Air Terjun Pembawa Petaka

Air Terjun Pembawa Petaka
Bab 75 ( Pertarungan dengan Kuyang )


__ADS_3

Malam pun kini telah tiba, Arga dan Arya sekarang sudah bersiap menjalankan rencananya untuk membasmi hantu Kuyang yang selama ini selalu meneror warga.


"De nanti kamu hati-hati ya, soalnya Kuyang itu sangat kuat, dan dia adalah sejenis manusia yang mengabdi kepada setan, makanya setiap malam dia selalu mencari korban untuk menambah kekuatannya dan sebagai tumbal juga untuk Tuannya," ujar Arga.


"Iya A insyaallah Dede akan berhati-hati, Aa juga hati-hati ya kita jangan sampai putus berdzikir," ujar Arya.


Tiba-tiba pada saat Arga dan Arya bersembunyi di balik pohon besar untuk mengintai Kuyang, mereka dikejutkan dengan orang yang mengagetkan mereka dari belakang.


Doooor


Teriak Putri yang kini tiba-tiba ada di belakang tubuh Arga dan Arya.


"Astagfirulloh Put, kamu ngapain sih pake ngagetin kita segala? tadi Dede kan udah bilang sama Putri, kalau Putri diem aja di Tenda jangan ikut kita, soalnya misi kita kali ini berbahaya," cerocos Arya sehingga Putri membungkam mulut Arya memakai tangannya.


"Udah Dede diem aja, Putri juga sudah punya rencana untuk membantu kalian," ujar Putri. Arya yang merasakan sentuhan tangan Putri pun kini merasakan debaran dalam dadanya.


Ngapain sih Putri pake nutup mulut aku pake tangannya yang lembut dan wangi, perasaanku kan jadi deg deg ser, batin Arya.


"Put kamu lepasin dulu tangannya di mulut Dede, aku takut nanti si Dede pingsan lagi karena jantungnya berdetak lebih kencang," sindir Arga, sehingga Putri dan Arya pun kini menjadi salah tingkah.


"Eh Put kamu udah kasih tau Dinda sama Kak Bima kan buat bantuin kita?" bisik Arya.


"Udah kok De, tapi mereka kayaknya sibuk pacaran deh makanya sampai lupa buat nyusul kita kemari," jawab Putri.


"Tuh kalian lihat kan si Kuyang sudah keluar dari tempat persembunyiannya," tunjuk Aa.


Putri yang melihat wujud Kuyang pun hampir saja menjerit jika mulutnya tidak keburu Arya bungkam.


"Kamu jangan takut Put, tenang aja ada Kang Arya yang akan selalu menjaga Neng Putri," gombal Arya.


"Lagi tegang-tegang gini kamu malah gombalin Putri De," sindir Arga.


"Usaha dikit A," jawab Arya dengan cengengesan.


"Si Kuyang sepertinya mau masuk rumah warga, sebaiknya Aa segera mencegahnya," ujar Aa yang kini melesat untuk menyerang si Kuyang.


"Wah Aa hebat bisa terbang," ujar Putri yang terlihat kagum melihat Arga.

__ADS_1


"Kang Arya juga bisa kok Neng Putri, Ayo cepat naik ke punggung Akang, kita meluncur sekarang," ujar Arya yang kini mengikatkan kain sarung di lehernya seperti tokoh Superhero yang bisa terbang.


Putri yang penasaran ingin merasakan sensasi terbang pun kini naik ke punggung Arya.


"Ayo De aku udah naik nih," ujar Putri menepuk bahu Dede.


Dede pun kini berlari dengan menggendong Putri di belakangnya.


"Lho kok malah lari sih De, katanya mau terbang," ujar Putri yang terlihat kecewa.


Arya yang sudah ngos-ngosan pun kini menjawab pertanyaan Putri.


"Neng Putri sabar dulu ya, nanti Akang Arya mau belajar dulu sama si Aa," jawab Dede.


"Kirain bisa terbang beneran," ujar Putri dengan mengerucutkan bibirnya.


"Aduh entu bibir jangan dimonyongin gitu Neng, jadi pengen nyomot dah," ujar Arya.


Tiba-tiba Arga yang sedang melawan hantu kuyang pun kini berteriak.


