AKU JUGA ISTRIMU

AKU JUGA ISTRIMU
jangan menambah luka


__ADS_3

pagi ini zia terlihat sangat sibuk, berkutat di dapur, zia sedang memasak untuk di bawa ke rumah sakit, dia tau suami dan madunya itu, mungkin belum mendapatkan makanan sejak semalam.


''nyonya semua sudah selesai, keperluan muda lio, sudah saya siap kan,


zia memasukan satu persatu hasil masakan nya kedalam rantang,


''satukan sini bik, habis ini sekalian masukkin dalam mobil,


o,,iya rima, mainan faforite lio jangan lupa, siapa tau dia bosen, dan pengen main, zia melepas celemek, yang melekat di tubuhnya, dan merapikan sedikit dandanan nya, dan bersiap berangkat ke rumab sakit,


mobil yang pak rudi kendarai, malaju membelah jalan kota pagi itu, zia berangkat pagi sekali, karna dia juga sudah tidak tahan ingin segera mengetahui ke ada'an beby lio, sejak semalam ega tidak mengabarinya, zia juga takut ingin bertanya,


''empat puluh menit kemudian zia dan pak rudi sudah sampai di rumah sakit, zia sgera, turun dari mobil nya,


'pak tolong bawain barang nya, ya...


setelah bicara,, zia segera masuk, berjalan menyusuri koridor rumah sakit,


''zia membuka pintu ruang rawat baby lio,


terlihat sepi, tidak ada baby lio di ranjang nya, zia mencari ke sudut ruangan,


bibirnya melengkung membentuk senyuman, kala mendapati zahra sedang memangku putra nya, di kursi sofa ywng mengbadap lang sung ke cendela kaca besar,


''ra'...? panggil zia, zahra menoleh lalu tersenyum, zia juga melihat ega yang tertidur, di samping zahra, tampak baby lio juga tersenyum, meski wajahnya masih pucat,


'' ra' sebaik nya kamu bersihkan dulu badan mu, sepertinya dari kemarin kamu belum mengganti bajumu,, padahal sopir sudah mengantarnya kesini, kemarin,


zahra hanya tersenyum sepertinya malas mau bergerak,


''pergilah mandi dulu, ra'' setelah itu kamu bisa sarapan aku sudah masak di rumah, sebelum ke sini tadi, biarkan baby lio, disini sebentar bersamaku,


zahra masih tidak bergeming, dan tersenyum,


''tidak usah mbak nanti saja, aku mandinya, biar kan seperti ini sebentar saja, zia menjatuh kan bokong nya di kursi sofa persis di depan zahra,


''ra' apa kamu tidak percaya lagi, sama aku untuk menjaga putra kita, aku mintak ma'af,,

__ADS_1


ega yang mendengar ucapan zia perlahan membuka matanya, lalu sedikit bangun jari telunjuk nya ia letak kan di depan mulut nya, mengisarat kan zia untuk diam, jangan bertanya apa apa,


setelah zia mengerti dengan isarat nya ega kembali melanjutkan tidurnya, menjelang pagi ega dan zahra baru bisa memejam kan matanya, karna setelah sadar putranya lio, sedikit rewel hingga tengah malam,


''sambil memangku putranya zahra tidak bisa menahan kantuk nya, baby lio juga sama perlahan matanya terpejam, zahra tertidur sambil bersandar di paha tuan suaminya, dengan baby lio di atas perut nya, sungguh zahara dan ega lelah jiwa dan raganya,,


''tak berapa lama datang lah mama risa, membawa makanan dan juga bubur, untuk cucu kesayangan nya,


''zi' kamu sudah disini, mereka masih tidur, mama risa melihat putra menantu dan cucunya tertidur dengan saling tumpang tindih,,


''biarkan mereka tidur dulu mah sepertinya zahra dan ega kecapek'an, jelas terlihat, wajah kuyu dan lesu zahra dan ega,


''ini apa, zi' apa kamu masak dari rumah,


tanya mama risa, sa'at melihat rantang makanan di atas meja,,


''iya mah, aku bawa makanan biar zahra dan ega bisa sarapan sa'at mereka sudah bangun nanti,


