
poncel zahra tidak berhenti berdering,
puluhan panggilan dari berbeda beda nomer,
memenuhi layar benda pipih miliknya,
tak terkecuali siska, gadis itu dari tadi sudah berada di depan butik zahra,
dan bebera orang suruhan dari keluarga wirayudha, yang datang untuk menjemput calon mempelai wanita,
''zahra kemana sih.. kenapa gak di angkat, apa jangan jangan dia kabur ya..
ah.. gak mungkin..'tapi kemana dia kemapa tidak di angkat,
'zahra mengerjapkan matanya, telingnya mulai ter ganggu dengan suara nada dering poncelnya,
'' siapa sih..ganggu pagi pagi,
tanpa melihat siapa yang menghubungi nya, zahra menggeser tada hijau di layar gawainya, lalu menpelkan benda pipih itu ke telinganya,
''hallo..
'dengan suara serak khas bangun tidur zahra mengangkat panggilan itu,
dari sebrang telfon suara lengkingan siska memekak kan telinga zahra,
'' zahra kemana saja kamu, kita semua sudah
menungumu di bawah, kamu gak kabur kan ra'
' zahra yang baru ngumpul nyawanya pun, langsu kaget,
'' ya....ampun siska jam berapa ini, zahra baru saja sadar bahwa.hari ini dia akan menikah
''gak usak tanya jam berapa, sekarang turun dan buka pintunya, cepat...!
"sis kamu kan juga pegang kunci butik,
''ra' kalau aku bawa kunci aku gak bakalan.teriak teriak di telefon sekarang, buruan zahra, bukak pintunya,
''ya.ya nih aku turun sekarang
sebelum turun zahra sempet ngintip dari balik gorden, zahra kaget karna dibawah sudah ada beberapa orang suruhan, keluarga wirayudha,
gawat aku beneran terlambat....!
dengan langkah setengah berlari, zahra menuruni satu persatu tangga butiknya,
zahra membuka pintu kecil,
terlihat siska zudah erkecak pinggang,
''aku pikir kamu kabur ra'' sekarang cepat bersiap, para pengawal, pangeran di bawah sudah siap untuk menjemput, tuan putri yang kesiangan..!
sebelum mulut siska merepet kemana mana, zahra dengan cepat' segera masuk ke kamar mandi, zahra tau seperti apa sahabatnya itu,
kalau sudah merepet,
tigapuluh menit kemudia, zahra sudah selesai,
zahra dan siska segeravturun ke bawah,
tiba tba poncel zahra berbunyi,
''siapa ra angkat dulu, siapa tau penting,
__ADS_1
sini biar aku yang kunci pintunya,
zahra meberikan kunci butik kepada siska lalu mengangkat panggilan dari calon mertuanya tersebut,
''halo..ma
''zahra kamu di mana sayang kok belum sampai,
''iya..ma ini sudah mau berangkat, siska masih mengunci pintu butik,
''iya.. sudah kalau begitu cepetan ya.. sayang kami semua sudah menungu,
zahra dan siska berangkat, menaiki mobil
jemputan
''sis ini jam berapa sih.. dari tadi, semua menyuruku cepat cepat,
'' hampir jam sebelas ra'' jawab siska
''acara mcasih lama baru jam segini sudah pada heboh' grutu zahra'
''ra apa kamu pikir' kamu tidak perlu di makeup gitu, sayang dong baju ratusan juta, tapi wajah pengantinnya kucel,
''enak aja' wajah cantik glowing kek gini. di bilang kucel, grutu zahra tak trima,
''tau,, kamu cantik, yany bilang kamu jelek siapa, gak ada kan,
''tak teresa sudah tiga puluh menit, obrolan dua sahabat itu pun berhenti, kala mobil yang mereka tumpangi juga berhenti. tepat di lobi hotel tempat di mana zahra menikah hari ini,
para pengawal , turu dan membuka pintu mobil di mana zahra dan siska duduk,
''mari nona silah kan lewat sini,
''silahkan nona, pengawal itu memencet tombol lantai sepuluh, ''nona silahkan naik
anggota keluarta nyonya besar risa sudah menunggu, -
lantpai sepuluh, ting pintu lif pun terbuka, terlihat mama risa mengembangkan senyumnya begitu melihat zahra keluar dari dalam lif,
