AKU JUGA ISTRIMU

AKU JUGA ISTRIMU
aku iklas, mencintai tak harus miliki


__ADS_3

secepat kilat, ega bangun dari tidurnya,, berlari kekamar mandi, sampai hampir terjungkal,, dan....


hoek ..hoe...hoek....ega memuntah seluruh isi perut nya,, tubuh kekar itu sampai lemas tak berdaya,, ega terduduk di closet sambil memijit ujung keningnya,,


belim hilang rasa pusing,, dan mual yang melandanya pagi ini mama risa sudah datang bak penyidik dan membuat kegaduhann


''ega..jelas kan sama mama,, di mana zahra, kenapa dia sampai pergi,, kamu apakan menantu mama ega'',,,


tega kamu,, mama risa menangis histeris,, ega terdiam,, tidak tau harus apa,, zia menangis di balik pintu,,


''ini semua salahku,, zia memegang dadanya menahan rasa sesak,,


''biarkan zahra keluar dari sini ma,,


ega akan carikan rumah yang lain, ucap nya sambil menunduk..


''kamu yakin kalau zahra minta cerai bagai mana,, mama risa masih belum tau sebenar nya, zahra sudah menggugat cerai putra nya,,


''tidak akan pernah ada kata perceraian antara aku dan zahra,,, aku pastikan itu,, selamanya zahra akan tetap jadi istriku dan menantu mama,, ega tersenyum kecut dirinya laki laki terbodoh di dunia ini,,


''aku sudah berjanji kamu akan menjadi istri satu satu nya, ra''... akan ku pastikan itu,, gumam zia di balik pintu,,


''di meja makan,, ega sama sekali tidak berselera, melihat semua hidangan di atas meja,,


''bik,, bisa buatkan aku air jeruk nipis hangat,, dengan sedikit gula,, zia mengerut kan kening nya,,


''ini madih pagi ga'' kenapa kamu malah minum minuman asam,, zia bertanya heran,,.


''tidak apa apa zi'' perut ku sedikit terasa tidak nyaman,, zia' menghintikan aktivitas makan nya,,


''aku teringat sa'at zahra hamil lio dulu,, kamu seperti ini setiap pagi,, harus ada air jeruk nipis, bahkan kamu meninggal kan kebiasa'an mu minum kopi,, ega hanya menanggapi dengan senyuman tipis ucapan, zia,,


''mama berharap zahra hamil kembali sa'at ini,, mama risa menyela ucap zia,,


''semoga saja,, ucap zia


''amiin,,, dalam hati ega,,

__ADS_1


tanpa ada yang tau semua pelayan di rumah itu mengamin kan dalam hati masing masing,,


merasa kehilangan sosok yang baik, dan juga sederhana,, tidak akan ada lagi yang membawa pulang makanan sederhana dari pedagang kaki lima,, kedepan nya,,,


……………………


di tempat lain zahra mulai menggeliat dari tidurnya,, matanya masih sembab, kepalanya sedikit berat,, zahra merentangkan tangan nya,, meregang kan otot otot nya yang kaku,


rumah nya yang baru,,,


semoga saja rumah ini menjadi berkah dan semoga dari sini lah sumber kebahagia'an ku datang,, doa dan harapan zahra, tekat nya terus melangkah maju kedepan, menjadikan, masa kemaren menjadi pelajaran, walau harus menyandang status janda di usia muda,,


''aku tidak boleh takut menghadapi hari esok dan seterus nya,,


zahra mencoba bangun dari tidur nya,, namun kepalanya berdenyut nyeri,, tapi tetap zahra tahan dan keluar dari kamarnya menuju kamar mandi,, yang berada di luar kamarnya,,


''ya,,tuhan,, kenapa kepalaku terasa berat sekali,, zahra berpegangan pada pintu kamar mandi,, setelah tiga puluh menit kemudian, zahra selesai dari kamar mandi,


ia duduk di kursi ruang tamunya,, mengambil benda pipih itu dan menghubungi siska,,,


