
Aditya yang mendengar Arini menyebutkan sebuah nama pun kini berkomentar.
"Sayang, apa kamu mau kita menamainya Arga?" tanya Aditya.
Arini nampak berpikir karena dia juga masih bingung kenapa di kepalanya barusan terlintas nama Arga, sehingga akhirnya Arini pun menganggukan kepalanya.
"Bagaimana kalau kita beri nama Muhammad Arga Wijaya Kusuma?" tanya Aditya.
"Nama yang bagus mas, mudah-mudahan saja kelak Arga akan memiliki akhlak yang bagus juga seperti namanya," jawab Arini.
"Amin, Iya sayang mudah-mudahan."
Arini kini masih merasa khawatir dengan fenomena alam yang terjadi disaat kelahiran Arga, "mudah-mudahan saja Arga membawa kebaikan dalam rumah tangga kami, karena aku merasakan firasat yang buruk saat melahirkannya," ucap Arini dalam hati.
"Kalau si tampan yang satu ini mas akan kasih nama Muhammad Arya Wijaya Kusuma," ucap mas Aditya yang kini terlihat menggendong Arya.
Tiba-tiba Ida datang dari arah luar bersama suaminya, karena tadi disaat Ida pingsan, Abdul pun datang lalu menggendongnya ke kamar mereka.
"Alhamdulillah kamu udah sadar Da," ucap Arini pada Ida.
"Iya Rin, tadi aku lemes banget melihat kamu melahirkan," ucap Ida.
"Kamu sih pake ikut-ikutan mengejan segala, jadi habis kan tenaganya," ujar Arini.
"Aku habisnya ikutan tegang sampai-sampai ikut ngeden, untung saja gak ada yang keluar, he..he.." ucap Ida.
"Waaaaah anak kamu mirip sekali sama Lee Min Hoo, ucap Ida yang kini melihat Arga, tampan banget sih bayi ajaib ini," ucap Ida yang memegang pipi Arga. Namun, Arga yang belum memakai pakaian pun tiba-tiba pipis tepat mengenai wajah Ida.
"Astagfirulloh..apa begini ya cara menyambut kedatangan tanteu Ida?" jawab Ida, dan Arga pun kini terlihat menertawakan Ida.
"Anak kalian benar-benar bayi ajaib ya, udah gitu badannya tidak seperti bayi baru lahir lagi," ucap Ida.
"Iya makanya kami sepakat kalau Arga yang akan menjadi kakaknya, walau pun dia lahir setelah Arya," ujar Arini.
"Oh..jadi nama bayi ajaib ini Arga? tapi aku sepertinya pernah mendengar nama itu deh Rin, wajahnya juga rasanya familiar banget," ucap Ida.
__ADS_1
"Selamat ya mas Aditya, mbak Arini, Semoga kedua anaknya menjadi anak yang soleh," ucap Abdul.
"Amin.." ucap mereka bersamaan.
"Makasih banyak ya mas Abdul," jawab Arini.
"Mudah-mudahan saja kalian juga cepet dapat momongan," ucap mas Aditya.
"Amin, mudah-mudahan aja ya, sekarang juga lagi proses, bahkan hampir tiap malam kami berusaha," celetuk Ida yang kini mendapat cubitan di pipinya oleh mas Abdul.
"Apaan sih sayang, nanti pipi aku jadi chubby lagi kalau dicubit terus," ucap Ida.
"Kamu sih ngomongnya suka asal jeplak aja, malu dong sayang sama mas Aditya dan mbak Arini," ucap Abdul pada Ida.
"Ah malu-malu tapi mau," ujar Ida, dan kini mereka pun menertawakan tingkah lakunya.
"Bu Arini, Pak Aditya, kalau begitu kami permisi dulu ya," ucap Dokter berpamitan kepada mereka semua.
"Terimakasih banyak ya Dokter atas semua bantuannya," ucap Arini, lalu Bunda pun mengantar dokter keluar dari kamar Arini, setelah sebelumnya Dokter dan Asistennya mengucap salam.
"Kalau ini namanya Arya ya Rin?" tanya Ida.
"Iya Da nama si ganteng yang di gendong suamiku namanya Arya," jawab Arini.
