
kediaman keluarga zia' sudah mulai di padati dengan tamu undangan, setelah siang tadi di laksanakan nya proses ijab kobul, yang
turut hadir mantan suami dan madu zia'' ega dan zahra'' proses itu berjalan dengan lancar,,
''mbak zia sangat cantik hari ini'' ucap zahra,,
''makasih, ra'' kamu juga cantik,, wajah ayu zia'' terlihat berseri sekali binar kebahagia'an terlihat di matanya,
meski acara di laksanakan di halaman rumah keluarga zia,, ternyata tamu undangan yang datang cukup banyak,, dan tampak nya zia'' sudah mulai kelelahan,
''sayang naiklah dulu,, kelihatan nya kamu sudah mulai lelah,, ucap adam lembut,,
''tapi mas tamu masih banyak, masak iya aku tinggal begitu saja,, zia sedikit tidak enak jika harus meninggal kan pestanya,, dan membiarkan suami nya menyambut tamu undangan sendirian,,
''tidak apa apa sayang masih ada mama sama papa di sini yang menemaniku,, kamu naik lah dulu, bersihkan dirimu dan istirahat lah tidak usah menungguku,, bisik adam di telinga istrinya,, zia' mengaguk dan tersenyum,,
'''malam semakin larut tamu undangan pun terlihat sudah sepi tinggal beberapa saja zahra dan ega pun pamit undur diri,, untuk pulang,,
''dam naiklah, dan istirahat,, biar aku saja yang beresin disini,, ucap reza yang datang tiba tiba,,
''apa tidak apa apa kak jika aku tinggal, ucap adam,,
''pergilah,, pamit dulu sana sama orang tuamu,, ucap reza lagi,,
''hemm.. baiklah,, adam mencari keberada'an kedua orang tuanya,, dan adik nya lesti,, yang terlihat asik ngobrol dengan mertuanya,, papa dion dan mama nita,,
''pa.. ma.. aku naik dulu ya,, ucap nya pelan,,
''istirahatlah nak kita juga sudah mau pulang,, adik mu kelihatan nya,, sudah mengantuk,,
''aku titip nola ya ma,, besok aku dan zia' kerumah mama'' untuk menjemput nola,,, ucap adam lagi,,
__ADS_1
''tidak usah titip,,, nola'' cucu mama,, kamu tenang saja,, nikmati dulu masa masa pengantin baru mu,, adam tampak berdecak,,
''apa'an sih,, kita bukan anak muda lagi,, adam sudah punya nola'' ucap nya sambil mencium pipi putrinya,, nola,, yang tertidur di gendongan mama nya,,
''apa nola,, bebaik nya di sini saja, dam'' itu anak kakak mu reza juga nginep disini,, sela mama nita,,
''tidak usah jeng saya masih kangen sama nola,, tiga hari lagi sudah saya tinggal lagi ke singapura,, ucap mamanya adam menolak,
''setelah berpamitan dengan kedua orang tuanya adam'' segera menyusul istrinya , naik ke atas,,
adam membuka pintu kamar istrinya,, bibirnya tersenyum melihat istrinya sudah tertidur dengan lelap,, adam berjalan,, menuju kamar mandi,, dan membersih kan diri,, zia sudah menyiapkan baju ganti untuk suaminya adam,,
adam merasa ini seperti pernikahan pertamanya,, selama berumah tangga bersama mendiang istrinya dulu,, adam tidak pernah,, sekalipun mendiang istrinya menyiap kan pakaian gantinya,, karna mendiang istrinya dulu masih terlalu muda ketika menikah dengan nya,, sedang adam sudah dewasa,, mendiang istrinya baru saja lulus SMA sa'at adam menikahinya,, hanya setahun lebih adam berumah tangga dengan ibunya nola,, sebelum ajal menjemputnya,, sesa'at setelah melahir kan putrinya,, karna mengalami pendarahan hebat,, di karnakan faktor umur yang masih muda sa'at melahirkan putrinya nola,,
tak berapa lama adam menyusul dan ikut berbaring di samping istrinya,, pergerakan adam membuat tidur zia terusik,,
