
''pagi sayang ucap adam sambil mencium pipi zia'' tubuh zia menegang kaget sa'at adam memeluk nya tiba tiba dari belakang,, dan mencium pipi nya,,
''mas,, mandi dulu, gih,, udah ku siapkan air mandinya,, sana,, zia mendorong tubuh kekar suaminya adam''
''mau mandi lagi, adam tersenyum nakal,, ke arah istrinya,,
''aku sudah mandi,, sana mandi dulu, sudah di tunggu untuk sarapan di bawah,, zia menutup paksa,, pintu kamar mandi,, hatinya masih berdebar mendapat perlakuan romantis, dari suaminya sekarang,, pasalnya kala menikah dengan ega dulu,, perjalanan rumah tangga nya terkesan datar dan biasa saja,, tidak adak ucapan selamat pagi atau morning kis,,
''tiga puluh menit kemudian adam keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan handuk yang melilit di pinggang nya,, zia berusaha menutupi ke gugupan nya,, dengan melakukan hal hal kecil di kamar nya dengan merapikan sedikit tempat tidur,,
adam tersenyum melihat pakaian gantinya sudah tersedia,, seperti ini kah istri impian nya,, merawat dan melayani kebutuhan pribadi nya,,
''sesa'at kemudian adam sudah selesai lalu duduk di depan meja rias istrinya,, zia menghampiri adam lalu mengambil alih pengering rambut dari tangan suaminya,,
''sini,, biar aku rsaja yang melakukan nya,, adam duduk dan menghadap istrinya sambil memeluk tubuh istrinya dan menyandarkan kepalanya di perut rata zia,,
''ya tuhan,, tumbuh kan lah rasa cinta di hatiku seiring berjalan nya waktu, meski aku belum sepenuh nya mencintai suami ku ini,, tapi jika perlakuan suamiku seperti ini setiap hari mustahil aku tidak jatuh cinta padanya,, zia tersenyum lalu menyalakan mesin pengering rambut,, tapi tiba tiba adam mendongak kan kepalanya dan tersenyum,,
''kamu barusan mikirin apa sayang,, seakan tau istrinya itu lagi memikirkan sesuatu,,
''aku lagi mikirin semoga tuhan membuat ku jatuh cinta padamu setiap hari mas,, ucap zia sambil tersenyum,, adam mendudukan zia di pangkuan nya,,
''mari kita sama sama saling belajar untuk mencintai satu sama lain'' meski ini bukan yang pertama untuk kita berdua,, semoga ini yang terahir,, mata zia menatap lekat mata proa yang kini menjadi suaminya,,
''bimbing aku menuju surganya,, dan sempurnakan ibadah ku dengan saling mengasihi karna penciptaku,, adam menyergap bibir istrinya lembut, dan dalam,,
__ADS_1
''mas'' ma'af kan aku jika suatu sa'at aku tidak bisa memberikan keturunan untuk mu,, aku bukan wanita sempurna,, ucap zia sendu,, adam tersenyum melihat wajah cantik istrinya,,
''sayang dengar kan aku'' tidak usah di pikirkan soal itu,, aku tidak memper masalah kan nya kita sudah punya nola,, sekarang aku benar benar butuh teman hidup yang bisa menemaniku sampai tua,, yang terpenting sekarang kesehatan mu,, aku tau sakitmu sudah banyak kemajuan nya,, tapi jangan di anggap enteng juga,, kita pasrah kan semua kepada sang pencipta,, meski pernikahan kita tidak di karuniai momongan itu tidak mengapa,, kamu mengerti,, mata zia berkaca kaca,, kembali zia memeluk suaminya erat,,
''sayang jadi gak keringin rambutku,, sepertinya rambut ku sudah kering sendiri,, ucap adam sambil mengusap rambut nya,, zia masih tidak bergeming dari pelukan suaminya,, baginya perasa'an cinta yang saling berbalas begitu indah,, dan rasa bahagia itu berkali lipat nikmat nya,,
