
zahra duduk termenung di balkon kamarnya. hatinya sa'at ini sangat membenci suaminya, setelah hari pernikahan nya, zahra sadar setatusnya sudah menjadi seorang istri, sebab itu zahra berusaha untuk selalu pulang cepat dari butiknya setiap hari agar bisa menyambut kedatangan suaminya sepulang dari kantor,
dan di pagi hari zahra aelalu bangun lebih awal supaya bisa menyediakan sarapan untuk suaminya itu,,
semua zahra lakukan untuk menjadi istri yang baik, kenyata'an nya semua sia sia saja,
sikap suaminya itu dingin terhadap nya, entah apa sebabnya, zahra juga tidak tau alasan nya, sa'at zahra larut dalam pikirannya
ting....
terdengar notif masuk di poncelnya, dengan malas zahra nggeser layar benda pipih itu, terlihat tertera di layar benda pipih itu notif dari bank, telah masuk ke rekening anda sejumblah uang sebesar seratus juta rupiah dari bank xx,
'zahra melempar malas poncelnya, sa'at ini bukan materi yang ia butuhkan,
zahra merasa seperti pe****r saja setelah di nikmati lalu di bayar,
''datang diam diam di waktu malam, tanpa kata tanpa bicara. dia mengambil haknya,
********
seminggu sudah setelah kejadian itu, zia juga sudah berada negri singa, ega juga sudah kembali ke tanah air setelah sepekan lamanya ikut mengantar kepergian istri pertamanya berobat di nengri singa,
setelah kejadian itu setelah zahra belum bertemu kembali dengan tuan suami,
malam ini zahra menikmati makan malam nya dengan tenang seminggu ini dia menikmati makan malam sendirian,
tiba tiba datang lah tuan suami yang sebenarnya tak ingin zahra lihat,
ega duduk di samping zahra dan menyodorkan piring kosong nya ke zahra,.
''ambilkan aku nasi,..
zahra meletak kan sendok garbunya dan menerima piring kosong itu, zahra mengisinya dengan makanan, setelah itu zahra meletakkan piring yang sudah ia isi dengan makanan di hadapan tuan suaminya,
zahra sudah selesai dengan makan malam nya, dia hendak. berdiri dan pergi,, namun ega menahan nya,
''duduk lah dulu temani aku makan,
dengan malas zahra duduk kembali, keduanya diam tanpa bicara, sampai ega selesai dengan makanan nya,
ega berdiri dari duduk nya
sedang zahra misih diam,
''aku mau mandi siap kan air mandiku,
masih dengan nada dinginnya ega bicara,
''dimana....
tanya zahra tak kalah dingin dari tuan suaminya,
mendengar zahra berkata tak seperti biasanya, hati ega mencelos,
dia sudah menduganya zahra pasti akan membencinya,
__ADS_1
''di kamar kita, ucap ega gamang,
''kamar kita yang mana kau punya dua istri bukan, lagian semua barang mu ada di kamar maduku,, ucap zahra,,
'tanpa basa basi ega menarik tangan istrinya dan menyeretnya keatas ega membawa zahra di ruang kerjanya,
di ruang itu di palik lemari ada pintu rahasia, ada kamar yang tersembunyi di balik ruang kerja ega,
''ini di sini kamar kita ucapnya,
jadi selama ini dia tidur di sini batin zahra,
lalu zahra masuk ke kamar mandi mengisi bak mandi itu dengan air hangat,
sa'at zahra masih mengisi bak mandi,
ega masuk dan membuka satu persatu kancing kemeja bajunya, dan melepasnya di depan zahra, tanpa sehelai benang ega masuk kedalam bak mandi dengan zahra yang masih duduk di pinggiran bak mandi tersebut, zahra membuang pandangan nya ke arah pintu,
''jangan buang pandanganmu, kamu bahkan sudah merasakannya,
mendengar perkata'an suaminya itu zahra tetsenyum kecut,
''sekarang gosok punggung ku, perintah ega,
dengan malas malas zahra menggosok punggung tuan suaminya itu,
ega tau zahra sedang merasa kesel,
setelah ega selesai dengan ritual mandinya, dengan zahra yang menggosok punggungnya,
