AKU JUGA ISTRIMU

AKU JUGA ISTRIMU
trauma


__ADS_3

ega' menuruni anak tangga, dia turun dari kamar zahra, perlahan ega menghampiri siska,


''siska tolong temani zahra, dan sebaik nya kamu tutup saja butiknya,,


kalau ada apa apa segera hubungi aku atau baim, tolong siska, setelah bicara dengan siska ega segera pergi dari butik istrinya, dan melajukan mobil nya ke kantor, pagi ini ega sudah absen dari miting penting nya,


''siska tetap membuka butik, sesekali siska, naik ke atas untuk melihat ke ada'n zahra, dia tau betul siapa zahra, sa'at ini dia butuh sendiri,


 


''sejak hari ega mendorongnya, zahra selalu pulang kerumah setelah makan malam' dia akan makan malam di butik baru setelah itu dia akan pulang,


pagi juga zahra akan sarapan di butik semenjak hari itu dia jarang sekali terlihat sarapan bersama'


siang ini' setelah makan siang zahra akan pulang kerumah dan menyempatkan waktu untuk bermain dengan putranya' setiap hari seperti itu'' tak jarang zahra membawa putranya ke butik rima dan nora selalu. menemaninya' apa lagi jika zia sedang pergi cekup, zahra akan membawa serta baby lio ke butik' mama risa juga sering membawa baby lio pergi ke mansion utama'


'' halo mbak


mbak zia sudah makan' aku lagi beli ketoprak ini, kalau mau aku bungkusin'


zahra lagi makan ketoprak langganan nya,


dan menghubungi zia menanyakan mau atau tidak,


zia''


''boleh deh bungkusin, kalau bisa beli juga sekalian siomainya,


zahra''


beneran gak kenyang...


zia''


kita makan berdua ra''


zahra''


ya sudah, gak beli yang lain lagi mbak,..


zia''


terserah kamu aja ra,


zahra menutup pangilannya bersama zia,

__ADS_1


dan mencari sedikit jajan untuk di bawa pulang, semenjak ada zahra zia jadi sering makan makanan kalangan menengah kebawah, awalnya rasanya sedikit aneh, lama lama ketagihan,


mobil zahra sudah memasuki halaman mansion mewah tuan suami,,


zahra turun dari mobilnya dan segera masuk kedalam rumah,


''hai anak mommy, gantengnya mommy, udah mimik cucu,


begitu zahra masuk rumah sudah di sambut dengan baby lio dan zia,


''sudah mommy, lio sudah mimik cucu, sudah bobok siang, zia menirukan suara anak kecil seakan baby lio yang bicara,


''ra banyak sekali kamu beli makanan, zia melihat zahra membawa banyak makanan dan di taruh di atas meja makan,


''ini apa ra'.. tanya zia sa'at melihat makanan yang zia tidak pernah melihat apa lagi memakan nya,


''ini cilok, ini sempol, terang zahra sambil mencomot satu sempol dan memakan nya


''kenapa kamu beli makanan banyak sekali ra, tanya zia sambil mencicipi jajanan sempol,


''tidak apa apa mbk di rumah juga banyak orang, biar sama sama kita makan nya,, ucap zahra sambil mengulurkan tangan nya, menggendong baby lio,


''sini sayang sama mommy, ini pipi apa bakpou heemm, gembul sekali, eh..jangan sayang anak ganteng tidak boleh minum ini ya,, tangan baby lio ikut megang gelas es boba yang di pegang zahra,


zia mengambil alih baby lio dari gendongan zahra, sampai batuk zahra mereda,


''yang zia bilang ada bener nya, zahra, mungkin sudah sa'atnya, baby lio punya adik,, zahra terdiam, zahra sudah bertekat tidak akan punya anak lagi, seandainya nanti zahra cerai dengan ega cukup satu anak saja yang jadi korban perceraian mereka,


''sepertinya lio masih terlalu kecil ma untuk punya adik lagi, zahra mencoba menolak, secara halus,


''ya kalau masih kecil punya adik kenapa, banyak kok, yang anak nya seumuran baby lio udah lunya adik. kayak anak temen mama,


''sepertinya aku masih trauma, ma, zahra masih mencoba menolak. meski mama risa mebanding kan nya dengan anak temen nya,


''ya kalau trauma, oprasi cesar aja, ra'.


zia mencoba memberi solusi, atas trauma zahra,


''ya.. kalau cesar, tidak bisa punya anak banyak,


'apa mama pikir aku mesin pencetak anak, batin zahra...


