
sesampai nya di butik zahra memakirkan mobilnya,
''mari turun ma' kita sudah sampai,
ucap zahra sambil mematikan mesin mibil nya,
''sayang mama boleh pinjam mobil nya, mama mau ke supermarket dekat dekat sini aja, ada sesuatu yang mau mama beli
zahra tersenyum,
''silah kan ma' mama bawa saja, tapi ya begini mobil zahra gak sebagus mobil mama, zahra merendahkan diri,,
lalu zahra turun dan masuk kedalam butik nya..
sedang mama risa, melajukan mobil zahra menuju supermarket terdekat di butik zahra
''ra' mobil mu siapa yang bawa, mau kemana lagi, tanya siska penasaran kenapa mobil zahra kembali pergi siapa yang membawanya,,
''itu mama mertuaku sis,, aku tadi datang sama mama, itu katanya mau belanja di supermarket, ucap zahra sambil berjalan masuk ke ruang kerjanya,,
''mama mertuamu belum tau kan tentang kamu,, siska kuatir bagai mana jika mertuanya sudah tau, dan marah sama zahra kenapa menyembunyikan kehamilan nya,,
hampir satu jam mama risa, membawa mobil zahra,
mama risa datang dengan membawa beberapa kontong belanja'an,,
''mama belanja apa, kenapa banyak sekali
ketika mama risa meletak kan belanja'an nya di atas meja, zahra bertanya
''mama belanja untuk menantu mama, ini semua, mama risa mengeluar kan semua belanja'an nya,
mata zahra membulat sempurna kala mama mertuanya itu, mengeluar kan beberapa kotak susu hamil berbagai merek,
''ini untuk siapa ma' tanya zahra taku takut sambil menggenggam erat tangan sahatnya siska,
''ini untuk menantu mama, dia sedang hamil muda, sambil tersenyum mama risa mengeluarkan semua belanja'an nya
zahra yang mendengar itu semakin erat menggenggam tangan sahabatnya,
sampai siska dapat merasakan betapa dinginnya tanga zahra,,
''ma..ma..pangil zahra terbata bata
mama risa tersenyum kembali, wanita paruh baya itu tidak pernah lepas dari senyum nya, wajah nya terlihat berseri dan bahagia,,
''iya sayang mama sudah tau, sebenarnya sudah lama mama curiga, baru tadi pagi mama yakin kamu hamil,,
sini sayang mama sudah menahan sejak tadi, mama ingin memelukmu,
zahra meretangkan tangan nya dan memeluk mama mertuanya,,
''mama tidak akan bertanya kenapa kamu menyembunyikan kehamilan mu, ijinkan mama ikut menjaga calon cucu mama itu saja sudah cukup. mama tidak akan bilang sama semua orang, mama hormati keputusan mu, lambat laut perurmu semakin membesar dan mereka juga akan segera tau,
zahra bernafas lega mama mertuanya tidak marah,
__ADS_1
mama mendukung keputusan mu sayang biarkan zia dan ega merasakan apa yang kamu rasakan mama sangat mengerti perasa'an mu,
zahra memeluk mama mertuanya kembali
''ma'af kan zahra ma, karna tidak cerita dari awal, malah menyembunyikan nya, sebenarnya zahra sedikit merasa bersalah sama mama mertuanya itu,,
''tidak apa apa sayang, gak usah di pikirkan sekarang pikirkan tentang kamu dan bayimu,,
zahra mengangguk dan patuh,,
''kamu minum susunya zahra, mama buat kan untukmu, tadi mama gak tau kamu sukanya rasa apa dan merek apa, jadi mama beli beberapa,
mama bawa kedapur ya ini semua,, kembali zahra hanya mengangguk
''ra....?
