
pagi ini wajah zahra terlihat begitu. cerah kebahagiana'an terpancar jelas di wajah nya,
''dooohh yang mo kawin''
''nikah sis nikah'
''iya..iya.. yang mo nikah, keliatan aura ngebet nya,
''sialan,
'jadi satu hari lagi nih setatus lajang, ngedate kemarin gimana ra' semalam kamu pulang jam berapa, sampai butik tutup kamu belum nongol juga,
'' heem'' tadiala sampai jam sebelas mungkin sis, gak lihat jam soalnya aku,
''malam sekali kamu pulang ra' gak baik anak gadis pulang larut malam,
__ADS_1
''alah cuma sekali aja,
''emang jalan kemanasih sampai larut malam..
'' gak kemana mana' cuman ke alun alun kota,
''oh.. aku kirain ngedate nya horang kaya ke mall elit makan malam romantis. di restoran super mahal,
''tadinya iya' aku gak mau, aku merasa gak nyaman makan di tempat seperti itu, mana makanku banyak' mana kenyang aku cuma makan ikan salmon sepotong daging sepotong,'' terus kalian makan apa semalam,
makan di warung mang ujang, haah...yanya benar saja ra', '' beneran, kamu tau sis ikan lele dia bilang merip monster ikan kok ada kumisnya. dia juga bilang gak higeinis lah, ini lah, itu lah, aku ambil daging ikan monster terus aku kasi sambal sama daun kemangi nasi. terus aku suruh dia bukak mulut aku suapin kemulutnya, dalam hatiku makan tu ikan monster, ''terus dia bilang apa, dia bilang lumayan not'bat, habis semua dia makan, ''gila kamu calon suami di kerjain, '' biarin biar dia tau tidak semua bisa di ukur dengan uang, makana kalangan menengah kebawah juga tak kalah lezat sama kalangan elit, '' ya kamu benar ra'', mudah mudahan aku gak salah langkah sis, harus menikah sama suami wanita lain, seandainya aku jadi mbk zia mungkin aku tidak akan sanggup membagi suamiku dengan wanita lain,' mulanya aku sangat kuatir dan takut, tapi bila melihat respon semua keluarganya aku jadi yakin, mungkin ini memang yang terbaik, apa lagi istri pertama yang memintaku untuk menikah dengan suaminya, '' aku akan selalu berdoa untukmu semoga ini yang terbaik semoga kamu selalu bahagia dengan pernikahan ini bestiku,,'
kaontor AW GROUP
''tuan setelah pernikahan anda libur berapa hari, ''aku gak tau im belum aku pastikan, '' soalnya dua hari lagi tepatnya setelah tuan menikah, klien kita yang dari jepang datang ke indo, untuk menimjau proyek kerja sama kita yang ada di bogor, '' aku masih gak pasti im, ''karana ku pikir tuan akan pergi bulan madu setelah ini, ''aku masih belum terbiasa dengan dua istri, aku akan menyesuikan dulu dengan keadaan, mungkin akan membuat jadual untuk mereka,'' apakah tuan menempatkan nona zahra seatap dengan nona zia, '' iya itu perminta'an zia sendiri agar aku tidak terlalu di pusingkan dengan masalah pembagian waktu,
__ADS_1
nanti jika zahra sudah hamil, zia juga bisa mantau keada'an zahra, sampai melahirkan, dan rencana awal kenapa pernikahan ini terjadi karna zia ingin merawat anak kami, zia ingin merasakan bagaimana, menjadi seorang ibu, jadi memang harus seatap,'' aku salut sama nona zia tuan, sesiap itu beliau,'' ya im aku tau itu, aku tau siapa zia, terkadang zia tidak sekuat dengan apa yang kita lihat. ada masanya dia sangat rapuh, zia sudah banyak berkorban untukku semenjak kecil. dia bisa menyimpan lukanya, pura pura bahagia, di depan ku, karna itu aku tidak akan pernah bisa melukainya, sebenarnya di hati kecilku aku tidak ingin pernikahan ini terjadi, memang zahra adalah cinta pertamaku, hati kecilku juga ingin sekali menikahinya, dari dulu, tapi tidak dengan cara seperti ini, ''kenapa rumit sekali perjalanan cinta anda tuan, ''tapi anda pria yang sangat beruntung anda mendapatkan dua bidadari berhati malaikat, ''ya..aku tau im, mama ku juga bilang begitu,
