
''ega' melihat zahra sudah mulai memasuki butiknya ia pun segera menyalakan mesin mobilnya dan pergi menuju kantornya,
'zahra dengan langkah gontai dan mata masih sedikit sembab mulai memasuki butiknya siska menghampiri sahabat baiknya itu
''ra' kamu gak apa apa, tanya siska, ke zahra, siska sedikit kuatir melihat zahra yang sepertinya baru saja menangis,
'' aku gak pa pa sis,
o..iya sis tolong suruh yang lain membantumu mengambil barang di bagasi mobilku, setelah bicara pada siska zahra meneruskan langkah kakinya, menuju lantai dua kamarnya dulu, di mana dia tidur sebelum menikahi, bos
AW GROUP
''kenapa sikapnya dingin setelah menikahiku berbeda dengan dua hari sebelum kita menikah, apa ini juga ada hubungannya sama perminta'an kak nadin waktu itu, apa kak nadin juga bicara padanya. kak nadin bilang hanya di depan mbk zia, tapi ini tidak hanya di depan mbk zia tapi juga di belakang, sikapnya dingin terhadapku, dan sampai sekarang dia juga belum menyentuhku,
zahra terus larut dalam pikirannya sampai siska mengetuk pintu kamar dan mengagetkannya,
''ra' kamu gak pa pa, tanya siska lagi,
zahra tersenyum mencoba menutupi rasa di hatinya
kamu kalau belum siap bicara sekarang tidak masalah, nanti juga aku siap, sekarang di luar ada madumu,
gimana mau suruh masuk,
''hah.. zahra sedikit panik memdengar zia datang sedang menunggunya di luar,
sis. gimana penampilanku, zahra memoles sedikit bedak dan juga blas on ke wajah nya dan lifstik warna nude di bibirnya, guna menutupi wajahnya yang sedikit sembab,
sis seruh mbk zia ke ruanganku saja,
''sudah dari tadi madumu menunggu di ruangan kerjamu ucap siska,
''ya.. sudah aku akan menemuinya sekarang,
zahra segera keluar dari kamar yang sudah dua minggu ini tidak ia tempati
dan berjalan menuju lantai satu ruang kerjanya, di mana zia sudah menunggunya,
''mbk zia sapa zahra,
ada sesuatu yang penting kah sehingga mbk zia' sampai mendatangiku kemari,
tanya zahra,
,zia hanya diam tidak tau harus berkata apa dan memulai pembicara'annya dari mana,
'' zahra apakah aku mengganggumu, akhirnya zia buka suara,
''tidak mbk, sama sekali mbk zia tidak menggangguku kebetulan aku tidak begitu sibuk hanya ada sedikit lekerja'an itu bisa ku kerjakan nanti,
''zia tersenyum, ra' sebelumnya aku minta ma'af dan terimakasih, karna kamu sudah mau menikah dengan suamiku dan menutupi kekurangan ku, dan ma'af karna aku belum bisa membuat suami kita tidur dengan mu,
__ADS_1
kamu jangan salah faham ya' ra' meski suami kita tidak pernah mendatangi kamarmu dia juga tidak pernah tidur dengan ku semenjak pulang dari luar kota minggu lalu,
''lalu tuan tidur di mana mbk, zahra pura pura bertanya pada zia, sebenarnya zahra juga sudah tau dari beberapa pelanya di rumah, dan juga rima, mereka semua mengatakan tuan nya itu lebih sering menghabiskan waktunya di ruang kerjanya hingga pagi,
'' sambil tersenyum zia berkata,
ega' lebih sering menghabiskan wakunya di ruang kerjanya, dan tidur di sana, maka dari itu sebaga istri kamu harus peka,
'peka yang bagai mana menurut mbk zia,
mbk zia lihat sendiri tadi pagi, sa'at aku hendak mengambilkan makanan suami mbk zia menolak,
''mungkin kamu bisa memulainya sa'at tidak ada aku, kamu bisa membawakannya kopi dan bebera cemilan mungkin. sa'at ega ada di ruang kerjanya nanti,
''oh..ya.. jadi kesan nya aku menggodanya begitu maksut mbk zia,
''bukan seperti itu ra', tidak ada salahnya juga seorang istri menggoda suaminya,
apa kamu tidak ingin menjadi istri seutuhnya ra'
tanya zia
''apa mbk zia tidak cemburu jika suami mbk zia tidur dengan ku, sontak pertanya'an zahra membuat zia tidak bisa berkata apa apa
zia hanya menunduk diam
''kenapa diam mbk, zahra tersenyum kecut,
''bukan seperti itu ra' istri mana yang tidak cemburu melihat suaminya bersama wanita lain, tapi ini sudah menjadi keputusan ku, apa pun resikonya aku iklas,
'hahh... ilkas seperti apa yang mbk zia maksut, semua uacapan zahra mampu membuat zia tidak bisa berkata,
''zahra dengar kan aku, baiklah aku akan bicara sama ega nanti,
''tidak perlu biarkan semua seperti ini, seminggu ini zahra hanya diam saja, melihat ketidak adilan pada dirinya,
ini baru seminggu aku ingin melihat, sampai kapan. suamimu bersikap dingin denganku mbk zia, batin zahra...
