
''halo ra gimana keada'an lio, sedari tadi aku menghubungimu tidak bisa, sebentar lagi aku kesana nunggu kak baim,
siska terkihat panik di sebrang tlefon,
''lio masih belum sadar sis, tapi sudah lewat masa kritis nya,, zahra mendesah pelan,
''ra yang sabar ya, ini semua ujian sebentar lagi, aku kesana, siska tau sahabat nya itu butuh sandaran sa'ag ini,
''mama risa datang dan terlihat panik, begitu mendengar kabar cucunya, hampir tenggelam, mama risa segera datajg ke rumah sakit,,
''gimana ke ada'an cucu mama ra' kenapa bisa seperti ini, zahra memejamka. matanya tidak bisa tau harus jawab apa sedang zahra, sendiri tidak tau persis kejadian nya seperti apa,
''zahra tidak tau ma, zahra dapat kabar sudah seperti ini,, lalu mama risa menoleh ke pada dua pengasuh cucunya,
se akan mintak jawaban mereka berdua,
''dimana kalian berdua sa'at cucuku tenggelam, rima san nora sama sekali tidak berani buka mulut, takut jawaban mereka menyudut kan zia,
hanya terdengar suara rima yang minta ma'af
''ma'af kan kami berdua nyonya besar kami tledor, kami lalai menjaga tuan muda lio, zia yang mendengar jawaban rima, sedikit bernafas lega, namun begitu zia masih merasa bersalah,
''aku yang salah mah.. aku yang menyuruh rima dan nora mengambil susu dan menyediakan makan siang lio...
sa'at itu lio bersamaku,, meski zia mengakui kesalahan nya, zia juga tidak bisa di salah kan sepenuhnya,
''tidak perlu merasa bersalah, dan tidak perlu ada yang di salahkan, ini semua murni kecelaka'an, dan untuk kalian berdua rima dan nora, saya harap ini bisa menjadi pelajaran untuk kedepan nya, jangan sesekali meninggal kan cucuku lio tanpa pengawasan, dengan alasan apa pun, mengambil mainan lah, buat susu lah dan lain sebagainya, kalian berdua, jika salah satu di antara kalian mengambil keperluan cucuku lio, salah satu di antara kalian harus ada yang berada di samping nya, mengawasinya, mengerti kalian,
zahra mendengar papa mertuanya bicara, ucapan papa wira memang ada benarnya, tapi zahra sebagai seorang ibu masih belum puas, jika tidak melihat sendiri kejadian yang sebenernya apa lagi melihat putranya hampir meregang nyawa,,
''pandangan mata zahra sedari tadi tidak pernah lepas dari wajah tampan putranya, yang terbaring pucat tidak berdaya,
'zia sebaik nya kamu pulang saja, dan beristi rahat lah di rumah, dan menunggu kabar dari kami, ucap papa wira,
ega kamu di sini temani istrimu zahra, kalau ada apa apa segera hubungi kami,
__ADS_1
sebelum pergi zia memeluk zahra sambil menangis,
''ma'af kan aku ra'.. zahra hanya tersenyum tipis,
nanti aku minta sopir kesini membawakan keperluan mu, sama ega, ucap zia lagi,
''terima kasih mbak, zahra hanya tersenyum tipis, lalu menatap kembali wajah sendu putra nya.
kini tinggal ega yang menemani zahra di ruang rawat putranya,
zahra diam membisu, matanya masih sama tak lepas dari wajah putra nya,
ega juga diam, tak berani bicara karna ega tau zahra masih di slimuti rasa panik.
