Air Terjun Pembawa Petaka

Air Terjun Pembawa Petaka
Bab 74 ( Teror Hantu Kuyang )


__ADS_3

Mentari kini telah menampakan sinarnya, para peserta kemping pun kini sibuk bersiap membersihkan diri sebelum melakukan kegiatan hari ini.


Putri kini merasakan mulas pada perutnya, dia udah gak kuat ingin buang hajat, tapi toilet kini penuh dan antriannya pun panjang.


"Aduh gimana ini gara-gara makan sambelnya kebanyakan aku jadi sakit perut, mana antriannya panjang lagi bisa-bisa aku keburu berojol di sini," ujar Putri dengan memegangi perutnya.


Arya yang melihat Putri pun kini menghampirinya.


"Put kamu kenapa megangin perut terus?" tanya Arya.


"Perutku sakit banget De, mules banget nih sepertinya mau lahiran," ujar Putri dengan cengengesan.


"Duh gimana dong, antriannya mana panjang banget, ya udah kamu ikut aku aja," ujar Arya dengan menarik tangan Putri.


"Kamu mau ajak aku kemana sih De?" tanya Putri.


"Tuh di bawah ada sungai, kamu buang air besarnya di sana aja," tunjuk Arya.


"Gak mau ah, aku belum pernah BAB di sungai, nanti kalau ada yang ngintip gimana?" tanya Putri.


"Ya udah terserah kamu pilih di sungai apa di celana? nanti aku jagain deh dari sini, lagian gak bakalan kelihatan juga, kan di bawah banyak semak-semak," ujar Arya.


"Iya_iya, ya udah aku ke bawah dulu, Awas ya kalau kamu ninggalin aku !" ujar Putri.


"Iya buruan, aku bakalan selalu setia nungguin kamu sampai kamu membuka hatimu buat aku," ujar Arya dengan cengengesan.


Putri pun dengan perasaan gak tenang kini membuang hajatnya.


"Alhamdulillah, sekarang perutku udah enakan," ujar Putri yang kini menghampiri Dede.


"Gimana Put sekarang perut kamu? udah enakan belum?" tanya Arya.


"Alhamdulillah De, makasih banyak ya atas bantuannya," ujar Putri dengan mengelus lembut bahu Arya sehingga jantung Arya kini berdetak lebih kencang seperti genderang mau perang ( kayak lagu aja, 🤭 ).


Tiba-tiba mereka mendengar teriakan dari hilir sungai sehingga membuyarkan momen romantis Putri dan Arya.


"Woy siapa sih yang buang hajat sembarangan, gak tau apa ada orang lagi mandi," teriak orang tersebut.

__ADS_1


"Kok itu kayak suara Kak Bima sih De?" tanya Putri.


"Iya Put yuk kita lihat," ajak Arya dengan menuntun tangan Putri karena jalanan yang licin.


"Kak Bima, Dinda, kalian lagi ngapain di sungai pagi-pagi gini?" tanya Putri.


"Kita lagi mandi Put, eh taunya dari hulu sungai ada yang buang hajat, ngeselin banget kan," ujar Dinda yang terlihat kesal.


Putri dan Arya pun kini terlihat saling berpandangan, lalu kemudian mereka berdua tertawa.


"Kalian kenapa sih malah ngetawain, kan jijik tau," ujar Dinda.


"Enggak apa-apa Kak Dinda, lucu aja dengernya," ujar Arya yang tidak memberitahukan bahwa Putrilah yang tadi sudah buang hajat.


"Mending kalian sini turun ikutan mandi sama kita," ajak Bima.


"Enggak ah Kak, aku takut kalau nanti ada yang buang hajat lagi," ujar Arya yang kini kembali ke tempat kemping bersama Putri meninggalkan Bima dan Dinda yang masih asik main Air.


"De, makasih ya kamu gak bilang ke Kak Bima dan Dinda tentang aku yang sebenarnya tadi udah buang hajat," ujar Putri.


Ternyata kalau di lihat-lihat Dede ganteng juga ya gak kalah ganteng sama Aa, ucap Putri dalam hati.


"Makasih Put, kamu baru sadar ya kalau aku emang ganteng," ujar Arya dengan tersenyum.