''iya mama juga bawa kita bisa makan sama nanti,,


sambil menunggu zahra dan ega bangun zia dan mama risa ngobrol sambil sedikit mengecil kan volume suaranya,,


''ga' kamu sudah bangun,, tidur lah kalau madis ngantuk,, ucap zia lembut sambil mengembangkan senyum nya,,


perlahan baby lio dan zahra juga mengerjap kan matanya, senyum manis mengembang di bibir mama risa,


melihat cucunya, mama risa mengulurkan tangan nya, mengambil alih baby lio dari pangkuan zahra,


''mama akan bersih kan, lio dulu ra' setelah ini kamu juga bisa bersih bersih, kalian bisa sarapan,


zahra hanya tersenyum tipis, lalu melihat dirinya tidur di pangkuan tuan suaminya, zahra segera bangun, takut kalau zia cemburu,


mama risa membawa membersih kan badan baby lio, menglapnya dengan air hangat, sedang zahra bangun dari duduk nya meninggal kan zia dan ega, lalu bersiap mandi,


''zi' tolong jangan tanya zahra apa pun, biarkan zahra menata hatinya dulu, nanti jika sudah baik baik saja semuanya, kamu boleh bicara padanya, untuk sa'at ini diam lah dulu, jangan menambah luka di hati zahra, zia terlihat hanya menunduk,,


''aku hanya ingin minta ma'af, karna sudah lalai.menjaga putra kita dan hampir meregang nyawa karnaku, ucap zia masih menunduk kan kepalanya,

__ADS_1


''berhentilah menyalah kan diri sendiri, mulai sekarang dan kedepan nya, jadikan ini pelajaran, jika sekiranya kamu tidak mampu menjaga lio sendiri, panggil pelayan untuk menolong mu, aku akan suruh mama bawakan lagi pelayan kerumah, ingat untuk sa'at ini jangan bicara apa apa mengenai kejadian semalam, sama zahra,


kita semua sama terpukulnya, zia mengangguk dan mengerti apa yang di bicarakan ega suaminya,


''sesa'at kemudian mama risa sudah selesai membersih kan badan baby lio, di susul zahra yang juga barub selesai mandi,


''mandilah dulu ga, biar terasa lebih segar, zia, berdiri menyiap kan pakaian ganti suaminya, zahra hanya meliknya sekilas lalu cuek,


mama risa menyiap kan bubur untuk cucunya, yang ia masak dari rumah,,


''biar zshra yang suapin ma, zahra mengambil mangkuk yang msma risa pegang,


''apa tidak sebaiknya kamu sarapan dulu, kamu pasti lapar,


lagi zahra hanya tersenyum,,


''nanti saja ma, biar lio makan dulu baru setelah itu aku akan makan,


mama risa hanya pasrah memberikan mangkuk bubur kepada manantunya zahra,


''setelah selesai menyiap kan pakaian ganti suaminya, zia ikut bergabung kembali, bersama zahra dan mertuanya,


''zahra sini biar aku saja yang menyuapi lio, zia mencoba mengambil mangkuk bubur dari tangan zahra, namun zahra menepis nya,


''tidak usah mbak, biarkan aku saja,


tangan zia menggantung hatinya sedikit tercubit oleh penolakan zahra,


namun segera zia menyadari zahra butuh waktu,


ega juga sudah selesai dengan ritual mandinya, lalu menghampiri putranya, mencium kening putra nya lembut,


makan yang banyak, supaya cepat sembuh, putra nya itu hanya diam, tidak seperti biasanya keceria'an nya menghilang seketika, sama seperti wajah zahra yang terlihat mendung dan layu,,,


zia mengeluar kan sumua makanan dari dalam rantang, menyediakan nya di atas meja, lalu mengambil piring dan mengsinya dengan nasi dan kawan kawan nya, dan mberikan nya pada suaminya, tapi ega memberikan piring itu ke zahra,


''makan lah dulu ra' supaya ada tenaganya kamu, ucap nya sambil menyodorkan piring berisi nasi dan kawan kawan nya

__ADS_1


''tidak usah, repot repot, aku bisa sendiri, ucap zahra ketus,


__ADS_2