
jam sudah menujuk kan pukul lima pagi zahra menggeliat dari tidurnya, mata nya mulai mengerjap ngerjap perlahan,
hal pertama yang zahra lihat pagi ini,, sosok rupawan tampan sempurna,
ini pagi pertama setelah menikah zahra bisa melihat tuan suaminya di pagi hari ketika zahra bangun dari tidurnya
entah kenapa tiba tiba hatinya menghangat, zahra semakin meringsek masuk di bawah ketiak tuan suaminya, mencari rasa nyaman di sana,
'ega yang merasakan zahra semakin memeluknya erat membalas pelukan istrinya itu,
sampai bunyi ketukan pintu mengaget kan suami istri itu,
rupanya rima sang pelayan pribadi zahra membangun kan nona nya,
ega langsung membuka pintu kamar zahra dan keluar begitu saja, mengaget kan rima yang berdiri di depan pintu kamar nona nya itu,
''ma'af tuan saya tidak tau,
ega berlalu begitu saja tanpa menjawab perminta'an ma'af dari rima,,
''nona ma'af saya tidak tau,, kalau tuan...
perkata'an rima menggantung kala zahra menyelanya,,,
''sudah tidak apa apa,, sekarang masuklah,
zahra menyuruh rima masuk kedalam kamarnya, kala rima masih berdiri di depan pintu kamar zahra,,,,!
'lalu rima segera menyiap kan air mandi sang nona muda nya, dan kerperluan lain nya, tiga puluh menit kemudian zahra sudah selesai dengan ritual mandinya,
''rima jam berapa mbk zia datang dari luar negri kemarin.
zahra bertanya,, karna memang ke marin dia tidak ada di rumah seharian,
''nyonya zia datang sebelum makan siang nona, nyonya dan tuan juga makan siang di rumah kemarin,,
setelah makan siang lalu tuan keluar tapi sebelum makan malam tuan sudah berada di rumah, hanya nona yang pulang sedikit terlambat kemarin,,
jawab rima jujur pada nona nya,
''apakah mbak zia tidak bicara apa apa menanyakan ku mosalnya, tanya zahra lagi,, penasaran,
''tidak nona'' nyonya zia hanya bertanya di mana anda, lalu saya bilang anda keluar,
hingga makan makan malam, nyonya zia bertanya lagi apa kah anda sudah pulang apa belum,, ya..saya bilang anda belum pulang,,,
__ADS_1
rima bicara apa adanya,
zahra sudah selesai bersiap dengan di bantu rima, lalu zahra dan rima keluar dari kamar dan turun kebawah. sesampainya di meja makan tidak ada siapa pun, masih sepi,,.aku yang kepagian atau mereka yang terlambat batin zahra
''rima aku mau sarapan di taman belakang saja, sepertinya lebih santai lagian ini masih terlalu pagi, rima menggauk dan menuruti kemauan nonanya itu, yang ingin sarapan di taman belakang,
''anda ingin sarapan apa nona, tanya rima sang pelayan dengan sopan,
''aku ingin salad buah saja rima, buat yang banyak ya, aku ingin membawanya ke butik,,
setelah bicara dengan rima, zahra berjalan menuju taman belakan dan menjatuhkan bobot tubuhnya di kursi yang terdapat di taman, lima belas menit kemudian rima salad pesanan zahra, dan segelah coklat hangat faritnya di waktu pagi,
di meja makan ega dan zia sudah terlihat duduk di tempat masing,
''rima di mana zahra apa belum turun apa sudah berangkat ke butik, tanya zia sa'at melihat rima datang dari arah pintu menuju taman belakang,
''nona zahra ada di taman belakang nyonya,
beliau ingin sarapan di tamam belakang, zia terdiam
tidak kah dia ingin bertemu dengan ku, semalam pulang terlambat se harusnya pagi ini, dia sarapan dengan kami di sini, kenapa malah sarapan di taman belakang,
zia beranjak dari duduk nya,..!
