Air Terjun Pembawa Petaka

Air Terjun Pembawa Petaka
Bab 76 ( Tersesat dalam dimensi lain )


__ADS_3

Hari ini Para peserta kemping masih mengadakan Bakti Sosial di lingkungan sekitar tempat Kemping. Pak RT sudah melakukan himbauan kepada para Penduduk setempat untuk melakukan pengajian seperti yang di usulkan oleh Arga dan Arya. dan Pak RT juga menghimbau supaya tidak ada yang membicarakan tentang hantu Kuyang yang sedang meresahkan warga karena malam ini Para Peserta kemping akan melaksanakan Jurit Malam.


Malam pun kini telah tiba, Peserta yang akan mengikuti Jurit Malam dibagi menjadi beberapa kelompok, Arga sengaja memimpin kelompok yang hanya beranggotakan Putri dan Arya saja supaya tidak terlalu banyak Siswa yang harus Arga jaga karena mereka nanti akan sekalian mencari keberadaan Hantu Kuyang.


"Sebelum kita memulai perjalanan Jurit Malam, sebaiknya kita berdo'a terlebih dahulu ya De, Put, Bismillah...." ujar Arga yang kini bertugas sebagai Pemandu Tim.


Mereka pun memulai perjalanannya sesuai Peta yaitu dengan memasuki hutan yang berada di dekat tempat kemping.


Suasana malam di dalam hutan kini terasa mencekam karena mereka bertiga mendengar suara lolongan Serigala serta suara burung hantu yang berada di atas pohon sehingga membuat bulu kuduk mereka merinding, Putri pun sampai memepetkan tubuhnya kepada Arya.


"Neng Putri tenang saja, kan ada akang Arya, jangan takut ya," ujar Arya yang melihat Putri ketakutan.


"De tuh ada bendera di atas pohon, kamu manjat gih," ujar Arga kepada Arya.


"Ganggu aja sih A, mentang-mentang jadi Kakak seenaknya nyuruh-nyuruh sama Adiknya, kenapa gak Aa aja sih, Aa kan bisa terbang," ujar Arya.


"Tenagaku harus aku hemat, gimana coba kalau nanti sampai ketemu si Kuyang," ujar Arga.


"Ya sudah Dede naik sekarang, Bismillah..," ujar Arya dengan naik ke atas pohon.


"Udah dapet De Benderanya?" tanya Arga.


"Udah A, nih tangkap," ujar Arya yang kini melemparkan Bendera kepada Arga.


Akhirnya mereka berhasil menemukan satu Bendera dari lima Bendera yang harus Tim mereka dapatkan.


Mereka kembali melanjutkan perjalanan menyusuri hutan di dalam kegelapan malam sampai akhirnya mereka berhasil menemukan empat Bendera yang terkumpul.


"Tinggal satu lagi A," ujar Arya.


"Iya De, tapi sepertinya sekarang kita berada di jalan yang salah, karena di dalam Peta Aa tidak melihat gambar Gua, tapi kok sekarang di depan kita bisa ada Gua ya De," ujar Aa sehingga Putri kini semakin ketakutan.


"Aa jangan nakut-nakutin deh, Putri mau pulang sekarang, Putri takut kalau kita sampai tersesat di dalam hutan," ujar Putri dengan memeluk tubuh Arya.

__ADS_1


"Tenang aja Neng Putri, Akang Arya akan selalu menjaga dan melindungi Neng Putri dari semua marabahaya," ujar Arya dengan cengengesan.


"Modus aja loe De, keenakan tuh Put si Dede kamu peluk-peluk," sindir Arga.


"Sama Adik sendiri syirik aja sih A, kapan lagi Neng Putri mau mepet-mepet sama Dede," ujar Arya dengan cengengesan.


"Tunggu De, sepertinya kita sudah memasuki dimensi lain, ini bukan dunia manusia tapi ini alam Siluman," ujar Arga, sehingga Arya dan Putri pun semakin ketakutan.


Huahahahahahahahaha


Tiba-tiba dari dalam Gua kini terdengar suara yang menggelegar sehingga memekikkan gendang telinga.


"Semuanya tutup kuping, jangan sampai putus Dzikir juga !" ujar Arga.


"Selamat datang di wilayah kekuasaanku Anak-anak," ujar Makhluk yang bertubuh tinggi besar dan terdapat tanduk di kepalanya seperti banteng.