Putri pun kini langsung berlari karena malu, dia lupa kalau Arya bisa mendengar isi hati orang lain.


"Putri_Putri kamu lucu banget sih Put, aku makin Cinta deh sama kamu," gumam Arya.


"Makanya kalau Cinta terus berjuang donk, jangan patah semangat, pasti Aa selalu dukung Dede," ujar Arga yang kini tiba-tiba berada di samping Arya.


"Aduh Aa bikin kaget Dede aja, bisa gak kalau nongol tuh jangan tiba-tiba," ujar Arya.


"Siapa yang tiba-tiba, kamu aja yang daritadi ngeliatin Putri terus sampai gak denger tadi Aa panggil-panggil," ujar Arga.


"He_he, maaf ya A soalnya Dede lagi ngeliatin pujaan hati Dede, Dede takut kalau nanti Putri jatuh kayak Dinda semalam yang bikin Dede pengen ketawa terus kalau gak di pelototi sama Kak Bima," ujar Dede.


Arya gak tau kalau Bima kini ada di sampingnya.

__ADS_1


"Emmm jadi gini ya kelakuan Dede di belakang Kak Bima," ujar Bima yang kini menjewer kuping Arya.


"Aduh Kak maaf, janji deh gak bakalan ngomongin lagi," ujar Arya.


"Emang enak ya De kena jewer," sindir Aa.


"Aa kenapa sih gak ngasih tau Dede kalau Kak Bima sudah ada di sini," ucap Dede.


"Makanya De jangan suka ngomongin orang, nanti kuping yang di omongin panas, kamu jadi ketahuan kan," ujar Arga, sehingga Bima dan Dinda yang berada di sana pun menertawakan Arya yang kini memegang kupingnya yang merah akibat dijewer oleh Bima.


Waktu pun kini sudah menunjukan pukul delapan, peserta kemping kembali di kumpulkan di lapangan untuk mendapatkan pengarahan dari Panitia.


"Anak-anak untuk hari ini kita akan mengadakan Bakti Sosial dengan membantu warga di sekitar sini membersihkan jalan, untuk semuanya Bapak harap partisipasinya untuk bergotong royong supaya pekerjaan cepat selesai," ujar Kepala Sekolah.


"Iya Pak," jawab semua Peserta dengan serempak.


Mereka pun kini melakukan bersih-bersih membantu warga sekitar. Ketika Arga, Arya dan Putri membantu mencabut rumput di pinggir jalan mereka mendengar Ibu-ibu yang sedang membicarakan teror yang setiap malam selalu terjadi di kampung tersebut.


"Bu tau gak bayi Pak RT semalam mau di culik hantu kuyang lho," ujar salah satu Ibu.


"Iya Bu saya jadi takut, karena katanya hantu kuyang itu kini sedang mencari mangsa untuk menyempurnakan ilmu hitamnya, ujar Ibu satu lagi, sehingga membuat Putri yang kepo pun kini bertanya kepada kedua orang Ibu yang sedang menyapu sampah.


"Maaf Bu tadi saya gak sengaja dengar katanya ada hantu kuyang ya yang meneror kampung ini?" tanya Putri.


"Iya Neng setiap malam kami selalu ketakutan karena hantu kuyang selalu keliaran mengetuk pintu serta jendela setiap rumah," jawab Ibu yang berbadan gemuk.


"Memangnya hantu kuyang itu wujudnya seperti apa Bu?" tanya Putri lagi.


"Hantu kuyang itu kepala yang terbang dengan membawa isi perutnya saja Neng, mana wajahnya serem lagi," jawab Ibu yang berbadan kurus dengan bergidik ngeri.


"Kalau begitu makasih ya Bu informasinya," ujar Putri dengan kembali menghampiri Arya dan Arga.


"Gimana Put hasil interogasinya?" tanya Arya.


"Iya kita gak salah dengar kalau kampung ini lagi di teror oleh hantu kuyang yang selalu berkeliaran pada setiap malam," jawab Putri.


"Kalau begitu nanti malam kita harus memusnahkan hantu kuyang yang selalu meresahkan warga," ujar Arga yang disetujui oleh Putri dan Arya.

__ADS_1


__ADS_2