'' tidak apa sis, biarkan saja cepat atau lambat perutku membesar, dan pastinya mereka akan tau semua, zahra mengerti kekuatiran siska,
''baik lah.. terserah kamu, aku selalu berharap yang tetbaik buat kamu,,
sekarang kukalah hodi mu ra'' apa gak panas kamu, lagian ibu mertuamu juga sudah tau,,
''iya betul itu, sahut mama risa cepat sambil membawa susu untuk menantu tersayang nya itu,
''bukalah jaket mu, tidak ada siapa siapa disini cuma kita,
coba sini mama lihat, mama risa mengusap lembut perut zahra, senyumnya tidak pernah luntur dari wajahnya,
''sudah berapa bulan kehamilan mu ini sayang, tanya mama risa sambil mengusap perut zahra yang suadah mulai membuncit,
zahra menjelaskan sambil meminum susu hamil, yang di buat mama mertuanya,,
''jadi minggu depan waktunya periksa, mama ikut ya, mama pengen liat calon cucu mama,
begitu mengetahui zahra hamil pagi ini, mama risa sangan antusias,,
'' ra kamu sudah lihat jenis kelaminnya belum, tanya mama risa
''belum ma' rencana nya zahra mau bikin acara tujuh bulanan sambil liat jenis kelamin nya, cowok apa cewek, mama risa saking bahagianya tidak bisa lagi menyembunyikan rona di wahnya,
''itu bagus biar mama yang menyiap kan semuanya, kamu terima beres,
nanti mintak dokter jangan perlihatkan hasil USG nya, lagi lagi zahra hanya mengangguk dan patuh,,
''zahra, kamu sama ega sering tidur bersama, maksut mama' kalian sering melakukan hubungan suami istri,
zahra tersenyum
''ya ada ma' tidak terlalu sering zahra membatasi diri, uapanya malu malu,
''kalau begitu bagai mana bisa ega tidak tau perut mu sudah mulai membuncit seperti ini,, mama risa heran dengan putra nya itu,
''zahra matikan lampunya ma' sa'at putra mama datang dan tidur di kamar zahra,
cuman zahra pernah dengar putra mama bergumam katanya aku sekarang sedikit gendutan,,
__ADS_1
dasar anak bodoh gumam mama risa,,
''ya sudah nanti biar mama pikir kan, kamu gak usah banyak mikir, sekarang mama mau pergi dulu,
oh..ya.. cucu oma... mau makan apa besok, biar oma.. masakin, mama risa' mendekatkan wajah nya ke perut zahra,
''terserah oma saja, zahra menirukan suara anak kecil,,
setelah kepergian mama risa, ternyata zia juga mendatangi butik zahra,,
zia datang membawakan makan siang untuk zahra,
''mbk zahra, di luar ada nyonya zia sepertinya sedang menuju kemari,, nadin salah satu pegawai zahra lari tergopoh gopoh,,
zahra secepat kilat segera memakai jaket hodinya kembali,
''ra' apa kamu sibuk, ini aku bawakan makan siang tadi bibik di rumah masak banyak
ucap zia sa'at masuk di ruang kerja zahra,,
''gak kok mbk, aku gak begitu sibuk, cuma gambar gambar aja,
sebenarnya zia' tidak benar benar ingin membawakan makana siang untuk zahra,,
melainka masih penasaran dengan omongan mama mertuanya tadi pagi,,
''apa benar zahra hamil, dan kenapa tidak bilang, justru menyembunyikan kehamilan nya,, sa'at ini zia mulai curiga,
''ra' di mana dapurnya, biar aku ambilkan peralatan makan untuk mu, ucap zia' basa basi supaya sedikit bisa lebih lama ngobrol dengan zahra, karna memang mereka berdua jarang sekali ngobrol meskipun satu rumah,
'mbk keluar aja lalu belok kiri,,
zia mengikuti arah yang zahra tujuk kan,
sesampainya di dapur, mata zia' melotot sempurna kala melihat banyak nya susu untuk ibu hamil,
''ini fix zahra hamil, batin zia sambil memegang kotak susu trsebut,
meri yang menyadari hal itu pin segera menghampiri zia'
''ma'af nyonya itu susu milik teman kami, dia sedang hamil tujuh bulan dan sekarang dia ambil cuti dulu sampai melahirkan, ini susinya mungkin lupa tidak di bawa,
ucapnya berbohong
zia langsung meletakan kotak susu itu kembali,,
mendengar perkata'an pegawai zahra zia sedikit kecewa,,
''jadi zahra tidak hamil, batin nya zia akan terus menyelidiki lebih dalam lagi
gengs author terlamnat up, di karnakan hari ini ada sodara author yang meninggal ma'af ya,, semua tidak terencana
jangan lupa like jempolnya,
bersambung......
__ADS_1