
mentari pagi mulai masuk ke kamar adam dan zia'' melalui cela gorden,, membuat zia menggeliat dari tidur nya,, zia mencoba membangun kan, suaminya,,
''mas bangun,, sudah siang,, zia menyobak selimut suaminya,, membiarkan suaminya itu dingin supaya cepat bangun,,
''lima menit sayang,, selimut nya sini'in dulu dingin,, adam melipat tubuhnya menahan dingin nya ac yang menyapu kulit nya,,
''mas adam cepat bangun aku siapin air mandinya sekarang,,
perlahan zia turun dari atas ranjang nya,, berjalan menuju kamar mandi,, zia mencuci mukanya terlebih dulu,, lalu menyiap kan air mandi suaminya,,
setelah selesai zia bergegas masuk ke ruang ganti baju lalu menyiap kan semua ke perluan suaminya,,
zia tersenyum melihat suaminya perlahan duduk lalu turun dan berjalan dan masuk kamar mandi,, tiga puluh menit kemudian adam selesai dengan ritual mandinya,,
''sayang,, handuk nya mana,, adam mengeluarkan,, kepalanya mencari ke berada'an istrinya,,
zia'' datang dengan handuk di tangan nya,,
''ma'af aku lupa,, ucap nya sambil menyerah kan handuk untuk suaminya,,
''adam mencium bibir istrinya sekilas lalu pergi ke ruang ganti,, zia mengekor di belakang nya,,
''bo*ser ku mana sayang,, zia mengulurkan bo*ser di tangan nya di hadapan adam,,
''pasangkan dasinya sayang,, adam menyerah kan dasi di tangan nya
''mas adam pakai dulu celana nya,, ini adam mengambil celana bahan dari tangan istrinya,,
''makasih sayang,, zia tersenyum,,
''tidak perlu terimakasih mas,, ini sudah menjadi tugas ku,, ucap zia,, adam mencium kening istrinya,,
''kamu tau sayang,, dulu ketika ibu nya nola masih hidup,, dia tidak pernah sekalipun menyiap kan keperluan ku,, aku urus sendiri semua setiap pagi,, bahkan sarapan pun aku yang buat,, adam sekedar cerita tidak bermaksud membanding kan, istrinya zia'' dengan mendiang istrinya dulu,,
__ADS_1
''mungkin karna umurnya masih muda mas,, masih delapan belas tahun kan,, umur segitu pikiran nya masih suka bermain havefun' mana mungkin mikirin rumah tangga,, lagian kenapa mas adam mau menikah dengan gadis muda seperti ibunya nola'' adam terdiam sesa'at,,
''ibunya nola'' yatim piatu sayang,, dia tinggal berdua dengan nenek nya,, sa'at nenek nya sakit keras dia meminta papa untuk menikah kan aku dengan dengan aliya ibunya nola,, adam mengingat pertemuan singkat dengan mendiang istrinya,, lalu menikah,,
''kasian ibunya nola mas,, terlalu muda untuk hamil,, dan perjuangan nya melahirkan nola,, sampai merenggut nyawanya,, kenapa mas adam dan ibunya nola tidak menunda dulu untuk punya anak,, tanya zia,,
aku tidak yau sayang setelah menikah,, kami masih merawat nenek di rumah sakit,, papa sama mama di singapura,, sa'at itu,, kami tidak pernah terpikir akan hal itu,, zia tersenyum,,
''mas seandai nya terjadi apa apa,, dengan ku sa'at aku berjuang melahir kan anak kita nanti,, aku cuma pesen,, jaga anak anak kita mas,, adam memeluk istrinya erat,,
''jangan pernah bilang lagi seperti itu sayang,, aku tidak ingin kehilangan orang yang ku sayang untuk kedua kalinya,, temani aku sampai tua,, kita besarkan anak anak kita bersama,, zia menatap lekat suaminya,, lalu tersenyum
''aku hanya bilang seandainya mas'' kita keluar sekarang mas nola pasti sudah me nunggu kita,, adam menciun punggung tangan istrinya dengan lembut,,