hari ini jika ada yang belum selesai kamu hendel im aku akan pulang cepat mungkin bentar lagi, ''apakah tuan tidak menunggu jam makan siang, '' tidak sepertinya akuakan siang di rumah,
******
nadin mendatngi rumah adik iparnya itu, untuk menyelesaikan, yang masih.belum kelar sebelum hari H Besok, tinggal sedikit lagi,
''zia ada bik, nyonya ada di taman belakang non, ''ya sudah aku samperin kesana saja,'' nona mau di buatkan minum apa, '' apa aja bik kalau bisa yang dingin hari ini cuacanya sangat panas,'' baik nona,'' makasih bik
''zi' kamu disini, zi' ada apa kenapa menangis, ''kak, zia memeluk nadin dan menangis, zi....! kak apa kah aku sanggup, secepat itu mereka dekat tidak butuh waktu lama kak. hanya sehari, mereka sudah seperti bertahun tahun bersama, sedang bersamaku ega masih merasa kita bukan suami istri, aku dan ega hanya pasangan sahabat, seperti itu ega menggapku kak, ''itu tidak benar zi' yang kita lihat ega tidak seperti itu, dia sangat menghormatimu, menyayangimu, dia sudah melaksanakan kewajibbannya sebagai seorang suami terhadap istrinya, bukankah seperti itu zi, ''ya aku tau kak. ega memang menyayangiku, menghormatiku, melakukan semua kewajibannya terhadapku, tapi apa kakak tau cinta yang ega miliki bukan untukku, aku tau ega pasti bisa adil terhadap ku dan zahra, yang aku tidak sanggup adalah tatapan ega ke zahra kak, tatapan itu ega tidak akan pernah bisa memberikannya padaku, apa lagi nanti sa'at zahra bisa memberi ega keturunan tatapan itu akan semakin besar kak, dan itu aku tidak alan pernah sanggup, bolehkah aku egois kak, aku juga menginkan hal yang sama, jika waktuku sudah tiba nanti zahra akan menjadi istri satu satunya, tanpa harus berbagi dengan ku, '' jangan pernah bilang begitu zi' ega sudah melakukan yang terbaik untuk pengobatanmu,'' kak aku hanya bilang soal ini sama kak nadin, bahkan sama ega aku diam, dokter di singgapure bilang jika keada'anku terus memburuk aku tidak akan bisa bertahan lebih dari tiga tahun kedepan kak, selama ini aku dapat bertahan lebih lama karna aku mencoba iklas dengan keada'an ku, tapi jika aku terus tertekan aku tidak yakin sampai kapan aku bisa bertahan, aku memilih zahra, karnadia gadis yang ega cintai, jika aku memilih gadis lain aku akan takut gadis itu bernasip sama denganku, aku juga kasian dengan ega, selamanya dia akan memendam perasa'an nya bahkan menguburnya, aku tidak mau itu terjadi kak, aku sudah mencoba iklas dengan zahra nyatanya aku masih tidak bisa sakit kak sakit,,
tanpa zia ketahui ega mendengar semua yang zia bicarakan dengan kakak iparnya itu,
''jika tidak sanggup kenapa kamu lakukan ini zi' jika ingin mundur semua sudah terlambat, kalau di batalkan ini akan berdampak pada perusaha'an, bukan hanya itu karir zahra butiknya yang dia bangun dari nol, akan terkena basnya, sepertinya aku sekali lagi aku akan menahan diriku ini demi zia dan zahra,
__ADS_1
barsambung
maaf jika tulisan masih amburadul author masih banyak belajar akan author coba revisi ulang mohon dukungannya dan jangan lupa like jpolnya terimakasih