
siang ini seperti biasa zahra melajukan mobilnya mencari, kuliner di siang hari,,b
aneka jajanan yang menggugah seleranya,
setelah puas dengan aneka jajanan zahra membawa mobilnya membali, kali ini zahra tidak kembali ke butik nya melain kan terus menuju mansion tuan suaminya
zahra tadi membeli bebera buah, rencananya zahra ingin membuat rujak bersama pelayan mansion,,,
zahra memakirkan mobil mesayangan nya. lalu keluar dari mobilnya kakinya mulai melangkah memasuki mansion mewah tuan suaminya itu, zahra terus menuju dapur,, rima menghampiri nona nya,
''nona anda sudah pulang ini masih sangat siang, tanya rima sambil melihat jam di pergelangan tangan nya,,
''rima aku ingin buat rujak mintalah bibik tukang masak untuk buatkan bumbu rujaknya, aku mau naik ke atas dulu untuk ganti baju,, setelah bicara sama rima zahra bergegas naik dan mengganti bajunya dengan yang lebih santai,,
tak berapa lama zahra turun,
rima melihat nona nya hanya memakai celana pendek dan tangtop mebuat perutnya tercetak jelas dan pinggang lebarnya semakin memperlihat kan bahwa nonanya sedang hamil,,
''nona anda tidak menutupi lagi perut anda, ucap rima memperingatkan zahra,
''tidak rima biarkan saja cepat atau lambat nanti semua juga pasti akan tau,,
zahra bicara sambil berjalan menuju taman belakang,
''iya nona, nyonya zia juga sudah mulai curiga, kemarin beliau sempat tanya, apakah anda sedang hamil atau tidak,,
namun zahra hanya tersenyum,,
''tidak apa apa rim, biar kan saja, sudah waktunya mereka semua tau, lagian perutku sebentar lagi tambah besar, dengan senyum. yang mengembang zahra terlihat sangat tulus,
sari kepala payan di mansion itu, begitu melihat pakaian nonanya segera memberi perintah untuk palayan laki laki, di rumah itu, tidak di ijinkan masuk atau berkeliaran di sekitar mansion,
di tengah zahra asik menikmati rujaknya bersama para pelayan, zia baru saja datang, dan menghampiri zahra dan para pelayan yang ikut menikmati rujak itu,
''zahra ini masih siang, kamu sudah di rumah, zia ikut bergabung dan duduk beralaskan tikar di bawah pohon mangga, di taman belakang,,
''iya mbk tiba tiba ingin saja, makan rujak sambil lesehan begini, zia ingin mencicipi rujak di piring zahra, namun zahra segera menjauh kan piringnya,,
''kenapa zahra, ucap zia sedikit kecewa,
''lihat lah nak bundamu bandel sekali, rujak ini sangat pedas, dan bundamu ingin memakan nya, padahal dokter sudah melarangnya untuk tidak makan makanan pedas, zahra bicara sambil mengusap perutnya yang mulai membuncit, seakan dia bicara sama anaknya,,
zia langsung memeluk zahra dan meneteskan air matanya,
__ADS_1
''bunda hanya mencicipinya sedikit, apa tidak boleh, sambil masih terisak zia bicara sambil mengusap perut zahra, seakan dia bicara sama anak zahra,,
''kamu baik baik disana ya nak, doakan bunda sehat selalu supaya bunda bisa ikut merawatmu, sampai jumpa nanti, hati zahra terenyuh mendengar perkata'an zia,
''aku tidak pernah membencimu mbk zia, aku hanya benci sikap suamimu, seandainya suamimu bisa bersikap sama denganku seperti dia bersikap dengan mu aku tidak akan pernah menyembunyikan kehamilan ku,.. zahra berkata tanpa dia sadari, ucapan nya mengalir begitu saja,
''aku minta ma'af ra' aku yang telah menyeretmu masuk kedalam rumah tanggaku, dan menjanjikanmu kebahagia'an, nyatanya kamu tidak bahagia,, sesal zia matanya masih setia mengeluarkan air beningnya,,
''tidak perlu minta ma'af mbk, ini semua sudah di takdir dan di gariskan, kita jalani saja, zia kembali memeluk zahra erat...
