Air Terjun Pembawa Petaka

Air Terjun Pembawa Petaka
Bab 22 ( Kepergian Arga )


__ADS_3

Kini di dalam kamar tempat mereka berkumpul, hawanya menjadi terasa sangat panas karena ketegangan yang terjadi antara Rangga dan Aditya.


Berkali-kali Rangga hampir melayangkan tinjunya ke arah aditya. Namun, Arini selalu memintanya untuk kembali tenang dengan cara memeluk tubuhnya.


"Kalau kalian mau adu kekuatan, lebih baik kalian keluar saja dari rumah ini, cari lapangan yang luas, aku tidak mau kalau rumah Nek Ipah dan Kek Soleh rusak gara-gara pertarungan kalian !" teriak Arini pada Rangga dan Aditya saking kesalnya.


Rangga dan Aditya kini sudah nampak kembali tenang, dan mereka pun akhirnya memutuskan untuk keluar kamar serta berkumpul di ruang tamu agar bisa lebih leluasa.


"Mari semuanya kita bicarakan dengan kepala dingin, maaf bila disini saya terkesan ikut campur dengan urusan pribadi kalian, saya hanya ingin meluruskan semuanya saja supaya tidak terjadi kesalahpahaman lagi," ucap Kek Soleh.


"Mohon maaf Kek, saya tidak bermaksud lancang dengan membuat keributan di rumah ini, saya hanya berusaha untuk menyampaikan amanah terakhir dari mendiang orangtua saya saja," ucap Aditya.


"Iya tidak apa-apa Nak Aditya, kakek tau kamu pasti ingin berbakti kepada mendiang orangtuamu, dan berusaha untuk mengabulkan keinginan terakhir mereka. Tapi apakah kamu harus egois dengan cara memisahkan Arini dengan Rangga serta mengorbankan cinta mereka? Apa dengan begitu mendiang kedua orangtua Nak Aditya akan bahagia?" tanya Kek Soleh pada aditya.


Aditya pun langsung terdiam lalu kemudian beristighfar, "Astagfirulloh....Ampuni hamba Ya Alloh karena telah berlaku egois, dan menuruti hawa nafsu yang dibisikkan oleh syaiton."


"Maafkan Bapak dan Ibu ya nak Aditya, kami tidak bisa mengorbankan cinta serta kebahagiaan Arini demi mewujudkan Impian mendiang orangtua Nak Aditya, kami tau kalau Nak Aditya adalah anak yang soleh, mudah-mudahan Nak Aditya menemukan sosok perempuan yang lebih baik daripada anak kami Arini. Akan tetapi, kalau memang kalian berjodoh meski banyak rintangan yang harus dilalui, pasti akan ada jalannya untuk kalian bersatu," ujar kedua orangtua Arini.


"Tapi Bagaimana caranya Rangga Wisesa dan Arini bersatu Pak Soleh, sedangkan sekarang mereka sudah berada di alam yang berbeda?" tanya Pak Eko.


Kek Soleh kini nampak berpikir,


"Mungkin yang tau jawaban tentang semua ini adalah Nak Rangga Wisesa sendiri, karena dialah yang memiliki mustika Abadi kerajaan Ular," jawab Kek Soleh.


Rangga pun akhirnya kini angkat bicara.


"Untuk saat ini aku memang belum mengetahui cara menggunakan mustika abadi yang aku miliki agar bisa mengubahku menjadi manusia seutuhnya. Akan tetapi, malam ini aku akan mencoba bersemedi untuk mencari petunjuk."


"Arini...sebaiknya aku segera kembali ke Kerajaan Ular agar secepatnya bisa menemukan jalan dari semua masalah ini, jaga diri kamu baik-baik ya sayang," ujar Rangga Wisesa.

__ADS_1


"Iya jaga dirimu baik-baik juga Rangga, aku tidak mau kalau kamu sampai terluka lagi," jawab Arini pada Rangga.


"Kalau begitu aku titip Arini kepada kalian semua," Akhirnya Rangga pun pergi setelah sebelumnya mengelus lembut kepala Arini serta mengecup keningnya.


Beberapa saat kemudian setelah kepergian Rangga hati Arini pun kini terasa kosong.


Kapan semuanya akan berakhir Ya Alloh? aku hanya ingin bahagia bersama Rangga, ucap Arini dalam hati.


Beberapa saat kemudian mereka pun membubarkan diri.


Arga nampak membawa pergi Aditya entah kemana, dan Arini pun tidak mau tau urusan mereka.


Begitu juga dengan Arini yang memutuskan untuk kembali beristirahat ke dalam kamar ditemani oleh Ayah dan Bunda yang kini berbaring memeluk tubuhnya di sisi kiri dan kanannya. Mereka sepertinya tidak mau sampai kehilangan Arini.