''halo sis,, kamu bisa gak datang kerumah,, ini kan hari libur, kepala ku terasa berat sis,, sis ka mendengar kan zahra dari seberang dan segera datang kerumah baru sahabat nya itu,,


''ini ra'' makan dulu setelah itu minum obatmu,, ini obat penghilang rasa, nyeri seperti sakit kepala,, zahra me ngangguk, dan memakan suap demi suap bubur ayam yang di beli siska,,


''perasa'an mu gimana ra sudah lega,, sudah dapat keluar dari rumah suamimu,, tanya siska di sela sela makan nya,,


''masih belum sis, tinggal selangkah lagi untuk ku lepas, dan bebas dari mereka, setelah ini komunikasi terjalin hanya karna lio' saja,, zahra melanjut kan suapan nya,,


''jujur ra'' apa kamu mencintai suamimu,,


zahra tersenyum tipis,,


''bahong kalau aku tidak mencintai nya, sis,,.... suamiku cinta pertamaku batin zahra


''kalian mau bercerai,, lalu bagai mana dengan mu ra'' zahra menghembuskan nafasnya kasar,,


''aku iklas,, sis'' mencintai tak harus memiliki,, untuk apa aku memilikinya kalau aku tak bahagia,, siska tersenyum membenarkan ucapan sahabat nya,,

__ADS_1


''kamu tidak bilang kan sis sama pacarmu,, tentang rumah ini,, zahra melirik sahabat nya itu yang hanya diam saja,,,


''maksut mu kak baim, siska menoleh dan melirik zahra,,


''memang nya pacarmu ada berapa,, siska terkekeh,, seumur umur baru punya satu,, zahra tanya ada berapa,,


kamu tidak mau kan mengurangi rasa percayaku,, siska menoleh lagi ke arah sahabat nya,, di tatap nya wajah zahra lekat,,


''emangnya kamu tidak bisa melihat, apa kamu lihat tampangku ini tampang mulut ember,, zahra tersenyum tipis,, sambil meletak kan gelas kosong di stas meja,,


'' ra kamu tidak berencana belanja, mengisi barang dapur, dan kulkas, meski kamu tinggal seorang dan pastinya akan sangat malas untuk memasak, paling tidak ada sesuatu yang bisa kamu makan sa'at lapar tiba tiba dan untuk sarapan di pagi hari,,


''hem belum kupikirkan,, sambil merebah kan tubuh nya di kursi sofa,,


''bangun ra baru juga, bangun terus makan, udah mau tidur lagi,, siska menarik tangan zahra supaya bangun,,


''bentsr sis,, lima menit saja,, zahra tidak menghiraukan omelan siska,,


''ini anak kenapa jadi mager sih,, tidur terus kayak kebo,,


''"""""""""""


ega termenung menatap cincin pernikan zahra,, cincin itu tergeletak di atas meja begitu saja,, ega menjadikan kan cincin pernikah zahra, sebagi lionthin di kalung yang juga milik zahra,,


zia datang dengan membawa pesanan ega,, air jeruk nipis hangat,, zia meletak kan nya di atas, meja di depan ega,,


''ini minum la selagi masih hangat,, tutur zia lembut,,


''terimakasih ucap ega dengan ekpresi datar nya,,


''kamu tau zahra tinggal di mana ga'' apa di butik.. ega mengeleng tanda tidak tau,,


''segera cari tau, ga'' jika zahra tinggal lagi di butik nya,, itu pasti sangat tidak nyaman,, bawa zahra pulang ga'' karna ini juga rumah nya,,


''ma'af kan aku ra'' karna aku yang pertama kali memintamu keluar dari rumah ini,, batin zia menyesal,, telah berkata seperti itu,,


''hatimu pasti sakit ga'' melihat wanita yang kamu cintai pergi meninggal kan rumah,, apa lagi dia minta cerai,, bukan ini yang ku mau,,

__ADS_1


ya,, tuhan kenapa jadi seperti ini,, aku harus apa,, zia terus bicara dalam hati nya,, apa yang harus di lakukan,, zia yang menyerat zahra masuk kedalam rumah tangganya,,


__ADS_2