''mulai sekarang jika ada yang kamu inginkan jangan sungkan untuk minta padaku ra'' mulai sekarang ijinkan aku ikut merawat calon bayi kita,,
zahra hanya tersenyum,
''mbk zia dari mana, mata zahra melihat tangan zia berplster bekas jarum infus
''aku dari cekup di rumah sakit ra', kenapa zia tersenyum melihat arah pandang zahra yang melihat tangan nya, bekas sutikan infus,,
''ini sudah biasa ra' ini tidak ada apa apa nya bagiku, lebih sakit sa'at aku berada di singapure beberapa waktu yang lalu, senyum di bibir zia mengembang begitu sempurna, rasanya tidak pernah dia bisa tersenyum seperti ini,
ini karna hati zia sedang di liputi kebahagia'an,,
'zahra meletak kan piring rujaknya, rasanya jahra sudah tidak berselera lagi
kali ini tiba tiba zahra ter ingin makan seblak,,
zia mengkerutkan keningnya sedikit heran dengan zahra yang tiba tiba, ingin ganti baju
''lima belas menit kemudian zahra turun dengan baju yang sudah rapi dan bersiap untuk pergi,
''ra' sepertinya kamu mau pergi, mau kemana,,
tanya zia penasaran,,
''aku mau makan seblak, tiba tiba aku teringin memakan nya, ucap zahra sambil tersenyum,,
''boleh aku ikut menemanimu ra' ucap zia sambil terseyum, zia berharap bisa menemani zahra sa'at ngidam menginkan sesuatu seperti sa'at ini,,
''boleh silahkan, tapi apa mbk zia gak capak, tanya zahra takut kalau zia kecape'an nantinya, soalnya zahra begitu matanya melihat banyak makanan dan jajana bisa kalap,,
''ayok, ra' kita naik mobilku saja ya dan pakai supir, kamu tinggal bilang sama pak rudi mau kemana,
baru kali ini zahra menaiki mobil zia yang harganya mungkin berlipat lipat dari mobil zahra,
__ADS_1
''mobil zia mulai melesat membelah jalanan siang itu, pak rudi membawa zahra dan zia ketampat di mana banyak pedagang kaki lima biasanya mangkal, sesuai arahan zahra,
''kamu yakin mau makan disini ra' ucap zia kurang yakin, meskipun keluarga zia tak sekaya keluarga ega suaminya, tak sekalipun zia pernah makan di tempat mereka sekarang berada,,
''tempat ini penuh dengan pedagang kaki lima yang berjualan di pinggir terotoar,
zahra turun dari mobil zia, dengan zia yang mengekor di belakangnya,, zahra memasuki warung tenda dengan menu seblak..
''bang seblak ceker komplit satu, minum nya esteh satu, zahra sengaja hanya pesen satu, karna zahra yakin zia tidak pernah makan di tempat serti ini,,
tak berapa lama kemudian pesanan zahra datang,
''ini makana apa ra' kok ada kaki ayam nya, ucap zia sambil sedikit merasa geli dengan kaki ayam tersebut,
''ini seblak dan ini ceker ayam, jangan takut ini sudah bersih, dan aman untuk di makan, mbk zia mau coba, tawar zahra,, kalau mau coba aku pesenin, porsinys separoh aja, dan tingkat kepedasan nya bisa di sesuaikan, kalau mau tidak pedas juga bisa, ucap zahra menjelaskan,,
''boleh deh aku coba, seperti yang kamu bilang itu, porsinya separo aja, zia sering mendengar dan melihat makanan yang bernama seblak di medsos tapi zia belum pernah mencicipinya,,
tak berapa lama pesanan zia seblak porsi separo dan tidak pedas pun sudah datang,
dengan perlahan zia masukan sendok berisi kuah seblak kedalam mulutnya,,
''hem lumayan ucapnya meskipun rasanya sedikit asing, tapi cocok di lidah zia,
''coba ceker nya mbk, ini sudah tidak ada tulangnya dan ini sangat empuk,
zia mencoba menggigit daging ceker tak bertulang itu, dengan sedikit geli dan jijik,,
''gimana rasanya enak kan. ucap zahra yang memang sudah terbiasa makan ceker...?
''lumayan ra ini enak, terus terang aku baru pertama kali memakan nya, ucap zia jujur,, akhirnya zia dan zahra menghabiskan seblak mereka masing masing,,
dan seperti biasa zahra mencari lagi aneka jajanan dan minuman, jujur saja ini pengalaman zia yang pertama dan zia cukup merasa terhibur,
semua makanan yang selama ini hanya zia lihat sari medsos dari postingan orang, hari ini zia dapat merasakannya, ada yang rasanya sangat enak ada juga yang zia kurang suka, semua sudah di cobanya, dari es cendol, es doger dan lain sebagai nya sampai zia mengeluh perutnya terlalu kenyang,
akhirnya zahra dan zia menyudahi perburuan kulinernya karna hari juga sudah menjelang sore, mata hari sudah mulai terbenam,
di mansion mewah di ruang kerja ega melebarkan senyumnya melihat vedio yang dikirim anak buahnya, hari ini ega melihat rona bahagia yang terpancar di wajah istri pertamanya itu,
sangat terlihat bahagia,
gengs jangan lupa like jempolnya dukungan nya,
__ADS_1
sampai jumpa
bersambung