Air Terjun Pembawa Petaka

Air Terjun Pembawa Petaka
Bab 83 ( Hantu Arum )


__ADS_3

Arga dan Kek Soleh kini berjalan menuju Peternakan untuk menemui Arya.


"Nak Arga apa boleh Kakek menanyakan sesuatu?" tanya Kek Soleh.


"Iya silahkan Kek," jawab Arga.


"Apa kamu sudah mengingat tujuan kamu dilahirkan ke dunia ini?" tanya Kek Soleh.


"Maksud Kakek apa ya? saya tidak mengerti, bukankah semua makhluk yang di ciptakan di muka bumi ini adalah untuk menyembah kepada Tuhannya, dan kita hidup di dunia ini bertujuan untuk mencari bekal untuk di akhirat nanti," jawab Arga.


"Memang benar Nak, mungkin kamu belum mengingat semuanya, tapi Kakek harap kamu tidak akan berubah jika kamu sudah mengingat tujuan kelahiran menjadi manusia," ujar Kek Soleh.


"Memangnya sebelumnya saya bukan manusia Kek?" tanya Arga.


"Nanti kamu akan mengetahui jawabannya sendiri jika ingatanmu sudah kembali, tetaplah menjadi anak yang berbakti ya Nak Arga," ujar Kek Soleh dengan tersenyum.


"Iya Insyaallah Kek," jawab Arga.


Sesampainya di Peternakan ternyata benar Arya masih disibukkan oleh pekerjaannya.


"Assalamu'alaikum De," ucap Arga dan Kek Soleh.


"Wa'alaikumsalam A, Kakek," jawab Arya dengan mencium punggung tangan Kek Soleh lalu merangkul tubuh Kakak kembarnya.


"Calon Pengantin masih sibuk kerja aja," goda Arga.


"Iya A tanggung, sekarang kan akhir bulan, jadi Dede. harus tutup buku," ujar Arya.


"Aa kapan kemari, Aa sama Bunda sehat kan?" tanya Arya.


"Kami baru saja sampai, Alhamdulillah kami juga sehat De," jawab Arga.


"Maaf ya A selama Dede pindah ke Jawa Dede tidak pernah menjenguk Bunda dan Aa ke Bandung," ujar Arya.


"Gak apa-apa De, Aa juga ngerti dengan kesibukan Dede, Aa dan Bunda juga minta maaf karena kami berdua sibuk Kuliah dan kerja," ujar Arga.


"Selamat ya A, Dede dengar Aa dan Bunda dapat penghargaan siswa dan siswi lulusan terbaik," ujar Dede.


"Iya Alhamdulillah," ujar Aa.


"De akhir-akhir ini kamu ngerasa berat gak di sekitar pundak, atau jadi lebih gampang capek?" tanya Arga.

__ADS_1


"Iya A, kalau Dede lagi kerja rasanya pundak Dede berat banget jadi Dede mudah cape, bahkan buat melaksanakan Solat aja Dede sambil duduk saking beratnya," jawab Arya.


"Sepertinya Dede semenjak tinggal di Pesantren jadi gak peka sama makhluk tak kasat mata, padahal dari tadi ada yang kamu gendong lho De," ujar Arga.


"Jangan nakutin donk A," ujar Dede bergidik ngeri.


"Sebenarnya selama ini Dede bisa melihat makhluk halus karena dia selalu dekat dengan Aa, jadi ketika Dede berjauhan dengan Aa, Dede gak bakalan bisa lihat makhluk tak kasat mata, dan lama kelamaan mata batin Dede tertutup dengan sendirinya," jelas Kek Soleh.


"Terus Dede harus gimana A, Dede kan sekarang gak bisa lihat makhluk halus yang nemplok di punggung Dede," ujar Arya.


"Ya sudah biar Aa bantu komunikasi sama makhluk halus tersebut, sepertinya dia Arwah penasaran, kamu bantu dzikir ya De," ujar Arga.


"Bismillah.." ucap Arga yang kini mengerahkan tenaga dalamnya ke tubuh Arya.


"Hentikan aku kepanasan, aku tidak mau lepas dari tubuh kekasihku !" teriak hantu tersebut.


"Kalau kamu masih mengganggu Adikku, aku akan memusnahkanmu !" ujar Arga.


"Tapi dia adalah kekasihku, aku tidak mau berpisah dengannya," ujar hantu tersebut.


"Sepertinya kamu telah salah orang, kalau aku boleh tau siapa nama kekasihmu?" tanya Arga.


"Aku adalah Arum, dan kekasihku Wijaya kusuma," ujar Arum.


"Tidak mungkin, kita baru saja akan mengadakan acara Pernikahan besok !" ujar Arum.


