
zahra menggeliat dari tidurnya seperti biasa, dia tidak akan pernah mendapati tuan suaminya, di kala zahra membuka matanya di waktu pagi,, zahra bangun dan duduk di pinggir ranjang nya,,
''nona anda sudah bangun, saya sudah menyiapkan air mandi anda,, rima tersenyum melihat betapa banyak nya
tanda kismark di dada nonanya itu sa'at kancing kemeja yang di pakai zahra terbuka sampai belahan dadanya,,
''rima tolong tarik tangan ku,, bantu aku berdiri,,, zahra mengulurkan tangan nya meminta rima membantunya berdiri,,, tubuh nya terasa remuk redam seminggu ini hampir setiap malam zahra dan ega melakukan nya,
''zahra berjalan perlahan menuju kamar mandi, rima setia disamping zahra membantunya membersih kan diri,,
''nona bukan kah ini kamaja tuan, anda memakainya' tanya rima sa'at zahra melepaskan kemeja itu, dan zahra juga tidak sadar, bahwa di area dadanya terdapat begitu banyak tanda kepemilikan di sana,,
''iya rima entah kenapa aku ingin memakai nya,, zahra sambil melepas ce**na da**m nya,, zahara mengerut kan dahinya melihat bercak darah dan sedikit lendir, di ce*na da**m nya...
''rima apa tuan sudah ke kantor tanya zahra''
''sudah nona ini sudah hampir jam sepuluh,, ucap rima menjelaskan
haah benarkah jadi aku bangun lumayan siang,, semalam zahra juga tidak ingat jam berapa dia tidur yang dia ingat semalam dia melakukan penyatuan bukan hanya sekali,, dari kamar rahasia sampai berakhir di kamar nya,,
sa'at itu juga mama risa masuk ke kamar zahra, mama risa ikut masuk ke dalam kamar mandi,,
''zahra,,,! zahra menoleh kebelakang dan menyambar handuk untuk menutup tubuhnya yang polos,
''sudah bukak jangan di tutup biar mama membantumu mandi,, zahra perlaha menurunkan handuk yang menutupi tubuh polosnya,,
mama risa tesenyum melihat banyaknya tanda kepemilikan putranya di dada zahra,
tadi di bawah mamarisa melihat tanda kepemilikan putra nya di tengkuk zia sekarang tambah banyak lagi di dada zahra,,
''dasar ganas persis papa nya, apa dalam waktu semalanm dia melakukan dengan kedua istrinya''....
setelah tiga puluh menit kemudian zahra selesai dengan ritual mandinya dengan di bantu mertua dan juga rima,,,
zahra masih diam, dan mengingat pesan dokter waktu itu untuk tidak panik dan rasa mules nya juga belum terasa,, sa'at mama risa dan juga rima terlihat sudah keluar dari kamar nya....
zahra menghubungi tuan suaminya lewat pesan suara...
''tuan segera lah pulang saya sudah ada tanda tanda mau melahirkan,,,
pesan terkirim
__ADS_1
''ega yang sedang miting, terasa poncel di saku celana bahan nya bergetar, namun ega masih tetap fokus dengan pembahasan mitingnya,, tak berapa lama kemudian perasa'an nya tak enak, hampir satu jam pesan zahra belum terbaca,, ega belum melihat ponselnya sama sekali,, baim datang dan berbisik sesuatu ke telinga tuan nya,,
dengan cepat ega merogoh saku celananya, dan mengambil poncelnya, rupanya zahra menghubungi baim untuk. memberi taukan zahra mengirim pesanl di poncelnya,
perlahan ega membuka aplikasi pesa wasup dan mendengarkan pesan suara istri nya,,
''ma'af tuan tuan,, sepertinya saya tidak
bisa melanjutkan miting kita ini,, dan miting akan saya serahkan sama asisten saya baim,, saya minta ma'af permisi...