''berjanjilah jangan pernah tinggalkan aku'' dan anak anak kita,, zia tersenyum dan mengaguk kan kepalanya,,
''nola sudah menunggu kita mas,, zia'' mengingat kan kembali suaminya,,
adam dan zia keluar dari kamarnya,, di ruang tamu terlihat papa dan mama nya adam sedang duduk santai di temani cucu cantik nya nola''
''ma'' pa'' kenapa datang tiba tiba tidak memberi kabar dulu,, ucap zia sambil duduk di samping mama nertuanya,,
''tidak apa apa nak,, kami tidak ingin merepotkan mu,, kamu sudah repot mengurus nola dan ini,, ucap mama nya adam sambil mengusap lembut perut buncit menantunya,,
''dam'' apa kamu sibuk,, papa ingin bicara dengan mu,, dan juga istrimu,, papa nya adam sepertinya ongin bicara serius,,
''bicaralah pa'' tidak sampai siang nanti kan,, ucap adam sedikit bercanda,,
''berhubung dengan kepulangan papa ke indonesia'' ini dam''
papa ingin segera pensiun,, dari dunia bisnis,, sebentar lagi, adikmu lesti kuliahnya di singapura juga sudah selesai,, papa ingin kamu pegang kendali atas semua,, bisnis papa,, seperti janjimu dulu, dan sekarang papa meminta janjimu itu,,
dan kamu juga masih bisa kan mengurus firma hukum mu itu,, dan tidak harus kamu juga yang menangani setiap klien mu,, beri kesempatan untuk pengacara berbakat di bawah pimpinan mu,,
__ADS_1
menangani setiap klien yang datang meminta bantuan hukum dari mu,, adam menghela nafas nya perlahan,,
''hemm,, apa tidak terlalu cepat pa'',, adam sedikit protes,,
''papa juga akan membantumu'' nanti dam'' tapi tidak terlalu insten'' kalau kamu setuju,, papa segera pulang kembali ke singapura,, untuk mengurus semua yang di sana dan papa bawa kembali kesini,, papa nya adam berharap sekali putranya itu memenuhi janjinya,,
''terserah papa,, jangan semua di beban kan ke adam,, ada hak lesti juga, di sana,, papa adam tersenyum senang,,
''pasti,, adik mu juga ikut ambil alih,, atas pensiun nya papa,, dan papa sudah pikirkan semuanya,, ucap papa adam lagi'',,
''aku tidak mau terlalu'' di sibuk kan dengan pekerja'an pa'' yang penting anak dan istriku tidak merasa kehilangan waktunya dengan ku,, ucap adam sambil melirik istri tercintanya,,
'' soal waktu untuk anak dan istrimu kamu sendiri yang mengaturnya dam,, kamu bisa mengatur jadual kerjamu,, bukan pekerja'an mengatur waktumu,, semua pasti bisa di atasi,, lagian perusaha'an papa bukan perusaha'an besar,, bukan seperti perusaha'an milik keluarga wiraydha'' adam mengaguk angguk kan kepalanya,, tanda setuju dengan ucapan papa nya,,
''bagai mana menurut mu sayang tanya adam ke istrinya,,
''terserah kamu mas,, aku selalu berada di sisimu dan mendukung setiap langkah mu,, seperti yang papa bilang,, mas adam harus bisa mengatur waktu kerja mas adam'' bukan pekerja'an mengatur waktu mas adam,, sebab ada kami yang membutuh kan waktu mas adam juga,, ucap zia sambil memeluk putrinya nola,,
''baiklah pa'' papa atur saja,, yang di luar negri,, adam tunggu di sini,, ucap adam ahirnya setuju untuk pegang kendali perusaha'an keluarga mahendra,, yang sebelum nya di pegang papa nya agung mahendra,,
''gengss bonus visual nola mahendra
bumil sebelum hamil
''
bersambung
__ADS_1
''