
zahra duduk termenung di kursi sofa kamarnya mengingat kembali kejadian sebentar tadi, cepat atau lambat hal yang seperti tadi pasti akan terjadi bahkan lebih dari yang tadi terjadi,
tak lama kemudia pintu kamarnya terbuka terlihat tuan suami datang membawa makanan nya,
ega berjalan menghampiri istri mudanya
yang sedang duduk di kursi sofa, ia meletak kan makanan yang sudah ia panaskan sebelumnya, di atas meja,
ega kembali menelisik pakaian istrinya itu,
''sudah ganti baju, dan memakai dalaman, batin ega namu celananya masih yang tadi. rambut nya di cepol asal,
''segeralah makan mumpung masih hangat, ucap ega masih dengan nada dinginnya dan datar,
kalau ada apa apa aku di ruang kerjaku, kalau masih ngantuk tidurlah lagi, dan ingat jangan kunci pintunya,
'' cih... jangan kunci pintunya, dasar kucing garong, sukanya datang diam diam di waktu malam gerutu zahra,,
lagaknya banyak bicara dan perhatian tapi kelakuan masih sama kulkas dua pintu,
zahra makan dengan lahap karna memang dia sangat lapar,
setelah makan sambi duduk zahra menyalakan tv di kamarnya,
karna kekenyangan zahra pun kembali tertidur,
dengan tv yang masih menyala,
ega masuk kembali kekamar istri mudanya, ega mematikan tv yang masih menyala, dan membawa piring kotor bekas zahra makan ke dapur,,
ega membawa botol air minum untuk persedia'an di kamar zahra,
dan naik kembali ke kamar istri mudanya, tapi sebelum ega masuk ke kamar zahra ega' terlebih dulu, membuka pintu kamar istri pertamanya itu, terlihat zia' tidur dengan tenang, biasanya setelah minum obat zia tidak akan terbangun lagi,
'ega'menutup kembali pintu kamar zia,
dan membuka pintu kamar zahra karna memang kamar mereka bersebelahan,
ega' segera naik ke atas tempat tidur menyusul istri mudanya itu,
ega memulai kembali aktivitasnya seperti tadi sa'at zahra tertidur mengendus dan mengcup basah leher istri mudanya itu,
se akan sudah candu,
tangannya ia masuk kan di balik kaos yang zahra kenakan, mencari benda yang tadi sempet dia pegang, tapi kali ini ada penutupnya, membuat ega sedikit kesulitan,
bibir ega tersenyum, istrinya itu tidur kayak kebo sama sekali tidak terganggu dengan aktivitasnya,
ega melihat bibir ranum istrinya, ia ingin sekali menyesapnya menikmati manis bibir istrinya itu, tapi dia takut istrinya terbangun,
tapi ega sudah tidak bisa menahannya lagi,
ega' menyesapnya pelan dan lembut, menikmati mnisnya bibir itu, tangannya terus merayap masuk,
zahra yang sedikit kesulitan bernafas pun terbangun namun masih memejamkan matanya, kali ini dia tau ulah siapa yang mengganggu tidurnya siapa lagi kalau bukan kucing garong, zahra diam saja pura pura masih tertidur,
''kenapa kucing garong itu tidak membangunkannya, seandainya dia meminta haknya secara baik baik zahra dengan senang hati akan melayaninya, bukan secara diam diam seperti ini,
__ADS_1
zahra mencoba menahan tangan ega yang terus merayap masuk di balik kaos nya,
''diam lah zangan membantah, ucap ega
'hati zahra seperti ter iris mendengar perkata'an suaminya itu,
tidak butuh waktu lama keduanya sama sama polos, dan si tuan suami pun sudah mengambil haknya,
jam sudah menujuk kan pukul tiga sudah hampir pagi, ega baru selesai dengan aktivitasnya, ia segera mengenakan bajunya tanpa sepatah kata ega' langsung keluar dari kamar zahra menuju ruang kerjanya,
zahra menangis pilu seperti inikah gambaran malam pertamanya, suaminya itu tanpa meminta dan tanpa pamit dia mengambil haknya,, setelah selesai dia juga tanpa bicara atau sekedar mengucapkan terima kasih, dia langsung pergi,
bukan hanya intinya yang sakit tapi juga hati zahra ikut hancur,
miski suaminya itu melakukannya dengan sangat lembut, tapi komunikasi dalam hubungan juga penting,,
zahra tertidur dalam tangisnya menahan sakit inti juga hatinya,
