
zahra masih menggunakan celemek
rambutnya di cepol asal, dia membawa hasil masakan nya ke meja makan,
di mana tuan suami sudah menunggunya,
''dengan ragu ragu zahra mencoba mengambil piring kosong tuan suaminya dan mengisi dengan nasi dan kawan kawannya,
''ini tuan silahkan, tak lupa zahra juga mengisi gelas kosong dengan air putih.
setelah melayani tuan suaminya di meja makan zahra hendak menuju lantai atas untuk mandi, karna tubuhnya berkringat dan lengket
ega tak lekas makan dia menunggu istrinya, kenapa tak kunjung duduk bersamanya dan makan,
lalu dia berdiri berjalan menuju arah dapur, mencari sosok istrinya,
zahra yang sedang melepas celemek kaget dengan kehadiran tuan suaminya,
''kenapa anda kemari apa ada sesuatu yang anda butuh,, biar saya ambil kan,
tanya zahra
''kenapa kamu tidak duduk serta makan bersamaku,,
''ma'af,, anda makan lah dulu saya hendak mandi tubuh saya penuh keringat,
jawab zahra, takut takut,,
'ega memelihat penampilan istrinya itu dari atas kebawah, rambutnya di cepol asal, sore itu zahra mengenakan kaos ketat warna putih yang membentuk jelas lekuk tubuhnya, dengan bawahan hotpanst yang meperlihatkan paha mulus nya, ega melihat kembali ke atas,,
wajah serta leher jenjang istrinya itu memang penuh keringat, semakin terlihat menggoda, kenapa dia memakai pakaian seperti ini batin ega,,,
''kenapa memakai baju seperti ini, nanti kalau ada pelayan laki laki masuk kerumah bagai mana,,, tanya ega,
''saya pikir cuman di rumah tuan, lagian saya sedang masak, jawab zahra,,,
''sekarang ambil tisu dan lap keringat mu tidak usah mandi,, segera duduk dan makanlah bersamaku,, perintah ega pada istrinya,,,
''tapi tuan,, saya takut anda tidak nyaman
jawab zahra lagi,,
''aku tidak ingin siapa pun membantah ucapanku,, ega bicara sambil berjalan menuju meja makan,,
'dengan takut takut,, zahra mengekor di belakang tuan suaminya,
'zahra duduk di samping tuan suaminya,
suami istri itu makan dengan hikmat, tanpa ada yang bersuara,
__ADS_1
setelah selesai makan malam,,
'ega berdiri
''sekarang naiklah ke atas dan mandilah, nanti setelah mandi tolong buatkan kopi untukku dan bawakan ke ruang kerjaku,,
ucap ega pada istri mudanya itu, lalu berjalan menuju lantai atas ke ruang kerjanya,
'zahra yang masih duduk di meja makan hanya diam, dia menghabiskan sisa air putih yang masih ada di gelasnya,,
''malam ini tiada mbk zia di rumah, meski dia banyak bicara namun nadanya masih sama dingin dan datar, bicara tiada manis manisnya juga tanpa senyum,, beda sekali sa'at dia bicara sama mbk zia,
batin zahra kessel,,
zahra berjala gotai menaiki satu persatu anak tangga,, menuju lantai atas kamarnya,
sampainya di dalam kamar zahra tak lekas mandi dia duduk di tepi ranjang mengambil poncelnya yang tergletak di atas meja nakas, ia mencoba menghubungi sahabatnya siska,
namun sepertinya poncel siska sedang sibuk entah telefon siapa siska malam malam begini,,
zahra meletakkan kembali poncelnya, dan segera masuk ke kamar mandi,
tiga puluh menit kemudian zahra selesai dengan ritual mandinya,
zahra mengenakan gaun tidur warna putih panjang selutut tanpa lengan, tatanan rambutnya masih sama di cepol asal ke atas memperlihatkan leher jenjang nya yang menggoda,
sa'at di dapur zahara berpapasan dengan madunya yang baru datang,
''mbk zia kapan datang, tanya zahra
mbk zia sudah makan tanya zshra lagi,
''baru saja ra' aku sudah makan dirumah mama tadi, ini aku mau ambil air minum untuk persedia'an di kamar,
kamu sendiri ngapain ra' malam malam begini di dapur,
''aku mau buat pesenan kopi suami mbk zia',,
''suami kita ra'..? sambil tetsenyum zia berkata..
