
ruang rawat zahra penuh dengan bunga segar dan balon berwarna biru..satu persatu anggota keluarga mulai berdatangan, terlihat ega sedang berjalan menyusuri koridor rumah sakit..
''zia sedikit berlari menghampiri suaminya.. kebetulan hari ini jadual cakeup zia' sebelum menemui dokternya zia berencana melihat zahra dan bayi mereka terlebih dahulu,,
''ega''.....?
ega' yang merasa namanya di panggil pun segera menoleh kebelang, dan mengembangkan senyumnya kala istri per taman a yang memanggil,,
zia memeluk suaminya...
''selamat kamu' aku' zahra' kita bertiga sudah nenjadi orang tua, aku tidak tahan untuk tidak datang kesini, aku akan menemui zahra dulu dan putra kita,, setelah itu aku ada jadual bertemu dokter nadia..ucap zia sambil berglayut manja di lengan suaminya,,
''ya sudah ayok kita temui zahra dan putra kita, ega menggandeng tangan istri pertamanya menuju ruang rawat istri mudanya..
ega membuka pintu ruang rawat zahra..
zia' yang zudah tidak sabar, segera masuk begitu pintu ter buka..
''ra''.....? zia merentang kan tangan nya berlari dan memeluk zahra,,
''selamat.. kamu wanita hebat ra' tak terasa air mata zia' mengalir tanpa di minta..
''kenapa menangis mbak.. sudah lah jangan menangis.. putraku sudah lahir. mbak janji kan mau merawat dan menyayanginya, zia menghapus air matanya..
''dimana putra kita ra''.. kenapa tidak disini apa di ruangan berbeda.. zia clingak clinguk mencari keberada'an baby lio..
''perawat masih memandikan nya mbak, sebentar lagi pasti dibawa kesini,, pintu ruang rawat zahra terbuka, seorang perawat datang membawa baby lio yang sudah selesai di mandikan,
''nah ini dia, yang di cari sudah datang. zahra mengembangkan senyum nya kala putranya sudah datang,,
''sebaiknya susui dulu, nyonya setelah itu baru boleh di gendong,, perawat meletak kan baby lio di pangkuan zahra,
zahra mulai membuka kancing baju atasnya dan mengeluarkan ***********,
mata hati zia kembali di remas,, rasa yang kemaren masih belum hilang hari ini melihat sendiri. betapa banyaknya tanda kismark di area dada zahra, bekasnya seperti lebam dan mulai memudar namun masih terlihat jelas di kulit putih zahra,,
''tak sebanyak milikku, itu artinya malam itu ega. melanjutkan nya dengan zahra, betapa beruntungnya kamu sebagai wanita vilya azahra, suamimu begitu mencintaimu, sedang aku munhkin hanya rasa kasihan aku juga tidak tau..dan juga kamu zahra bisa memberi kepuasan batin suamimu sa'at bercinta, sedang aku...! suamiku belum apa apa aku sudah tak berdaya...!
__ADS_1
sekarang kamu bisa memberi keturanan suamimu sedang aku harus berjuang melawat penyakitku.. zia tidak bisa lagi meneruskan kata di hatinya, air matanya mengalir deras tanpa di minta,,
'mbak zia' kenapa menangis lagi... suara zahra mengagetkan lamunan zia'
''aku terharu melihat putra kita ra'... betapa lucunya dia, aku tidak sabar ingin menggendong nya,, zia berbohong kenapa dia menangis,,
''zahra selesai memberi asi putranya, karna asinya belum begitu lancar, jadi masih harus di bantu denga susu formula.
zia mengulur tangan nya dan mengendong putra zahra,,
''sini sayang sama bunda...!
mommy nya tetap kamu zahra, tidak ada yang bisa mengubah itu,, zahra tersenyum sekaligus terharu,
''kita rawat bersama mbak. aku dan mbak zia adalah ibunya,..
perkata'an zahra mampu membuat haru seisi ruang rawat itu,,
''liahat ma.. dia tampan sekali,, mama risa tersenyum dan mencium kening cucunya,
''siapa namanya zahra, zia belum mengetahui nama putra suaminya dan zahra,
'akhirnya keluarga wirayudha mempunyai penerus nya, batin zia,
''tak berapa lama papa wira datang dengan asisten nya om jhon..
papa wira begitu bahagia menyambut cucu pertamanya itu penerus nama wirayudha, meski begitu papa wira tidak berani menggendong cucunya itu, baby lio masih berada di gendongan bundanya zia..
