
zahra sangat kaget sa'at pintu terbuka secara tiba tiba, karna dia baru saja keluar dari kamar mandi.hanya mengenaka handuk yang melilit di tubunya,,
''kenapa masuk rumah orang tanpa permisi maki zahra masih dengan keterkejutan nya,, dan segera lari masuk ke kamarnya dan segera mengenakan pakaian nya,,
sedang ega masih berdiri di depan pintu, dengan perasa'an yang entah lah,, tidak bisa di gambar kan dengan kata kata,,
''setelah selesai berpakaian zahra keluar dari kamar nya tanpa memperdulikan tuan suami,, yang masih mematung,, di depan pintu,,
zahra pergi ke dapur, perutnya lapar sekali zahra segera menyantap nasi ayam geprek yang ia beli sa'at perjalanan pulang dari rumah sakit tadi, dia harus makan banyak,, ada dua nyawa dalam rahim nya,, ega menatap tajam zahra yang sedari tadi hanya cuek,, setelah selesai dengan makan nya zahra kembali ke kamar,, tanpa kata zahra hanya melirik sekilas tuan suaminya,, dan tetap cuek,, ega mengkor istrinya masuk kedalam kamarnya,,
''kenapa kamu melakukan nya lagi ra,, zahra terkejut dengan suara tuan suami yang tiba tiba berada di belakang nya,, zahra tidak menjawab pertanya'an ega,,
''aku berhak tau ra'' kenapa kamu sembunyikan dari ku,, kening zahra mengkerut, tidak mengerti arah bicara tuan suaminya,, zahra masih diam dan cuek,, zahra mengambil poncel pintarnya,, dan tidak memperdulika ega, yang sedari tadi memberinya pertanya'an yang zahra tidak mengerti
''jawab aku ra'' kenapa kamu sembunyikan kehamilanmu,, zahra mendongak kaget,, dari mana manusia bunglon ini tau,, tapi zahra masih setia dengan kebisuan nya, dan cuek,, ega meng garuk rambut nya yang tidak gatal,,
''jawab aku ra'' kenapa kamu menyembunyikan nya dariku aku berhak tau,, zahra memejamkan matanya sebentar dan menarik nafas nya
''apa tuan pernah bertanya padaku,, bagaimana ke ada'an ku, melihatku saja enggan,, hanya sikap dingin saja yang selalu aku dapatkan,, lalu bagai mana caranya aku memberi taumu tuan, katakan padaku,, bagaiana caranya,, zahra heran dengan manusia bunglon satu ini,,
''paling tidak kamu bisa memeri tau zia' Ra'' zahra mendengus kesal
''apa semua karna mbak zia,, sikap dingin mu karna mbak zia' kamu mengabaikan ku juga karna mbak zia,, tuan selalu menjaga hati dan perasa'an mbak zia,, lalu bagai mana dengan ku,, aku juga punya hati punya perasa'an,, hitung lah berapa kali tuan bersikap hangat dengan ku,, dan tuan hampir tidak pernah mengabaikan mbak zia,, tuan selalu mengutamakan nya, aku juga punya hak yang sama dengan mbak zia atas diri suamiku,, karna
__ADS_1
AKU JUGA ISTRIMU emosi zahra sudah meluap dengan menekan kata aku juga istrimu,,
''semua tidak seperti itu ra,, aku hanya takut akan kondisi kesehatan zia'' ucapan ega mulai lembut
''kalau semua tidak seperti itu lalu seperti apa,, tuan mengagap ku seperti apa, apa aku hanya mesin pencetak anakmu, demi membahagiakan istri pertamamu,, atau aku hanya pelacu* pribadimu, diam diam di tengah malam anda datang kekamarku lalu mengambil hak mu, setelah selesai anda keluar meninggal kan ku sendirian,, sama sa'at pertama kali anda mengambil hak anda, di malam pertama,, apa anda pikir aku akan senang mendapat trasnferan puluhan juta,, setelah anda puas bermain dengan tubuhku di atas ranjang, hati ega semakin sesak di hantam rasa bersalah,, mengingat dia sudah banyak menyakiti istrinya ini,,
''kenapa kamu tidak pernah menggunakan semua kartu dari ku ra''
pertanya'an bodoh itu keluar begitu saja dari mulut ega,,
''jika saya menggunakan dua kartu itu,, saya merasa benar benar seperti palacu* pribadi anda tuan,,
tanpa ega dan zahra sadari zia mendengar semua perdebatan suami dan madunya,, sama hal nya dengan ega,, hati zia makin sesak di hantam rasa bersalah,, zia teringat sa'at ia memaksa zahra untuk menikah dengan suaminya,, zia pergi membawa rantang makanan nya kembali,, melangkah kan kakinya yang terasa berat,,
ega terdia mematung air matanya jatuh membasahi pipinya,, begitu banyak ia menoreh kan luka di hati wanita yang sangat di cintai nya,,
''aku minta ma'af Ra'' aku tidak akan pernah lelah minta ma'af,, aku salah,, ega masih dengan derai ari matanya,,
pergilah aku ingin sendiri,, keluarlah dari rumah ku,, ega berlutut di kaki istrinya
''izinkan aku tetap disini,, izinkan aku merawat calon bayi kita,, izinkan aku menebus semua dosaku,, izin kan zahra'
tiada yang bisa ega lakukan selain berjuang mendapatkan kata ma'af istrinya,, demi menjaga satu hati dua hati lain nya akan terluka,,
__ADS_1
zahra terduduk lemas,, tidak menjawab mulutnya terkunci rapat,, pernikahan yang ia harapkan bisa memberinya kebahagia'an berahir saling menyakiti,,
sesampai nya di rumah zia sudah di sambut dengan ibu mertuanya, mama risa kaget melihat menantunya datang dengan mata sembab,,
''zi'' ada apa,, mama risa membawa zia ke pelukan nya,, tangis zia semakin pecah,,
''ma'af kan zia'' ma'',, zia terlambat menyadarinya,, seandainya zia tidak egois semua tidak akan pernah seperti ini, zia ber janji zia' akan memperbaiki semuanya,,
''sudah lah jangan di pikirkan, jangan banyak berfikir yang bukan bukan,, fokus lah dengan kesehatan mu serah kan semua sama ega,, biar ega menyelesaikan urusan nya dengan zahra,, zahra hanya butuh waktu untuk sendiri,, semoga zahra cepat pulang dan kita raih kebahagian bersama,,
''tidak, ma, penikahan poligami ini tidak akan jannah sampai ke surganya,, jika zahra,selama ini terluka karna sikap dingin ega'' dan itu semua karna diriku, bagai mana bisa kita meraih mawadah itu bersama, jika salah satu di antara kami merasa tidak bahagia dan terluka,, jelas zia''
biar aku saja yang mundur ma'' tidak mungkin zahra bercerai dalam ke ada'an hamil, ucap zia lagi,
''zahra hamil,, tanya mama risa,,
''iya ma'' bayi nya kembar,, ucap zia,,
mama risa sangat bahagia mendengar zahra hamil bayi kembar,, namun hanya bisa menyimpan nya dalam hati,, tidak ingin menambah kesedihan menantunya,, mama risa hanya diam,,
gengs hari ini sudah up tiga bab meski sudah larut malam,
bersambung
__ADS_1