'tak berapa lama kemudian siska dan baim
''ra' zahra menoleh melihat siapa yang memanggil namanya zahra langsung berdiri dan memeluk sahabatnya itu tangis yang sedari tadi dia tahan pecah sudah,
hati ega bagai tertusuk belati tajam, melihat istrinya mencari bahu lain untuk bersandar dan menumpah kan rasa sesak di dadanya,
''sudah ini hanya coba'an , mari kita berdoa bersama supaya lio cepat sembuh, dan kembali bermain bersama kita, siska mencoba menguatkan sahabatnya itu,
'dokter bilang apa, tentang keada'an lio, ra' tidak ada yang serius kan. tanya siska,
''dokter bilang lio, sudah melewati masa kritisnya, sis, perutnya masih sedikit kembung akibat terlalu banyak minum air kolam, titir zahra pelan masih di pelukan sahatnya siska,
''kamu sudah makan, pasti belum kan, kita cari makanan dulu. kalau kamu tidak makan jika kamu sakit siapa yang akan menjaga lio disini nanti, perlahan zahra menghapus sisa sisa air matanya,
''kak baim tunggu di sini dulu, aku akan mengantar zahra cari makanan dulu, kasian sedari siang zahra belum makan,
baim tersenyum lalu mengangguk,
''pergilah temani nona zahra, aku disini menemani tuan ega,
esebenarnya ega juga belum makan sedari siang, ega juga hanya makan nasi uduk mang udin pagi tadi,, tapi ega hanya duduk dan bersandar sambil memejamkan matanya,,
__ADS_1
''kamu mau makan apa ra' kita cari cafe atau ke kantin rumah sakit, tanya siska
''kita cari cafe saja sis, sepertinya di depan rumah sakit ini banyak cafe dan restoran, kita tidak usah bawa mobil,
''zahra dan siska memasuki salah satu cafe yang ada di depan rumah sakit tersebut, mereka berdua memesan makanan,
zahra tidak begitu menikmati makanan nya, pikirannya masih bersama putranya,
sedikit demi sedikit, makanan di atas piring sudah pindah ke perut zahra,
''ra' sebenarnya bagai mana kronologi sebenarnya, kenapa lio sampai bisa tercebur ke kolam renang, tanya siska penasaran,
''aku tidak tau pasti sis, tidak ada yang mau menjelaskan padaku, rima sama nora mereka berdua hanya diam, sedang mbak zia selalu mengatakan waktu kejadian, lio sedang bersamanya, entah bagai mana bisa tercebur aku tidak tau, tutur zahra sambil meminum jus jeruk nya,
''tidak mungkin kan di sengaja, aku rasa mungkin memang ktledoran yang menjaganya,
''ya.. aku rasa juga begitu, tidak mungkin mbak zia sengaja' aku tau betul, mbak zia begitu menyayangi putraku lio,
tapi sedari tadi mbak zia menyalahkan dirinya sendiri,
siska dan zahra sama sama tidak percaya jika kejadian ini di sengaja, ini pure kelalean yang jaga,
''tapi aku masih tidak puas jika aku tidak melihat sendiri cctv di rumah sis, segitu banyak pelayan dan penjaga di rumah mereka sampai bisa lalai menjaga satu balita, aku hanya penasaran, apa yang mereka kerjakan mereka tidak melihat putraku masuk kedalam kolam renang,,
'siska dan zahra sudah selesai dengan makan nya, dan kembali lagi kerumah sakit, siska tak lupa membelikan makanan untuk suami zahra, siska yakin suami sahabatnya itu juga belum makan seperti zahra,
siska dan zahra berjalan menyusuri koridor rumah sakit, dan menuju ruang rawat khusus vvip,
''sesampainya di ruang rawat baby lio zahra kembali duduk di tempat nya semula sambil mengusap lembut lengan putra nya,,
''cepat lah bangun sayang, mommy rindu, ayok kita bermain lagi, nanti kita beli mainan yang banyak, jangan buat mommy kuatir, air mata zahra mengalir lagi tanpa di minta,, hati ibu mana yang tidak pilu melihat putranya masih setia memejamkan matanya tanpa tau kapan akan bangun,,
siapapun yang mendengar zahra pasti merasa sebak di dadanya....
doain baby lio cepat sembuh ya gengs
__ADS_1
berdoa mulai...
bersambung