
jam sudah menujuk kan pukul tiga dini hari,, adam sudah tidak kuat menahan kantuk nya, dan tertidur di samping istrinya sambil memeluk perut buncit zia''
''sudah hampir pagi,, zia membiarkan laki laki yang mencintai nya itu,, tertidur di samping nya, di atas ranjang rumah sakit, zia mengusap lembut rambut adam,,
''ya tuhan salah kah aku, berdosakah aku,, yang masih menyimpan nama ega'' di hatiku,, kenapa rasa nya sulit menghilangkan rasa yang tinggal setitik, sudah ku coba, nyatanya aku masih merasa sakit melihat zahra mesra dengan ega'' sudut mata zia'' menitis kan air mata,, zia mengusap lembut perut nya,,
''semoga kelak kamu menjadi pupuk bagi cinta mama ke papa mu nak, supaya tumbuh subur, dan melupakan yang lama,,
mas adam,, tidak bisa ku pungkiri aku memang sudah mencintaimu,, tapi ma'af aku belum bisa melupakan jejak nya,, jejak ega masih di sini,,
perang batin zia bergejolak mudah mengatakan, sulit menjalan kan,, setahun menjadi janda, hidup tanpa ega nyatanya zia'' belum bisa melupakan cinta yang lama,, hingga adam mendekatinya,, memberi penawar untuk luka batin nya,, tiga tahun adam menghujaninya dengan cinta dalam ikatan suci pernikahan, nyatanya belum mampu membuat zia' benar benar melupakan cinta lamanya,
butuh waktu berapa lama lagi, untuk zia' menghilangkan cinta yang ibarat noda yang membekas di kain putih,,
''ya tuhan, kenapa rasa itu kembali datang di waktu yang tidak tepat seperti ini,,
''zia tidak bisamemejam kan matanya hingga pagi menjelang,,
''mas.. kamu sudah bangun,, zia meringsek masuk kedalam pelukan suaminya,,
''sayang perut mu gimana,, tanya adam kuatir,,
''mas adam mencintaiku,, tanya zia tiba tiba mempertanyakan cinta suaminya, tanpa menjawab pertanya'an dari adam,,
''kamu bilang apa sayang, apa sikap dan perlakuan ku kurang untuk membuktikan betapa aku mencintai mu,, zia' mengeleng, lalu meraih bibir suaminya dengan bibir nya,, menyesap nt
ya perlahan,, adam mbiarkan istrinya memimpin ciuman nya,,
''aku juga sangat mencintaimu mas,, bisik zia di telinga adam,,
''tapi ma'af belum sepenuh nya,, batin zia,,
''mas,, lakukan,, zia' menyentuh, sesuatu yang mengeras menyentuh pahanya,
''apa yang kamu katakan sayang, tidak'' tolak adam sambil mengeleng kan kepalanya,,
''tapi ini,, tangan zia menyentus sempurna benda keras itu,, adam terkekeh,,
__ADS_1
''sayang dengar wajar semua lelaki, sa'at pagi baru bangun tidur pasti seperti ini,, ucap adam sambil menoel hidung mancung istrinya,,
'' kamu yakin tidak mau melakukan kan nya mas, sebentar lagi kamu puasa sampai batas waktunya tidak bisa di tentukan,, adam terkekeh,,
''aku sudah pernah puasa sangat lama,, ucapnya lagi,,
'' kalau aku yang meng ingin kan nya,, apa kamu masih tidak mau melakukan nya mas,, adam menatap lekat manik mata zia''
''aku hanya tidak ingin menyakiti mu, kamu sudah mengalami kontraksi bagai mana bisa aku melakukan nya,, tidak tolak adam lagi,, zia kembali memeluk suaminya erat,,
''tuhan ma'af kan aku yang masih meragukan kesungguhan nya,,
''beberapa perawat masuk tiba tiba di ruang rawat zia,, membuat adam sedikit merasa malu karna ikut tidur di ranjang rumah sakit istrinya,,
''selamat pagi tuan dan nyonya mahendra, ucap para perawat sopan,,
''boleh kami meriksa keada'an anda dulu,, bagai mana rasa sakit nya bertambah kah,, tanya salah satu perawat sambil memasuk kan tangan nya ke inti zia'',,