''jhon ini cek satu milyar kamu bagikan ini ke panti asuhan, fakir miskin, pokok nya terserah kamu, biar mereka juga ikut merasakan kebahagia'an keluargaku,, ucap papa wira,
''mama sebenarnya aku ada jadual ketemu dokter sebentar lagi, nanti aku kesini lagi jika sudah selesai, zahra aku pergi dulu nanti aku datang lagi, zia memberikan baby lio kepada mama risa, dan keluar dari ruangan zahra,
''tuan temanilah mbak zia, aku disini tidak apa apa, disini ada papa, mama dan juga rima, ega tersenyum lalu mencium kening zahra sekilas,, dan pergi
''aku pergi dulu,, lalu ega keluar mengejar istri pertamanya,, namun ega berpapasan dengan baim asistennya,,
''tuan...!
__ADS_1
''baim kamu di sini, ada apa kantor baik baik saja kan, tanya ega pada asitennya itu.
''kantor terkendali tuan, ini saya kesini karna ada berkas yang harus anda tanda tangani, atau kita cari cafe di depan sana tuan, anda bisa mempelajarinya dulu sebelum tanda tangan, ega melihat zia sudah masuk ke ruang dokter diana dokter yang menangani zia,
''baiklah kita cari cafe dulu, akhirnya ega dan baim pergi ke cafe untuk membahas pekerja'an kantor, ega akan membahas pekerja'an dulu bersama baim, setelah selesai baru ega akan menemani, zia
papa wira sudah kembali ke kantor bersama om jhon, zahra di temani mama risa dan rima, tak berapa lama kemudian datang mama nita mama nya zia dan nadin kakak ipar zia' datang melihat baby lio setelah mendengar kabar zahra sudah melahir kan,,
tak berapa lama datang juga siska, sebenarnya siska datang bersama baim,,
''ra' siska memeluk sahabat nya itu,
selamat kamu sudah menjadi ibu,, aku menjadi untie,, ucapnya sambil tersenyum
''siapa namanya ra' tanya siska lagi,
lioniel wirayudha, jawab zahra
deg tiba tiba hati mama nita, terasa sesak, jika putrinya tidak sakit seharusnya putri nya yang memberi keturunan untuk penerus nama wirayudha, miris mama nita tersenyum kecut, nyatanya bukan putrinya zia yang melahirkan penerus wirayudha,
ega juga sudah selesai membahas pekerja'annya bersama asistennya baim, dan kembali lagi kerumah sakit, ega berjalan menyusuri koridor rumah sakit dan terus menuju ruangan dokter nadia, dimana zia berada, ruang dokter nadia terbuka sedikit dan tidak ter tutup sempurna,
''kenapa lagi zi' ini hasilnya menurun apa kamu stres belakangan ini, apa yang kamu pikirkan, kamu dengar kan zi' dokter nadia bilang apa, rupanya zia bicara bersama nadin kakak iparnya,,
''aku gak tau kak,, aku bahagia zahra sudah melahirkan putra ega darah daging ega, seperti yang ku ingin kan, dan aku akan merawat dan menyayangi anak mereka seperti anak ku sendiri aku iklas mbk soal anak, tapi soal zahra dan ega rasanya aku tidak sanggup, dari kemaren aku dapat pemandangan yang membuat sesak dadaku, dari awal mereka menikah ega selalu bersikap dingin dan datar, mungkin itu cuma sandiwara ega saja mbak..
ternyata mereka penuh misteri di belakangku,
zia bicara sambil belinang air mata,
''kita tidak bisa menyalah kan ega dan zahra zi' sedari awal jika kamu tidak sanggub berbagi kenapa menyuruh ega menikah lagi, kalau hanya soal anak kalian bisa mengadopsi dari panti asuhan, tapi kamu yang tidak mau, dan kamu maunya anak ega darah daging ega, dan zahra kamu yang memintanya untuk menikah dengan suamimu ega,, kamu masih ingat zi' sa'at zahra menolak kamu sampai sakit, secara tidak langsung ucapa nadin mampu membuat zia terdiam,
''maksut ku bukan seperti itu mbak, aku tau' aku yang ega menikah lagi. aku juga yang meminta zahra minikah dengan ega, maksud ku jangan bermersa'an di depan ku mbak' mengetahui fakta di belakang ku yang aku tidak tau aja aku sakit, apa lagi jika di depan mataku,
''maksut mu apa zi' apa kamu melihat mereka berdua bermesra'an di depan matamu seperti itu, sejak kapan, bukan kamu sendiri yang bilang, sikap ega dingin terhadap zahra,. sampai zahra tidak mengakui ega suaminya, karna sikap dingin ega, zahra selalu bilang ega suamimu seorang, lalu sejak kapan mereka selalu bermesra'an di depan mu, kenapa mendadak dan tiba tiba, bahkan sa'at zahra hamil ega juga masih bersikap dingin, ini aneh zia'' tanpa nadin dan zia sadari ega mendengar obrolan sodara ipar itu,
__ADS_1
''ega terdiam, aku harus bagai mana zi'' apa kamu melihat semua kenarin, zahra sedang bertaruh nyawa masak iya aku diam saja, zia'' ega mengusap wajahnya kasar dan pergi dari depan pintu ruang dokter nadia