
Arini bersama keluarganya kini berniat pergi ke Rumah Sakit untuk menjenguk Ida yang telah melahirkan.
"Mir awas ya nanti disana kamu jangan kecentilan," ujar Arini pada Mirna.
"Iya..iya..lagian siapa juga yang suka kecentilan, mereka saja yang suka godain aku karena merasa terpesona dengan penampilanku jika sudah menampakan diri," jawab Mirna dengan mengibas-ngibaskan rambut panjangnya.
"Tapi terakhir kali waktu dulu di acara syukuran Ida, kamu buat orang sampai pingsan lho," ucap Arini.
"Kalau itu kan gak di sengaja, waktu itu aku udah gak sabar banget pengen lihat wajah cowok yang godain aku sampai-sampai lupa buat balikin badan, eh malah kepalaku aja yang muter ke belakang," ujar Mirna dengan cekikikan.
"Onti Ina gak jahat, cekalang Dede enda atut," ujar Dede.
"Iya sayang, Dede kan anak baik, jadi Aunty bakalan baik juga," ujar Mirna yang kini mengelus lembut kepala Dede yang berada di pangkuannya.
"Aa juga gak takut sama Aunty, tuh sama om Wowo yang ada di pohon itu juga Aa gak takut," ujar Aa dengan menunjuk pada sosok Genderewo yang berada di salah satu pohon yang mereka lewati.
"Dede atut Onti liat om wowo itu mukanya selem," ujar Dede dengan memeluk tubuh Mirna.
"Gak apa-apa sayang, dia itu sebenarnya bisa berubah jadi tampan kok, nanti juga mau Aunty jadiin gebetan ah lumayan nambah koleksi," ujar Mirna dengan cekikikan.
"Gebetan itu apa Bunda?" tanya Aa.
"Mir, inget di depan anak-anak jangan suka ngomong yang aneh-aneh deh !!" ujar Arini.
"Iya..iya...maaf aku keceplosan, habis kalau lihat cowok tuh aku suka excited, apalagi yang bening-bening bikin aku jadi klepek-klepek," ujar Mirna.
"Ya sudah jangan ribut terus, Bunda ayo kita turun, Alhamdulillah sudah sampai," ajak Aditya.
"Aa jalan aja Bunda gak usah di gendong, Aa kan sudah besar," ujar Aa.
"Iya sayang," ujar Arini dengan menggandeng tangan Aa.
"Dede endong aja ama Ayah, Dede atut dicini anyak antu," ujar Dede yang kini di gendong oleh Aditya.
"Mir ngapain sih kamu masih berdiri disitu?" tanya Arini kepada Mirna yang masih bercermin di kaca spion mobil.
"Ya dandan dulu dong Rin, biar cetar membahenol, siapa tau ada yang nyangkut gitu," jawab Mirna dengan cengengesan.
__ADS_1
"Ayo Bunda kita masuk, nanti Mirna juga nyusul," ajak Aditya dengan menggandeng tubuh Arini.
Sepanjang perjalanan menuju kamar rawat Ida, banyak sekali penampakan yang mengganggu mereka, Aa yang tidak takut malah berusaha menyapa mereka satu persatu. Sedangkan Dede yang merasa takut terlihat bersembunyi pada bahu Ayahnya.
"Assalamu'alaikum.." ucap Arini bersama Aditya yang kini masuk ke kamar rawat Ida.
"Wa'alaikumsalam.." jawab Ida bersama Abdul.
"Ida..Selamat ya sayang akhirnya bayi kamu sudah lahir juga," ujar Arini dengan memeluk tubuh Ida.
"Makasih ya Arini sayangku, cantikku," jawab Ida.
"Alhamdulillah ya Abdul, sekarang kamu sudah punya anak gadis," ucap Aditya.
"Iya mas Aditya, terimakasih banyak ya sudah repot-repot datang kesini, tapi sepertinya saya kapok mas menemani Ida melahirkan, satu anak saja sudah cukup," ujar Abdul.
"Lho kenapa mas Abdul sampai ngomong begitu?" tanya Arini.
"Gimana enggak kapok Mba, waktu ngidamnya saja Ida pengennya aneh-aneh, eh pas waktu melahirkan lebih parah lagi, rambut saya aja sampai rontok begini, apalagi wajah saya sampai habis dicakar sama Ida," ujar Abdul bergidik ngeri.
"Iya maaf ya sayangku, cintaku yang paling tampan, gak apa-apa kalau gak mau punya anak lagi mah, yang penting produksinya aja jangan sampai berhenti," ujar Ida sehingga membuat Abdul tersenyum malu.