"Siapa kamu? kenapa kamu membawa kami ke alammu?" tanya Arga.


"Aku adalah Siluman penguasa hutan larangan ini, kalian yang sudah terlebih dahulu mencampuri urusanku dengan menggagalkan pengikutku untuk memberikan tumbal !" teriak Raja Siluman tersebut. Lalu sesaat kemudian munculah sosok wanita cantik di belakang Raja Siluman tersebut.


"Lho bukannya itu hantu Kuyang yang semalam bertarung dengan Aa dan Dede ya?" tunjuk Putri kepada sosok perempuan cantik yang kini ada di samping Raja Siluman.


"Ternyata rupanya kalian masih mengingatku," ujar perempuan tersebut.


"Tapi kenapa sekarang kamu terlihat cantik? padahal semalam kamu tidak mempunyai tubuh, dan ususnya sampai membuat aku ingin muntah," ujar Putri yang kini terlihat ingin muntah karena membayangkan isi perut hantu Kuyang semalam.


"Banyak bacot kalian," ujar si Kuyang dengan mengeluarkan cahaya merah untuk menyerang mereka bertiga.


Sreeeet


Duuuar


terdengar suara ledakan yang besar karena dengan mudah Arga berhasil menangkis serangan hantu kuyang tersebut.

__ADS_1


"Ternyata kamu hebat juga anak muda, semalam juga jika Raja Siluman tidak menyelamatkanku aku pasti sudah musnah di tanganmu, tapi sekarang aku sudah mempunyai tenaga yang lebih besar untuk melawanmu," ujar hantu Kuyang dengan senyum yang menyeringai.


"Aku sama sekali tidak takut denganmu kuyang !" jawab Arga.


"Sekarang kalian bertiga pilih akan menjadi pengikutku atau memilih ma*ti secara mengenaskan?" tanya Raja Siluman kepada Arga, Arya dan Putri.


"Kami hanya akan menyembah Allah SWT, jangan harap kami bersedia menjadi pengikutmu !" teriak Arya.


"Rupanya kalian sudah bosan hidup !" teriak Raja Siluman lalu kemudian menghampiri Arga untuk menyerangnya, sehingga pertarungan pun tidak dapat terelakkan lagi, dan Arga sampai beberapa kali terpental akibat serangan yang dilakukan oleh Raja Siluman yang tenaganya sangat besar.


Hantu Kuyang pun tidak tinggal diam, dia berusaha menyerang Arya dan Putri, sehingga Arya juga sampai beberapa kali terpental karena menghalangi tubuh Putri yang akan terkena pukulan Hantu Kuyang tersebut.


......................


Di tempat lain Arini kini menjatuhkan gelas yang sedang dipegangnya.


Praaaang


Astagfirulloh, kenapa aku merasakan firasat buruk yang telah terjadi kepada anak-anakku, batin Arini.


"Bunda kenapa? kok gelasnya bisa sampai jatuh begitu?" tanya Aditya yang kini membersihkan pecahan gelas yang dijatuhkan oleh Arini karena Arini masih diam mematung.


"Yah sebaiknya sekarang kita menyusul anak-anak ke Puncak, karena perasaan Bunda tidak enak, pasti sekarang telah terjadi sesuatu kepada anak-anak kita," ujar Arini yang kini terlihat panik.


"Bunda tenang dulu ya, sekarang sudah malam, sebaiknya kita nunggu sampai besok saja, do'akan saja anak-anak semoga mereka baik-baik saja," ujar Aditya dengan mengelus lembut bahu Arini.


"Assalamu'alaikum," dari luar terdengar suara Ida yang mengucapkan Salam.


"Wa'alaikumsalam, Ida, Abdul ayo silahkan masuk," ujar Aditya.


"Mas Aditya maaf ya jika malam-malam begini kami sudah mengganggu, daritadi Ida merengek terus minta diantar ke Puncak untuk menyusul anak-anak, karena dia mempunyai firasat yang buruk," ujar Abdul.


"Arini juga sama Dul, minta diantar juga ke sana, karena katanya dia merasakan firasat buruk juga yang telah terjadi kepada anak-anak," jawab Aditya.

__ADS_1


"Sebaiknya kita bergegas berangkat sekarang Yah, karena firasat seorang Ibu tidak pernah salah," ujar Arini. Sehingga Akhirnya mereka berempat pun memutuskan untuk berangkat ke Puncak malam ini juga.


__ADS_2