"Wajah si kembar gak ada mirip-mirip nya ya, bayi Arga mirip Lee Min Hoo, lalu bayi Arya kaya jiplakan mas Aditya banget," ucap Ida.
"Meskipun berbeda tapi mereka lahir dari rahim yang sama," ucap Arini dengan tersenyum.
"Da tolong dong pakein Arga baju, itung-itung kamu belajar kalau punya bayi nanti," ucap Arini dan Ida pun kini terlihat mengambil Arga dari Arini, tapi tiba-tiba Arga menangis begitu kencangnya disaat terpisah dari pangkuan Arini.
"Aduh Rin kenapa ya Arga langsung nangis saat aku gendong, padahal tadi anteng banget saat digendong sama kamu," ujar Ida sehingga Arini pun mencoba untuk menenangkan Arga.
"Sayang jangan nangis ya, sekarang kamu pake baju dulu dibantu sama tanteu Ida, Bunda kan masih belum bisa bangun," ucap Arini, lalu anehnya Arga langsung diam dan tersenyum kepada Arini mendengar ucapan Bundanya tersebut.
"Benar-benar bayi ajaib ya," ucap Ida yang kini secara perlahan memakaikan baju kepada Arga.
__ADS_1
Aditya dan Abdul pun merasa heran dengan tingkah bayi Arga yang baru lahir, apalagi mereka melihat kelamin Arga seperti sudah disunat.
"Subhanalloh..bayi kita benar-benar ajaib sayang," ucap Aditya dan dibalas senyuman oleh Arini.
Ida pun kini terlihat selesai memakaikan baju kepada Arga, dan kini Arga terdengar menangis kembali, Bunda pun yang sudah kembali ke dalam kamar Arini, kini menyuruh Arini untuk memberikannya ASI.
"Arini sayang, coba kamu kasih ASI sama Arga dan Arya," ucap Bunda.
Ida pun kini menggusur Abdul supaya keluar dari kamar Arini.
"Ya sudah kalau begitu kami kembali dulu ke kamar ya, mau proses bikin bayi lagi," celetuk Ida, dan mereka yang mendengarnya pun hanya bisa tersenyum dengan kepolosan Ida.
Arini kini mencoba untuk menyusui bayi kembarnya dengan dibantu oleh Bunda dan Aditya yang memegang kedua bayi kembarnya.
"Bunda kok rasanya sakit ya," ucap Arini.
"Mungkin karena baru pertama, nanti juga gak bakalan sakit lagi," ucap Bunda dan benar saja semakin lama Arini pun kini tidak terlihat kesakitan lagi.
"Alhamdulillah ya ASI nya keluar banyak," ucap mas Aditya.
"Iya Alhamdulillah karena Air Susu Ibu itu sangat bagus untuk pertumbuhan bayi kalian nanti," ucap Bunda.
Bunda pun kini berpamitan untuk kembali ke kamar setelah Arga dan Arya tertidur.
"Terimakasih ya sayang, kamu sudah memberikan kebahagiaan dalam hidup mas, apalagi dengan kehadiran buah hati kita," ucap Aditya yang kini memeluk tubuh Arini. Akan tetapi Arga tiba-tiba menangis ketika Aditya berusaha untuk mencium Arini sehingga Aditya pun kini mengurungkan niatnya.
"Kamu kenapa nangis sih sayang, padahal Ayah cuma mau cium Bunda, tapi sepertinya Arga cemburu sayang," ucap Aditya pada Arini. Aditya pun kini memberikan Arga kepada Arini, karena dia terus saja menangis, dan anehnya disaat sudah berada dalam dekapan Arini Arga pun menghentikan tangisannya.
"Manja banget sih anak Bunda," ucap Arini dengan mencium pipi Arga, dan bayi kecil itu pun tertawa gembira.
"Baru saja lahir, dia sudah merebut kamu dari aku sayang," ujar Aditya.
"Sepertinya Ayah cemburu nih, ya sudah ayah juga dapat jatah," ucap Arini yang kini mencium pipi suaminya, namun lagi-lagi Arga kembali menangis seakan tidak rela Arini mencium Aditya.
"Tuh kan Arga cemburu lagi," ucap Aditya.
__ADS_1
"Lucu banget sih Suamiku yang ganteng ini, masa cemburu sama anaknya sendiri," ucap Arini dengan tersenyum.