''sedikit,, sus aku madih bisa menahan nya,, ucap zia sambil meringis,,
''ini masih sama seperti tadi malam, masih pembuka'an tiga,, biasanya, kalau anak pertama memang sedikit lama,, bisa bisa sampai nanti malam juga bisa,, terang suster,,
''sebentar lagi dokter stela kemari anda bisa tanyakan langsung sama dokter stela, kalau mau langsung cesar, pagi ini juga bisa langsung di lakukan,, ucap suster lagi,,
''kami akan menunggu dokter stela saja sus,, ucap zia menyela,,
''baik lah nyonya dan tuan mahendra, saya permisi dulu,, saya mau lanjut kan melihat pasien yang lain, pamit dua perawat itu sopan,,
''setelah kepergian perawat adam'' mengajak istrinya berdiskusi,,
''bagai mana sayang,, kalau menurut ku lebih baik cesar saja,, kalau kamu mau normal, kita masih tidak tau sampai kapan, lagian aku sudah tidak sabar ingin cepat bertemu dengan calon anak ku,, ucap adam sambil mengecupi perut buncit istrinya,,
''terserah kamu saja mas, mana baiknya,, aku ikut saja, zahra bilang ini sakitnya belum seberapa,, karna baru pembuka'an tiga, nanti kalau sudah mendekati pembuka'an sempurna sakit nya bertambah luar biasa,, adam terdiam mengingat mendiang istrinya dulu juga seperti itu,, sa'at melahirkan putrinya nola,,dia sampai menangis tidak tahan,,
'' sayang deal kita cesar saja, ucap adam yakin,, dia tidak mau melihat istrinya lebih lama lagi merasakan sakit,,
tak lama kemudian dokter stela datang,,
__ADS_1
''selamat pagi, nyonya,, tuan,,
bagai mana, tanya dokter stela,
''dok sebaiknya cesar saja, saya tidak tega melihat istri saya kesakitan lebih lama,, ucap adam,
''baiklah kalau begitu segera kita persiap kan semua prosedur nya,, dan nyonya siap kan diri anda,, kita lakukan setengah jam lagi,, ucap dokter stela''tak. berapa lama kemudian, zia'' sudah di bawa keruang oprasi,, dengan setia adam tidak pernah meninggal kan istrinya,,
'hampir satu jam lebih zia masih di ruang oprasi,, bayi laki laki dengan berat tiga kilo gram pun telah lahir dengan selamat dan sempurna,, zia menangis haru,, kala mendengar jerit tangis bayinya untuk pertama kali,, adam pun sama,,
''bayi kita tampan sayang,, bisik adam di telinga istrinya,, semakin pecah tangis haru zia'' tuhan memberinya bayi yang bisa meneruskan nama besar sang suami, mahendra,,
''meski masih dalam pengaruh, obat, zia masih bisa mendengar dan bicara,, sedikit,,
''maass,, di ma na ba yiku, aku iiingin melihat nya,, ucap zia tersendat sendat,,
''sebentar sayang suster masih membersih kan nya,, dia tampan sepertiku, terimakasih,, terimakasih, my love, I love you,,
ucap adam sambil menitis kan air matanya,,
suster memberikan bayi zia di sampingnya, adam mendekan kan wajah mungil putranya membiarkan zia mencium nya,,
''mas adam, benarkah ini bayiku,, ucap zia tak percaya,
''iya sayang bayi kita,, arjuna mahendra,, ucap adam lagi,,
''baby juna gumam zia'' pelan,,
''hemm..
''tanpa adam dan zia tau,,zahra sudah menungu di luar ruang oprasi,, harap harap cemas menanti mantan madunya melahir kan bayi nya,, begitu datang zahra langsung menuju ruang oprasi, karna tadi adam sempat mengabarinya,, sembari bertanya bagai mana keada'an putrinya di rumah zahra''
gengss like nya mana, tetap dukung karya receh author ya''
launching baby juna,,
hot papa... adam mahendra
__ADS_1