"Astagfirulloh Da, baru juga melahirkan sudah ngomongin produksi," ujar Arini dengan menepuk pelan jidatnya.
"Ateu Ida, Dede bayi capa namanya?" tanya Dede.
"Namanya Putri Aisyah Dede," jawab Ida.
"Namanya agus, Dede cuka," jawab Dede.
"Kayaknya nanti bakalan ada yang besanan nih," celetuk Mirna yang tiba-tiba masuk.
"Astagfirulloh Mir..kamu tuh kebiasaan datang-datang ngagetin aja sih, bukannya ngucapin salam gitu," ujar Arini yang kini membuat mirna terkekeh pelan
"Ida sayang...selamat ya beib kamu sudah berhasil mencetak bayi yang cantik, semoga nanti produksi yang kedua kalian dapat anak cowok yang tampan," ucap Mirna.
"Kayaknya nanti meski pun produksinya setiap hari, gak bakalan sampai di cetak deh Mir, soalnya mas Abdul kapok nurutin ngidam aku yang aneh-aneh, apalagi tadi pas melahirkan rambutnya sampai rontok aku jambak, dan wajahnya juga habis aku cakar-cakar," ujar Ida dengan cengengesan.
__ADS_1
"Ya ampun mas Abdul yang tampan, kasihan banget sih, mana yang sakit sini Mirna obatin?" tanya Mirna yang kini menghampiri Abdul.
"MIRNA...awas ya kamu jangan berani pegang-pegang Suami aku !!" teriak Ida.
"Eh maaf Da..hampir saja aku kelepasan, aduh kayaknya kebiasaan deh kalau lihat yang bening-bening bawaannya pengen nemplok terus," ujar Mirna dengan cengengesan.
"Nama bayi cantik ini siapa Da?" tanya Mirna yang kini beralih menghampiri bayinya Ida.
"Namanya Putri Aisyah Mir," jawab Ida.
"Ayo Putri cantik Aunty Mirna gendong ya," ucap Mirna yang kini berusaha untuk menggendong bayi Ida. Baru saja Mirna menempelkan tangannya pada bokong Putri, anak Ida tersebut malah Pup di tangan Mirna.
"Ya ampun Da, sepertinya anak kamu mau balas dendam deh sama aku karena pengen nemplok sama Ayahnya, jadi sekarang malah pup nya yang nemplok di tangan aku," ujar Mirna dengan berlari ke toilet sehingga mereka semua menertawakannya.
"Makanya kamu jangan suka keganjenan Mir sama laki orang, tau sendiri kan akibatnya !!" ucap Ida.
"Iya..iya..maaf gak bakalan lagi deh, tapi gak janji juga ya," ujar Mirna yang kini terlihat cengengesan.
Arini yang melihat bayi Ida pup pun kemudian mengganti popoknya.
"Rin lihat tuh Putri, kalau sama kamu aja senyum-senyum terus tuh bayi," ujar Mirna.
"Iya dong, kan Putri Aisyah anak Bunda yang Saleha," ujar Arini.
"Kayaknya Putri Aisyah caper deh sama calon Mertua," celetuk Mirna.
"Gak apa-apa ya kan Rin kalau nanti kita jadi besan?" tanya Ida.
"Ya enggak apa-apa dong Da, kalau memang nanti anak kita berjodoh, malah aku jadi seneng karena bisa mempererat tali silaturahmi," jawab Arini. Sehingga Aditya dan Abdul pun yang mendengar percakapan istri mereka nampak tersenyum.
"Oh ya Da, Ibu kemana? tanya Arini.
"Ibu lagi pulang dulu mau ngambil baju ganti buat kami, gara-gara mas Abdul tuh malah panik sampai lupa bawa tas baju segala, padahal udah di siapin juga. Apalagi bangunin nya susah banget, makanya sampai aku siram pake air. lihat aja mas Abdul juga masih pake piyama," tunjuk Ida.
"Iya maaf sayang malam-malam sebelumnya aku kan begadang terus, jadi ngantuk banget, terus mau gak panik gimana kamu malah siram aku sama jambak rambut aku segala," jawab Abdul.
"Iya..iya..maaf, tapi tadi mas juga kan malah ninggalin aku di mobil sama Ibu, dan lebih parahnya lagi mas bilang ke Perawat kalau mas mau melahirkan," ujar Ida yang kini membuat semua orang tertawa.
__ADS_1