Air Terjun Pembawa Petaka

Air Terjun Pembawa Petaka
Bab 70 ( Sampai di tempat Kemping )


__ADS_3

Setelah sampai di sekolah, akhirnya mereka semua turun dari mobil.


"Bunda Aa gak usah ikutan Kemping aja ya," Arga masih terlihat merengek kepada Arini.


"Aa ngapain sih daritadi manja banget sama Bunda, emangnya gak malu sama yang lain?" tanya Aditya yang sudah kesal melihat tingkah Arga.


Arini kini bingung harus menyikapi Arga seperti apa.


Tidak mungkin kan aku harus ikutan kemping? mas Aditya pasti marah besar. batin Arini.


"Aa ayo kita naik ke Bus," ujar Arya dengan menarik tangan Arga yang masih enggan melepaskan pegangannya kepada Arini.


"Iya ayo, Aa manja banget sih, kan ada Putri jadi nanti Aa gak bakalan kesepian," ujar Putri dengan membantu menarik tangan Arga.


Dinda pun kini terlihat ikut-ikutan menarik Arga.


"Kalian ngapain sih malah narik-narik aku," ujar Arga yang kini merasa kesal.


"Aa sayang, sekarang lepasin dulu tangan Bundanya ya, emangnya Aa gak sayang sama Bunda? tangan Bunda kan jadi sakit karena ikutan ketarik," ujar Arini yang kini mencoba untuk memberi pengertian kepada Arga.


Dengan berat hati akhirnya Arga melepaskan pegangannya terhadap Arini.


"Hati-hati ya semua kesayangan Bunda, disana kalian harus saling menjaga, dan ingat gak boleh ngomong sembarangan ya," ujar Arini dengan bergantian memeluk Arga, Arya juga Putri dan Dinda.


Anak-anak kini bergantian mencium punggung tangan orang tuanya, lalu kemudian mereka pun masuk ke dalam Bus.


Entah kenapa hatiku tidak rela berpisah dengan Bunda meski pun hanya tiga hari saja, ucap Arga dalam hati.


Setelah semuanya naik, akhirnya Bus pun mulai melaju.


Seperti biasa Putri dan Dinda selalu berebut untuk duduk di samping Arga, tapi Arya segera menduduki kursi kosong yang berada di samping Arga sehingga kini Putri dan Dinda pun kembali cemberut.


Kenapa sih Put kamu tidak pernah melihatku sedikit saja, ujar Arya dalam hati.


"Sudahlah kamu gak usah sedih De, aku tau kamu suka kan sama Putri? nanti juga dia bakalan jatuh cinta sama kamu," celetuk Arga sehingga Arya yang mendengarnya kini merasa bahagia.


"Aa gak bohong kan?" tanya Arya dengan mata yang berbinar.


"Enggak lah, ngapain juga Aa bohongin Dede, Aa kan sayang sama Dede," ujar Arga, sehingga Arya kini memeluk erat tubuh Arga.

__ADS_1


"Lepasin gak De? malu tau dilihat orang," ujar Aa.


"Tadi saja Aa peluk-peluk Bunda sampai gak mau lepasin, emang gak malu juga sama oranglain?" tanya Arya.


"Ngapain malu, Bunda kan Ibunya Aa," jawab Arga.


"Berarti sama donk Dede juga gak boleh malu, kan Aa juga Kakaknya Dede," ujar Dede dengan cengengesan.


"Iya_iya bawel," ujar Arga dengan tersenyum.


Setelah menempuh tiga jam perjalanan akhirnya peserta kemping pun kini telah sampai di daerah puncak.


"Put sini aku bawain tas nya," ujar Arya.


"Makasih ya De, Dede emang pengertian banget," ujar Putri dengan memegang tangan Dede sehingga membuat jantungnya berdetak kencang.


Tadinya Putri berniat untuk memanas_manasi Aa yang kini lewat di depan mereka, tapi ternyata Aa sama sekali tidak melirik ke arah Putri dan Dede sehingga membuat Putri kini terlihat kesal.


"Udah gak usah dibawain biar Putri bawa sendiri aja," ucap Putri dengan mengambil tas yang kini sudah dipegangi oleh Arya.


