
butik
*
*
*
*
semenjak menikah zahra selalu pulang ke rumah suaminya sebelum jam pulang kantor, dia tidak ingin terlambat dan jika tidak merasa lelah zahra selalu menyempatkan diri memasak untuk makan malam,
''siska jika ini tidak selesai biarkan saja kita bisa melanjut kannya besok,
bilang sama yang lain,
kalian semua jangan terlambat pulang, tutup dan kunci pintunya baik baik,
sekarang aku mau pulang dulu,
''siap nyonya bos, ucap siska dan yang lain serempak,
''zahra, biasanya istri bos itu, kerja'an nya shoping belanja jalan jalan,
ngabisin uang suami,
apa lagi yang suaminya kaya raya seperti suamimu itu,,
nah kamu kerja'annya sehari sehari cuman di butik, terus pulang ke rumah,
gak ada tempat lain,
apa lagi setelah menikah boro boro bulan madu butik tutup cuman dua hari saja, setelah itu, kerja kerjan dan kerja, ucap siska,
''maksudmu apa sis, kamu menyuruh ku duduk manis jala jalan shoping, ngabisin uang suami begitu,
tapi sayang nya itu bukan aku,
bagiku selagi aku mampu bekerja dan menghasilkan uang ku sendiri kenapa aku harus ngrepotin suamiku.
aku takut jika suatu sa'at terjadi sesuatu pada pernikahanku nanti, mereka akan atas semua uang suamiku yang ku pakai,
''ya bukan seperti itu zahra''
di uang siamimu kan ada hak kamu hak nafkah lahirmu' kebutuhanmu' makan dan minummu' semua kebutuhanmu adalah tanggung jawab dari suamimu,
apa lagiii...
nafkah batin mu ra....
jangan bilang kalian belum melakukannya
ucap siska sengaja menggoda zahra,
''zahra sedikit berbisik ke pada siska
''kami memang belum melakukannya tapi semalam kami tidur bersama,
ucap zahra
'jiwa kepo siska langsung menarik tangangan zahra mbawanya masuk ke ruang kerja zahra
''ngapain sih siska pakek tarik tarik segala sakit tangan ku tau,,,
__ADS_1
''jadi ra' betul kamu belum melakukannya,
terus semalam kalian tidur bersama,
kenapa gak ngapa ngapain ra'
gimana dengan reaksi madumu melihat kalian tidur bersama,
apa dia tidak cemburu,
''adoh sis aku mau jawab yang mana dulu, pertanyaa'an mu panjang kayak kereta api,
''ya semua nya ra' harus kamu jawab,
''gimana reaksi mbk zia aku gak tau sis,
aku rasa dia tidak tau semalam suaminya tidur di kamarku,
lagian semalam aku gak ngapa ngapain cuman tidur saja,
''tidur saja kalian peluk pluk, cium cium,
''dasar kepo sudah ku bilang kita gak ngapa ngapain, aku gak tau malah, jam berapa dia datang di kamar ku, aku tau nya sa'at bangun tidur dia sudah di samping ku,
''oh..ya.. jadi kapan kalian mau melakukannya.
''aku gak tau sis, aku pikir sikap dinginnya cuma sa'at di depan mbk zia saja, ternyata tidak, bahkan di belakang mbk zia pun sama, meski terkadang dia mengajak ku bicara sedikit, tapi masih dengan mode kulkas dua pintu,
''aku gak tau harus ngomong apa ra' pernikahan kalian terlalu rumit,
saranku cuma satu jalani dulu, jika memang suatu sa'at pernikahan kalian terjadi sesuatu, kita akan kembali seperti semula, dan butik ini,
''zahra tersenyum, seandainya kapalku karam aku masih punya kamu di dunia ini dan ibu, zahra dan siska berpelukan haru,
''sudah aku mau pulang ini sudah sangat terlambat, nanti aku tidak sempat menyiap kan makan malam, aku pulang dulu.. pamit zahra ke siska,
%%%%%%%%%
mobil ega terlihat memasuki halaman rumah mewah miliknya, ega' turun dari mobil dan berjalan memasuki rumah, sa'at ega hendak menaiki anak tangga menuju lantai atas, ega' mencium aroma harum masakan, bibirnya melengkung membentuk senyuman, sudah kebayang betapa enaknya masakan istri mudanya itu, dari arah atas rima berjalan hendak menuruni tangga
''tuan mari saya bawakan tas anda
''ya..terimakasih..