''mas kita turun sekarang,, yang lain pasti sudah nunggu kita untuk sarapan,, zia dan adam keluar dari kamar nya,, dan turun kebawah bergabung dengan yang lain untuk sarapan,,
''zi'' dam'' kalian sudah turun,, kirain pengantin baru,, bangun nya nanti siang,, makanya dari tadi kita gak manggil kalian takut ganggu,, ucap reza sedikit menggoda pengantin baru tersebut,,
''apa'an sih,, lihat adik mu jadi malu,, ucap nadin sambil mencubit pinggang suaminya,,
''apa'an sih hon'' sakit tau,, orang aku juga bercanda,, ucap reza tak terima,,
'tidak apa apa ma,, santai saja,, zia melayani suaminya dengan baik di meja makan,, yang lain sudah selesai dan lanjut dengan kesibukan nya masing masing,, tinggal zia dan adam,, di meja makan,, menik mati sarapan pertamanya sebagai suami istri,,
''mau nambah mas tanya zia kala melihat piring suaminya sudah kosong,,
''tidak sayang,, ini sudah cukup aku sudah kenyang,, zia tersenyum lalu menyodorkan segelas air putih untuk.suaminya,,
''terima kasih sayang,, ucap nya sambil tersenyum,, pembawa'an zia yang dewasa dan lemah lembut membuat adam jatuh cinta dengan sosok nya,,
''sayang hari ini rencananya aku mau ajak kamu langsung pulang ke rumah kita,, kamu tidak keberatan kan,, ucap adam,,
''di mana suamiku berada di situ tempat ku,, tidak ada alasan yang membuat ku keberatan,, ketika aku memilih dan memutuskan untuk menikah dengan mu,, itu artinya aku sudah menyerah kan seluruh hidup ku untuk mu,, suamiku,, ucap zia sambil tersenyumm,,
__ADS_1
''terima kasih sayang,, aku memang tidak salah mencari teman hidup yang menemaniku menua nanti,,
zia tersipu malu pipinya bersemu merah,, baginya ini seperti dia sedang jatuh cinta untuk pertama kali nya,,
''semoga rasa Seperti ini membawa kita sampai tua mas,, ucap zia,
''akan ku pastikan itu sayang,, obrolan suami istri itu tidak sengaja di dengar oleh yang lain,, membuat mata mama nita ber kaca kaca,, yang langsung di tenangkan. oleh nadin menantunya, sedang reza' sedikit banyak merasa lega,, akhirnya adik nya itu menemukan orang yang benar benar tulus dan ilkas menerima segala kurang dan lebih adik nya zia''
papa dion pun kurang lebih sama seperti reza'' tuhan benar benar memberikan mukzizat yang luar biasa nikmatnya,, untuk putrinya,, terlepas dari semua masalah yang pernah menimpanya,,
''percayalah,, setiap kebahagia'an yang kamu ciptakan untuk orang lain,, ia akan kembali padamu dengan lebih indah,,
''ma..pa.. dan kak reza' tentunya,, aku minta izin untuk membawa zia' tinggal bersamku di rumah ku hari ini,, adam bicara dengan begitu tenang,, membuat papa dion mengagumi sosok menantu barunya itu di dalam hati,,
''bawalah nak,, dia milik mu sekarang kami sudah tidak berhak atasnya,, kami semua, berharap kamu bisa membahagia kan nya,, dan jangan pernah sekalipun kamu menyakiti visik maupun hatinya karna jika itu terjadi,, jangan salahkan kami jika membawa istrimu kemblali lagi ke rumah ini,,
''aku pastikan itu tidak akan pernah terjadi pa, ucap adam' yakin,,
''kamu masih tinggal di apartemen dam,, tanya reza''
''tidak kak,, aku berencana menempati rumah yan sudah ku beli setahun yang lalu,, tidak jauh dari sini,, lokasinya juga dekat dengan kantorku,,
''bagus lah dam,, karna bagiku semewah apapun apartemen,, aku kurang suka, aku lebih suka tinggal di rumah,, yang punya halaman luas, apa lagi kalian punya anak kecil,, terang reza''
besambung
__ADS_1