''zahra kamu sudah sampai' ayok sayang kita masuk, mama risa segera membawa zahra kedalam salah satu kamar hotel,
''ayok zahra kamu duduk disini, biar mereka melakukan tugas nya, para MUA segera menyulap penampilan zahra,
''makeup nya jangan terlalu menor, buat yang natural saja, baik nona,
para MUA pun melakukan tugasnya masing masing, hampir satujam para MUA merias dan menata rambut zahra, kini hampir sesai tinggal sedikit lagi,
''persiap kan bajunya, bawa nona zahra ganti baju, dan batu dia,
zahra segera dibawa keruang khusus untuk ganti baju pengantin nya,
tak lama kemudian zahra keluar dengan memakai kebaya putih modern, dengan ekor panjang menjuntai,
sa'at zahra keluar dari ruangan tersebut, semua mata terpana melihatnya, sungguh luar biasa sempurna. cipta'an tuhan yang satu ini,
''zahra apa ini kamu, kok aku merasa ini bukan kamu ya, ini seperti putri dongeng, seru siska
'' eh.. kutu onta kalau bukan aku sahabatmu lalu siapa...! jawab zahra
''ya... soalnya kamu beda banget ra' hari ini kamu cantik banget, akhirnya aku bisa melihatmu memakai baju pengantin ra'
selama ini kita hanya membayangkan,
zahra tersenyum lalu berkata,
__ADS_1
''semoga bentar lagi sahabatku ini cepat menyusul,
amiiiiiin... jawab mama risa, siska tersipu malu mendengar mama risa mengaminkan ucapan zahra,
''zahra kamu cantik banget sayang, seperti bukan kamu. kalau orang jawa bilang mangklingi, zahra mama ada sesuatu buat kamu...!
mama risa memberikan satu set perhiasan
yang sangat indah..!
''zahra ini adalah perhiasan turun temurun dari kuarga papanya ega, mertua mama dulu memberikan ini untuk mama...!
sekarang giliran kamu yang menyimpan nya..
''ma kenapa harus aku kenapa bukan mbk.zia,
zahra ingin menolak perhiasan itu, karna merasa tidak pantas untuk menerimanya,
''zahra sudah sepantasnya kamu menerima ini. dan pakai lah sekarang, dan kelak kamu harus memberikan ini untuk putri atau menantumu nanti...!
''ma..? terimakasih zahra pasti akan menjaga amanah ini' zahra akan menjaganya sepenuh hati.
'' zahra menerima perhiasan tersebut
dari mama risa...!
kenapa tidak berikan kepada mbk zia..! kenapa aku,
mbk zia man lebih dulu menjadi menantu keluarga wiraydha..batin zahra
di kamar sebelah...!
zia membantu suaminya bersiap, zia melihat expresi suaminya itu tegang sekali, seperti baru pertama kali melakukan pernikahaan,
zia memasangkan jas putih suaminya,
'pria itu tampak sangat tampan, dengan setelan serba putih senada dengan kebaya yang zahra kenakan,
wajahnya ia buat sedatar mungkin, untuk menutupi rasa tegangnya, namun tetap saja masih terbaca oleh zia...?
'' rileks saja ga' kamu ini seperti baru pertama kali saja,
'ega menelan ludahnya seret, ia sudah berusaha menutupi ketegangan nya, nyatanya masih bisa terbaca oleh zia,
''kamu tidak apa apa zi'
bukannya menjawab zia, ega malah memberikan.pertanya'an untuk zia,
zia tersenyum penuh luka yang tak berdarah,
''tiada wanita di dunia ini yany baik baik saja melihat suaminya menikah lagi, zia menjawab pertanya'an suaminya di dalam hati,
''zi' ar you okey,,
merasa zia tidak menjawab ega kembali bertanya kepada istrinya itu,
'' im okey don't worry, apakah seperti ini juga kamu dulu sa'at menikahiku ga'
pertanya'an zia mampu mbuat ega tidak bisa berkata,
''zi'' pernikahan adalah hal yang sangat sakral. sudah pasti aku juga merasa gugup, zia kembali tersenyum, entah lah harus merasa senang atau sebaliknya, dengan jawaban suaminya itu, hanya zia dan author yang tau
jangan lupa dukungannya like dan vote nya kritik dan saran sangat author hargai,.
bersambung
__ADS_1