'ega tersenyum jail, dia suka melihat istrinya itu terlihat panik,
''ambilkan handukku, perintah ega kepada istrinya itu,,
zahra berdiri dan mengambil handuk yang masih terlipat di lemari kecil yang ada di dalam kamar mandi itu,
ega melilitkat haduk itu kepinggangnya dan berjalan keluar meninggalkan zahra, yang masih berdiri mematung,
melihat zahra masih mematung di kamar mandi ega berbalik,
''kamu mau mandi, atau tidur di kamar mandi, ucap ega,,
memdengar perkata'an suaminya itu zahra segera ikut keluar dan mengekor di belakang suaminya itu,,
''ambilka baju gantiku ada di dalam lemari sebelah sana, ega memberi taukan dimana letak bajunya,
''tanpa bicara zahra menurut saja,
zahra mengambil kaos rumahan dan celana pendek beserta dalaman suaminya, dan meletakkan nya di atas tempat tidur di mana ega duduk menunggunya,
sekali lagi ega bertelanjang di depan zahra mengganti pakaian nya, zahra memjam kan mata nya,
ega tersenyum melihat istrinya itu memejamkan matanya, dan tiba tiba ega mengecup bibir ranum istrinya yang sudah seminggu ini ia rindukan,,
''buka matamu aku sudah selesai dan berbisik di telinga zahra,
__ADS_1
manis ucapnya,
''ega kembali menarik tangan zahra kali ini tidak menyeretnya, namun menggandeng
nya dengan lembut, keluar dari kamar rahasia itu, dan menuju, ruang kerjanya,
ega duduk di kursi meja kerjanya, dan mendudukan zahra di pangkuannya,
zahra mencoba bangkit, namun di tahan oleh ega
''duduk dan diam lah, aku akan mengecek imel yang di kirim baim..
ega membuka leptopnya, zahra diam dan menurut,
tangan kanan ega sibuk mengotak atik leptopnya, sedang yang satunyaa sibuk merayap di punggung zahra, menyibak rambut istrinya ke samping, dan menurunkan relisting gaun istrinya,
zahra mencoba menahan tangan suaminya,
''sudah ku bilang diam lah, jangan banyak bergerak, lagi lagi tuan suaminya itu hanya menyuruhnya diam, zahra memejamkan matanya, mencoba berdamai dengan dirinya,
dia bertekat akan terus maju melanjutkan pernikahan nya,
tangan ega sudah sangat cepat melepaskan pengait bh istrinya, zahra hanya bisa diam dan pasrah, membiarkan suaminya melakukan apapun terhadap dirinya,
ega menutup leptopnya, dan melanjutkan aksinya terhadap istri mudanya itu,
ega mengecup seluruh wajah istrinya lembut dan berakhir di bibirnya menyesap nya dalam,
''buka mulutmu, kali ini ega bicara sangat lembut, zahra menurut saja, ega semakin liar, sesa'at melepas kan ciumannya, memberikan ruang untuk istrinya bernafas,
''manis ucap nya''
ega menurunkan gaun zahra yang sudah sedari tadi ia buka relistingnya, dan menarik bra berenda zahra dan melemparnya ke sembarang arah, benda kenyal itu kini terpapang nyata,
tangat ega meremas dan menyesapnya,
zahra mati matian menahan suaranya, gelanyar di tubuhnya terus merambat dan menyebar,
'' jangan menahannya sayang, keluarkan saja, ucap ega,
zahra yang tengah asik terbuai sampai tidak sadar suaminya itu memanggil nya sayang,
ega menduduk kan istrinya itu di atas meja kerjanya, sedang posisi ega masih duduk di kursi, ega membuka kedua paha istrinya lebar, dan medekatkan wajahnya ke inti istrinya,
''janngan..? ucap zahra menahan suaminya itu,
''diam lah, lagi lagi suaminya itu menyuruh nya diam,
ega terus masuk dan menyesap inti istrinya itu, membuat zahra tidak lagi bisa menahan suaranya, ega tersenyum, mendengar suara indah istri tercintanya itu,
ega berdiri zahra masih di posisi yang sama, mereka melakukan penyatuan,
di atas meja kerja, terdengar lenguhan panjang kedua insan yang tengah di mabuk rasa, tanda berakhirnya penyatuan suami istri itu
besambung
__ADS_1