
"Selamat Jalan Indah, semoga di alam sana kalian hidup bahagia," ucap Arini dengan mengurai pelukan bersama Ida dan Ani.
"Ya udah yuk cepetan kita pulang Rin, aku takut nih disini masih banyak penampakan," ajak Ida. Namun, tiba-tiba makhluk halus yang berada disini bersahutan untuk meminta tolong pada Arini.
"Tolong kami....tolong kami...."
"Aku tidak tega meninggalkan mereka sebelum berhasil melepaskan jiwa mereka yang masih terkurung," ucap Arini pada Ani dan Ida.
"Tapi waktu kita sudah tidak banyak Rin, kita hanya mempunyai waktu tiga puluh menit lagi untuk kembali ke alam manusia, kalau sampai kita tidak berhasil kembali sebelum jam dua belas malam, maka selamanya jiwa kita akan terjebak di alam genderewo ini Rin," ucap Ani.
"Tapi hati nurani ku tidak bisa mengabaikan orang lain, lebih baik kalian berdua pergi saja terlebih dahulu dari tempat ini, nanti insyaalloh aku pasti nyusul, tunggu saja aku di depan lorong waktu, jika sampai jam dua belas aku belum juga datang, maka kalian cepatlah pergi tinggalkan aku disini," ucap Arini pada Ani dan Ida.
"Tidak Rin, lebih baik kami terjebak disini selamanya, daripada kami harus meninggalkanmu sendirian," jawab Ani dan Ida.
"Terimakasih ya, kalian memang sahabat terbaikku, sekarang ayo kita bergegas untuk melepaskan mereka semua," ajak Arini kepada Ani dan Ida.
"Tapi aku takut Rin," ucap Ida.
"Coba kamu baca Basmallah dulu Da, terus jangan putus dzikir juga, Insyaalloh niat baik pasti akan diberikan kemudahan," ucap Arini pada kedua temannya. Namun, tiba-tiba mereka mendengar suara Kek Soleh.
"Arini kamu sebaiknya menggunakan kekuatanmu agar semua kurungan langsung hancur secara bersamaan."
"Tapi aku tidak tau cara menggunakannya Kek?" tanya Arini.
"Ingatlah dahulu kamu adalah Dewi Ular, kekuatanmu sangatlah besar, sekarang pejamkan matamu dan cobalah berkonsentrasi," jawab Kek Soleh.
"Ani..Ida..kalian keluarlah terlebih dahulu, biarkan Arini menyelesaikan urusannya," ucap Kek Soleh kepada Ani dan Ida.
Setelah Ani dan Ida keluar Arini pun mencoba melakukan semua itu dengan petunjuk yang diberikan oleh Kek Soleh.
Bismillah...Ya Alloh hamba mohon pertolonganmu.
Tiba-tiba tubuh Arini mengeluarkan cahaya hijau yang menyilaukan, dan seketika semua kurungan disana pun hancur.
Alhamdulillah...ucap Arini karena telah berhasil membebaskan semua makhluk halus yang terkurung di Kerajaan Genderewo.
Akhirnya semua makhluk halus yang berada disana pun berhambur melarikan diri, setelah sebelumnya mengucapkan terimakasih kepada Arini.
"Ani, Ida, ayo sekarang kita harus segera pergi dari tempat ini sebelum Raja Genderewo bangun dari tidurnya, sekarang dia sedang memulihkan tubuhnya setelah pertarungan tempo hari dengan Rangga, dan setahuku Raja Genderewo akan terbangun kembali disaat bulan purnama nanti," ajak Arini kepada kedua temannya.
__ADS_1
Akhirnya mereka bertiga berlari meninggalkan Istana Raja Genderewo. Akan tetapi, disaat beberapa langkah lagi mereka menuju lorong waktu, tiba-tiba ada segerombolan Genderewo yang menghalangi jalan mereka.
"Grrrrr...grrrr...grrrrr....grrrrr..."
Kini terdengar suara Genderewo yang saling bersahutan. Namun, pada saat pasukan Genderewo akan menyerang Arini dan kedua temannya, tiba-tiba ada Perisai berbentuk kubah emas yang melindungi mereka bertiga.
"Cepat kalian pergi dari tempat ini, biar aku yang melawan mereka !" ucap seorang lelaki yang identitasnya masih belum Arini ketahui.
"Ida, Ani..ayo cepat kalian masuklah ke dalam lorong waktu sekarang, biar aku membantu dia untuk melawan pasukan Genderewo," ucap Arini dengan mendorong tubuh Ani dan Ida untuk masuk ke dalam lorong waktu sebelum mereka menolak perkataan Arini.
"Kamu juga cepat pergi sekarang Arini sebelum lorong waktu tertutup !" ujar pemuda tersebut.