"Kenapa sih Mood cewek tuh bisa berubah secara drastis," gumam Arya.


"Astagfirulloh.. Dinda ngapain sih, kebiasaan banget deh suka ngagetin orang," gerutu Arya.


"Iya maaf_maaf, kamu tadi katanya mau bawain tas Putri, ini kamu bawain tas makanannya aja," ujar Dinda yang hendak memberikan tas Putri kepada Arya.


"Ogah, bawa aja sendiri," ujar Arya dengan berlalu meninggalkan Dinda.


"Dede tungguin aku donk," ujar Dinda.


Pada saat Dinda berlari mengejar Dede, salah satu teman Dede yang tidak bisa melihat Dinda pun mengira kalau tas yang dibawa oleh Dinda melayang sendiri sehingga anak yang bertubuh gempal tersebut pun berteriak histeris.


"Tolong..ada hantu, tolong..." teriak Adi dan tidak lama Adi pun jatuh pingsan.


"Dinda semua ini gara-gara kamu tau, tuh lihat Adi jadi pingsan kan karena melihat tas nya melayang sendiri," ujar Arya.


"Kok nyalahin Dinda sih? tadi kan Dede yang gak mau nolongin Dinda buat bawain tas makanannya Putri," jawab Dinda.


"Ya udah sini tas nya aku bawain, aku gak mau kalau nanti ada anak yang pingsan lagi gara-gara lihat tas terbang," ujar Dede yang kini mengambil tas milik Putri.

__ADS_1


"Putri bawa apaan sih kok berat banget?" tanya Dede.


"Biasalah De kayak gak tau Mamah Ida aja, kayaknya kalau muat sama toko makanannya juga Mamah Ida masukin," jawab Dinda.


"Terus kenapa Putri gak protes?" tanya Arya.


"Putri udah protes De, tapi kamu tau sendiri kan Mamah Ida kalau ngamuk? ya sudah akhirnya Dinda suruh Putri buat nurutin kemauan Mamah Ida aja daripada nanti tanduknya keluar," ujar Putri dengan cekikikan.


"Dinda ngapain sih ketawa segala? gak lucu tau, ketawa kamu kayak hantu," ucap Arya.


"Emang Dinda hantu, kamu lupa ya," jawab Dinda.


"Eh iya ya, aku lupa," ucap Arya dengan cengengesan.


Semua Siswi pun kini mendirikan tenda, dan Aa yang kini menjadi salah satu Panita kemping pun memberikan pengarahan.


"Aa sih enak gak perlu repot-repot bikin tenda," gerutu Arya.


"Kamu mau jadi panitia juga De?" tanya Arga.


"Ya iyalah masa ya iya donk," jawab Dede.


"Makanya belajar yang bener, jangan cuma mikirin Putri," sindir Arga.


"Tapi Putri kan masa depan Dede yang harus diperjuangkan," ujar Arya dengan cengengesan.


"Ya sudah terserah Dede aja deh, yang penting Dede bahagia," ujar Arga yang kini merangkul tubuh Arya.


"Iya donk sebagai seorang Kakak harus ngalah sama Adiknya," ucap Arya.


Setelah selesai mendirikan tenda, kini terdengar pengumuman dari pengeras suara.


"Untuk semua Siswa dan Siswi peserta kemping diharapkan untuk segera berkumpul di lapangan, karena Panitia akan memberikan pengarahan." ucap Bapak Kepala Sekolah yang kini menjadi Ketua Panitia.


Setelah beberapa saat kini semua murid berkumpul di lapangan dan Panitia pun memulai memberikan pengarahan.


"Mohon perhatian semuanya, kita akan membagi peserta kemping menjadi beberapa kelompok, sekarang kalian bisa istirahat terlebih dahulu dan nanti malam kami berharap kalian bisa berpartisipasi dalam Pentas seni, untuk lomba serta bakti sosial akan mulai dilakukan besok ya dan kita juga akan melakukan jurit malam, paham semuanya?" ujar salah satu guru yang menjadi Panitia.


"Paham Bu," jawab semua peserta, sehingga mereka pun kini membubarkan diri dan masuk ke dalam tenda masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2