AKU JUGA ISTRIMU

AKU JUGA ISTRIMU
bab 10 zahra setuju


__ADS_3

masih rumah sakit,,,


zahra membuka pintu ruang rawat zia, semua orang yang ada di dalam ruangan itu menoleh seketika, tak terkecuali ega'' kali ini pria itu mencoba menutupi persaan nya, wajah nya ia buat biasa saja, bah kan terkesan, datar dan dingin, ega, sebisa mungkin mencoba menjaga hati semuanya, meski tak di pungkiri. hatinya saat ini seperti, baru selesai lari maraton, seperti itu lah gambarannya


****


''selamat siang semua maaf saya menggagu. kenyamanan anda semua, terutama mbk zia saya sudah mengganggu istirahat anda.


''tidak zahra kami semua merasa tidak terganggu, justru aku senang kamu mau datang kesini,


'' gimana keada'an mbk, maaf aku baru sempat menjenguk mbk,


''tidak apa apa zahra, aku tau kamu gadis yang super sibuk dengan pekerjaan, tidak sepertiku yang sibuk meratapi nasip, dan sibuk mengganggumu,


'' zahra hanya tersenyum menanggapi perkataan zia, '' zi aku harus kembali ke kantor, sebentar lagi aku ada miting, zia mengangguk tersemyum,


zia memberi kode kepada kedua orang tuanya, untuk keluar sebentar dari ruang rawat nya, meninggal kan zia dan zahra berdua, di ruangan itu ,


setelah ruangan tinggal mereka berdua zia memulai pembicaraan nya,, dengan kondisi yang masih lemah.


''zahra aku sudah tidak mau berbasa basi lagi dengan mu. mungkin saja umurku sudah tidak panjang lagi. aku juga gak tau.


besok atau lusa, bah kan hari ini aku juga gk tau, yang aku minta, sebelum aku pergi aku ingin mengembalikan apa yang menjadi milik mu, selama ini aku tidak bisa memilikinya, karna kamu pemilik sebenar nya, aku hanya bisa memiliki raganya tapi tidak dengan hati nya, hati itu milikmu zahra,


''mbk zia kenapa selalu bicara omong kosong,


jika itu semua benar adanya. cinta tidak harus memiliki.


'' kamu benar zahra' cinta tidak harus memiliki,


aku merasa' aku lebih bahagia saat aku melihat apa yang ku cintai bisa bahagia dengan cintanya, pemilik hatinya,' dengan begitu saat aku pergi aku akan tenang zahra, aku sudah menyelesaikan tugasku. mengembalikan cinta itu ke pemilik nya,


jadi sekali lagi dan yang ter akhir aku memohon, menikah lah dengan suamiku,


''aku tau tiada wanita di dunia ini yang mau berbagi, cerita kita berbeda zahra, kita berbagi hanya sebentar, dan sementara, setelah itu kamu akan.menjadi satu satu nya, ratu di hatinya,


''heem, tapi maaf mbk, sekali lagi jawabanku masih sama tidak, aku mintak maaf,


''kenapa zahra, tidak kah kamu lihat" kondisiku sekarang, bah kan aku sudah merendah kan diriku di hadapan mu,


zia mencoba bangun dari tidur nya,


''mbk zia mau kemana, zahra coba untuk menolong,


''namun di tepis oleh zia,


''sudah zahra sebaik nya kamu pulang, karna aku juga mau pulang,


zia melepas selang infus yang menancap di tangan nya,


''apa yang mbk zia lakukan,mbk masih harus tetap di sini,


'' aku mau pulang zahra, untuk apa aku berlama lama di sini, pada ahirnya aku juga akan mati, aku tidak mau mati di rumah sakit, aku ingin pulang,

__ADS_1


''kamu pulang lah.