aku ke atas dulu ra'.. ? pamit zia,,
''zahra melanjutkan membuat kopi untuk tuan suaminya, dan membawanya ke atas ruang kerja suaminya itu,
sesampainya di atas ternyata pintu ruangan itu tidak tertutup sempurna di ruang kerja ega rupanya ada zia, zahra nenghentikan langkah kakinya, melihat kedalam dari celah pintu yang masih terbuka sedikit,
zahra meliha adegan ciuman bibir antara madu dan tuan suaminya itu,
hati zahra mencelos dia tidak jadi masuk kedalam ruang kerja suaminya itu, dia meletakkan kopi pesanan tuan suaminya di atas meja kecil yang terdapat di depan ruangan tersebut,
__ADS_1
''zahra buru buru masuk kedalam kamarnya dan menguncinya,
zahra menuju balkon kamarnya duduk dalam gelap dan menangis,
''dia bilang tidak mencintai mbk zia tapi dia bisa seperti itu dengan nya. sedang dengan ku boro boro seperti itu. bersikap manis saja tidak, apa lagi menyentuh ku,, yang ada hanya sikapnya yang dingin dan datar,
zahra menangis dalam diam,
'di ruang kerja tuan suami,,,?
''cepat tidur zi, ini sudah malam ingat kesehatanmu,,
zia hanya tersenyum menuruti perkata'an suaminya dan pergi,
sebenarnya zia merindukan suaminya itu, dia ingin sekali tidur sambil memeluknya, namun ke inginan itu ia buang begitu saja kala mengingat masih ada zahra, sebentar tadi zia hanya memeluk dan mencium suaminya karna dia benar benar merindukan nya,
sa'at di depan pintu zia melihat ada kopi di atas meja kecil yang masih panas,
''zahra..? batin nya apa dia melihat nya tadi, sebab itu dia meletak kan kopi ini di sini, besok saja aku akan bicara padanya,
zia terus berjalan menuju kamarnya,
''di ruangan nya, ega' menunggu kedatangan zahra, membawakan kopi pesanan nya,,
namun zahra tak kunjung datang,
''kemana dia apa ketiduran,
ega berjalan keluar dari ruangan nya berniat membangunkan zahra bila dia ketiduran, namun sa'at sampai di depan pintu dia melihat ada gelas kopi di atas meja yang masih hangat,
''berarti dia sudah kemari tapi kenapa tidak membawanya kedalam malah meletak kannya di sini, apa dia melihatnyan,, tidak mungkin, tapi pintu tadi kan sudah tertutup, ega segera berjan menuju balkon ruangan itu,
benar saja ega melihat istri mudanya itu duduk diam dalam gelap bercahayakan rembulan, sesekali zahra terlihat sedang mengusap air matanya,
kopi hangat yang sudah mulai mendingin itu terasa kembali panas,,?
sepanas hati ega' kala melihat cintanya menangis karnanya...!
ega duduk lesu sambil memijat pangkal hidungnya,
jika aku bersikap hangat padanya aku takut aku lepas kontrol dan itu bisa menyakiti zia, tapi jika aku sama sama bersikap dingin ke zia bagai mana nanti peresa'an zia melihatku berubah sikap padanya,..
ega benar benar bingung menghadapi situasi rumit ini,
ega menenggak habis kopi buatan istri tercintanya itu, kopi yang sedikit pahit itu terasa semakin pahit sepahit kisah cintanya,
gengs apa kabar kalian, author sangant berterakasih untuk kalian yang sudah setia sama karya receh author ini jangan upa like komen dan vote nya,
bersambung
__ADS_1