Air Terjun Pembawa Petaka

Air Terjun Pembawa Petaka
Bab 38 ( Rahasia Jerry )


__ADS_3

Pov Aditya


Kami berempat akhirnya sampai di Kerajaan Genderewo, sebelumnya aku pernah ke tempat ini untuk menyelamatkan Jiwa Arini, dan sekarang tujuan kami adalah menyelamatkan jiwa Ani dan Ida yang telah disekap untuk dijadikan tumbal oleh pengikut Raja Genderewo yang bernama Jerry.


Grrrrrr....grrrrr....grrrrr...grrrrr...


Terdengar suara Genderewo yang saling bersahutan.


"Sepertinya kedatangan kita sudah disambut oleh mereka Nak Aditya," ujar kek Soleh.


"Iya Kek, sekarang kita harus lebih waspada juga, Bima, Ayu."


"Iya Ayah, kalau begitu kita harus menyiapkan siasat untuk mengecoh mereka, supaya nanti salah satu dari kita bisa masuk ke dalam buat menyelamatkan tanteu Ani, dan tanteu Ida," ucap Bima.


"Lebih baik Ayah saja yang masuk ke dalam karena mereka sudah mengenal Ayah, sedangkan kami belum pernah bertemu dengan mereka secara langsung, jadi aku takut mereka malah bingung dan akan memperlambat pergerakan kita," usul Ayu.


"Bismillah...ingat jangan sampai putus berdzikir ya sayang," ucapku mengingatkan Bima dan Ayu yang dijawab oleh anggukan kepala serta senyuman manis mereka.


Kini Bima dan Ayu maju terlebih dahulu untuk menyerang penjaga pintu Istana, mereka memancingnya keluar agar aku dan Kek Soleh bisa menyusup.


Srrrt..srrrt...duar..duar...


Nampak kilatan serta suara dentuman saling bersahutan dari pertarungan Bima dan Ayu yang melawan para pengawal Raja Genderewo.


Aku dan Kek Soleh yang melihat pintu Istana tanpa penjagaan pun memutuskan untuk segera masuk ke dalam istana, dan pada saat ada pengawal lain yang datang Kek Soleh berusaha untuk melawan mereka, agar Aku bisa mencari jalan masuk ke dalam penjara.


"Nak Aditya sebaiknya Kakek saja yang melawan mereka, sekarang Nak Aditya masuklah untuk mencari jiwa Ani dan Ida !"


"Baik Kek, berhati-hatilah !"


Akhirnya, Aku melanjutkan perjalanan mencari letak penjara di kerajaan Genderewo, dan setelah aku menemukannya ternyata penjara tersebut hanya dijaga oleh dua orang saja, aku pun memutuskan untuk melawan mereka sebelum lebih banyak lagi pengawal yang datang.


Aku berhasil melawan penjaga yang berada di pintu penjara dengan waktu yang tidak terlalu lama, dan akhirnya aku mengendap-endap masuk ke dalamnya. Namun, pada saat Aku berusaha mencari kurungan Ani dan Ida, Aku mendengar orang yang sedang berdebat sehingga Aku mencoba untuk mendengarkannya terlebih dahulu.

__ADS_1


"Jerry, aku tau dari dulu kamu sangat mencintai Arini, apakah sekarang kamu tidak bisa melupakannya?" tanya Ida.


"Dulu aku memang sangat mencintainya Ida, makanya di saat Raja Genderewo memaksaku untuk mengambil jiwa Arini aku tidak bisa melakukan semua itu."


"Pantas saja kemarin pada saat kamu melihat kemesraan Arini dan Aditya kamu sampai memecahkan gelas sehingga melukai tanganmu sendiri," ujar Ida.


"Aku kemarin hanya terbawa emosi saja Ida, karena sekarang aku sudah bisa melupakan Arini."


"Lalu selama ini kau menganggap aku sebagai apa Jerry? aku sudah berusaha mengorbankan semuanya untuk dirimu, bahkan setiap malam jum'at aku memberikan darahku yang masih suci agar kau bisa bertahan hidup."


"Kamu adalah perempuan baik Ida, kamu pantas mendapatkan yang lebih baik dariku, aku bukanlah manusia, jadi lebih baik kamu membuka hatimu untuk lelaki lain dari bangsamu."


"Bagaimana kalau aku hanya menginginkan dirimu untuk menjadi pendamping hidupku?"


"Sadarlah Ida, aku sekarang akan melepaskan jiwamu supaya bisa kembali ke dalam raga mu, dan belajarlah untuk melupakan aku."


"Tidak Jerry, aku tidak akan melakukan itu, karena cintaku hanya untuk dirimu SELAMANYA," jawab Ida.


