
''mama tolong bicara sama putra mama, aku mau mobilku kembali, kalau mobilku tidak di kembalikan aku akan naik taxi saja setiap hari, ega yang berada di belakang zahra langsung berkata,
''ya kalau begitu aku juga akan naik taxi bersama mu setiap hari, dan aku akan bekerja dari sini di butik mu, bagai mana, mama risa hanya bisa diam, menantu dan putra nya sama sama keras kepala,
''zahra, kalau menurut
mama pakai saja mobilnya, kamu kan sedang hamil itu juga untuk kenyamanan mu sebentar lagi juga perutmu makin basar, zahra diam saja ternyata ibu sama anak sama saja pemaksa, batin nya,
''tiba tiba zahra keluar dari butiknya tanpa sepengetauan mertua dan suaminya zahra sudah pulan dengan naik taxi,, zahra hanya bepamitan sama siska,,
siska segera memberi taukan mertua dan suami zahra, ega dan mama risa menghela nafas nya bersama'an,,
''mama pikir kamu harus mengembalikan mobil zahra ga' biarkan saja dia pakai mobilnya kembali yang penting ada sopirnya, mama lebih tenang jika zahra ada sopirnya, tidak membawa mobil nya sendiri, melihat istrinya keras kepala, akhirnya ega setuju dengan usul mama nya,
''mobilnya masih ada ma' di garasi belakang paviliun,,, ega terlihat membereskan barang barang nya, dan memasuk kan kedalam tas kerjanya
''kamu mau kemana ga, tanya mama risa melihat putra nya mengemasi berkas dan letop nya,
''ega mau ke kantor sebentar ma setelah itu pulang, ucapnya sambil mencium tangan mama nya,
''ya sudah hati hati, mama risa pun terlihat mengemasi barang nya, dan segera pulang ke mansion utama,
ega melajukan mobilnya menuju kantor, pak imam mbawa mobil tuan mudanya itu kebutik, setelah di tinggal kan tuan muda nya tadi di jalan,
''setelah sampai di kantor ega segera menuju ruang miting,
miting yang seharusnya di lakukan tadi pagi, harus tertunda, karena ketidak hadiran nya, baim yang melihat tuan nya berjalan menuju ke arah nya bernafas lega,
''sudah siap semua im, tanya ega pada asisten nya,
''sudah tuan semua sudah berkumpul, saya pikir tadi tuan tidak datang, ucapnya sambil membuka pintu ruang miting untuk tuan nya itu,
setelah miting selesai ega masih berda di kantor nya mentandatangani beberapa berkas yang masih menumpuk menunggu tandatangan nya,,
*********
di mansion
zahra dan zia sedang sibuk berkutat di dapur menyiap kan beberapa menu untuk makan malam,,
__ADS_1
tak berapa lama terdengar suara seru mesin mobil, zahra yang masih mdnumis maskan nya menyenggo lengan zia,
''mbk zia suami mbk pulang tu, sambut dulu sana gih, zia ter mekekeh setiap kali mdunya itu bilang seperti itu,
''suami kita ra'... zia mengingat kan, madunya itu,
''terserah mbk zia suami siapa, suami tetangga juga boleh, zahra cuek, baginya pria yang telah menikahinya adalah suami di atas kertas,
''memang nya boleh suami kita menikah lagi ra'.. tanya zia'
'' terserah yang mau menikah lagi mbk, bagi ku' aku jadi istrinya atau bukan sama saja, zia terdiam sejenak jawaban zahra mengisarat kan kekecewa'an
zia melepas celemek yang melekat di tubuh nya,
''mari kita sambut sama sama suami... perkata'an zia menggantung kala zahra menelanya dengan cepat,
''mbk zia'... perkata'an zahra semakin membuatnya meras bersalah.. zia melangkah kan kakinya keluar dari dapur,, menuju teras rumah untuk menyambut suaminya pulang dari kantor,,
ternyata suaminya sudah menaiki anak tangga menuju lantai atas,, zia terus mengekor di belakang suaminya tanpa ega sadari,,