rima siapa yang masak di dapur, apakah istriku zahra,
''ya.. tuan anda benar nona zahra sedang memasak untuk makan malam, apakah anda akan mandi sekarang tuan, biar saya siapkan air mandinya,
''tidak usah biar aku saja, memang nya dimana zia,
''nyonya zia keluar sejak siang tadi tuan
dan belum pulang hingga kini
''ya sudah tidak apa apa biarkan saja, paling bentar lagi juga pulang,
ega melanjutkan langkah kakinya menuju kamarnya dan zia, ia segera mandi dan membersihkan diri,
rasanya sudah tidak sabar untuk segera merasakan betapa lezatnya masakan istri keduanya itu, ega senyum senyum sendiri hanya dengan membayangkan nya, sa'at hendak masuk ke kamar mandi poncel ega berdering terlihat nama zia yang tertera di layar benda pipih itu
''halo zi' kamu dimana kenapa belum pulang ini sudah hampir malam. tanya ega.. pada zia,
''halo ga' ma'af aku tidak bisa secepatnya pulang sekarang aku masih berada di rumah mama, aku bersama kak nadin,
__ADS_1
mungkin aku akan pulang setelah makan malam. jadi kamu makanlah bersama zahra tidak usah menungguku,
''ya..sudah hati hati, sebaiknya begitu makan malam selesai segeralah pulang jangan terlalu malam, ingat kesehatanmu zi'....
begitu sambungan telepon berakhir ega segera masuk ke kamar mandi,
ia sudah tidak sabar ingin segera merasakan masakan istri tercintanya,
mungkin malam ini ia akan sedikit merasa bebas karna zia' makan malam di rumah orang tuanya, meski begitu ega tetap membatasi perasa'an nya, supaya masih bisa mengontrol diri sa'at di depan zia'
tiga puluh menit kemudian, ega sudah selesai dengan ritual mandinya,
ia benar benar terburu buru, segera turun ke bawah,
padahal zahra masih belum selesai dengan masakannya, ega duduk di sudut ruangan namun ia masih bisa melihat aktivitas istri tercintanya itu di dapur,
zahra melihat sekilas tuan suaminya itu, dan menghampiri nya,
''tuan jam makan malam masih lama lagi, saya juga belum selesai memasak, apakah tuan ingin minum sesuatu, biar saya buatkan, tawar zahra kepada tuan suaminya itu,
'' apa jus kesuakan mu ega sengaja bertanya, pada istrinya itu dia ingin mengenal lebih dalam lagi istri tercintanya itu, melalui sesuatu yang iya suka,
''saya suka jus alpukat tuan, tapi saya lebih suka jika alpukat nya sedikit kasar jangan terlalu halus, lebih tepatnya seperti alpukat kocok,
''apakah ada persedia'an alpukat di kulkas,
tanya ega lagi, jika ada buatkan saya yang seperti itu satu,
ega berbicara pada istri tercinta nya itu masih di mode dingin dan datar,
''sebentar saya akan melihatnya dulu tuan. kalau begitu saya permisi dulu,
''heemm...
ega hanya berdehem dan mengibaskan tangannya
''zahra segera melihat isi kulkas, ternyata buah yang di carinya tidak ada,
seorang pelayan datang menghampiri zahra
''nona sedang mencari apa,
tanya nya, kepada zahra,
''saya sedang mencari buah alpukat,
jawab jahra,
''saya rasa tidak ada nona, soalnya nyonya zia jarang sekali mekosumsi buah alpukat, jika kami sedang pergi membeli bahan makanan nyonya hanya memesan buah tertentu saja yang sering beliau kosumsi,
''jadi tidak ada ya, sayang sekali padahal tuan sedang menginkan buah tersebut
''mulai hari ini di kulkas harus ada buah tersebut lain hari saya tidak ingin mendengar kata tidak ada atau habis,
tiba tiba ega bersuara dari arah belakang membuat zahra dan bibik pelayan kaget dan menoleh ke sumber suara,
''baik tua jawab bibik pelayan tersebut,
''bagus, sekarang lanjutkan masakanmu perintah ega ke pada istri mudanya itu,
tetap dukung karya receh author ya gengs jangan lupa like dan vote nya, biar author semangat nulis,
terimakasih
__ADS_1
bersambung