"Woy malah pacaran aja, gak liat apa Aa kewalahan ngelawan si Kutang, eh si Kuyang maksudnya," ujar Arga yang kini cengengesan.


"Duh ribet amat sih De, kamu tinggal bantu dzikir aja, terus arahin deh tuh tangan kamu sama si Kuyang," ujar Arga.


"Oke deh Dede ngerti, Bismillah.." ujar Dede yang kini melapalkan do'a lalu kemudian mengarahkan tenaga dalamnya tepat ke arah si Kuyang.


Duar..Duar..


Kini terdengar ledakan dari serangan yang Arya lakukan sehingga Arga pun memberikan jempol.


"Woah Amazing, ternyata Dede hebat juga ya," ujar Putri.


"Siapa dulu dong, Kang Arya kan calon imamnya Neng Putri," ujar Arya dengan cengengesan dan membuat Putri tersipu malu.


Warga yang berada di sekitar tempat pertarungan pun tidak berani untuk keluar rumah, dan mereka hanya menontonnya saja dari jendela rumah mereka.


"Kenapa kalian berani mencampuri urusanku !" teriak Si Kuyang yang sekarang sangat geram.

__ADS_1


"Hello..kamu sendiri yang sudah mengganggu warga dengan meneror mereka, jadi jangan harap kami akan membiarkanmu begitu saja !" jawab Arga.


"Banyak ngomong kalian !" teriak hantu Kuyang yang kini mengerahkan seluruh kekuatannya kepada Arga dan Arya.


"Awas De jangan lengah !" teriak Arga, sehingga Arya pun berhasil menghindari serangan si Kuyang.


Pada saat hantu Kuyang lengah Arga pun kini mengeluarkan jurus pamungkasnya. Ketika hampir saja serangan Arga berhasil mengenai si Kuyang tiba-tiba ada kilat merah yang menyambar tubuh hantu Kuyang tersebut.


"Ya..Si Kuyangnya berhasil lolos A," ujar Arya.


"Iya De, sepertinya makhluk yang di puja oleh si Kuyang sudah menyelamatkannya," ujar Arga.


"Neng Putri tidak apa-apa kan?" tanya Arya yang kini menghampiri Putri.


"Putri gak kenapa-napa kok, kan Putri cuma jadi penonton saja," jawab Putri dengan cengengesan.


Setelah hantu kuyang pergi kini warga pun keluar dari dalam rumah mereka untuk menghampiri Arga dan Arya.


"Terimakasih ya Nak, karena kalian sudah membantu kami untuk melawan hantu kuyang," ujar Pak RT.


"Iya Pak RT sama-sama, itu sudah menjadi kewajiban kami, tapi Kuyang tersebut berhasil lolos karena bantuan seseorang, dan sepertinya dia adalah makhluk yang kuyang tersebut puja," ujar Arga.


"Kami harus bagaimana Nak, kami takut jika dia akan kembali meneror kampung ini?" tanya Pak RT.


"Insyaallah besok malam kami akan kembali mencari Kuyang tersebut," jawab Arga.


"Sebaiknya di Kampung ini di adakan pengajian aja Pak, dan jangan lupa himbau semua warga supaya lebih taat lagi dalam beribadah," ujar Arya.


"Iya Nak, saya pasti akan menghimbau semua warga supaya kembali meramaikan Masjid, karena semenjak teror Kuyang tersebut mereka jadi enggan pergi ke Masjid," ujar Pak RT.


"Kalau begitu kami permisi dulu ya Pak, kami takut jika Guru kami nanti kebingungan mencari keberadaan kami," ujar Arga.


"Sebaiknya kalian makan dulu untuk memulihkan tenaga kalian yang sudah habis terpakai untuk melawan Kuyang, kebetulan Istri saya tadi sudah memasak," ujar Pak RT.


"Tidak usah merepotkan Pak, tapi kalau rezeki kan gak boleh ditolak," ujar Arya dengan cengengesan sehingga mendapatkan pelototan dari Arga.


"Mari silahkan Nak masuk ke rumah Bapak yang sederhana ini, Bapak senang dengan kedatangan kalian kemari yang sudah banyak membantu kami," ujar Pak RT.

__ADS_1


"Semua bantuan itu datangnya dari Allah Pak, dan kita hanyalah sebagai perantaranya saja," jawab Arga.


__ADS_2