lalu zia berjalan menuju taman belakang,
''zahra, kamu sarapan di sini kenapa tidak di dalam bersama kami, zahra langsung menoleh kala mendengar suara zia,
zahra berdiri dan memeluk zia,,
''mbk zia kapan pulang, zahra pura pura tidak tau, jika zia sudah di rumah, dari kemarin,,
''aku pulang kemarin siang ra' kamu saja yang tidak ada di rumah,,
zia memperhatikan lekuk tubuh, madunya itu, yang terlihat indah dan montok di bagian bokong dan dadanya, tidak seperti dirinya yang semakin hari semakin kurus, rambutnya juga makin tipis,
''ayok ra'' kita sarapan di dalam suami kita sudah menunggu, ucap zia lembut,
''ma'af mbk sayang nya aku sudah selesai sarapan, dan yang menunggu mbk zia sarapan itu, suami mbk zia' bukan suamiku, ucap zahra sambil memasuk kan ponselnya ke dalam tas selempang yang mungkin harganya sangat murah, jika di banding tas yang selalu zia' pakai,
''suami kita ra' kenapa kamu selalu menyebut nya suami ku saja,
zia tidak enak dengan ucapan zahra,
''karna menurutku begitu, aku adalah istri yang tak di anggap, jadi kenapa aku harus menggap nya suamiku, tidak perlu kan, mungkin cuma suami setatus saja,
__ADS_1
ucapan zahra seakan mengingat kan janji zia' pada zahra,
kala zia memintanya untuk menikahi suaminya itu,,
''apakah kamu tidak bahagia ra' padahal ega sangat mencintaimu, tidak mungkin kamu tidak bahagia di cintai oleh suamimu ra'' batin zia bertanya,
tapi itu lah kenyata'an nya, meski suaminya sangat mencintai zahra, tapi suaminya tidak pernah menujuk kan nya,,
zahra berlalu pergi dari hadapan zia dan melewati ega yang tengah duduk di meja makan,
ega ingin sekali memanggil istri mudanya itu, tapi begitu melihat zia masuk melewati pintu, lidah ega langsung kelu,,
akhirnya ega diam saja,
zahra hanya melirik tuan suaminya itu sekilas,
''ga,,,,? ma'af membuatmu menunggu lama ucap zia pada suaminya terdengar lembut dan manja,,,
''tidak apa apa zi' sini duduk lah mari kita sarapan, ucap ega tak kalah lembut,,
mendengar tuan suaminya itu selalu bersikap lembut pada istri pertamanya membuat zahra tambah enek,
zahra melangkah kan kakinya kembali ke atas ke kamarnya ada sesuatu yang tertinggal,
zahra membuka laci meja nakas di samping tempat tidurnya, dan mengambil kotak kecil yang berisi beberapa tespac berbagai merek, yang sudah terpakai dan hasilnya positif semua, namun zahra masih tidak yakin,
rencananya zahra akan menujuk kan nya pada siska, zahra terduduk di sisi ranjang cukup lama, tangannya mengusap perutnya yang masih rata,
''seandainya aku benar benar hamil, aku tidak akan memberi tau mereka, biarkan saja seperti ini, batin nya,
zahra turun kembali ke bawah, untuk segera pergi ke butik,
namun na'as begitu zahra sampai di teras depan zahra melihat adegan life di depan mata, tuan suaminya itu tengah berciuman bibir dengan istri pertamanya dengat lembut dan hangat,,,!
zahra langsung membuang pandangan nya ke samping, adegan yang sedari tadi zahra coba hindari nyatanya terpapang di depan mata,
zahra melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi,
membuat ega yang berada di belakang mobil zahra mengumpat tidak jelas, melihat istri mudanya itu membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi
''gengs jangan lupa jempolnya author tidak akan pernah capek, mengingat kan kalian,
karna itu adalah suntikan semangat buat author, ingat gengs jumblah terbaca sudah banyak, sudah duaratus lebih jumblah terbaca per bab, yang kasi jempol kalian lihat sendiri lah ya,,,,,
bersambung
__ADS_1