
sa'at zahra memasuki rumah mewah tuan suaminya itu, terlihat sangat sepi seperti tak berpenghuni,.telihat beberapa pelayan yang masih terlihat sedang menunggu zahra sang istri majikan nya itu,
''nona,,
rima menyapa sa'at melihat zahra sang majikan sedang menaiki tangga, menuju lantai atas kamar nya,
zahra menoleh dan tersenyum lalu melanjutkan langkah kakinya,
sedang rima mengekor di belakang sang majikan,
rima terus menuju kamar mandi dan menyiap kan air mandi sang majikan,
setelah selesai rima keluar dari dalam kamar mandi,,
''nona air mandi anda sudah siap, silahkan anda mandi dulu saya akan menyiap kan baju ganti untuk anda,,
zahra segera beranjak dari duduk nya dan memasuki kamar mandi,,,
tiga puh menit kemudian zahra sudah selesai dengan ritual mandi nya, zahra hanya menggunakan
handuk yang melilit tubuhnya, masih samar samar terlihat, bekas kepemilikan sang tuan suami di tubuh mulusnya,
rima tersenyum sambil membantu zahra mengenakan pakaian nya,
''nona'' sejak tadi tuan menelfon di rumah, menanyakan anda sudah pulang atau belum, ucap rima sambil menyisir rambut majikan nya itu,
''oh..ya.. kenapa tidak menghubungiku sendiri di poncelku, apa tuanmu itu tidak punya no ponselku, ucap zahra cuek,
rima memang sedikit mengerti hubungan sang majikan dengan suami majikan nya itu,
''nona mungkin tuan tidak enak bila harus menghubungi anda sendiri,
''kenapa harus tidak enak, memang aku apanya. tidak enak sama aku atau tidak enak sama istri pertamanya, kalau tidak enak sama istri pertamanya, bisakan cari tempat sebentar menjauh dari istri pertamanya, hanya sekedar menanyakan kabar apa salahnya, ucap zahra sedikit kesal,
rima hanya diam mendengar unek unek sang majikan,
''kalau tidak bisa menghubungi lewat panggilan, bisakan menghubungi lewat wastup, sambung zahra lagi,
sebenarnya sa'at baim keluar dari butik zahra,,,? baim tidak langsung pulang, melain kan menunggu di dalam mobil, menunggu zahra menutup butik nya,
__ADS_1
dan mengikuti kemanapun zahra pergi, hingga pulang kerumah,
setelah itu baim baru melajukan mobil nya untuk pulang ke rumah nya,
ega yang berada di negri
singa sebenarnya sedikit kuatir dengan, keada'an istri kuduanya itu yang hingga larut malam belum juga pulang kerumah,,
setelah selesai dengan tugasnya rima segera keluar dari dalam kamar zahra, dan turun kebawah menuju pavilion belakang tempatnya istirahat bersama kawan kawannya,
''zahra duduk termenung di tempat favoritnya, di balkon kamarnya,
memirkan tuan suaminya itu. sikapnya benar benar seperti bunglon,
malam semakin larut udara semakin dingin zahra masuk kekamarnya dan merebahkan tubunya di atas tempat tidur. karna sangat lelah zahra pun tertidur,
*****
di negri singa
zia tidur dengan damai di pelulakan suami tercintanya, melepaskan lelah setelah olah raga ranjang bersama suaminya itu, meski begitu ega melakukan nya dengan lembut dan hati hati, karna memang kondisi zia yang memang tidak memungkin kan untuk melakukan hubungan suami istri, hanya sekedar menuruti ke inginan istrinya dan nafkah batin zia' ega melakukan nya,
ega terus membayangkan bahwa yang di peluknya sa'at ini adah zahra,
kapan zahranya bisa bermanja dengan nya seperti yang zia lakukan sa'at ini,
lalama kelama'an ega pun menyusul sang istri ke al mimpi,
pagi telah menyapa seluruh kehidupan do dunia ini
''nadin sibuk di dapur menyiapkan makanan untuk mereka sarapan pagi ini,, semalam nadin sempatkan belanja sedikit bahan makanan, karna di apartemen tempatnya tinggal ada suami tercinta dan suami adik iparnya,