"Maaf aku tidak bisa mengabulkan permintaanmu, sekarang mari kita bersama-sama melawan mereka, lalu pergi dari tempat terkutuk ini.!" ajak Arini pada pemuda tersebut.
Dan tanpa basa basi Arini pun memulai penyerangan terhadap pasukan Genderewo, meski pun mereka hanya berdua, tetapi dengan kekuatan yang Alloh SWT berikan maka mereka pun dapat memenangkan pertarungannya.
"Alhamdulillah..." Ucap Arini dan lelaki tersebut secara bersamaan.
"Terimakasih kamu sudah menolongku," ucap Arini kepada pemuda yang telah menolongnya.
"Itu sudah menjadi kewajibanku sebagai calon Imam mu, karena aku adalah Jodoh Dunia Akhiratmu," ucap pemuda tersebut kepada Arini dengan tersenyum.
Itulah hal terakhir yang Arini dengar, sebelum kemudian dia tersedot ke dalam lorong waktu.
......................
Di rumah Kek Soleh, Ani dan Ida sudah sampai terlebih dahulu, karena mereka sudah Arini dorong ke dalam lorong waktu jadi mereka lebih cepat sampai. Namun, ternyata jiwa mereka masuk ke dalam raga yang salah, kini raga Ani dan Ida pun tertukar.
"Lho kenapa aku ada di tubuh kamu sih Da," longgar banget nih rasanya, ucap Ani.
"Iiih...Ani keluar nggak dari tubuh Ida, aku sesek banget tau disini," balas Ida.
"Kakek gimana ini?" ucap mereka serempak.
"Sudah..sudah..kalian tenang saja, nanti kalau tenaga dalam kami bertiga sudah pulih, kami pasti akan membantu kalian untuk bertukar jiwa kembali," ucap Kek soleh.
"Sekarang yang harus kita khawatirkan adalah nasib Arini, karena dia belum juga sadar dari pingsannya sedangkan waktu sudah menunjukan pukul dua belas lebih," ujar Kek Soleh.
Akhirnya Ani dan Ida pun masuk ke dalam kamar untuk melihat Arini, kini Rangga Wisesa terduduk lemas di samping tubuh Arini dengan terus menggenggam erat tangannya serta Rangga Wisesa nampak berlinangan airmata.
__ADS_1
Dan disisi lain terlihat Arga yang duduk di pojokan kamar dengan terus mengusap rambutnya secara kasar, dan dia terlihat sangat prustasi.
"Arini beruntung banget ya Ni, ada dua lelaki yang mencintainya," ucap Ida.
"Bukan hanya dua Da, tapi tiga," jawab Ani.
"Tiga sama siapa Ani? jangan bilang kalau lelaki ketiga Arini adalah Kakek ku?" teriak Ida dengan emosi.
"Aduh...Ida..Ida...udah pake badan aku juga otakmu masih saja loading, kamu inget gak pemuda yang tadi nolong kita saat di alam genderewo?" tanya Ani.
"Terus apa hubungannya sama Arini?" tanya Ida kembali.
"Kamu lihat dong sorot mata Pemuda tersebut yang memancarkan cinta untuk Arini," jawab Ani.
"Kok kamu bisa lihat sih Ni, gimana caranya?" tanya Ida.
"Udah ah cape ngomong sama kamu mah, mending aku makan aja," ucap Ani.
"Aku juga lapar, yuk kita makan," ajak Ida.
"Kamu tuh ya bener-bener nyebelin, giliran makan aja langsung cepet responnya..Awas lho jangan makan banyak-banyak, nanti tubuhku jadi gendut kaya kamu !" ancam Ani.
"Ani...Ida tuh bukan gendut tapi montok !" teriak Ida.
"Au ah sama aja kaleeee," ucap Ani sambil berlalu pergi meninggalkan Ida.
"Ani awas ya kalau kamu makannya sedikit, nanti cacing di perut Ida pada demo lho !" ucap Ida.
Akhirnya mereka berdua pun menuju dapur untuk makan.
Sesaat kemudian Nek Ipah masuk ke dapur setelah kembali dari toilet.
"Nek makanannya masih ada gak? Ida masih lapar nih," tanya Ida yang kini berada di dalam tubuh Ani.
Nek Ipah nampak bingung karena melihat Ani yang sekarang makan dengan lahap seperti Ida, dan sebaliknya Ida yang nampak makan dengan porsi yang sedikit.
Akhirnya Nek Ipah pun bertanya pada mereka,
"Kalian kenapa kok makannya kaya kebalik gitu?" tanya Nek Ipah.
__ADS_1
"Ceritanya panjang Nek nanti Ida ceritain, sekarang mah mau lanjutin makan dulu tanggung nih masih lapar, pamali juga kan kalau makan sambil bicara," ucap Ida yang kini berada dalam tubuh Ani, dengan menyisakan tanda tanya pada Nek Ipah.