''ya nanti aku pikirkan lagi ma,,,


zahra sengaja bicara begitu supaya mama mertuanya berhenti bicara soal anak,

__ADS_1


'setelah puas bermain dengan putranya, zahra hendak pergi kembali ke butik,


''kamu mau kemana ra' mama risa menghentikan langkah kaki zahra,


''zahra mau kembali ke butik ma, ucap zahra sambil berbalik badan dan menyalami tangan mama mertuanya,


''ini kan sudah mau sore ra'' sebentar lagi suamimu juga sudah mau pulang, ucap mama risa, karna mama risa tau semenjak lahirnya baby lio, ega putra nya itu tidak pernah terlambat pulang ke rumah,


''ada perkerja'an yang harus zahra selesaikan ma'


akan zahra usahakan pulang cepat, mama risa tau menantunya itu sering pulang telat ke rumah, bahkan terkadang hampir larut malam, biasanya setelah menutup butiknya zahra tak lekas pulang,


dia akan berdiam diri di dalam butik, hal itu memang dia.sengaja untuk menghindari bertemu dengan tuan suaminya,


''mama risa menatap nanar kepergian zahra, kapan kedua menantunya itu bisa sama sama bahagia dengan satu suami, mereka berdua sama sama menahan perasa'an takbisa di jabarkan,


hari suadah menjelang malam, ega baru turun dari mobilnya, lio putra nya yang berada di gendongan zia melambaikan tangan nya kala melihat sang daddy berjalan menghampiri nya,


''seharus nya kamu yang menyambut kepulangan ku dari kantor bersama putra kita, ra' batin ega miris,


sedang zia terlihat sangat bahagia dia tidak pernah menyangka, bisa melakukan adegan seperti ini menyambut kedatangat suaminya dari kantor, bersama putranya, adegan yang dulu cuma impian dan harapan, sekarang sudah tercapai dan menjadi kenyata'an


'da..daddy... panggil balita satu setengah tahun itu,


''iya.. sebentar daddy cuci tangan dulu ya,


ayok masuk di luar udaranya dingin, zia mengulurkan tangan nya menyalami tangan suaminya, lalu ega mencium kening istrinya, sungguh ega membayang kan bahwa itu adalah zahra,


''kamu sebaiknya mandi aja dulu ga' aku sudah siapkan air mandimu, dan setelah itu bisa main sama baby lio, sambil menunggu waktu makan malam, ucap zia sambil masih menggendong baby lio, zia mengekor suaminya masuk ke kamar nya,,


tiga puluh menit kemudian, ega sudah selesai dengan ritual mandinya,,


''sini... ega merentangkan tangan nya balita satu setengah tahun itu berjalan tertatih tatih meng hampiri daddy nya, ega memeluk putranya, balita satu setengah tahun itu menyembunyikan wajahnya di ceruk leher sang daddy,


''ini apa,, mainan baru lagi, ega melihat mainan di tangan putranya yang masih rapi di dalam bungkusnya,


''siapa yang beli ini,, tanya ega sambil membuka bungkus plastik mainan itu


''ma..mi.. ucap balita satu setengah tahun itu sambil terbata,,


''mommy' lagi yang beli,, setiap kali ketika zahra pulang di siang hari pasti membawa mainan baru untuk putranya,,,


''mommy yang beli daddy, zia menirukan suara anak kecil


''setiap hari zahra beli mainan, beli baju susu dan semua keperluan putranya lio, tapi kenapa zahra tidak pernah menggunakan dua kartu yang ia berikan dulu,

__ADS_1


__ADS_2