"Cepatlah pergi dari sini Ida, sebelum Raja Genderewo datang untuk menghisap jiwa kalian, aku juga akan berusaha melepaskan jiwa Ani, meskipun sudah terlambat karena raganya di alam sana sudah meninggal dunia."


"Biarlah aku menggantikan kalian sebagai penebus kesalahanku yang telah membuat kalian celaka."


Aku pun akhirnya mendekati Ida dan Jerry dan mereka terlihat kaget melihat keberadaanku.


"ADITYA..." ucap Ida dan Jerry secara bersamaan.


"Maaf Aditya, karena dulu aku sudah menyukai Arini," ucap Jerry.


"Setiap orang berhak mencintai Jerry, yang penting sekarang kamu sudah sadar dan tidak berusaha merebut Arini dariku," ucapku dengan tersenyum padanya.


"Ida, yang Jerry katakan benar, sebaiknya kita segera pergi dari sini, kasihan keluargamu di alam sana mereka sudah menunggumu untuk bangun."


"Tapi aku tidak akan pergi tanpa Jerry," kekeuh Ida.

__ADS_1


"Kamu harus sadar Ida, kalian itu berbeda alam, jadi tidak akan mungkin bisa bersatu," ucapku mencoba mengingatkan Ida.


Kini Ida nampak tertunduk sedih, lalu kemudian Kek Soleh datang menghampiri kami.


"Ida Cucuku, mari kita pulang Nak, apa kamu tidak kasihan terhadap kami yang sudah menunggumu," ucap Kek soleh, dan Ida yang melihat Kek Soleh pun langsung memeluknya.


"Maafkan Ida Kek, tapi bagaimana dengan Jerry, Ida sangat mencintainya."


"Yakinlah, jika kalian ditakdirkan berjodoh, meskipun berbeda alam pasti akan ada jalan keluarnya," ujar Kek Soleh.


"Lalu sekarang dimana jiwa Ani?" tanyaku pada Ida yang sesaat kemudian Ani pun datang bersama Jerry yang telah melepaskannya dari tahanan.


"Aku di sini mas Aditya, Jerry sudah melepaskanku dari tahanan, dan dia juga sudah meminta maaf padaku. Mungkin kamu benar ini semua memang sudah takdirku," ucap Ani dengan sedih.


Tiba-tiba Bima dan Ayu yang sudah berhasil melawan semua pengawal Raja Genderewo pun datang menghampiri kami.


"Ayah Aditya, Eyang, kalian tidak apa-apa kan?"


"Tidak sayang, Alhamdulillah kami semua baik-baik saja, Tanteu Ani dan Tanteu Ida juga sudah di bebaskan oleh Om Jerry."


"Maaf mas Aditya siapa mereka? kenapa mereka memanggil mas Aditya dengan sebutan Ayah?" tanya Ida dan juga Ani yang nampak heran dengan Bima dan Ayu.


"Mereka adalah keponakan kalian, ayo Perkenalkan diri kalian Nak," ucapku kepada Bima dan Ayu.


"Assalamu'alaikum Tanteu, kami Bima dan Ayu, Anak Ibunda Arini dan Ayahanda Rangga wisesa," ucap mereka dengan mencium punggung tangan Ani dan Ida.


"Wa'alaikumsalam, Apa kami gak salah dengar?"


"Tidak Ani, Ida, mereka memang benar anaknya Arini dari mendiang Rangga wisesa, pada saat Arini koma, jiwa Arini dan Rangga menikah di alam siluman ular bersamaan denganku yang menikahi raganya di alam manusia, karena Bima dan Ayu adalah Anak spesial, maka mereka tumbuh lebih cepat dari Anak pada umumnya."


"Alhamdulillah, sebelum aku pergi ke alam sana, aku masih diberi kesempatan untuk bertemu dengan keponakan-keponakan ku yang cantik dan ganteng," ucap Ani yang merasa terharu.


"Tanteu Ani jangan sedih ya, insyaalloh Tanteu Ani nanti akan bahagia bersama Anak Tanteu di alam sana," ucap Ayu.

__ADS_1


"Ida, Ani, sebaiknya kalian segera keluar dari alam sini sekarang juga, disini terlalu berbahaya untuk kalian karena sekarang kami akan melawan Raja Genderewo," ucapku.


"Baiklah semuanya, kami pergi terlebih dahulu, semoga kalian berhasil melawan Raja Genderewo," Ucap Ani dan Ida yang diAmini oleh kami semua, dan akhirnya Ani dan Ida pun kembali ke alam manusia terlebih dahulu.


__ADS_2