
zia' duduk di taman belakang termenung memikirkan semua perkata'an zahra,
aku minta ma'af ra' mungkin ega bersikap seperti itu hanya untuk menjaga hatiku,
aku akui demi aku ega rela menyakiti wanita yang dia cintai, tapi sengguhnya aku tidak ingin seperti ini,
ketahui lah ra' kamu istri yang sangat beruntung karna kamu bisa mendapat kan cinta suamimu, sedang aku hanya sekedar rasa kasian mungkin,
apa lagi sa'at nanti kamu bisa memberikan keturunan buat ega' aku yakin bukan hanya ega, mama dan papa mertua kita pasti akan lebih sayang sama kamu ra'
boleh kah aku egois ra'
hanya sebentar nanti jika sa'at nya tiba kamu akan menjadi istri satu satunya,
zia tersenyum kecut, kala mengingat setiap harinya ega akan mengawasi
zahra dari jauh,
huuff...zia' melepas nafasnya kasar,,
sebesar itukah cintamu sama zahra ga''
kamu rala meninggal kan miting penting mu hanya demi melihat zahra mu dari jauh, bukan hanya itu kamu juga membohongiku,
zia terus larut dalam lamunannya,
…………………………………
sedang zahra di butik hari ini lumanyan sibuk pelanggan nya keluar masuk,
jam sudah menujukkan waktunya makan siang,
''siska bilang sama meri dan kawan kawan untuk bergantia makan siang,,
setelah ini kita,
aku mau lanjutkan ini dulu,
kamu pesen saja di restoran mbk ayu kita makan disini tidak usah keluar ada yang mau aku bicarakan sama kamu,,
siska menurut saja apa yang bos sekaligus sahabat baiknya perintahkan,
''zahra merasa sedikit pusing, dan rasanya
seperti ingin makan makanan yang asem asem, seperti mangga muda contohnya,
zahra memanggil siska kembali,
''sis kamu gak usah pesen di restoran nya mbk ayu, kamu keluar cari makanan di luar saja,,
tiba tiba aku pingin makan ketoprak sama rujak buah, zahra sudah menelan salivanya ketika bicara rujak buah, bayangan rujak buah itu sangat menggoda,
''dan jangan lupa buah mangganya banyakin sama jambu airnya
__ADS_1
siska mengerutkan dahinya kala zahra menginginkan buah mangga muda di banyakin,
''kamu nyidam ra' kenapa tiba tiba pengen makan rujak mangga muda, dari tadi malam kamu makan rujak, terus buah mangga mudanya kamu minta di banyakin,,
siska bicara sambil memicingkan sebelah matanya,
''sudah jangan banyak tanya, dapetin dulu pesenanku, nanti sambil makan aku ceritakan, zahra mendorong punggung siska supaya cepat jalan, dan tidak banuak bertanya,
zahra sendiri juga heran dengan dirinya sendiri, akhir akhir ini nafsu makan nya meningkat drastis,
apa benar aku hamil, apa aku ke dokter saja ya,,
zahra bengung dengan pikirannya sendiri,
sedang di luar butik zahra ega masih setia di dalam mobilnya, sepertinya menjadi penguntit istri nya sudah menjadi pekerja'an barunya,
''kenap zahra belum keluar apa dia sudah makan, ini sudah terlambat bathin nya,
tak berapa lama dari kejauhan siska datang dengan membawa beberapa kantong makanan pesenan zahra,
''rupanya zahra tidak kelukeluarar dia makan di dalam butik nya,,
akhirnya ega melajkan kembali mobilnya menuju kantor nya,
siska meletak kan semua makanan yang zahra pesan di atas meja,
''nih rujaknya,, fix kamu tu sedang nyidam,
''bukalah,, ucapnya
siska sedikit bingung kotak apa itu yang zahra letak kan di pangkuan nya, perlahan siska membuka kotak itu dan melihat apa isinya,,