''mas adam, kalu sudah mandi, maaf aku ketidura,, ucap zia' dengan suara serak nya,,
''mas..? panggil zia lirih,,
''heemm,, jawab adam hanya dengan deheman,,
''ka,, kamu tidak mengingin kan nya,, tanya zia malu malu,,
''ingin apa sayang,, jawab adam dengan mata terpejam,,
''I..I. ingin i..itu ini kan malam pertama kita,, ucap zia terbata,,
''masih ada hari esok sayang,, sekarang tidur lah, aku tau kamu sangat capek aku tidak akan meminta hak ku malam ini,, aku juga capek,, kita buat hari esok dan seterus nya menjadi malam pertama kita,, ucap adam masih memejam kan matanya,,
zia menatap lekat wajah tampan pria yang sejak siang tadi sudah menghalal kan nya,,
__ADS_1
''kenapa tidak segera tidur,, aku tau suamimu ini tampan,, ucap nya membuat wajah zia bersemu merah,,
''ya tuhan semoga seperti ini sampai akhir hayat ku,, baru kali ini,, seakan ini pernikahan pertamaku,, mas adam memanggil ku sayang,, dan memperlakukan ku dengan lembut,, meski dulu ega juga memperlakukan ku dengan baik tapi rasanya beda, ya... tuhan aku tidak ingin membandingkan nya,, bagiku pria yang bersamaku sa'at ini adalah pria hebat yang engkau kirim kan untuk ku,,
''adam memebuka matanya sedikit mengintip istrinya itu masih belum menutup matanya kembali,,
''kamu mikir apa,, zi'' kenapa belum tidur, suara lembut adam mengaget kan zia'' dari lamunan nya,,
''hah,, tidak aku tidak mikir apa apa,, jawab zia adam mendekat kan wajah nya dengan wajah istrinya lalu menempelkan bibir nya,, di bibir istrinya,, dam menyesap nya lembut,, zia gugup sekaligus kaget,, perlahan zia membalas ciuman suaminya, dengan lembut,, sesa'at kemudian adam melepaskan ciuman nya,,
''sudah ya,, sekarang tidurlah,, kita lanjutkan besok,, adam menghela nafasnya kasar,, sebagai lelaki dewasa dan sudah lama berpuasa,, adam takut khilaf dia tau istrinya sangat capek,, lalu memeluk istrinya dan tidur,, sedang zia,, ini juga bukan kali pertama buat zia,, dia tau suaminya itu menahan sesuatu dalam tubuh nya,, terbukti dengan rasa yang menggan jal di paha zia'' perlahan zia ikut memejam kan matanya dan tidur,,
...****************...
sedang di tempat lain dua insan yang baru saja selesai dengan ritual olah raga malam nya,, siapa lagi kalau bukan ega dan zahra,,
''lang cepat turunlah tubuh mu berat sekali,, ega masih berada di atas tubuh istrinya,, dengan inti mereka yang masih menyatu,,
''sebentar sayang,, aku sepertinya tidak rela melepas kan nya,, ucap nya sambil mengatur pernafasan nya,,
''apa gantian kamu saja yang di atas seperti tadi di ronde partama,, kamu sangat nakal, aku suka,, ucap ega membuat istrinya tersipu malu,,
''tidak,, aku sudah capek ini sudah yang keberapa kali masih ada hari esok,, ega terkekeh lalu menjatuh kan tubuhnya di samping istrinya,,
''wajar sayang semenjak hari itu,, kamu keluar dari rumah lama,, sampai sekarang aku puasa,, ini saja rasanya masih tidak cukup,, apa lagi kamu suka sekali menyiksaku,, ucapnya sendu,, ega menghela nagasnya,, melihat istrinya itu sudah tertidur dengan keada'an tubuh masih polis,, ega tersenyum, lalu mencium kening istrinya,,,
''tidur lah,, terimakasih,, lalu ega ikut tertidur sambil memeluk tubuh istrinya,,
haaaahhh....gengss lanjut sendiri ya,, author ingat kan ini malam jum'at jangan lupa cari pahala,,
''bersambung
__ADS_1