*******
gedung AW GROUP
ega sangat fokus dengan layar leptopnya dan setumpuk berkas yang menunggu tandatangannya.
tiba tiba mama risa masuk begitu saja dan langsung dudu di kursi depan meja kebesaran putranya itu,
''ada apa mama kemari,
ega bicara tanpa mengalihkan pandangannya dari layar leptopnya,
''apa kamu melarang mamamu sendiri datang ke kantor putranya,
__ADS_1
''bukan seperti itu ma, biasanya mama kemari pasti ngabari ega' dulu bukan tiba tiba seperti ini,
''ga kalau kamu meperlakukan zahra seperti itu, maka kamu juga harus perlakukan zia dangan cara yang sama, harus adil ga'
''ega mengusap wajahnya kasar, menggunakan kedua tangan nya,
''apa perlu ma. bagai mana dengan kesehatan zia, aku hanya menjaga, perapsa'an nya supaya tidak berimbas pada kesehatannya,
''kamu menjaga perasa'an zia, bagai mana dengan, perasa'an zahra, hatinya juga sakit ga'
''ega tau ma, bukan cuma zahra yang sakit aku juga, hatiku juga sakit ma,,
''makanya kamu juga harus bersikap sama, supaya zia sadar dia menyuruhmu menikah lagi, itu artinya dia harus siap berbagi dengan zahra,
kalau hanya sekedar menjadi seorang ibu kenapa tidak adopsi saja, sama sama tidak lahir dari rahimnya,
satu lagi ga' kamu pasti belum menyentuhnya,
''ega hanya diam
ega' tidak bisa ma, ega' takut menyakiti hati zahra lebih dalam lagi,
ega tidak bisa melakukannya,
''kamu bisa melakukan itu dengan orang yang tidak kamu cintai tapi kamu tidak bisa makukan nya dengan zahra, gadis yang kamu cintai,
'ega diam, akan aku coba ma,
''bagus segera laksanakan, mama juga sudah tidak sabar ingin segera punya cucu, mama yakin kamu sehat zahra juga sehat, pasti sekali tembak langsung jadi,
apa lagi bibit keturunanmu bibit kualitas super premium, bibit unggul
ucap mama risa lagi,
''mama apa'an sih, jangan bicara lagi seperti itu ma kalau zia dengar pasti kita melukai perasa'an nya,
'ma ma tau, lagian.disini tidak ada zia,
untuk orang seusia mama, apa lagi yang di ingin kan kalau bukan cucu ga'
memang nya kamu kerja keras pagi siang malam untuk apa, kalau kamu tidak punya keturunan,
ega' hanya diam memang benar apa yang di bilang mamanya, untuk apa semua ini kalau dia tidak punya pewaris,
dukung terus ya pembaca setiaku, hari ini sudah up 2 bab,
jangan lupa like dan vote nya,
biar author semangat up nya,
terimakasih, terimakasih untuk kalian semua
__ADS_1
bersambung