meski pun siska belum menikah tapi dia tau benda apa itu,
''ini apa ra' beneran kamu hamil zahra'
siska kaget tidak tau mesti bahagia atau sedih,,
''aku belum pasti sis, masalah nya garis dua tapi satunya tidak begitu jelas,
zahra bicara sambil makan rujak buah mangga muda ,,
siska yang melihat zahra seakan biasa saja sa'at mengunyah mangga muda membuat gigi siska terasa ngilu,,
''kalau aku sih yakin seratus persen kamu hamil ra''
kalau kurang yakin mendingan kita periksa kan saja ke dokter, biar lebih afdol,,
jadinya kita bisa lebih hati hati, kedepan nya, untuk menjaga calon bayimu ra'
sudah lah jangan takut di sini masih ada aku dan yang lain nya,,,
siska memberi semangat kala melihat sahabatnya itu terlihat sedih dan murung,
__ADS_1
''aku takut sis' kamu lihat sendiri, bapak nya bayiku sikap nya dingin sama aku,,,
zahra menangis di pukan siska sang sahabat,,,
'' seperti yang kita rencanakan dari awal ra'
kalau terjadi apa apa sama pernikahan mu,
kamu masih punya aku dan butik ini meri dan kawan kawan yang lain juga,,
kita semua disini selalu ada untukmu.... siska mencoba memberi pengertia pada sahabatnya, tidak ada yang perlu di takut kan dengan kehamilan nya,,,
dan mengenai bapak dari bayimu. aku yakin dia tidak seperti itu, mungkin memang suamimu punya alasan nya sendiri, kenapa dia bersikap dingin padamu, yang penting dia tidak KDRT sama kamu
aku yakin ra' suamimu pasti bahagia jika tau kamu sedang hamil anak nya, bukan hanya suamimu,
mama Papa mertuamu, pasti sudah lama mengin kan penerus keluarganya,
ucap siska panjang lebar,,
''tapi sis' seandainya memang aku hamil beneran, kamu janji ya sama aku, jangan bilang bilang sama siapa siapa, cukup kita berdua yang tau,
janji,, sambil memper lihatkan jari kelingking nya, zahra menyuruh sahabat nya itu berjanji,,
''janji,, siska menaut kan jari kelingking ke jari zahra,
kita rawat calon bayimu bersama sama,, siska dan zahra saling berpelukan,
''sekarang habiskan makanan mu,
mulai sa'at ini makanan apapun yang calon keponakan ku minta untie akan berusaha mengabul kan nya, karna untie tidak ingin keponakan untie ileran, ucap siska sambil mengusap perut zahra yang masih rata,
zahra tersenyum haru, tak terasa cairan bening membasahi wajah cantiknya,,
''sudah jangan menangis, mulai sekarang jaga baik baik calon bayimu, jangan capek capek, kamu duduk saja biar aku yang kerjakan semuanya dan yang lain,, ucap siska lagi,,,
''makasih sis'' ucap zahra sambil memeluk siska lagi,,
''dua sahabat itu saling menguat kan dan mendukung satu sama lain,
siska sudah berjanji sama sahabatnya itu untuk tidak memberitaukan soal kehamilan nya pada siapa pun termasuk baim,
bisa saja nanti baim cerita sama bosnya,
cukup mwreka berdua yang tau,,
zahra akan menyembunyikan kehamilan nya sampai tidak bisa di sembunyikan lagi,
biarlah mereka mengira zahra belum hamil untuk beberapa bulan kedepan,
gengs gengs, gimana kabarnya kalian semua semoga sehat selalu supaya bisa mendukung terus karya receh author yang tidak seberapa ini,, nantikan terus kelanjutan nya kisah rumah tangga babang ega zahra dan arzia' author sangat berterimakasih pada kalian yang masih setia sama babang ega dan kedua istrinya
bersambung
__ADS_1