''sedang ega juga menangis di ruanga kerjanya,
tak henti hentinya bibir ega mengucap kata ma'af, untuk zahra,
dia sangat yakin setelah ini zahra akan sangat membencinya, biar kan saja seperti ini, suatu sa'at ega akan menjelaskannya, sekarang dia tidak bisa berkata apa apa,
jam sudah mejukkan pukul lima pagi, sebagian penghuni rumah mewah itu sudah mulai melakukan aktivitasnya masing masing, kucuali zahra dan ega
karna mereka baru saja memjamkan matanya, setelah melakukan aktivitas yang cukup melehkan,
''zia terlihat menuruni satu parsatu anak tangga,
dan menuju meja makan,
'' bik sari.. zia memanggil kepala pelayan rumah itu,
''iya nyonya ada yang anda butuh kan,
''tidak bik, saya cuma mau tanya apakah suami saya sudah kekantor, tanya zia,
''belum nyonya, sedari tadi saya belum melihat tuan turun, mobilnya saja masih ada di garasi,
''oh.. ya .. kalau zahra apa dia sudah pergi,
tanya zia lagi,
''sama nyonya nona zahra juga belum turun, mobilnya juga sama masih di garasi,
zia terlihat sedang berpikir keras,
ada apa mereka tidak biasanya bangun terlambat seperti ini apa lagi ega suaminya itu selalu tepat waktu,
''ini sudah hampir jam delapan pagi pagi, apa ega, tidak kekantor, batin zia, apa ega tidur di kamar zahra,
apa aku lihat saja ega di ruang kerjanya ya, zia tetlihat bingung,
akhirnya zia diam dalam pikirannya,
tak berapa lama ega terlihat menuruni anak tangga, zia buru buru menghampiri suaminya itu,
__ADS_1
''ega' ini sudah hampir jam sembilan tumben kamu baru mau ke kantor,
tanya zia penasaran
''iya zi' aku kesiangan semalam aku banyak kerja'an,
jawab ega datar,
''oh ya sudah, zahra juga tumben belum bangun jam segini, mendengar zahra belum bangun ega merasa bersalah pasti dia kecapean,
''kalau belum bangun ya sudah biarkan saja zi' mungkin dia kecapean, ucap ega,,
''iya kemarin seharian zahra merombak taman belakang, zia berpikir zahra kecapean karna pekerja'an nya kemarin,
''ya sudah aku pergi dulu zi'
kamu juga jangan banyak melakukan pekerja'an panggil saja pelayan, jika kamu butuh sesuatu,,,
''setah mengantar suaminya di depan zia masuk kembali kedalam rumah,
hari ini zia berniat untuk mengepak barangnya yang akan dia bawa ke singapure...
zia berpikir sa'at kepegiannya nanti bisa memberi ruang untuk zahra dan ega agar bisa bersama, z
dan untuk zia sendiri, agar tidak mihat secara langsung suaminya bermalam dengan madunya itu,,, biarlah paling tidak ini waktu yang tepat untuk mereka bersama,
rima berjalan menaiki tangga hendak menuju kamar zahra, karna zahra sebentar tadi memanggilnya melui sambungan telepon,
sa'at berada di depan pintu kamar zahra rima berpapasan dengan zia,
''rima apa zahra sudah bangun, tanya zia pada rima,,,
''sudah nyonya nona zahra menyuruh saya segera membesihkan kamarnya dan mengganti spreinya,
''oh..ya sudah,, boleh aku ikut masuk ada yang ingin aku tanyakan sama zahra,
''o..ya.. silahkan nyonya,,
rima membuka pintu kamar zahra dan mempersilah kan zia masuk,
sa'at memasuki kamar zahra zia merasa heran, melihat kamar zahra berantakan,
dan pakaian zahra bertebaran dimana mana, jangan lupakan ****** ***** zahra masih nangkring di atas meja nakas,
dan mata zia terblalak sa'at melihat bercak darah di atas seprei putih tempat tidur zahra,
zia bukan orang bodoh dia tau darah apa itu,
karna zia dulu juga pernah mengalaminya,
kaki zia melangkah mundur pelan pelan, meninggalkan kamar zahra dan masuk ke kamarnya,
zia menangis , tidak tau harus sedih atau bahagia, melihat kenyata'an yang ada,
''ternyata mereka sudah melakukannya, aku pikir, ega akan menungguku sampai aku pergi ke singapure ternyata tidak, ya tuhaaan mudah mudahan aku kuat kedepannya
gengs gimana seru gak, kasi komentar dong author tunggu ya, jangan lupa like nya vote nya
__ADS_1
bersambung