''kondisi zia kembali memburuk,


kuatir dengan kondisi zia, zahra segera menekan tombol untuk memanggil dokter,


tak berapa lama dokter pun segara datang,''


'' zi ada apa ini,


''saya gk tau dok mbk zia melepas selang infusnya sendiri,


''zi' bertahan lah,


kamu siapa sudah kubilang jangan membuat pasien setres, sebaik nya kamu keluar dulu,


''baik dok,,


orang tua zia yang menunggu di depan ruangan zia pun terlihat sangat panik, saat tadi melihat dokter diana terlihat buru buru menuju ruang rawat zia putrinya,


''apa yang terjadi di dalam nak, kamu kan tadi bersamanya,


'' saya tidak tau tante, tadi saya dan mbk zia hanya mengobrol, tiba tiba mbk zia melepas selang infusnya, dan kondisinya kembali drop,


''nak zahra zia' sudah menceritakan semua kepada kami, tante mohon nak, kasihani tante, tante hanya ingin melihat putri kami sedikit lebih lama lagi,


''tante jodoh, rizki, dan kematian seseorang tuhan yang menentukan, bukan saya,


'apa jika saya menikah dengan suami nya,


''tante tau nak zahra'' setidak nya putri tante pergi dengan bahagia, tante sudah iklas dengan segala kemungkinan, yang terjadi,


'saya ngerti tante sangat mengerti,


tapi apakah tante juga mengerti tentang saya


saya searang yatim piatu' saya sebatang kara di dunia ini, saya ingin menikah dengan orang yang benar benar mencintai saya, prinsip saya menikah hanya sekali seumur hidup,


'nak zahra apakah zia tidak bercerita' bahwa kamu cinta pertama suaminya,


''saya sudah tau tante, maksut saya tidak seperti ini, menikahi saya seperti terpaksa. hanya karna keinginan seseorang, aku takut berat sebelah nantinya,


'' aku akan berlaku adil,


'tiba tiba ega datang dan menimpali pembicara'an zahra dan mertuanya,


''aku tau ini mendadak dan sedikit terpaksa, tapi aku janji akan berlaku adil pada kalian,


dokter diana tampak dari ruang rawat zia, bagaimana putriku dok,


kita hanya bisa berdoa, semoga tidak terjadi apa apa sama zia,


'' maksut dokter apa. tanya ega'

__ADS_1


''sekarang kondisi zia semakin melemah kita perlu suntikan semangat, dan harapan yang tinggi, sudah berapa kali ku bilang jangan buat zia stres, ini akan mepngaruhi ksehatan nya.


''tapi dok tadi saat aku keluar zia' baik baik saja.


''maaf ga' aku tidak tau apa yang membuat zia tertekan dan stres,


''boleh aku masuk dok, tanya zahra,


'' silah kan jangan terlalu banyak bicara kondisinya sangat lemah,


''baik dok


'sebaiknya yang lain tunggu di luar dulu,


'zahra masuk kedalam ruang rawat, zia'


'' mbk zia' kondisinya sangat lemah, separah ini kah sakit mu mbk zia, batin zahra,


tiba tiba zahra merasa menjadi orang yang sangat egois, seperti nya kali ini zahra harus mengesamping kan egois nya demi ke sembuhan seseorang .


''mbk zia, zahra kamu belum pulang'


'' suara zia terdangar sangat lemah


''sset sset' sudah jangan banyak bicara mbk zia dengarkan aku, segera lah sembuh fokus dengan kesehatan mu' jika pernikahan ini bisa menjadi semangat mbk zia untuk sembuh, akan aku lakukan,


'' benarkah ini ra' aku tidak mimpi kan,


''ya segara sembuh, dan persiap kan pernikahan nya,


'zia menangis haru,


terimakasih ra' aku sendiri yang akan menjamin kebahagiaan mu, aku pasti segera sehat' aku ingin melihatmu memakai gaun yang indah, aku sendiri yang akan menyiapkan pernikahan kalian, ra' boleh aku memelukmu,


''heem, zahra tersenyum.


'makasih ra' terimakasih,


''apa ini membuat mbk zia bahagia,


''sangat ra aku sangat bahagia


'' ya... sudah mbk' aku akan pergi dulu, fokus lah dengan kesehatan mbk zia,


''pasti ra demi kamu,,


'' sebahagia ini kah dirimu dengan pernikahan ku dan suamimu mbk,


aku melihat cinta yang begitu besar dan dalam di matamu' untuk suamimu' mbk zia, kenapa suamimu tidak menyadarinya.


''apakah cintaku sama besarnya, seperti cintamu mbk zia, jerit batin zahra....


**********

__ADS_1


bersambung


__ADS_2