
Pov Arini
Mataku secara perlahan mulai terbuka disaat ada sinar Mentari yang masuk melalui sedikit celah yang berada di ruangan gelap tempat aku terkurung saat ini.
Aku mencoba untuk duduk dan melihat ke sekelilingku, tapi disini semuanya nampak gelap. Namun kini netraku menangkap sosok anak kecil yang sedang menangis di pojokan, tangisannya terdengar sangat memilukan hati.
Aku pun mencoba untuk menghampirinya, "Kamu kenapa Dek?" tanyaku pada anak tersebut.
Hingga tiba-tiba disaat dia mencoba untuk mendongakkan wajahnya kepadaku terdengar gemeretuk bunyi tulang leher.
kretek..kretek..kretek.. suaranya terdengar seperti tulang leher yang patah, sehingga aku yang mendengarnya pun merasa ngilu.
Pada awalnya aku merasa kaget dan takut, karena aku melihat matanya tidak berhenti mengeluarkan darah.
"Kakak takut ya melihat wajahku yang mengerikan?" tanya anak tersebut.
"Eng..eng...enggak kok," jawabku dengan gugup, tapi kalau dipikir-pikir juga mungkin wujudku dulu lebih menyeramkan dari dia, yakni dengan wujud manusia namun berbadan ular.
Secara perlahan aku mencoba untuk membuang rasa takutku dengan langkah pertama yaitu mengatur nafasku, tarik...buang...tarik...buang...hingga akhirnya rasa takutku pun secara perlahan menghilang.
Setelah melihat keadaan anak itu yang nampak penuh dengan darah di sekujur tubuhnya, sekarang aku malah merasa iba dan aku pun akhirnya mencoba untuk menenangkannya dengan cara memeluk tubuhnya.
Namun, ada kejadian aneh disaat aku secara perlahan merengkuh tubuh kecilnya, tiba-tiba tanganku mengeluarkan cahaya kuning keemasan dan secara perlahan luka di sekujur tubuh anak itu pun menghilang serta wajahnya kembali berubah menjadi cantik seperti sebelum dia meninggal.
"Terimakasih ya kak, kakak sudah menyembuhkan semua luka ku," ucap anak tersebut.
__ADS_1
"Tapi Kak Arini tidak melakukan apa pun kok sama kamu," jawabku heran.
"Perkenalkan namaku Indah kak, kak Arini mungkin belum sadar dengan kemampuan yang kakak punya. Akan tetapi, tempo hari aku pernah mendengar tentang ramalan seseorang bahwa akan datang titisan Dewi Ular yang berhasil menyelamatkan kami dari kekejaman Raja Genderewo," ucap Indah.
"Oh jadi nama kamu Indah ya? nama yang cantik seperti orangnya, terus kenapa Indah bisa sampai terjebak di tempat ini?" tanyaku pada Indah
"Sebenarnya aku adalah korban pesugihan yang dilakukan oleh kedua orangtuaku kak, mereka dengan tega menumbalkan diriku untuk meraih kebahagiaan di dunia yang hanya sementara." jawab Indah.
"Memangnya ini tempat apa Indah kenapa disini terlihat gelap semua? dan sudah berapa lama Indah berada disini?" tanyaku lagi karena penasaran.
"Sekarang kita berada di dalam penjara Raja Genderewo kak, dan aku sudah satu tahun berada dalam kurungan ini tanpa bisa pergi kemana pun, disaat aku dan yang lainnya berusaha untuk melarikan diri, maka kami pasti akan kembali tertangkap sehingga akhirnya kami akan di ikat kemudian di cambuk." cerita Indah.
"Kasihan sekali nasibmu Indah, Jadi kamu disini tidak sendirian? terus sekarang yang lain pada kemana?" tanyaku lagi.
"Kakak mungkin sekarang belum bisa melihat mereka karena waktu di luar masih siang. Akan tetapi ketika malam tiba maka ruangan disini semuanya akan berubah menjadi terang, dan nanti kakak dapat melihat banyak penampakan makhluk halus. Namun, sudah banyak diantara kami juga yang dipaksa untuk menjadi Perewangan," jawab Indah.
"Awalnya pada saat aku berusia tujuh tahun orangtuaku mengajakku untuk liburan, aku merasa sangat bahagia karena ini pertama kalinya orangtuaku mengajakku bepergian, sedikit pun aku tidak mencurigai niat buruk kedua orangtuaku, sehingga akhirnya aku memutuskan untuk tidur di dalam mobil. Namun, ternyata mereka malah membohongiku dan membawaku ke tempat ini."