ega berhenti di depan pintu kamar zahra, perlahan tangan nya terulur membuka hendel pintu kamar zahra, perlahan melangkah kan kakinya memasuki kamar zahra, ega masih tidak sadar zia' di belakangnya,,
perlahan ega mengambil gaun tidur zahra yang tergeletak di atas tempat tidur,
meremas dan memeluknya mengendus nya, se akan melepaskan rasa rindunya,
zia melihat apa yang suaminya lakukan dari celah pintu yang tak tertutup sempurna, hatinya seakan tertusuk belati tajam,
''dia suamimu yang sesungguhnya zahra, dia suamiku di atas kertas, jerit batin zia,, tak kuasa melihat pemandangan yang menusuk hatinya zia memilih masuk ke kamarnya,
………
sampai makan malam tiba zia baru keluar dari kamarnya,
ber papasan dengan suaminya yang baru keluar dari ruang kerjanya,
zia mengembangkan senyumnya, ega mencium kening istri pertamanya itu, dan sama sama turun untuk makan malam,
rupanya zahra sudah berada di meja makan,,,
__ADS_1
seperti biasa zahra duduk dengan tenang menikmati makanannya,
zia berperan sebagai istri seutuhnya, melayani suaminya di meja makan, zahra sudah terbiasa dengan pemandangan di depan nya, meski terkadang zahra juga teringin melakukan hal yang sama,
melayani suaminya, makan minumnya pakaian nya semuanya, namun zahra tidak pernah merasakannya,
''kamu mau makan pakai apa ga' ini ada rendang, tadi zahra yang masak hampir dua jam zahra membuatnya, ucap zia karna memasak rendang memang membutuhkan waktu yang lama,,
''ya.. boleh.. ucap ega..? karna rendang memang makanan faforitnya'
mereka bertiga menikmati makanannya dengan hikmat tiada sepatah kata yang keluar dari bibir masing masing' hanya suara sendok dan garbu'
seperti biasa zahra selesai duluan' dan hedak berdiri meninggalkan meja makan'
''makan lah buah mu dulu ra, dan habiskan susumu, ucap zia sambil tersenyum tulus,,
''aku makan buah dan minum susunya di kamar saja mbk, zahra bangkit dari duduknya dan bergegas pergi,
seperti itulah setiap harinya di meja makan, zahra hanya makan setelah selesai pergi, tanpa ngobrol dan bicara sama tuan suaminya,
rima mengekor di belakang zahra membawa nampan berisi buah segar dan susu hamil zahra,
''nona pesan tuan anda di larang naik turun menggunakan tangga, anda bisa berjan lurus dan belok kiri, di sana ada lif, memang jarang di gunakan karna letak nya sedikit jauh dari kamar, terang rima menjelaskan,
''rima kamu sudah lama kerja disini, tanya zahra pada pelayan pribadinya itu
''lumayan lama nona, dulu saya bekerja dengan nyonya besar risa, setelah tuan muda menikah baru saya kesini, dan setelah tuan muda menikah lagi dengan anda,, nyonya zia' meminta saya untuk melayani anda seorang, jika anda di rumah saya harus stanbay, harus mengutamakan anda dulu, tidak boleh mencampur adukkan dengan pekerja'an yang lain,,
''bukan seperti maksutnya, aku ingin tau seperti apa tuan mu, zahra masih belum bisa membaca orang seperti apa suonya itu,
''tuan orang nya baik, jarang bicara, ya seperti itu nona,,
sama nyonya zia juga jarang bicara, bicara seperlunya, sejauh ini yang saya lihat ya seperti itu,, makanya saya juga tidak begitu kaget dengan sikap tuan terhadap anda,,
memang yang rima bicarakan seperti itu adanya, wajah nya yang dingin dan datar berlaku untuk semua orang, hanya sedikit hangat sa'at bicara dengan zia,
gengs segitu aja ya author hari ini sedikit capek, kita sbung lagk besok jangan lupa like jempolnya, semoga author besok bisa up dua bab,,
bersambung
__ADS_1