Ida.

__ADS_1


"Sekarang Aa nya kemana Bunda?" tanya Aditya.


"Tadi Aa minta ijin ke taman, katanya banyak makhluk Astral di Sekolah ini yang meminta tolong padanya," jawab Arini.


"Baguslah kalau Aa bersedia menolong mereka, Ayah jadi semakin bangga sama Aa," ujar Aditya.


"Jadi sekarang ceritanya mas Aditya sama Aa sudah baikan nih?" tanya Ida.


"Iya Da, masa mas Aditya mau cemburu terus sama anaknya sendiri," jawab Arini, dan mereka pun tertawa membicarakan kekonyolan Aditya dan Aa yang dari bayi selalu berebut perhatian Arini.


......................


Di taman, kini Aa sudah memanggil Arwah penasaran yang tadi sudah meminta tolong kepada Aa.


"Aku sudah datang, kalian mau minta bantuan apa sama Aa?" tanya Aa.


"Aku mau di bukain tali pocong, soalnya selama ini tidak ada yang bisa memegang aku selain kamu," ujar makhluk Astral yang Aa panggil hantu bungkus.


"Ya sudah sini Aa bukain," ujar Aa kepada hantu bungkus yang kini terlihat kegirangan.


"Terimakasih ya Aa sudah membantu Moli," ucap hantu bungkus tersebut, lalu kemudian kembali tenang ke alamnya.


"Terus siapa lagi?" tanya Aa.


"Aku..aku.." ujar mereka yang sekarang terlihat ricuh.


"Kalian itu biasakan antri, jangan saling rebutan, ayo sekarang berbaris," ujar Aa, dan mereka pun menurutinya.


Setelah beberapa hantu selesai Aa bantu, Aa pun teringat kalau Dede sudah waktunya pulang.


"Maaf ya, mungkin Aa lanjut bantu kalian besok aja ya, soalnya kasihan orangtua Aa sudah nunggu," ujar Aa yang kemudian berlalu meninggalkan mereka.


"Kamu ngapain daritadi ngikutin aku terus? memangnya kamu pikir aku tidak melihat kamu?" tanya Aa pada salah satu hantu anak kecil perempuan yang daritadi mengendap-endap mengikuti Aa.


"Yaaaah..ketauan," ujar hantu anak kecil tersebut dengan terlihat salah tingkah.


"Aku boleh kenalan gak sama kamu?" ujar hantu anak kecil.


"Memangnya tadi kamu gak denger oranglain nyebut nama aku?" jawab Aa ketus.


"Tapi kan biar lebih Afdol," jawab hantu anak kecil.

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu aku perkenalkan diriku saja, Namaku Dinda Pratiwi," ujar hantu Dinda yang menyodorkan tangan kepada Aa, tapi Aa sama sekali tidak merespon Dinda, dan langsung pergi ke tempat Arini berada.


__ADS_2