Aku pun hanya menyimak dan mencoba mendengarkan cerita Indah tanpa memotongnya dengan pertanyaan.
"Beberapa saat kemudian, aku pun terbangun dari tidurku, tetapi anehnya aku bisa melihat diriku sendiri yang sudah diikat serta dibaringkan di meja pemujaan. Namun, kedua orangtuaku malah berkata kalau aku bukanlah anak kandung mereka dan mereka bilang tidak peduli dengan nasibku.
"Aku sekarang baru memahami kalau ternyata itulah penyebab perlakuan mereka yang berbeda terhadapku, selama aku hidup, orangtuaku nampak tidak menyayangiku dan selalu membeda-bedakan ku dengan adikku. Sehingga dengan teganya mereka membiarkanku menjadi santapan Raja Genderewo."
Aku sangat sedih mendengar cerita dari gadis kecil yang bernama Indah, kasihan sekali dia, sungguh malang nasibnya karena tidak seperti namanya yang Indah, hingga aku pun sampai meneteskan airmata.
__ADS_1
"Kak aku ingin sekali bertemu dengan kedua orangtua kandungku, aku tau kalau sekarang kakak juga lagi dalam kesusahan, tapi kalau seandainya kita bisa keluar dari tempat ini, kakak mau kan bantu aku?" rengeknya padaku.
Aku sebenarnya bingung karena aku sendiri masih belum yakin bisa atau tidaknya keluar dari tempat ini, akan tetapi, aku tidak mau membuat Indah kecewa.
"Iya insyaalloh nanti kak Arini bantu ya, sekarang kita banyakin do'a aja semoga Alloh SWT memberikan pertolongan-NYA kepada kita, jawabku kepada Indah."
Sekarang Indah sudah nampak kembali tersenyum, aku harap aku bisa membantu semua makhluk halus yang terkurung di tempat ini.
Beberapa saat kemudian malam pun tiba,
dan ternyata perkataan Indah benar, setelah malam maka secara perlahan tempat ini menjadi terang.
Awalnya aku sangat kaget dengan banyaknya penampakan yang berada di sekelilingku, mereka sepertinya sama seperti Indah yaitu korban dari keserakahan seseorang, sekarang aku dapat melihat kalau ternyata kami berada di dalam sel seperti tahanan yang di penjara. Kami terbagi menjadi beberapa sel, dan kebetulan aku satu sel dengan Indah makanya dari siang aku sudah bisa berkomunikasi dengannya.
Mereka menatapku dengan tatapan mengiba, kasihan sekali nasib mereka, banyak darah yang bercucuran dari tubuhnya. Bahkan ada yang sampai di ikat oleh rantai, yang Indah bilang katanya makhluk halus tersebut sudah beberapa kali akan melarikan diri makanya kini badannya terlilit oleh rantai serta terus di hukum cambuk oleh anak buah Raja Genderewo.
Kini aku dapat melihat kalau di luar juga ada makhluk tinggi besar berbulu yang menjaga pintu masuk ke dalam penjara ini, ternyata benar sekarang aku berada di penjara yang berada di Kerajaan Genderewo.
Bagaimana pun caranya aku harus bisa keluar dari sini, Ya Alloh kirimkanlah penolong untuk ku. Rangga, Arga, aku disini menunggu kalian membawaku pergi, ucapku dalam hati.
Aku pun seperti mendengar suara Rangga menjawab permintaan tolongku, Kamu sabar ya sayang, bertahanlah Permaisuriku, sebentar lagi aku pasti bisa membawamu kembali.
Apa aku tidak salah dengar ya? atau aku hanya berhalusinasi saja? hatiku pun kini bertanya-tanya.
Hingga beberapa saat kemudian aku juga mendengar suara Arga, Arini maafkan aku yang telah membiarkanmu di bawa pergi oleh Raja Genderewo tanpa bisa berbuat apa-apa, aku tau semua ini salahku, seandainya saja tadi aku tidak berjalan lebih dahulu dan meninggalkanmu, mungkin aku masih bisa melindungimu dan mungkin kamu juga sekarang masih bersama kita disini.
__ADS_1
Berarti aku memang bisa berkomunikasi dengan mereka lewat telepati, karena tidak mungkinkan kalau aku salah dengar sampai dua kali, gumamku dalam hati.