tiba tiba suaminya reza mengagetkan nya dengan memeluk nya dari belakang,
''lagi masak apa kamu honey sapanya dengan manja, kamu tau aku masih kangen kenapa kamu tinggal kan aku sendirian di tempat tidur,
nadin hanya tersenyum mendengar celoteh suaminya itu,
''kalau aku tidak segera masak kalian nanti mau sarapan apa, jawab nadin sambil mematikan kompornya,
__ADS_1
reza yang melihat istrinya itu mematikan kompornya, segera menggendong istrinya masuk kedalam kamarnya lagi,
nadin ter pekik kanget,
''aku sarapan kamu dulu ucapnya sambil merebahkan istrinya ke atas tempat tidur, dan mengukungnya, lalu dengan tidak sabar reza melahab bibir mungil istrinya, tidak perlu membutuhkan waktu lama, tubuh keduanya sudah sama sama polos tanpa busana, reza dengan semangat tinggi menyesap habis setiap inci tubuh istrinya, dengan gerakan perlahan reza mebuka lebar kedua paha istrinya, menyesap inti istrinya dengan sangat lembut membut nadin melenguh, merasakan rasa nikmat yang suaminya ciptakan, dengan gerakan perlahan juga reza melesatkan senjata pamungkasnya, masuk kedalam inti sang istri,
reza mempercepat laju geraknya, sa'at lenguhan panjang keduanya tanda berakhirnya olahraga panas di pagi hari itu,
setelah aktivitas panas nya, nadin dan sang suami segera membersihkan diri di kamar mandi, karna nadin yakin kedua adik iparnya itu sudah lama menunggu mereka berdua,
ega dan zia sudah duduk di meja makan, zia merasa heran, kenapa makanan yang nadin masak belum di hidangkan di atas meja, melainkan di biarkan begitu saja di atas kompor, zia menyelesaikan pekerja'an nadin yang tertunda, dan menghidangkan nya di atas meja, sa'at zia selesai dengan pekerja'an nya nadin dan reza, sudah datang dengan rambut yang sama sama masih basah,
ega yang melihat itu pun mengerit kan dahinya,
''pantesan masakan di biarkan begitu saja di atas kompor rupanya kak reza masih sibuk sarapan yang lain, uacap ega menyindir,
nadin hanya menunduk menyembunyikan rona wajahnya me merah, sedang reza cuek pura pura tidak mendengarnya,
''setelah ini kita bisa pergi jalan jalan, kamu sama kak nadin bisa belanja sesuka mu zi'....? ucap ega pada istrinya'
kata belanja bagi zia' sudah biasa, namun tetap saja zia masih antusias dan semangat,
kak nadin mau beli apa terserah, belikan juga buat naira sama nayaka, ucap ega lagi, dan menyuruh nadin mbelikan serta putra mama putri nadin,
''aku juga mau beli oleh oleh buat zahra dia pasti suka, semalam aku melihat ada tas keluaran terbaru dari merek tertentu, aku yakin zahra pasti suka, zia bicara sangat bersemangat,
''belanja kalap boleh zi' habiskan uang suamimu juga gak papa...? tapi ingat juga kesehatan mu' jangan sampai capek' reza menasehati sang adik karna terlalu bersemangat,,
''aku tau kak, zia bicara sambil tersenyum,,
sa'at mereka baru menikmati nasi goreng buatan nadin semua merasa heran,
'kok nasi gorengnya rasanya hambar ya,, ucap zia, ega segera menyodorkan segelas air putih pada istrinya,
''kak nadin tadi waktu masak nasi goreng pasti ada peganggu ya, sampai lupa kasi garam ke nasi goreng nya,, ucap ega menyindir reza, lagi lagi nadin hanya diam menunduk, sedang reza hanya nyengir sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal,
oke gengs jangan lupa kasi like nya jempolnya mana gengs, jangan pelit jempolnya biar author semangat up nya,
kalian senang hatibauthor pun tenang,
__ADS_1