"Bagaimana ini Kek, Arum masih saja bersikeras menganggap Dede sebagai Kakek Wijaya," ujar Arga.


"Biar Kakek coba bantu bicara A," ujar Kek Soleh.


"Maaf Nyai sepertinya nyai sudah lama tertidur karena sekarang sudah tahun 2022," jelas Ki Soleh.


"Tidak mungkin Aki, aku akan menikah dengan Kang mas Wijaya pada tahun 1970," ujar Arum.


"Apa sebenarnya penyebab kematian Nyai?" tanya Kek Soleh.


"Aku hanya mengingat tentang rencana Pernikahanku dengan Kang mas Wijaya yang akan dilaksanakan esok hari," ujar hantu Arum yang kini masih terlihat bingung.


"Coba kamu pikir-pikir lagi kejadian apa yang telah menimpamu sebelum kamu meninggal," ujar Kek Soleh.


"Aku belum meninggal Ki, aku masih hidup !" ujar Arum bersikeras.

__ADS_1


"Kalau begitu sekarang kamu lepaskan dulu tubuh Cucuku, biar aku bisa membantu kamu untuk mengingat semua masalalumu," ujar Kek Soleh kepada Arum.


Arum pun kini dengan berat hati melepaskan pelukannya dari tubuh Arya.


"Alhamdulillah badan Dede sekarang enteng lagi," ujar Arya.


"Iya De, soalnya si Arun udah gak nemplok di punggung kamu lagi," ujar Arga.


"Kenapa sekarang kakiku gak bisa napak ke tanah Ki?" tanya Arum.


"Karena kamu sekarang adalah hantu, dan kemungkinan kamu sudah meninggal 50 tahun yang lalu !" ujar Kek Soleh.


"Tidak mungkin Ki, aku harus menikah dengan Kang Mas Wijaya besok," ujar Arum uang kini menangis mengeluarkan darah.


"Kamu ikhlaskan semuanya Arum, mungkin Jenazahmu belum dikuburkan secara layak, coba kamu tutup matamu, lalu berkonsentrasi," ujar Ki Soleh, sehingga Arum kini melakukan perintahnya.


Arum pun kini bercerita dengan masih menutup kedua matanya.


"Malam itu aku pulang dari salah satu rumah saudaraku yang berada di Desa sebelah. Pada saat aku melewati kebun singkong yang jauh dari rumah warga aku di cegat oleh Empat orang pemuda, dan malam itu mereka menodaiku secara bergantian, aku sudah berteriak meminta tolong, tapi mereka membungkam mulutku sehingga aku menghembuskan nafas terakhir," cerita Arum.


Tiba-tiba tubuh Arum berubah menjadi menyeramkan karena telah terpengaruhi oleh Aura hitam.


"Aku akan membalaskan dendam atas kematianku !" teriak Arum.


"Istighfar Arum, kamu sudah dikuasai oleh hawa nafsu !" ujar Kek Soleh.


"Jangan kau halangi aku Aki, atau aku juga akan membu*nuhmu !" teriak Arum, lalu dengan membabi buta menyerang Arga dan Kek Soleh.


"Bagaimana ini Kek, tenaga Arum begitu kuat ?" ujar Arga.


"Dede coba kamu berkonsentrasi supaya mata batin kamu terbuka, dan kamu harus mencoba untuk membujuk Arum !" titah Kek Soleh kepada Arya.


Arya pun kini mencoba menutup matanya, lalu secara perlahan dia membuka mata, sekarang Arya sudah bisa melihat Arum, tapi tubuhnya kini dirasuki oleh Kakek Wijaya Kusuma.


"Arum sayang aku Wijaya Kusuma," ujar Arya yang kini menghampiri tubuh Arum. Lalu secara perlahan Arum berubah kembali menjadi sosok sebelum dia meninggal.


"Kang mas Wijaya, maafkan aku karena tidak bisa menjaga kesucianku," ujar Arum dengan memeluk tubuh Arya.


"Ikhlaskan semuanya Arum, kembalilah ke tempat kamu yang seharusnya, mereka yang sudah melakukan kejahatan kepadamu sudah mendapatkan hukuman yang setimpal, ayo sekarang aku antar kamu, biar nanti cucuku yang akan menguburkanmu secara layak," ujar Kakek Wijaya yang kini berada dalam tubuh Arya.


Secara perlahan roh Arum pun menghilang, dan Arya pun kini pingsan.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian Arya pun terbangun dari pingsannya dan dia menunjukan tempat jasad Arum di buang, sehingga Kakek Soleh bersama Arga dan Arya pun bergegas ke tempat tersebut, dengan dibantu para santri akhirnya Jenazah Arum pun dimakamkan secara layak di dekat makam Kyai Wijaya Kusuma.


__ADS_2