Aku tau ini semua memang berat untuk mereka, begitu juga denganku, memang aku ingin selalu berada bersama kedua orangtuaku, tapi disisi lain aku pun ingin selalu hidup bersama Rangga Wisesa, mudah-mudahan Rangga segera mendapatkan solusi untuk masalah ini, supaya aku tidak perlu berpisah dengan Rangga atau pun orangtuaku. ucap Arini dalam hati.


Akhirnya Arini melihat Ayah dan Bundanya kini sudah terlelap di sampingnya, dan Arini pun menyusul mereka ke alam mimpi.


Di tempat lain kini Arga mengajak bicara Aditya.


"Aditya apa kamu tau siapa aku sebenarnya?" tanya Arga.


"Apa maksudmu? kamu Arga kan temannya Arini?" tanya Aditya.


"jadi kamu belum tau jati diriku yang sebenarnya?" tanya Arga kepada Aditya.


"Apa kamu bisa menceritakan siapa jati dirimu yang sebenarnya pada diriku?" tanya Aditya.


Sebenarnya aku adalah jin penunggu rumah Arini, bahkan jauh sebelum Arini dan keluarganya tinggal disana.

__ADS_1


Aku adalah makhluk halus yang melindungi Arini semenjak dia berada dalam kandungan bu Ria.


Setiap hari aku semakin sayang terhadap Arini yang masih berbentuk janin, karena dia selalu memancarkan kehangatan ke dalam hatiku. Bahkan, karena Aura Arini yang sangat kuat, sehingga banyak sekali makhluk halus yang selalu berusaha untuk mengambilnya, aku selalu mempertaruhkan diri melawan mereka dengan segenap jiwa dan ragaku, bahkan tak jarang aku mengalami luka dalam yang serius.


Suatu hari disaat acara syukuran kehamilan Bu Ria yang ke empat bulan, bu Ria dibawa oleh Pak Eko ke Pesantren milik Orangtuamu untuk di rukyah karena kehamilan bu Ria yang tidak wajar.


Meskipun selama mereka tinggal di Pesantren aku tidak bisa ikut masuk karena terhalangi oleh pagar Ghaib yang dibuat oleh Ayahmu, tetapi aku terus menjaganya dari luar pesantren, hingga akhirnya ketika bulan Purnama delapan belas tahun yang lalu, bertepatan dengan Arini yang terlahir kembali ke dunia ini, aku pun mempunyai kekuatan untuk bisa menembus pagar Ghaib yang berada di pesantren.


Ketika aku melihat wajah Arini yang baru saja terlahir, Aku langsung jatuh Cinta padanya saat pandangan pertama.


Aku tau perasaanku ini salah, karena aku dan dia berada di alam yang berbeda jadi kami tidak mungkin dapat bersatu. Namun, aku bertekad akan selalu melindunginya walaupun tidak bisa memilikinya.


Pada waktu itu, aku juga mengetahui tentang perjodohan kalian, karena pada saat itu aku berada disana.


Selama sembilan belas tahun aku sudah menjaga Arini tanpa bisa memilikinya, tapi walaupun begitu aku tetap bahagia karena bisa selalu berada di sampingnya.


Bahkan disaat aku mengetahui kalau Arini akan melakukan perjalanan liburan ke tempat ini, aku pun memutuskan untuk selalu menjaganya, bahkan aku rela masuk memeluk agama yang di anut olehnya supaya aku bisa memasuki pagar Ghaib yang di buat oleh Ki Soleh.


Aku sudah berharap Arini dapat menerima cintaku setelah aku memperlihatkan wujudku kepadanya, Namun, takdir berkehendak lain, di tempat ini Arini malah dipertemukan kembali dengan Rangga Wisesa yang dahulu merupakan suaminya ketika masih menjadi Roro Ajeng.


Sekarang kamu sudah mendengar semua ceritaku, aku berharap kamu bisa belajar mengikhlaskan Arini, biarkan dia bahagia bersama orang yang dicintainya yaitu Rangga Wisesa.


Begitu juga denganku, mulai hari ini aku akan belajar melupakan Arini, mungkin dengan pergi dari kehidupan Arini untuk selamanya, aku yakin setelah Rangga Wisesa berhasil menjadi manusia seutuhnya, dia pasti akan berusaha untuk menjaga Arini dan selalu membahagiakannya.


Tolong sampaikan pamitku kepada mereka, karena aku tidak sanggup bila harus mengucapkan kata perpisahan ini secara langsung.


Aditya pun hanya bisa mengangguk menjawab permintaan Arga.


Kini Arga nampak pergi menjauh membawa sejuta kenangan serta cintanya untuk Arini.

__ADS_1


Sungguh Kisah Cinta yang sangat Indah, ucap Aditya dalam hati setelah kepergian Arga.


__ADS_2