''im kamu lanjutkan miting, aku pulang dulu istriku mau melahirkan kalau mereka tidak setuju putuskan saja kontrak kerja sama nya, dan bayar kompensasinya,
''tapi tuan kita akan rugi besar,, ucap baim jika perusaha'an memutuskan kerjasama sepihak,
''lebih rugi lagi jika aku tidak bisa menemani istriku,, ega bicara sambil berlalu pergi meninggal kan baim,
ega melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, berharap secepat mungkin bisa sampai rumah,,
''di rumah zahra masih bersikap tenang menikmati salad buah buatan mama risa,
meski rasa mules di perutnya kembali datang melanda, zahra bisa menahan nya dan tidak ada raut kesakitan di wajah nya,,
''sesampainya di mansion ega segera turun dari mobilnya dan berlari memasuki rumah melewati mama dan istri pertamanya yang berada di ruang keluarga,,
mama risa dan zia heran melihat ega pulang dan berlari menaiki tangga dan langsung menuju kamar zahra,,
''zahra...panggilnya,, sa'at keluar dari kamar zahra ega berpapasan dengan sari kepala pelayan di mansion nya,,,
''sari di mana istriku zahra, apa sudah kerumah sakit, tanya ega dengan tergesa gesa,
''rumah sakit''' sari mengerut kan kening nya..
''tuan nona zahra ada di taman belakang beliau sedang menikmati salad buahnyan...
belum selesai sari bicara tuan nya ega sudah berlari menuju lif yang langsung menuju
taman belakang, sedang zia dan mama risa baru saja sampai di lantai atas melewati tangga dan langsung mengejar ega menuju lif, sayang lif sudah keburu turun..
''sayang apa nya yang sakit, bilang padaku,, kita kerumah sakit sekarang ya
zahra tersenyum,,
__ADS_1
''tuan sudah datang' perutku baru mules sedikit aku masih bisa menahan nya, dokter bilang jangan panik kan, kita masih punya banyak waktu untuk pergi kerumah sakit,, zahra bangun dari duduk nya, ega langsung memeluk dan menciumi seluruh wajah zahra,,
''sayang jangan membuatku panik kita kerumah sakit saja ya..aku tidak bisa melihat mu seperti ini,,
zia yang baru keluar dari pintu lif tak lantas melangkah, sedang mama risa terus berjalan menghampiri putranya dan zahra,,
kaki zia seakan berat untuk bergarak, badannya terhuyung kebelakang dan bersandar di pintu lif yang sudah tertutup
''ega memanggil zahra sayang, dia tidak pernah memanggilku seperti itu, dia juga tidak pernah metapku seperti sekarang ega menatap zahra,
biasanya ega bersikap dingin dan datar, ya tuhan sanggupkah aku, semoga ini hanya kepanikan ega saja,,
zia mencoba melangkahkan kakinya mendekati zahra,
numun lagi lagi kakinya terhenti sa'at ega mendudukan zahra di pakuannya'' ya tuhaaann aku tidak sanggup,,,
zia membalik kan badan nya dan masuk kedalam lif kembali,,
''zahra sedari tadi mama disini kenapa tidak bilang, kalau kamu sudah mau melahirka, mama risa mulai kuatir dan panik,, namun zahra masih bersikap tenang meski mulas di perutnya sudah mulai terasa. semakin sakit,,
''aku tidak apa apa mah, sambil sedikit meringis kala rasa mulas utu kembali datang,,
''apa nya yang tidak apa apa sayang, kita kerumah sakit sekarang, tidak usah membantah,,
rima suruh sopir siapkan mobil sekarang,
sari dimana zia' suruh zia tunggu di rumah saja, tunggu kabar dari ku nanti,,
mama mintak tolong pelayan bantu mama mengambil perlengkapan zahra di atas. zahra sudah menyiapkan nya di dalam koper,,,
lalu ega menggendong zahra menuju mobil.. zia turun dari atas,
''zia aku akan membawa zahra ke rumah sakit kamu tunggu di rumah saja, dan tunggu kabar dariku, zia tersenyum
''semoga persalinanmu lancar ra' aku akan berdoa dari rumah, zahra tersenyum terimakasih mbk,,
jeng jeng lauching bany L
like nya gengs jangan lupa
bersambung
__ADS_1